3384 items found
No search filters
Identifier Title Type Subject
hubungan sikap pemudi angkutan barang dengan pencegahan hiv / aids dikota bukittinggi 2022hubungan sikap pemudi angkutan barang dengan pencegahan hiv / aids dikota bukittinggi 2022
Description:HIV/AIDS menjadi masalah kesehatan di Indonesia. WHO mencatat, ada sekitar 38,4 juta orang hidup dengan HIV di seluruh dunia dan di Indonesia penderita kasus HIV paling banyak berasal dari rentang usia 25-49 tahun dengan persentase 69,7% (3600 kasus). Beberapa pekerjaan dengan prevalensi kejadian HIV/AIDS terbanyak yaitu supir angkutan barang. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan sikap pengemudi angkutan barang dalam pencegahan HIV AIDS di Kota Bukittinggi. Rancangan yang digunakan yaitu crosssectional dengan populasi sampel yang dipilih sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukan mayoritas sopir angkut barang berjenis kelamin laki-laki dengan rata usia yaitu 35,5 tahun dengan pendidikan terakhir sopir angkut barang yaitu pada jenjang pendidikan SMA dan rata-rata sudah bekerja selama 8,5 tahun. Sebanyak 69 orang (69%) memiliki sikap yang positif dan terdapat 67 orang (67%) sopir angkut barang memiliki sikap yang baik terhadap pencegahan HIV/AIDS. Adapun hasil bivariat pengukuran terhadap sikap dan pencegahan, didapatkan bahwa terdapat hubungan antara sikap pengemudi angkut barang dengan pencegahan HIV/AIDS dengan p-value = 0,01 Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat nya hubungan antara sikap sopir angkut barang terhadap pencegahan HIV AIDS di kota Bukittinggi.Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan, penulis menyadari bahwa penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan sehingga penelitian- penelitian berikutnya diharapkan bisa meneliti faktor – faktor lain yang mempengaruhi perilaku berisiko mengenai HIV/AIDS pada sopir angkutan barang di kota Bukittinggi. [show more]
HUBUNGAN SIKAP PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN
EARLY WARNING SCORE SYSTEMS (EWSS) DI RUANG
RAWAT INAP RS AR BUNDA PRABUMULIH
TAHUN 2024
HUBUNGAN SIKAP PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN
EARLY WARNING SCORE SYSTEMS (EWSS) DI RUANG
RAWAT INAP RS AR BUNDA PRABUMULIH
TAHUN 2024
Description: The Early Warning Score System (EWSS) is an instrument based on simple physiological observations that can detect inpatients who are at high risk of worsening. Nurses' attitudes in carrying out the Early Warning Score System (EWSS) is very important because if you do not implement the Early Warning System Score (EWSS), unpredictable deaths will be high. The total number of nurses working at AR Bunda Prabumulih Hospital in 2024 will be 211 nurses . The aim is to find out the relationship between nurses' attitudes towards the implementation of the Early Warning Score System (EWSS). This research is a descriptive correlation study with a cross sectional design and involved 70 nurses on duty in adult inpatient rooms who were collected using total sampling techniques . Demographic data collection tools and 17 statements and 10 statements regarding the implementation of the Early Warning Score System (EWSS) . It was found that 56 (80%) people were good at running the Early Warning Score System (EWSS). Based on observations by several nurses regarding the results of the implementation of the Early Warning Score System (EWSS), there were 6 patients who were not assessed according to Standard Operating Procedures, causing the patient to die without the Early Warning Score System (EWSS) algorithm being carried out periodically. . Data was collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test. Univariate research results show that 80% of respondents behaved well and 20% behaved unfavorably in implementing the Early Warning Score System (EWSS). The results of the chi-square analysis found that there was a relationship between nurses' attitudes ( p - value 0.003) towards the implementation of the Early Warning Score System EWSS in the inpatient room at AR Bunda Prabumulih Hospital ( p-value <0.05). It can be concluded that there is a relationship between nurses' attitudes towards the implementation of the Early Warning Score System (EWSS) in the inpatient room at AR Bunda Prabumulih Hospital. [show more]
HUBUNGAN SPIRITUAL WELL-BEING DENGAN KEPATUHAN
MENJALANI TERAPI HEMODIALISA PADA PASIEN GAGAL
GINJAL KRONIK DI KABUPATEN MUARA ENIM
TAHUN 2024
HUBUNGAN SPIRITUAL WELL-BEING DENGAN KEPATUHAN
MENJALANI TERAPI HEMODIALISA PADA PASIEN GAGAL
GINJAL KRONIK DI KABUPATEN MUARA ENIM
TAHUN 2024
Description:Gagal ginjal kronis merupakan kondisi yang terjadi karena penurunan kemampuan ginjal dalam mempertahankan keseimbangan di dalam tubuh. Penanganan yang dapat dilakukan pada pasien GGK diantaranya adalah hemodialisis. Hemodialisa dengan jangka yang panjang sering menghilangkan semangat hidup seorang sehingga dapat mempengaruhi kepatuhan seorang untuk menjalani terapi hemodialisa. adanya spiritual well-being akan mendorong rasa semangat dan motivasi dan ikhlas dalam menjalani terapi hemodialisis sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Tujuan penelitian untuk mengetahuai hubungan spiritual well-being dengan kepatuhan menjalani terapi hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronik. Penelitian telah dilakukan pada tanggal 25 sampai 29 April 2024. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RS. Bukit Asam Medika dan RSUD Rabain Muara Enim yang berjumlah 51 Orang dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling, data diolah secara komputerisasi dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan (66,7 %) responden mempunyai spiritual Well Being kategori tinggi dan (60,8 %) responden patuh menjalani terapi hemodialisis. Hasil analisis terdapat hubungan spiritual well- being dengan kepatuhan menjalani terapi hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronik p value = 0,000. Perawat diharapkan dapat meningkatkan pemberian perawatan spiritual untuk membantu pasien meningkatkan kesejahteraan spiritual yang dimiliki. Perawat tetap dapat memberikan perawatan spiritual walaupun dalam keterbatasan waktu, yaitu melalui komunikasi terapeutik, empati, mendengarkan aktif, dan memfasilitasi pasien untuk mengekspresikan sisi spiritual (misalnya, berdoa sebelum penatalaksanaan hemodialisis). [show more]
Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2019Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2019
Description: Diare adalah penyakit paling sering menyerang anak di seluruh dunia termasuk Indonesia. Diperkirakan, anak dibawah tiga tahun mengalami episode diare tiga kali dalam setahun dan empat juta anak meninggal diselruh dunia akibat diare dan malnutrisi.Kematian akibat diare karena dehidrasi akibat kehilangan cairan dan elektrolit tubuh secara berlebihan.Penyakit diare masih merupakan masalah global dengan derajat kesakitan dan kematian yang tinggi diberbagai negara terutama Negara Berkembang dan sebagai salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian anak di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observational analysis. Penelitian di Puskemas Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan pada tanggal 26 September 2019 tanggal 5 Oktober 2019. Populasi adalah keseluruhan ibu yang memiliki balita umur 2-3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Surantih Kecamatan Sutera bulan Agustus 2019 berjumlah 45 orang dan sampel sebanyak 33 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar cheklist dan diolah secara komputerisasi. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 69,69% responden mengalami kejadian Diare, 9,09 % status gizi buruk, 39,39 % status gizi kurang, 48,48% status gizi baik dan 3,03% status gizi lebih. Hasil uji statistik menunjukan bahwa p Value (0,000) < 0.05. Terdapat hubungan status gizi dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2019. Perlu tindak lanjut terhadap orang tua balita yang mengalami diare pada anaknya dan berupaya untuk melakukan pencegahan terhadap faktor risiko terjadinya diare dengan meningkatkan asupan zat gizi. [show more]
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGRI 05 KOTO BALINGAKA KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2019HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGRI 05 KOTO BALINGAKA KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2019
Description:Menstruasi adalah perdarahan periodik dari uterus yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Siklus menstruasi terutama pada remaja putri sering tidak teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan siklus menstruasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di SMPN 05 Koto Balingka pada September-Oktober 2019. Populasi penelitian adalah semua remaja putri di SMPN 05 Koto Balingka dengan jumlah 50 dan pengambilan sampel dengan rumus Slovin = 44 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan metode wawancara terpimpin. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Berdasarkan hasil sebanyak 31,8% responden dengan status gizi kurus dan 54,5% responden memiliki siklus menstruasi tidak normal. Hasil analisa bivariat didapatkan nilai p 0,002 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan status gizi dengan siklus menstruasi di SMPN 05 Koto BAlingka Kabupaten Pasaman Barat tahun 2019. Berdasarkan penelitian diharapkan responden dapat meningkatkan dan memperhatikan asupan makanan sehari-hari agar memiliki status gizi yang normal. [show more]
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN
MENARCHE PADA SISWI KELAS 5-6 DI SDN 105
SUNGAI-BAUNG KOTA SAROLANGUN
TAHUN 2023
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN
MENARCHE PADA SISWI KELAS 5-6 DI SDN 105
SUNGAI-BAUNG KOTA SAROLANGUN
TAHUN 2023
Description:Di indonesia usia menarche normal berumur 12 tahun atau lebih dan menarche dini kurang dari 12 tahun dan menarche terlambat jika menstruasi pertama didapatkan setelah usia 13 tahun. Status gizi seseorang dapat memengaruhi kematangan seksualnya sehingga remaja putri yang mengalami menarche lebih cepat akan menimbulkan obesitas dan menimbulkan penyakit degeneratif dibandingkan dengan remaja putri yang mengalami menarche normal dan terlambat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap kejadian menarche pada siswi kelas 5-6. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional study, Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas 5-6 di SDN 105 Sungai- Baung Kota Sarolangun, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling. Uji analisi yang dipakai adalah Chi-Square. Dari hasil analisa univariat didapatkan lebih dari (62.5%) responden sudah menarche, hampir sebagian (35%) responden status gizi dalam kategori gemuk, hampir sebagian (42.5%) responden penghasilan orangtua tinggi dan lebih dari sebagian (65%) manarche ibu cepat. Dari hasil analisa bivariat didapatkan hasil uji statistik status gizi diperoleh P value = 0. 024> 0,05, hasil uji statistik penghasilan orangtua P value = 0. 039> 0,05, hasil uji statistik menarche ibu P value = 0.026> 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara hubungan status gizi dengan variabel perancu penghasilan orangtua dan menarche ibu terhadap kejadian menarche pada siswi kelas 5-6 di SDN 105 Sungai-Baung Kota Sarolangun Tahun 2023. Saran untuk peneliti selanjutnya agar dapat menjadikan gambaran untuk penelitian selanjutnya agar dapat meneliti dengan variabel yang lain yang lebih dominan [show more]
Hubungan Status Gizi, Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Anemia Defisiensi Besi Pada Remaja Putri Yang Telah Menstruasi di Ponpes Ibnul Qoyyim Payakumbuh Tahun 2025
Hubungan Status Gizi, Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Anemia Defisiensi Besi Pada Remaja Putri Yang Telah Menstruasi di Ponpes Ibnul Qoyyim Payakumbuh Tahun 2025
HUBUNGAN STATUS IMUNISASI DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA 1-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HALABAN TAHUN 2020HUBUNGAN STATUS IMUNISASI DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA 1-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HALABAN TAHUN 2020
Description:Ispa pada balita di Sumatera Barat merupakan kasus yang selalu meningkat setiap tahunnya, di Kabupaten Lima Puluh Kota 15,38%, di Puskesmas Halaban data ispa balita 360 kasus, Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan status imunisasi dengan kejadian ispa pada balita diwilayah kerja Puskesmas Halaban Tahun 2020. Jenis Penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel 34 balita. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square (C1 95%, 0,07 ). Hasil analisis menyatakan Mayoritas balita yang mendapatkan imunisasi lengkap cenderung tidak mengalami kejadian ISPA dari total 20 balita yang mendapatkan imunisasi lengkap 15 diantaranya tidak mengalami kejadian ISPA sedangkan 5 balita mengalami ISPA. Sedangkan untuk balita yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap cenderung mengalami kejadian ISPA, dari total 14 orang balita yang mendapatkan imunisasi tidak lengkap terdapat 10 orang balita yang mengalami kejadian ISPA sedangkan 4 orang sisanya tidak mengalami kejadian ISPA.Berdasarkan hasil uji chi square test menunjukkan bahwa penelitian dari 34 responden diperoleh nilai signifikansi (p) sebesar 0.007 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan status imunisasi dengan kejadian ISPA pada anak balita. Diharapkan kepada ibu yang mempunyai bayi dan balita agar melengkapi status imunisasi anak mereka karena dengan imunisasi penyakit ispa dan penyakit lainnya dapat dicegah. [show more]
HUBUNGAN STRES AKADEMIK DENGAN EMOTIONAL EATING
PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN DAN
KESEHATAN MASYARAKAT DI UNIVERSITAS
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI
TAHUN 2023
HUBUNGAN STRES AKADEMIK DENGAN EMOTIONAL EATING
PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN DAN
KESEHATAN MASYARAKAT DI UNIVERSITAS
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI
TAHUN 2023
Description:Stres merupakan hal normal yang dapat dialami oleh semua orang termasuk mahasiswa. Stres pada mahasiswa disebut dengan stres akademik. Kemenkes RI tahun 2021 mengatakan sebanyak 13.689 (8,2%) penduduk Sumatera Barat mengalami stres diusia 15 tahun keatas. Survei awal didapatkan 7 dari 10 mahasiswa Fakultas Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat merasa tertekan saat akan ujian karena materi yang diujiankan cukup banyak. Saat stres otak melepaskan hormon kortisol yang menyebabkan seseorang ingin mengkonsumsi makanan. Jika stres terjadi dalam jangka waktu panjang, maka semakin tinggi keinginan untuk mengkonsusmsi makanan meskipun bukan dalam keadaan lapar atau disebut emotional eating. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan stres akademik dengan emotional eating pada mahasiswa fakultas keperawatan dan kesehatan masyarakakat di Universitas Prima Nusantara. Penelitian dilakukan pada bulan Juli- Agustus tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 76 responden dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini diukur menggunakan kuesioner Ducth Eating Behavior Questionare untuk emotional eating dan Perceived Sources of Academic Stress untuk stres akademik. Hasil penelitian didapatkatkan sebanyak 19 responden mengalami stres akademik kategori rendah, 30 responden kategori sedang dan 27 responden kategori tinggi. Untuk emotional eating sebanyak 22 responden kategori rendah, 35 responden kategori sedang dan 35 responden kategori tinggi. Berdasarkan analisis chi-square dengan derajat kemaknaan=0,05 diperoleh ρ=0,009<0,05. Artinya ada hubungan antara stres akademik dengan emotional eating pada mahasiswa fakultas keperawatan dan kesehatan masyarakat di Universitas Prima Nusantara Bukittinggi tahun 2023. Disarankan kepada mahasiswa untuk mengontrol stres dengan kegiatan yang positif seperti olahraga atau melakukan kegiatan yang disukai. [show more]
Hubungan Stres dan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Di Rumah Sakit Bukit Asam Medika Tahun 2024
Hubungan Stres dan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Di Rumah Sakit Bukit Asam Medika Tahun 2024