3384 items found
No search filters
Identifier Title Type Subject
Efektifitas Penyuluhan Kontrasepsi Pada Ibu Yang Tidak Menggunakan Kontrasepsi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Kabapaten Dharmasraya tahun 2020Efektifitas Penyuluhan Kontrasepsi Pada Ibu Yang Tidak Menggunakan Kontrasepsi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Kabapaten Dharmasraya tahun 2020
Description:Cakupan peserta KB baru dan KB aktif di Indonesia pada tahun 2014 dengan jumlah Ibu (PUS) sebanyak 47.019.002. Sedangkan di Puskesmas Sialang Kabupaten Dharmasraya jumlah ibu yang tidak ber KB 548 orang, dan rata-rata perbulannya 45 orang. Karena semakin banyak nya ibu yang tidak menggunakan kontrasepsi oleh sebab itu perlu dilakukan penyuluhan tentang Kontrasepsi untuk meningkatkan Pengetahuan Ibu tentang kontrasepsi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Efektifitas Penyuluhan Kontrasepsi Pada Ibu Yang Tidak Menggunakan Kontrasepsi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Kabapaten Dharmasraya tahun 2020. Metode penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimen yaitu One Group Pretest- postest kemudian data diolah dengan menggunakan uji wilcoxon test. Jumlah ibu yang tidak ber KB 548 orang, dan rata-rata perbulannya 45 orang. Populasi dalam penelitian ini adalah 45 orang ibu yang tidak ber KB di Puskesmas Sialang Kabupaten Dharmasraya Tahun 2020. Hasil penelitian ini Didapatkan dari 14 orang responden rata-rata pengetahuan sebelum dilakukan Penyuluhan Kontrasepsi Pada Ibu sebanyak 10,50 dengan Min-Maks 9-15 dan pengetahuan sesudah dilakukan Penyuluhan Kontrasepsi Pada Ibu sebanyak 14,00 dengan Min-Maks 12-15. Perbedaan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah Penyuluhan Kontrasepsi Pada Ibu sebanyak 2,971 dengan mean rank 6,6. Hasil uji statistik didapatkan p value 0,003 artinya adanya Efektifitas Penyuluhan Kontrasepsi Pada Ibu Yang Tidak Menggunakan Kontrasepsi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Kabapaten Dharmasraya tahun 2020. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya Efektifitas Penyuluhan Kontrasepsi Pada Ibu Yang Tidak Menggunakan Kontrasepsi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Kabapaten Dharmasraya tahun 2020. Saran pada pelayanan kesehatan dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan pada masyarakat untuk menambah pengetahuan Ibu. [show more]
EFEKTIFITAS PENYULUHAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG RESIKO TINGGI KEHAMILAN DI PUSKESMAS KAMBANG KABUPATEN PESISIR SELATAN TAHUN 2020

EFEKTIFITAS PENYULUHAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG RESIKO TINGGI KEHAMILAN DI PUSKESMAS KAMBANG KABUPATEN PESISIR SELATAN TAHUN 2020

Description: Kehamilan resiko tinggi adalah kehamilan yang dapat menyebabkan ibu hamil dan bayi menjadi sakit atau meninggal sebelum persalinan berlangsung. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kehamilan resiko tinggi adalah perilaku ibu itu sendiri selama hamil seperti pengetahuan ibu. Mengatasi hal tersebut, diperlukan adanya penyuluhan kesehatan tentang resiko tinggi kehamilan dengan menggunakan media audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas penyuluhan media audio visual terhadap pengetahuan ibu hamil tentang resiko tinggi kehamilan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental dengan desain One-Group Pre-Test-Post-Test. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kambang Kabupaten Pesisir Selatan pada bulan Desember 2019-Agustus 2020. Populasi adalah semua ibu hamil yang berkunjung Puskesmas Kambang berjumlah 78 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 30 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis univariat menunjukkan rata-rata pengetahuan ibu hamil sebelum adalah 6,20 dan meningkat sesudah diberikan penyuluhan media audio visual adalah 11,57. Hasil analisis bivariat didapatkan adanya efektifitas penyuluhan media audio visual terhadap pengetahuan ibu hamil tentang resiko tinggi kehamilan (p = 0,000). Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar meningkatkan edukasi melalui konseling dan melakukan pelayanan kesehatan dengan upaya “ jemput bola” ke rumah ibu hamil agar masyarakat lebih paham bagaimana merencanakan dan mengatur kehamilan serta persalinan yang aman untuk menghindari terjadinya resiko tinggi kehamilan. [show more]
EFEKTIFITAS PENYULUHAN TERHADAP MINAT IBU DALAM PELAKSANAAN PIJAT BAYI DI NAGARI SAWAH TANGAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIANGAN TANAH DATAR TAHUN 2019EFEKTIFITAS PENYULUHAN TERHADAP MINAT IBU DALAM PELAKSANAAN PIJAT BAYI DI NAGARI SAWAH TANGAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIANGAN TANAH DATAR TAHUN 2019
Description:Pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak orang tua memiliki peran yang sangat penting bukan hanya untuk memenuhi nutrisi yang cukup tetapi juga memberikan stimulus, pijat bayi mempunyai manfaat yang besar namun kenyataannya banyak ibu yang tidak melakukan pijat bayi sendiri. Mereka memijatkan bayinya pada dukun pijat bayi ketika bayinya rewel atau sakit saja. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu tentang pengertian, persiapan dan manfaat dan cara pijat bayi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam efektifitas penyuluhan terhadap minat ibu sebelum di beri penyuluhan dan sesudah diberi penyuluhan dinagari sawah tangah wilayah kerja puskesmas pariangan Kabupaten Tanah Datar .Desain penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode Kulitatif dengan rancangan deskriptif. Sampel semua ibu yang mempunyai anak berumur 0-12 bulan yang tidak tuli dan bisa baca tulis dinagari sawah tangah sebanyak 10 orang .Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, penyuluhan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan adanya peningkatan minat ibu dengan dilakukannya penyuluhan, dilihat dari hasil wawancara dengan informan,yang menunjukkan peningkatan terhadap minat ibu dalam pelaksanaan pijat bayi . dilihat angka sebelum diberi penyuluhan rendah dan minat ibu meningkat sesudah diberi penyuluhan .Saran di berikan kepada Ibu bayi, petugas kesehatan dan Peneliti supaya pijat bayi ini bisa dikembangkan di kalangan masyarakat.dan ibu bisa memeijat sendiri bayinya. [show more]
EFEKTIFITAS PENYULUHAN TERHADAP MINAT IBU DALAM PELAKSANAAN PIJAT BAYI DI NAGARI SAWAH TANGAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIANGAN TANAH DATAR TAHUN 2019EFEKTIFITAS PENYULUHAN TERHADAP MINAT IBU DALAM PELAKSANAAN PIJAT BAYI DI NAGARI SAWAH TANGAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIANGAN TANAH DATAR TAHUN 2019
Description:Pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak orang tua memiliki peran yang sangat penting bukan hanya untuk memenuhi nutrisi yang cukup tetapi juga memberikan stimulus, pijat bayi mempunyai manfaat yang besar namun kenyataannya banyak ibu yang tidak melakukan pijat bayi sendiri. Mereka memijatkan bayinya pada dukun pijat bayi ketika bayinya rewel atau sakit saja. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu tentang pengertian, persiapan dan manfaat dan cara pijat bayi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam efektifitas penyuluhan terhadap minat ibu sebelum di beri penyuluhan dan sesudah diberi penyuluhan dinagari sawah tangah wilayah kerja puskesmas pariangan Kabupaten Tanah Datar .Desain penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode Kulitatif dengan rancangan deskriptif. Sampel semua ibu yang mempunyai anak berumur 0-12 bulan yang tidak tuli dan bisa baca tulis dinagari sawah tangah sebanyak 10 orang .Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, penyuluhan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan adanya peningkatan minat ibu dengan dilakukannya penyuluhan, dilihat dari hasil wawancara dengan informan,yang menunjukkan peningkatan terhadap minat ibu dalam pelaksanaan pijat bayi . dilihat angka sebelum diberi penyuluhan rendah dan minat ibu meningkat sesudah diberi penyuluhan .Saran di berikan kepada Ibu bayi, petugas kesehatan dan Peneliti supaya pijat bayi ini bisa dikembangkan di kalangan masyarakat.dan ibu bisa memeijat sendiri bayinya. [show more]
EFEKTIFITAS PIJAT BAYI TERHADAP FREKUENSI MAKAN BAYI USIA 9 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONJOL KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2019EFEKTIFITAS PIJAT BAYI TERHADAP FREKUENSI MAKAN BAYI USIA 9 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONJOL KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2019
Description:Menurut WHO, masalah gizi bayi masih menjadi masalah kesehatan utama diseluruh dunia. Frekuensi makan bayi yang tidak sesuai dengan usia bayi akan mengalami gangguan pemenuhan gizi pada bayi tersebut, sehingga bayi akan mengalami gangguan tumbuh kembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Frekuensi Makan Bayi Usia 9 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonjol Kabupaten Pasaman Tahun 2019. Pijat bayi akan meningkatkan aktivitas nervus vagus, serotonin, dan gelombang otak yang diduga sangat bermanfaat untuk meningkatkan motilitas usus, penyerapan zat makanan dan peningkatan frekuensi makan bayi. Penelitian ini mengunakan Desain eksperimental dengan jenis penelitian eksperimental semu (Quasi eksperimen) dengan pendekatan pre and post-test with control group design. Sampel dalam penelitian adalah bayi yang berusia 9 bulan yang berjumlah 10 orang yang terdiri dari 5 orang kelompok intervensi dan 5 orang kelompok kontrol, cara pengambilan sampel dengan mengunakan teknik purposive sample. Frekuensi makan diukur dengan kuesioner yang dilakukan sebelum dan sesudah pijat bayi. Pijat dilakukan pada bayi sekali 2 hari selama 7 hari lama pemijatan 15 menit. Data dianalisis dengan mengunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian pada kelompok intervensi rata-rata frekuensi makan bayi usia 9 bulan meningkat menjadi 2,60 dan pada kelompok kontrol rata-rata frekuensi makan bayi usia 9 bulan tidak ada peningkatan yaitu 1,60, Perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol nilai p 0,020 (p < 0,05). Kesimpulannya Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Frekuensi Makan Bayi Usia 9 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonjol Kabupaten Pasaman Tahun 2019. [show more]
EFEKTIFITAS PIJAT BAYI TERHADAP FREKUENSI MAKAN BAYI USIA 9 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONJOL KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2019EFEKTIFITAS PIJAT BAYI TERHADAP FREKUENSI MAKAN BAYI USIA 9 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONJOL KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2019
Description:Menurut WHO, masalah gizi bayi masih menjadi masalah kesehatan utama diseluruh dunia. Frekuensi makan bayi yang tidak sesuai dengan usia bayi akan mengalami gangguan pemenuhan gizi pada bayi tersebut, sehingga bayi akan mengalami gangguan tumbuh kembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Frekuensi Makan Bayi Usia 9 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonjol Kabupaten Pasaman Tahun 2019. Pijat bayi akan meningkatkan aktivitas nervus vagus, serotonin, dan gelombang otak yang diduga sangat bermanfaat untuk meningkatkan motilitas usus, penyerapan zat makanan dan peningkatan frekuensi makan bayi. Penelitian ini mengunakan Desain eksperimental dengan jenis penelitian eksperimental semu (Quasi eksperimen) dengan pendekatan pre and post-test with control group design. Sampel dalam penelitian adalah bayi yang berusia 9 bulan yang berjumlah 10 orang yang terdiri dari 5 orang kelompok intervensi dan 5 orang kelompok kontrol, cara pengambilan sampel dengan mengunakan teknik purposive sample. Frekuensi makan diukur dengan kuesioner yang dilakukan sebelum dan sesudah pijat bayi. Pijat dilakukan pada bayi sekali 2 hari selama 7 hari lama pemijatan 15 menit. Data dianalisis dengan mengunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian pada kelompok intervensi rata-rata frekuensi makan bayi usia 9 bulan meningkat menjadi 2,60 dan pada kelompok kontrol rata-rata frekuensi makan bayi usia 9 bulan tidak ada peningkatan yaitu 1,60, Perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol nilai p 0,020 (p < 0,05). Kesimpulannya Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Frekuensi Makan Bayi Usia 9 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonjol Kabupaten Pasaman Tahun 2019. [show more]
EFEKTIFITAS PIJAT BAYI TERHADAP FREKUENSI MAKAN BAYI USIA 9 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONJOL KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2019EFEKTIFITAS PIJAT BAYI TERHADAP FREKUENSI MAKAN BAYI USIA 9 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONJOL KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2019
Description:Menurut WHO, masalah gizi bayi masih menjadi masalah kesehatan utama diseluruh dunia. Frekuensi makan bayi yang tidak sesuai dengan usia bayi akan mengalami gangguan pemenuhan gizi pada bayi tersebut, sehingga bayi akan mengalami gangguan tumbuh kembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Frekuensi Makan Bayi Usia 9 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonjol Kabupaten Pasaman Tahun 2019. Pijat bayi akan meningkatkan aktivitas nervus vagus, serotonin, dan gelombang otak yang diduga sangat bermanfaat untuk meningkatkan motilitas usus, penyerapan zat makanan dan peningkatan frekuensi makan bayi. Penelitian ini mengunakan Desain eksperimental dengan jenis penelitian eksperimental semu (Quasi eksperimen) dengan pendekatan pre and post-test with control group design. Sampel dalam penelitian adalah bayi yang berusia 9 bulan yang berjumlah 10 orang yang terdiri dari 5 orang kelompok intervensi dan 5 orang kelompok kontrol, cara pengambilan sampel dengan mengunakan teknik purposive sample. Frekuensi makan diukur dengan kuesioner yang dilakukan sebelum dan sesudah pijat bayi. Pijat dilakukan pada bayi sekali 2 hari selama 7 hari lama pemijatan 15 menit. Data dianalisis dengan mengunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian pada kelompok intervensi rata-rata frekuensi makan bayi usia 9 bulan meningkat menjadi 2,60 dan pada kelompok kontrol rata-rata frekuensi makan bayi usia 9 bulan tidak ada peningkatan yaitu 1,60, Perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol nilai p 0,020 (p &lt; 0,05). Kesimpulannya Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Frekuensi Makan Bayi Usia 9 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonjol Kabupaten Pasaman Tahun 2019. [show more]
EFEKTIFITAS PIJAT OKSITOSIN TERHADAP TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU POST PARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LUBUK SIKAPING TAHUN 2020EFEKTIFITAS PIJAT OKSITOSIN TERHADAP TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU POST PARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LUBUK SIKAPING TAHUN 2020
Description: Masa nifas tinggi fundus uteri berangsur-angsur kembali seperti keadaan sebelum hamil. Fundus uteri yang mengalami gangguan involusi dapat menyebabkan perdaraham post partum. Untuk mencegah perdarahan post partum bisa dengan pemberian pemijatan oksitoksin yang merangsang keluarnya hormon oksitosin. Fenomena hasil survey peneliti di RSUD Lubuksikaping, terjadi sebanyak 58 pasien yang mengalami Hemorrhagic post Partum (HPP) dari bulan Januari sampai September 2020. Perawat ruangan PONEK juga mengatakan setelah melahirkan banyak ibu post partum yang merasa perutnya kembung dan banyak kasus kebidanan yang mengalami keterlambatan penurunan TFU.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat oksitoksin pada ibu post partum normal di Rumah sakit umum Lubuksikaping. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan desain pre test dan post test . Sampel dalam penelitian ini diambil melalui cara Total sampling dengan jumlah 10 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi untuk mengamati penurunan tinggi fundus uterus pada hari pertama, ke empat dan ke tujuh post partum. Hasil dari penelitian ini didapatkan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu post partum di Ruang Post Partum, melalui uji statistik t-test dependen dengan nilai p < 0.05. Saran buat institusi tempat penelitian, diharapkan diadakan sosialisasi dan pelatihan tentang pijat oksitosin kepada para perawat, dan juga tindakan pijat oksitosin ini dijadikan sebagai prosedur [show more]
EFEKTIFITAS PIJAT PUNGGUNG MENGGUNAKAN MINYAK ESENSIAL LAVENDER TERHADAP DERAJAT NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI IGD PONEK RSUD LUBUK BASUNG TAHUN 2019EFEKTIFITAS PIJAT PUNGGUNG MENGGUNAKAN MINYAK ESENSIAL LAVENDER TERHADAP DERAJAT NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI IGD PONEK RSUD LUBUK BASUNG TAHUN 2019
Description:Rasa nyeri persalinan merupakan proses yang melibatkan fisiologis dan psikologis ibu. Suatu tindakan yang tidak menimbulkan efek samping pada ibu dan bayi diperlukan untuk mengurangi nyeri persalinan tersebut. Tindakan tersebut antara lain dengan pijat punggung dengan menggunakan minyak esensial lavender yang dapat membantu meningkatkan relaksasi dan kenyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk efektifitas pijat punggung menggunakan minyak esensial lavender terhadap derajat nyeri persalinan Kala I Fase Aktif di IGD Ponek RSUD Lubuk Basung Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan two group pre test-post test. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan September dan Oktober 2019 terhadap seluruh Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif dengan teknik pengambilan sampel yaitu dengan metode Purposive Sampling sebanyak 20 orang. Data yang terkumpul nantinya akan diolah dan dianalisa secara komputerisasi. Hasil penelitian didapatkan rata-rata intensitas nyeri sebelum kontraksi yaitu sebelum (7,70) dan setelah (8,10) tanpa dilakukan pijat punggung, sehingga tidak terdapat perbedaannya dengan nilai t hitung = 1.144 dan p value = 0,277 dan rata-rata intensitas nyeri sebelum (7,70) dan sesudah (5,40) dilakukan pijat punggung menggunakan minyak esensial lavender sehingga terdapat perbedaanya dengan t hitung =8,558 dan p value = 0,000. Disimpulkan terdapat efektifitas pijat punggung menggunakan minyak esensial lavender terhadap derajat nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu. Saran bagi petugas kesehatan agar memberikan pelayanan dan kenyamanan dalam proses persalinan dengan cara pemberian pijat punggung pada kala I [show more]
EFEKTIFITAS PIJAT WOOLWICH DAN PIJAT PUNGGUNG TERHADAP PRODUKSI KOLOSTRUM PADA IBU POSTPARTUM DI RUMAH SAKIT SILOAM SRIWIJAYA TAHUN 2019EFEKTIFITAS PIJAT WOOLWICH DAN PIJAT PUNGGUNG TERHADAP PRODUKSI KOLOSTRUM PADA IBU POSTPARTUM DI RUMAH SAKIT SILOAM SRIWIJAYA TAHUN 2019
Description: Kolostrum merupakan sumber imun bagi bayi dan memiliki komposisi yang terbaik dibandingkan susu formula. Kolostrum mengandung zat kekebalan tubuh terutama immunoglobulin A (IgA) untuk melindungi bayi dari berbagai zat infeksi. Untuk meningkatkan produksi ASI dengan menggunakan pijat woolwich dan pijat punggung. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektifitas pijat woolwich dan pijat punggung terhadap produksi ASI pada ibu postpartum di RS Siloam Sriwijaya tahun 2019. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi ekperimental. Sampel pada penelitian ini adalah 32 responden yang dibagi menjadi dua kelompok. Setiap satu kelompok berjumlah 16 respoden. Hasil penelitian univariat didapatkan Rata-rata produksi kolostrum sebelum diberikan metode woolwich sebesar 3,69 cc. Rata-rata produksi kolostrum setelah diberikan metode woolwich sebesar 9,06 cc. Rata-rata produksi kolostrum sebelum diberikan metode pijat punggung sebesar 4,38 cc. Rata-rata produksi kolostrum setelah diberikan metode pijat punggung sebesar 8,88 cc. Pada uji bivariat metode pijat woolwich (p value =0,000) dan uji bivariat pijat punggung p value = 0,00. Mengkaji efektifitas pijat woolwich dan pijat punggung p value = 0,889. Kesimpulan ada pengaruh pijat woolwich terhadap produksi kolostrum, ada pengaruh pijat punggung terhadap produksi kolostrum, tidak ada efektifitas pijat woolwich dan pijat punggung terhadap produksi kolostrum. Agar hasil penelitian ini dapat menjadi referensi untuk meningkatkan pelayanan pada ibu menyusui dengan mengggunakan pijat woolwich dan pijat punggung serta memberikan pengetahuan dengan penyuluhan kepada ibu menyusui. [show more]