3384 items found
No search filters
Identifier Title Type Subject
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PENERAPAN TEKNIK
RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN SKALA
NYERI KEPALA PADA NY N DENGAN HIPERTENSI

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PENERAPAN TEKNIK
RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN SKALA
NYERI KEPALA PADA NY N DENGAN HIPERTENSI

Description: Salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian terbanyak di dunia adalah hipertensi Nyeri kepala merupakan gejala yang paling sering dikeluhkan oleh penderita hipertensi terutama pada bagian oksipital. Nyeri kepala yang berkepanjangan dan tidak diatasi akan berakibat pada penurunan kualitas tidur atau insomnia, sehingga berdampak pada penurunan daya konsentrasi dan pemenuhan aktivitas sehari-hari. Hasil pengkajian yang dilakukan pada Ny N dengan hipertensi didapatkan data awal bahwa klien mengalami nyeri pada daerah kepala dan tengkuk dengan tingkat nyeri sedang dengan skala nyeri 4. Masalah keperawatan prioritas yang ditegakkan adalah nyeri akut. Teknik relaksasi Benson merupakan salah satu contoh terapi komplementer yang menggabungkan teknik relaksasi dan keyakinan yang dapat menurunkan tingkat nyeri seseorang. Setelah diberikan implementasi dengan penerapan teknik relaksasi Benson selama 15 menit dengan frekuensi 2 kali sehari selama tiga hari berturut-turut, maka dihari ketiga terdapat penurunan skala nyeri menjadi 2. Berdasarkan evaluasi tersebut dapat disimpulkan bahwa teknik relaksasi Benson cocok dan efektif dalam menurunkan skala nyeri kepala pasien hipertensi. Diharapkan kepada Ny E agar dapat melakukan teknik relaksasi Benson untuk mengurangi nyeri kepala dan diharapkan kepada pihak institusi pendidikan agar dapat membuat suatu kegiatan pengabdian masyarakat tentang pelaksanaan teknik relaksasi Benson terhadap penurunan skala nyeri kepala pasien hipertensi. [show more]
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PENERAPAN TERAPI RELAKSASI
OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN KADAR GLUKOSA
DARAH PADA PASIEN NY. I DENGAN DIABETES MELITUS
DI DUSUN TAMPUNIAK JORONG KUBANG PIPIK
KENAGARIAN KOTO TINGGI KECEMATAN
BASO TAHUN 2023
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PENERAPAN TERAPI RELAKSASI
OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN KADAR GLUKOSA
DARAH PADA PASIEN NY. I DENGAN DIABETES MELITUS
DI DUSUN TAMPUNIAK JORONG KUBANG PIPIK
KENAGARIAN KOTO TINGGI KECEMATAN
BASO TAHUN 2023
Description:Diabetes melitus suatu kelompok penyakit metabolik dengan karankteristik hiperglikemia menimbulkan berbagai komplikasi akut serta kronik. Oleh karena itu diperlukan penanganan yang holistik. Salah satu intervensi non- farmakologis yang dapat dilakukan perawat secara mandiri dalam menurunkan kadar glukosa darah pada Diabetes Melitus yaitu Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif. Karya Ilmiah Akhir Ners (KIA-N) ini bertujuan untuk melakukan Asuhan Keperawatan dengan penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif untuk Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Ny. I dengan Diabetes Melitus di Dusun Tampuniak Jorong Kubang Pipik Kenagarian Koto Tinggi Kecematan Baso Tahun 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah yang dilakukan 2x1 sehari dengan durasi 10-15 menit selama 3 hari. Hasil kadar glukosa darah pada hari pertama sebelum dilakukan intervensi kadar glukosa darah sewaktu 240 mg/dl dan setelah dilakukan intervensi 235 mg/dl, pada hari kedua sebelum dilakukan intervensi didapatkan kadar glukosa darah sewaktu 230 mg/dl dan setelah dilakukan intervensi 220 mg/dl, pada hari ketiga sebelum dilakukan intervensi didaptkan kadar glukosa darah sewaktu 205 mg/dl dan setelah dilakukan intervensi 195 mg/dl. Data informasi responden di kumpulkan melalui wawancara dan observasi. Terapi non- farmakologi ini merupakan salah satu intervensi mandiri yang dapat dilakukan perawat dalam mengurangi kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus. [show more]
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA PASIEN TN”S” DENGAN
DIABETES MILITUS ( DM) TIPE 2 DAN KETIDAKSTABILAN GLUKOSA
DENGAN INTERVENSI BURGERALLENEXERCISE
DI WILAYAH KERJA RT. 02 RW. 04 KEL . AIR LINTANG
KAB .MUARA ENIM
HALAMAN JUDUL
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA PASIEN TN”S” DENGAN
DIABETES MILITUS ( DM) TIPE 2 DAN KETIDAKSTABILAN GLUKOSA
DENGAN INTERVENSI BURGERALLENEXERCISE
DI WILAYAH KERJA RT. 02 RW. 04 KEL . AIR LINTANG
KAB .MUARA ENIM
HALAMAN JUDUL
Description: Diabetes Millitus merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi (hiperglikemia). Kondisi ini timbul karena adanya masalah dalam produksi insulin, ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin secara efektif (resistensi insulin), atau kombinasi dari keduanya. Manifestasi klinis DM adalah Poliuria (sering buang air kencing),Polidipsia (ras haus yang berlebihan),Polifagia (nafsu makan yang meningkat),Penurunan berat badan tanpa sebab.Gejala lain kesemutan ,mati rasa atau nyeri pada tangan dan kaki (neuropati).Komplikasi akut DM hiperglikemia ,hipoglikemia,diabetik ketoasidosis. Manajemen Ketidakstabialan glukosa darah dapat dilakukan dengan farmakologi dan non farmakologi .Salah satunya manajemen hiperglikemia adalah dengan latihan fisik Burger Allen Exercise.Karya Tulis Ilmiah (KIAN) ini bertujuan untuk memberikan Intervensi manajemen hiperglikemia melalui latihan Burger Allen Exercise. Hasil dari edukasi ini menunjukkan Pasien dengan DM yang mengalami ketidakstabilan glukosa darah menjadi stabil .Perawat sebagai edukator dapat memberikan informasi dan pendidikan kesehatan pada pasien dengan Diabetes Millitus (DM) berupa latihan Burger Allen Exercise . [show more]
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA TN.R DENGAN PEMBERIAN
JUS SOLANIUM LYCOPERSICUM (JUS TOMAT) TERHADAP PENURUNAN
TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI JORONG GALUDUA KOTO TUO
KEC. IV KOTO KABUPATEN AGAM
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA TN.R DENGAN PEMBERIAN
JUS SOLANIUM LYCOPERSICUM (JUS TOMAT) TERHADAP PENURUNAN
TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI JORONG GALUDUA KOTO TUO
KEC. IV KOTO KABUPATEN AGAM
Description:Hipertensi merupakan suatu penyakit yang sering terjadi pada kalangan lansia yang memiliki berbagai masalah dengan proses menjadi tua yaitu terjadi penurunan fungsi tubuh, baik fisik, fisiologis maupun psikologis. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan terapi non farmakologi yang dapat dilakukan yaitu terapi pemberian jus Solanium Lycopersicum. Menurut data Riskesdas menyatakan bahwa di Indonesia prevalensi hipertensi terjadi pada kelompok umur > 45 tahun. Tujuan penulisan ini adalah mampu mengelola asuhan keperawatan keluarga pada Tn. R dengan pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Diagnosa yang diangkat pada kasus ini adalah Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah, Defisit pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan, dan Manajemen kesehatan tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam memelihara atau memodifikasi lingkungan yang dapat mempengaruhi penyakit hipertensi. Intervensi yang dilakukan adalah manajemen nyeri, edukasi kesehatan, dukungan pengambilan keputusan. Terapi yang berikan untuk penurunan tekanan darah adalah pemberian jus tomat. Pelaksanaan studi kasus dilaksanakan di Jorong Galudua Koto Tuo pada tanggal 15 - 20 Juli 2024 pada keluarga Tn.R didapatkan Hasil tingkat tekanan darah menurun dari berat menjadi ringan, aktivitas meningkat, dan pengetahuan Tn.R dan keluarga meningkat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa tindakan non farmakologi dengan terapi pemberian jus Solanium Lycopersicum ini adalah teknik yang digunankan untuk penurunan tekanan darah. Oleh karena itu diharapkan kepada pusat pelayanan kesehatan seperti posyandu atau puskesmas dapat memberikan informasi dan menerapkan terapi non farmakologi denganpemberian jus Solanium Lycopersicum untuk mengatasi penurunan tekanan darah pada lansia. [show more]
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. A DENGAN PENERAPAN
EDUKASI DIET DM 3J PADA NY. G DALAM MENGONTROL GLUKOSA
DARAH PADA PENDERITA DM
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. A DENGAN PENERAPAN
EDUKASI DIET DM 3J PADA NY. G DALAM MENGONTROL GLUKOSA
DARAH PADA PENDERITA DM
Description: Hasil pengkajian pada klien mengatakan nyeri kepala dan badan lemah, dan tidak memahami masalah kesehatan yang diderita, Ny. G mengatakan mata mulai kabur, hasil pemeriksaan gula darah mandiri : 280 mg/dl. Tujuan memberikan asuhan keperawatan keluarga pada penerapan diet 3J guna mengatasi ketidakstabilan kadar glukosa darah, terhadap pasien DM. Metode pengumpulan data menggunakan pengkajian keperawatan keluarga dengan melakukan wawancara dan observasi, pemeriksaan fisik, pengkajian anlisa data, penegakan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil evaluasi akhir dengan diagnosa pemeliharaan Kesehatan tidak efektif dan manajemen Kesehatan keluarga tidak efektif. Hasil asuhan keperawatan keluarga setelah dilakukan 3 hari dengan intervensi pemberian penerapan Diet DM 3J, glukosa darah pasien turun dari 280 mg/dl menjadi 160 mg/dl. Disimpulkan dari studi kasus ini adalah pengaruh penerapan diet DM 3J dapat menurunkan glukosa darah pada Pasien DM. Di harapkan intervensi penderita DM dengan cara penerapan diet DM 3J dapat di terapkan untuk mengatasi masalah DM bagi penderita DM. [show more]
ASUHAN KEPERAWATAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA Tn. A
DENGAN PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM
DI JORONG LURAH IV KOTO KAB. AGAM
TAHUN 2024
ASUHAN KEPERAWATAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA Tn. A
DENGAN PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM
DI JORONG LURAH IV KOTO KAB. AGAM
TAHUN 2024
Description:Lowe Back Pain merupakan salah satu gangguan pada sistemmusculoskeletal biasanya dirasakan berupa nyeri akut ataupun nyeri kronik yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Nyeri ini dirasakan pada bagian punggung bawah yang bersumber pada tulang belakang daerah spinal, saraf, otot, dan struktur lainnya yang terdapat pada daerah tersebut. Manajemen nyeri dapat dilakukan dengan farmakologi dan non-farmakologi. Salah satu manajemen nyeri non-farmakologi adalah teknik relaksasi Nafas Dalam. Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) in bertujuan untuk menganalisis intervensi manajemen nyeri non- farmakologi melalui teknik relaksasi Benson pada masalah nyeri. Hasil analisis menunjukkan ada terjadi penurunan nyeri dari nyeri sedang (skala nyeri 6) menjadi nyeri (skala nyeri 3) pada intervensi hari kedua. Perawat sebagai edukator dapat memberikan informasi dan pendidikan kesehatan pada klien Low Back Pain (LBP) berupa metode penurunan nyeri dengan teknik relaksasi nafas dalam. [show more]
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.A DENGAN INTERVENSI
TERAPI INHALASI UAP HANGAT MENGGUNAKAN
AROMATERAPI TERHADAP BERSIHAN JALAN
NAFAS PADA ANAK DENGAN ISPA
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.A DENGAN INTERVENSI
TERAPI INHALASI UAP HANGAT MENGGUNAKAN
AROMATERAPI TERHADAP BERSIHAN JALAN
NAFAS PADA ANAK DENGAN ISPA
Description:Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak, penyakit ini menyerang salah satu bagian atau lebih, dari saluran napas mulai hidung sampai alveoli termasuk bagian-bagiannya (sinus, rongga telinga tengah, pleura). Adapun tanda gejala yang muncul pada pasien ISPA selain pola nafas tidak efektif, juga terdapat batuk, dan sesak nafas, penanganan pola nafas tidak efektif dapat dilakukan dengan farmakologi dan non-farmakologi. Salah satu penanganan non-farmakologi adalah penerapan inhalasi aromaterapi minyak kayu putih. Tujuan dari karya ilmiah ini mampu menerapkan asuhan keperawatan dengan pemberian inhalasi aromaterapi minyak kayu putih untuk mengatasi bersihan jalan nafas. Metode penulisan ini adalah studi kasus dilakukan dengan proses pengkajian sampai evaluasi keperawatan pada pasien ISPA. Hasil analisis menunjukkan dilakukan selama 3 hari didapatkan frekuensi nafas 28 x/menit pada hari pertama, 26x/menit pada hari kedua, 24x/menit pada hari ke 3 dilakukan pemberian inhalasi uap air panas dengan menggunakan aroma terapi minyak kayu putih untuk mengatasi bersihan jalan nafas sehingga dapat diartikan bahwa pemberian pemberian inhalasi uap air panas dengan menggunakan aroma terapi minyak kayu putih untuk mengatasi bersihan jalan nafas efektif. [show more]
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn.A DENGAN HIPERTENSI
DALAM PEMBERIAN TERAPI KOMPLEMENTER AIR
REBUSAN DAUN SALAM DI RT 02 RW 04
KELURAHAN AIR LINTANG
KAB MUARA ENIM
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn.A DENGAN HIPERTENSI
DALAM PEMBERIAN TERAPI KOMPLEMENTER AIR
REBUSAN DAUN SALAM DI RT 02 RW 04
KELURAHAN AIR LINTANG
KAB MUARA ENIM
Description:Tekanan darah tinggi atau Hipertensi ialah keadaan yang mana terdapat kontraksi pembuluh darah secara parah sehingga mengakibatkan jantung beraktivitas jauh lebih berat guna memompa darah. Dikatakan hipertensi jika tekanan darah melebihi 140/90 mmHg. Penatalaksanaan hipertensi bisa dilakukan melalui terapi nonfarmakologi yaitu dengan menerapkan pemberian air rebusan daun salam. Menggambarkan asuhan keperawatan dengan pemberian air rebusan daun salam terhadap penderita hipertensi untuk menurunkan tekanan darah Di Wilayah Kerja Di Wilayah Kerja Rt 02 Rw 04 Kel. Air Lintang Kab. Muara Enim. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan pemeriksaan fisik dengan intervensi unggulan yaitu pemberian air rebusan daun salam. Setelah dilakukan penerapan pemberian air rebusan daun salam selama 3 hari responden mengalami penurunan tekanan darah. Penerapan pemberian air rebusan daun salam efektif mampu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. [show more]
ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DIABETES MELITUS
DENGAN MASALAH KETIDAKSTABILAN KADAR GULA
DARAH MENGGUNAKAN INTERVENSI TERAPI
RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS MUARA ENIM
TAHUN 2024
ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DIABETES MELITUS
DENGAN MASALAH KETIDAKSTABILAN KADAR GULA
DARAH MENGGUNAKAN INTERVENSI TERAPI
RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS MUARA ENIM
TAHUN 2024
Description:Diabetes Melitus merupakan gangguan kesehatan yang berupa kumpulan gejala disebabkan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan ataupun resistensi insulin. Dampak yang paling serius dari penyakit dibetik ini yaitu komplikasi nauropati perifer. Hiperglikemia jangka panjang dapat menunjang terjadinya komplikasi neuropati. Terapi relaksasi otot progresif merupakan suatu terapi nonfarmakologi dan bagian dari terapi komplementer yang dapat menurunkan kadar gula darah penderita Diabetes Mellitus. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penerapan intervensi terapi relaksasi otot progresif pada lansia diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Muara Enim tahun 2024. Desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Muara Enim. Waktu penelitian 2 sampai 7 Juli 2024. Subjek penelitian ini adalah lansia dengan diabetes melitus, pada penelitian ini mengambil satu lansia yaitu Ny. D usia 65 tahun dengan diabetes melitus sebagai pasien untuk subjek penelitian. Pengumpulan data dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pengukuran, analisis data membandingkan kasus dengan teori. Hasil pengkajian didapatkan Ny. D mengeluh badannya letih, kaki dan tangan kesemutan mual (+) muntah (-) 2 hari yang lalu, nyeri ulu hati (+), nafsu makan menurun, gula darah puasa 180 mg %, TD 140 / 90 mmHg, pasien juga tidak mengerti tentang penyakitnya. Hasil penelitian ditemukan masalah ketidakstabilan kadar gula darah berhubungan dengan kurang menejemen diabetes. Implementasi keperawatan dilakukan oleh penulis kadar gula darah normal setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif Disarankan kepada perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan diharapkan dapat memberikan tindakan terapi teknik relaksasi otot progresif dalam intervensi keperawatan sehingga dapat membantu memaksimalkan pengobatan pasien diabetes melitus. [show more]
ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA HIPERTENSI
DENGAN MASALAH ANSIETAS MENGGUNAKAN
INTERVENSI TERAPI RELAKSASI
OTOT PROGRESIF
ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA HIPERTENSI
DENGAN MASALAH ANSIETAS MENGGUNAKAN
INTERVENSI TERAPI RELAKSASI
OTOT PROGRESIF
Description:Hipertensi mempunyai hubungan yang erat dengan kecemasan.Masalah tersebut dapat dicegah dengan pemberian asuhan keperawatan yang tepat pada individu tersebut dengan meningkatkan kemampuan dan penurunan tanda dan gejala kecemasan. Penatalaksanaan hipertensi terdiri dari terapi farmakologi dan non farmakologi. Salah satu manajemen non farmakologis bagi pasien hipertensi dengan kecemasan adalah relaksasi progresif. Tujuan dari teknik relaksasi adalah mencapai keadaan relaks menyeluruh, mencakup keadaan relaks secara fisiologisTeknik yang digunakan berdasarkan suatu rangsangan pemikiran untuk mengurangi kecemasan dengan menegangkan sekelompok otot dan kemudian rileks. Dari hasil wawancara yang dilakukan pada umumnya penderita hipertensi mengatakan perasaan cemas ini membuat gelisah, mudah terkejut, takut, tidak tenang dan jantung terasa berdebar-debar. Penderita hipertensi ini juga mengatakan tidak mengetahui cara mengatasi kecemasan yang dialaminya.Hasil pengkajian yang didapatkan keluhan yang dirasakan yaitu klien merasa khawatir dengan penyakit yang dideritanya dimana klien sering bertanya tentang penyakitnya ke petugas Puskesmas (skor 20 dikategorikan tingkat kecemasan sedang), pada saat pengkajian klien sering bertanya apakah penyakitnya bisa disembuhkan dan klien tampak gelisah saat diwawancara. klien mengatakan sudah lama mengalami penyakit darah tinggi ± 10 tahun mengalami hipertensi dan tekanan darah sering naik turun Tekanan Darah :160/90 mmHg, Suhu :36,8°C, Nadi : 75 X /Menit dan Pernafasan : 24 X /MeniHasil evaluasi yang dilakukan selama 1x perawatan pada klien menunjukkan tingkat kecemasan klien berkurang menjadi skor 15 (kategori ringan) dan terjadi penurunan tekanan darah klien menjadi 150 / 90 mmHg. [show more]