ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PENERAPAN TEKNIK
RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN SKALA
NYERI KEPALA PADA NY N DENGAN HIPERTENSI
| ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PENERAPAN TEKNIK
RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN SKALA
NYERI KEPALA PADA NY N DENGAN HIPERTENSI
| | |
|
|
|
Description:
Salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian terbanyak di dunia adalah hipertensi
Nyeri kepala merupakan gejala yang paling sering dikeluhkan oleh penderita hipertensi
terutama pada bagian oksipital. Nyeri kepala yang berkepanjangan dan tidak diatasi akan
berakibat pada penurunan kualitas tidur atau insomnia, sehingga berdampak pada
penurunan daya konsentrasi dan pemenuhan aktivitas sehari-hari. Hasil pengkajian yang
dilakukan pada Ny N dengan hipertensi didapatkan data awal bahwa klien mengalami
nyeri pada daerah kepala dan tengkuk dengan tingkat nyeri sedang dengan skala nyeri 4.
Masalah keperawatan prioritas yang ditegakkan adalah nyeri akut. Teknik relaksasi Benson
merupakan salah satu contoh terapi komplementer yang menggabungkan teknik relaksasi
dan keyakinan yang dapat menurunkan tingkat nyeri seseorang. Setelah diberikan
implementasi dengan penerapan teknik relaksasi Benson selama 15 menit dengan frekuensi
2 kali sehari selama tiga hari berturut-turut, maka dihari ketiga terdapat penurunan skala
nyeri menjadi 2. Berdasarkan evaluasi tersebut dapat disimpulkan bahwa teknik relaksasi
Benson cocok dan efektif dalam menurunkan skala nyeri kepala pasien hipertensi.
Diharapkan kepada Ny E agar dapat melakukan teknik relaksasi Benson untuk mengurangi
nyeri kepala dan diharapkan kepada pihak institusi pendidikan agar dapat membuat suatu
kegiatan pengabdian masyarakat tentang pelaksanaan teknik relaksasi Benson terhadap
penurunan skala nyeri kepala pasien hipertensi. [show more]
|
|
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PENERAPAN TERAPI RELAKSASI
OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN KADAR GLUKOSA
DARAH PADA PASIEN NY. I DENGAN DIABETES MELITUS
DI DUSUN TAMPUNIAK JORONG KUBANG PIPIK
KENAGARIAN KOTO TINGGI KECEMATAN
BASO TAHUN 2023
| ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PENERAPAN TERAPI RELAKSASI
OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN KADAR GLUKOSA
DARAH PADA PASIEN NY. I DENGAN DIABETES MELITUS
DI DUSUN TAMPUNIAK JORONG KUBANG PIPIK
KENAGARIAN KOTO TINGGI KECEMATAN
BASO TAHUN 2023
| | |
|
|
|
Description:Diabetes melitus suatu kelompok penyakit metabolik dengan karankteristik hiperglikemia
menimbulkan berbagai komplikasi akut serta kronik. Oleh karena itu diperlukan
penanganan yang holistik. Salah satu intervensi non- farmakologis yang dapat dilakukan
perawat secara mandiri dalam menurunkan kadar glukosa darah pada Diabetes Melitus
yaitu Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif. Karya Ilmiah Akhir Ners (KIA-N) ini
bertujuan untuk melakukan Asuhan Keperawatan dengan penerapan Terapi Relaksasi
Otot Progresif untuk Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Ny. I dengan
Diabetes Melitus di Dusun Tampuniak Jorong Kubang Pipik Kenagarian Koto Tinggi
Kecematan Baso Tahun 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan kadar
glukosa darah yang dilakukan 2x1 sehari dengan durasi 10-15 menit selama 3 hari. Hasil
kadar glukosa darah pada hari pertama sebelum dilakukan intervensi kadar glukosa darah
sewaktu 240 mg/dl dan setelah dilakukan intervensi 235 mg/dl, pada hari kedua sebelum
dilakukan intervensi didapatkan kadar glukosa darah sewaktu 230 mg/dl dan setelah
dilakukan intervensi 220 mg/dl, pada hari ketiga sebelum dilakukan intervensi didaptkan
kadar glukosa darah sewaktu 205 mg/dl dan setelah dilakukan intervensi 195 mg/dl. Data
informasi responden di kumpulkan melalui wawancara dan observasi. Terapi non-
farmakologi ini merupakan salah satu intervensi mandiri yang dapat dilakukan perawat
dalam mengurangi kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus. [show more]
|
|
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA PASIEN TN”S” DENGAN
DIABETES MILITUS ( DM) TIPE 2 DAN KETIDAKSTABILAN GLUKOSA
DENGAN INTERVENSI BURGERALLENEXERCISE
DI WILAYAH KERJA RT. 02 RW. 04 KEL . AIR LINTANG
KAB .MUARA ENIM
HALAMAN JUDUL | ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA PASIEN TN”S” DENGAN
DIABETES MILITUS ( DM) TIPE 2 DAN KETIDAKSTABILAN GLUKOSA
DENGAN INTERVENSI BURGERALLENEXERCISE
DI WILAYAH KERJA RT. 02 RW. 04 KEL . AIR LINTANG
KAB .MUARA ENIM
HALAMAN JUDUL | | |
|
|
|
Description: Diabetes Millitus merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan
kadar gula darah tinggi (hiperglikemia). Kondisi ini timbul karena adanya
masalah dalam produksi insulin, ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin
secara efektif (resistensi insulin), atau kombinasi dari keduanya. Manifestasi
klinis DM adalah Poliuria (sering buang air kencing),Polidipsia (ras haus yang
berlebihan),Polifagia (nafsu makan yang meningkat),Penurunan berat badan
tanpa sebab.Gejala lain kesemutan ,mati rasa atau nyeri pada tangan dan kaki
(neuropati).Komplikasi akut DM hiperglikemia ,hipoglikemia,diabetik
ketoasidosis. Manajemen Ketidakstabialan glukosa darah dapat dilakukan
dengan farmakologi dan non farmakologi .Salah satunya manajemen
hiperglikemia adalah dengan latihan fisik Burger Allen Exercise.Karya Tulis
Ilmiah (KIAN) ini bertujuan untuk memberikan Intervensi manajemen
hiperglikemia melalui latihan Burger Allen Exercise. Hasil dari edukasi ini
menunjukkan Pasien dengan DM yang mengalami ketidakstabilan glukosa
darah menjadi stabil .Perawat sebagai edukator dapat memberikan informasi dan
pendidikan kesehatan pada pasien dengan Diabetes Millitus (DM) berupa latihan
Burger Allen Exercise . [show more]
|
|
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA TN.R DENGAN PEMBERIAN
JUS SOLANIUM LYCOPERSICUM (JUS TOMAT) TERHADAP PENURUNAN
TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI JORONG GALUDUA KOTO TUO
KEC. IV KOTO KABUPATEN AGAM | ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA TN.R DENGAN PEMBERIAN
JUS SOLANIUM LYCOPERSICUM (JUS TOMAT) TERHADAP PENURUNAN
TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI JORONG GALUDUA KOTO TUO
KEC. IV KOTO KABUPATEN AGAM | | |
|
|
|
Description:Hipertensi merupakan suatu penyakit yang sering terjadi pada kalangan
lansia yang memiliki berbagai masalah dengan proses menjadi tua yaitu terjadi
penurunan fungsi tubuh, baik fisik, fisiologis maupun psikologis. Untuk
mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan terapi non farmakologi yang dapat
dilakukan yaitu terapi pemberian jus Solanium Lycopersicum. Menurut data
Riskesdas menyatakan bahwa di Indonesia prevalensi hipertensi terjadi pada
kelompok umur > 45 tahun. Tujuan penulisan ini adalah mampu mengelola
asuhan keperawatan keluarga pada Tn. R dengan pemberian jus tomat terhadap
penurunan tekanan darah pada lansia.
Diagnosa yang diangkat pada kasus ini adalah Gangguan rasa nyaman
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah, Defisit
pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah
kesehatan, dan Manajemen kesehatan tidak efektif berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga dalam memelihara atau memodifikasi lingkungan yang
dapat mempengaruhi penyakit hipertensi. Intervensi yang dilakukan adalah
manajemen nyeri, edukasi kesehatan, dukungan pengambilan keputusan. Terapi
yang berikan untuk penurunan tekanan darah adalah pemberian jus tomat.
Pelaksanaan studi kasus dilaksanakan di Jorong Galudua Koto Tuo pada
tanggal 15 - 20 Juli 2024 pada keluarga Tn.R didapatkan Hasil tingkat tekanan
darah menurun dari berat menjadi ringan, aktivitas meningkat, dan pengetahuan
Tn.R dan keluarga meningkat.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa
tindakan non farmakologi dengan terapi pemberian jus Solanium Lycopersicum
ini adalah teknik yang digunankan untuk penurunan tekanan darah. Oleh karena
itu diharapkan kepada pusat pelayanan kesehatan seperti posyandu atau
puskesmas dapat memberikan informasi dan menerapkan terapi non farmakologi
denganpemberian jus Solanium Lycopersicum untuk mengatasi penurunan tekanan
darah pada lansia. [show more]
|
|
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. A DENGAN PENERAPAN
EDUKASI DIET DM 3J PADA NY. G DALAM MENGONTROL GLUKOSA
DARAH PADA PENDERITA DM | ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. A DENGAN PENERAPAN
EDUKASI DIET DM 3J PADA NY. G DALAM MENGONTROL GLUKOSA
DARAH PADA PENDERITA DM | | |
|
|
|
Description: Hasil pengkajian pada klien mengatakan nyeri kepala dan badan lemah,
dan tidak memahami masalah kesehatan yang diderita, Ny. G mengatakan mata
mulai kabur, hasil pemeriksaan gula darah mandiri : 280 mg/dl. Tujuan
memberikan asuhan keperawatan keluarga pada penerapan diet 3J guna mengatasi
ketidakstabilan kadar glukosa darah, terhadap pasien DM. Metode pengumpulan
data menggunakan pengkajian keperawatan keluarga dengan melakukan
wawancara dan observasi, pemeriksaan fisik, pengkajian anlisa data, penegakan
diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil evaluasi akhir dengan
diagnosa pemeliharaan Kesehatan tidak efektif dan manajemen Kesehatan
keluarga tidak efektif. Hasil asuhan keperawatan keluarga setelah dilakukan 3 hari
dengan intervensi pemberian penerapan Diet DM 3J, glukosa darah pasien turun
dari 280 mg/dl menjadi 160 mg/dl. Disimpulkan dari studi kasus ini adalah
pengaruh penerapan diet DM 3J dapat menurunkan glukosa darah pada Pasien
DM. Di harapkan intervensi penderita DM dengan cara penerapan diet DM 3J
dapat di terapkan untuk mengatasi masalah DM bagi penderita DM.
[show more]
|
|
ASUHAN KEPERAWATAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA Tn. A
DENGAN PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM
DI JORONG LURAH IV KOTO KAB. AGAM
TAHUN 2024 | ASUHAN KEPERAWATAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA Tn. A
DENGAN PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM
DI JORONG LURAH IV KOTO KAB. AGAM
TAHUN 2024 | | |
|
|
|
Description:Lowe Back Pain merupakan salah satu gangguan pada sistemmusculoskeletal
biasanya dirasakan berupa nyeri akut ataupun nyeri kronik yang disebabkan oleh
aktivitas tubuh yang kurang baik. Nyeri ini dirasakan pada bagian punggung
bawah yang bersumber pada tulang belakang daerah spinal, saraf, otot, dan
struktur lainnya yang terdapat pada daerah tersebut. Manajemen nyeri dapat
dilakukan dengan farmakologi dan non-farmakologi. Salah satu manajemen
nyeri non-farmakologi adalah teknik relaksasi Nafas Dalam. Karya Ilmiah Akhir
Ners (KIAN) in bertujuan untuk menganalisis intervensi manajemen nyeri non-
farmakologi melalui teknik relaksasi Benson pada masalah nyeri. Hasil analisis
menunjukkan ada terjadi penurunan nyeri dari nyeri sedang (skala nyeri 6)
menjadi nyeri (skala nyeri 3) pada intervensi hari kedua. Perawat sebagai
edukator dapat memberikan informasi dan pendidikan kesehatan pada klien Low
Back Pain (LBP) berupa metode penurunan nyeri dengan teknik relaksasi nafas
dalam. [show more]
|
|
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.A DENGAN INTERVENSI
TERAPI INHALASI UAP HANGAT MENGGUNAKAN
AROMATERAPI TERHADAP BERSIHAN JALAN
NAFAS PADA ANAK DENGAN ISPA | ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.A DENGAN INTERVENSI
TERAPI INHALASI UAP HANGAT MENGGUNAKAN
AROMATERAPI TERHADAP BERSIHAN JALAN
NAFAS PADA ANAK DENGAN ISPA | | |
|
|
|
Description:Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang sering terjadi
pada anak, penyakit ini menyerang salah satu bagian atau lebih, dari saluran napas
mulai hidung sampai alveoli termasuk bagian-bagiannya (sinus, rongga telinga
tengah, pleura). Adapun tanda gejala yang muncul pada pasien ISPA selain pola
nafas tidak efektif, juga terdapat batuk, dan sesak nafas, penanganan pola nafas
tidak efektif dapat dilakukan dengan farmakologi dan non-farmakologi. Salah satu
penanganan non-farmakologi adalah penerapan inhalasi aromaterapi minyak kayu
putih. Tujuan dari karya ilmiah ini mampu menerapkan asuhan keperawatan
dengan pemberian inhalasi aromaterapi minyak kayu putih untuk mengatasi
bersihan jalan nafas. Metode penulisan ini adalah studi kasus dilakukan dengan
proses pengkajian sampai evaluasi keperawatan pada pasien ISPA. Hasil analisis
menunjukkan dilakukan selama 3 hari didapatkan frekuensi nafas 28 x/menit
pada hari pertama, 26x/menit pada hari kedua, 24x/menit pada hari ke 3
dilakukan pemberian inhalasi uap air panas dengan menggunakan aroma terapi
minyak kayu putih untuk mengatasi bersihan jalan nafas sehingga dapat diartikan
bahwa pemberian pemberian inhalasi uap air panas dengan menggunakan aroma
terapi minyak kayu putih untuk mengatasi bersihan jalan nafas efektif. [show more]
|
|
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn.A DENGAN HIPERTENSI
DALAM PEMBERIAN TERAPI KOMPLEMENTER AIR
REBUSAN DAUN SALAM DI RT 02 RW 04
KELURAHAN AIR LINTANG
KAB MUARA ENIM | ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn.A DENGAN HIPERTENSI
DALAM PEMBERIAN TERAPI KOMPLEMENTER AIR
REBUSAN DAUN SALAM DI RT 02 RW 04
KELURAHAN AIR LINTANG
KAB MUARA ENIM | | |
|
|
|
Description:Tekanan darah tinggi atau Hipertensi ialah keadaan yang mana terdapat kontraksi
pembuluh darah secara parah sehingga mengakibatkan jantung beraktivitas jauh lebih
berat guna memompa darah. Dikatakan hipertensi jika tekanan darah melebihi
140/90 mmHg. Penatalaksanaan hipertensi bisa dilakukan melalui terapi
nonfarmakologi yaitu dengan menerapkan pemberian air rebusan daun salam.
Menggambarkan asuhan keperawatan dengan pemberian air rebusan daun salam
terhadap penderita hipertensi untuk menurunkan tekanan darah Di Wilayah Kerja Di
Wilayah Kerja Rt 02 Rw 04 Kel. Air Lintang Kab. Muara Enim. Metode yang
digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengambilan data melalui observasi,
wawancara, dan pemeriksaan fisik dengan intervensi unggulan yaitu pemberian air
rebusan daun salam. Setelah dilakukan penerapan pemberian air rebusan daun salam
selama 3 hari responden mengalami penurunan tekanan darah. Penerapan pemberian
air rebusan daun salam efektif mampu menurunkan tekanan darah pada penderita
hipertensi. [show more]
|
|
ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DIABETES MELITUS
DENGAN MASALAH KETIDAKSTABILAN KADAR GULA
DARAH MENGGUNAKAN INTERVENSI TERAPI
RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS MUARA ENIM
TAHUN 2024 | ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DIABETES MELITUS
DENGAN MASALAH KETIDAKSTABILAN KADAR GULA
DARAH MENGGUNAKAN INTERVENSI TERAPI
RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS MUARA ENIM
TAHUN 2024 | | |
|
|
|
Description:Diabetes Melitus merupakan gangguan kesehatan yang berupa kumpulan
gejala disebabkan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan ataupun
resistensi insulin. Dampak yang paling serius dari penyakit dibetik ini yaitu
komplikasi nauropati perifer. Hiperglikemia jangka panjang dapat
menunjang terjadinya komplikasi neuropati. Terapi relaksasi otot progresif
merupakan suatu terapi nonfarmakologi dan bagian dari terapi
komplementer yang dapat menurunkan kadar gula darah penderita Diabetes
Mellitus. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penerapan intervensi
terapi relaksasi otot progresif pada lansia diabetes melitus di wilayah kerja
Puskesmas Muara Enim tahun 2024.
Desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus.
Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Muara Enim. Waktu
penelitian 2 sampai 7 Juli 2024. Subjek penelitian ini adalah lansia dengan
diabetes melitus, pada penelitian ini mengambil satu lansia yaitu Ny. D usia
65 tahun dengan diabetes melitus sebagai pasien untuk subjek penelitian.
Pengumpulan data dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pengukuran,
analisis data membandingkan kasus dengan teori.
Hasil pengkajian didapatkan Ny. D mengeluh badannya letih, kaki dan
tangan kesemutan mual (+) muntah (-) 2 hari yang lalu, nyeri ulu hati (+),
nafsu makan menurun, gula darah puasa 180 mg %, TD 140 / 90 mmHg,
pasien juga tidak mengerti tentang penyakitnya. Hasil penelitian ditemukan
masalah ketidakstabilan kadar gula darah berhubungan dengan kurang
menejemen diabetes. Implementasi keperawatan dilakukan oleh penulis
kadar gula darah normal setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif
Disarankan kepada perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan
diharapkan dapat memberikan tindakan terapi teknik relaksasi otot progresif
dalam intervensi keperawatan sehingga dapat membantu memaksimalkan
pengobatan pasien diabetes melitus. [show more]
|
|
ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA HIPERTENSI
DENGAN MASALAH ANSIETAS MENGGUNAKAN
INTERVENSI TERAPI RELAKSASI
OTOT PROGRESIF | ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA HIPERTENSI
DENGAN MASALAH ANSIETAS MENGGUNAKAN
INTERVENSI TERAPI RELAKSASI
OTOT PROGRESIF | | |
|
|
|
Description:Hipertensi mempunyai hubungan yang erat dengan kecemasan.Masalah tersebut
dapat dicegah dengan pemberian asuhan keperawatan yang tepat pada individu
tersebut dengan meningkatkan kemampuan dan penurunan tanda dan gejala
kecemasan. Penatalaksanaan hipertensi terdiri dari terapi farmakologi dan non
farmakologi. Salah satu manajemen non farmakologis bagi pasien hipertensi
dengan kecemasan adalah relaksasi progresif. Tujuan dari teknik relaksasi adalah
mencapai keadaan relaks menyeluruh, mencakup keadaan relaks secara
fisiologisTeknik yang digunakan berdasarkan suatu rangsangan pemikiran untuk
mengurangi kecemasan dengan menegangkan sekelompok otot dan kemudian
rileks. Dari hasil wawancara yang dilakukan pada umumnya penderita hipertensi
mengatakan perasaan cemas ini membuat gelisah, mudah terkejut, takut, tidak
tenang dan jantung terasa berdebar-debar. Penderita hipertensi ini juga
mengatakan tidak mengetahui cara mengatasi kecemasan yang dialaminya.Hasil
pengkajian yang didapatkan keluhan yang dirasakan yaitu klien merasa khawatir
dengan penyakit yang dideritanya dimana klien sering bertanya tentang
penyakitnya ke petugas Puskesmas (skor 20 dikategorikan tingkat kecemasan
sedang), pada saat pengkajian klien sering bertanya apakah penyakitnya bisa
disembuhkan dan klien tampak gelisah saat diwawancara. klien mengatakan sudah
lama mengalami penyakit darah tinggi ± 10 tahun mengalami hipertensi dan
tekanan darah sering naik turun Tekanan Darah :160/90 mmHg, Suhu :36,8°C,
Nadi : 75 X /Menit dan Pernafasan : 24 X /MeniHasil evaluasi yang dilakukan
selama 1x perawatan pada klien menunjukkan tingkat kecemasan klien berkurang
menjadi skor 15 (kategori ringan) dan terjadi penurunan tekanan darah klien
menjadi 150 / 90 mmHg. [show more]
|
|