HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GOUT ARTHRITIS PADA LANSIA DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN BUKITTINGGI
TAHUN 2025
| HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GOUT ARTHRITIS PADA LANSIA DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN BUKITTINGGI
TAHUN 2025
| | |
|
|
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Karies Gigi
Pada Anak Kelas 1-3 SD Negeri 81/III Sungai Tutung
Kecamatan Air Hangat Timur Tahun 2022. | Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Karies Gigi
Pada Anak Kelas 1-3 SD Negeri 81/III Sungai Tutung
Kecamatan Air Hangat Timur Tahun 2022. | | |
|
|
|
Description:
Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai denga kerusakan jaringan,
dimulai dari permukaan gigi (ceruk, fisura, dan daerah interproksimal) meluas ke
arah pulpa. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan Pola Makan
Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Kelas 1-3 SD Negeri 81/III Sungai
Tutung Kecamatan Air Hangat Timur Tahun 2022. Desain penelitian adalah
deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. jumlah sampel 31, Teknik
sampling adalah Probability sampling dengan Cluster sampling. Data diolah
secara komputerisasi dengan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji chi-
square. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2022. Hasil penelitian
menunjukkan (80,6%) responden bersiko pola makan yang meyebabkan karies
gigi Dan (19,4%) responden tidak bersiko pola makan yang meyebabkan karies
gigi. Kemudian (74,2%) responden dengan kejadian karies gigi sedang. Dan
(25,8%) responden dengan kejadian karies gigi rendah. Proporsi pola makan
beresiko banyak ditemukan pada responden dengan karies gigi sedang yaitu
(71,0%) dibandingkan dengan responden yang pola makan tidak beresiko dengan
karies gigi rendah (16,1%). Hasil uji statistic (Chi Square) diperoleh nilai p=0.002
(p<0.05), berarti terdapat hubungan pola makan dengan kejadian karies gigi pada
anak kelas 1-3 SD Negeri 81/III Sungai Tutung Kecamatan Air Hangat Timur
Tahun 2022. Dalam hal ini petugas kesehatan bersedia memberikan penyuluhan
maupun konseling tentang karies gigi dan pola makan yang baik agar anak
terhindar dari karies gigi. Untuk orang tua juga lebih memperhatikan dan menjaga
pola makan dan kesehatan gigi dan mulut anak.
[show more]
|
|
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN SINDROM
DISPEPSIA PADA PASIEN DI POLI UMUM PUSKESMAS
AIR HITAM KECAMATAN AIR HITAM
KABUPATEN SAROLANGUN
TAHUN 2022 | HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN SINDROM
DISPEPSIA PADA PASIEN DI POLI UMUM PUSKESMAS
AIR HITAM KECAMATAN AIR HITAM
KABUPATEN SAROLANGUN
TAHUN 2022 | | |
|
|
|
Description:Berdasarkan data Provinsi Jambi, dispepsia menempati urutan ke -10 dari 10 besar
penyakit terbanyak dengan prevalensi 23,8% atau sebanyak 62.813 kasus.
Sedangkan di Kabupaten Sorolangun dispepsia menempati urutan ke -9 dari 10
penyakit terbesar yaitu sekitar 12% . Adapun penyebab dari dyspepsia ini yaitu
pola makan yang kurang sehat sehingga terjadinya sindrom dyspepsia.. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian
Sindrom Dispepsia Pada Pasien Di Poli Umum Puskesmas Air Hitam Kecamatan
Air Hitam Kabupaten Sarolangun tahun 2022. Penelitian dilakukan dengan
metode Deskriptif analitik dengan pendekatan crosectional pada tanggal 14
September s/d 30 Oktober 2022 di Di Poli Umum Puskesmas Air Hitam
kecamatan air hitam kabupaten Sarolangun, populasi dalam penelitian ini 85
orang, dan sampel penelitian sebanyak 46 orang, dengan teknik pengambilan
sampel accidental sampling dan data di olah secara univariate dan bivariate. Hasil
univariat didapatkan 54,3% responden pola makan baik, 60,9% responden tidak
terjadinya sindrom dyspepsia. Hasil uji statistik didapatkan p value 0,001 (p<α)
maka dapat disimpulkan adanya Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian
Sindrom Dyspepsia Pada Pasien Di Poli Umum Puskesmas Air Hitam Kecamatan
Air Hitam Kabupaten Sarolangun tahun 2022. Kesimpulan dari penelitian ini
adanya Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Sindrom Dyspepsia Pada Pasien
Di Poli Umum Puskesmas Air Hitam Kecamatan Air Hitam Kabupaten
Sarolangun tahun 2022. Disarankan pada perawat agar dapat memberikan
penyuluhan kesehatan kepada pasien mengenai pola makan yang baik agar bisa
menghindari sindrom dyspepsia. [show more]
|
|
| HUBUNGAN POLA MAKAN, HYGIENE DAN SANITASI TERHADAP TINGGI BADAN ANAK DI SDN 05 PASAMAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMENANTI KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2020 | HUBUNGAN POLA MAKAN, HYGIENE DAN SANITASI TERHADAP TINGGI BADAN ANAK DI SDN 05 PASAMAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMENANTI KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2020 | | |
|
|
|
Description:Tinggi badan anak dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling terkait, seperti kondisi
sosial ekonomi yang kurang, pengetahuan keluarga tentang makanan yang bergizi yang
masih kurang, serta penyakit dan makanan. Hasil penjaringan murid SD pada tahun 2019
di SDN 05 Pasaman diketahui bahwa 45 siswa tergolong pendek. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan pola makan, hygiene dan sanitasi dengan tinggi badan
anak.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional.
Penelitian dilakukan di SDN 05 Pasaman wilayah kerja Puskesmas Sukamenanti pada
Februari – Maret 2020. Populasi penelitian adalah orang tua siswa kelas 1 SDN 05
Pasaman dengan jumlah 120 dan pengambilan sampel adalah total sampling, sehingga
besar sampel adalah 120 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan
kuesioner dengan metode wawancara terpimpin dan pengukuran tinggi badan anak
dengan menggunakan microtoa. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan
bivariat dengan uji Chi Square.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 45% responden memiliki pola makan
kurang baik, 42,5% responden memiliki hygiene yang kurang baik, 26,7% responden
memiliki sanitasi kurang baik dan 20,8% responden memiliki tinggi badan pendek. Hasil
uji Chi Square didapatkan nilai p < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat
hubungan pola makan, hygiene dan sanitasi terhadap tinggi badan anak di SDN 05
Pasaman wilayah kerja Puskesmas Sukamenanti Kabupaten Pasaman Barat tahun 2020.
Berdasarkan penelitian maka diharapkan petugas Gizi dan Petugas Promkes di
Puskesmas melakukan koordinasi dengan sekolah dasar dan PAUD untuk memberikan
penyuluhan tentang personal hygiene kepada siswanya, serta memberikan penyuluhan
pola asuh dan pola makan pada orang tua siswa. [show more]
|
|
HUBUNGAN POLA MAKAN, TINGKAT STRES DAN POLA TIDUR TERHADAP GEJALA GASTRITIS PADA REMAJA KOTA BUKITTINGGI
| HUBUNGAN POLA MAKAN, TINGKAT STRES DAN POLA TIDUR TERHADAP GEJALA GASTRITIS PADA REMAJA KOTA BUKITTINGGI
| | |
|
|
| Hubungan Pola Pemberian MP-ASI Dengan Status Gizi Anak Usia 6-9 Bulan Di Kota Rengat Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Besar Kota | Hubungan Pola Pemberian MP-ASI Dengan Status Gizi Anak Usia 6-9 Bulan Di Kota Rengat Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Besar Kota | | |
|
|
| HUBUNGAN POLA TIDUR DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PARKINSON DI PUSKESMAS MUARA ENIM TAHUN 2024 | HUBUNGAN POLA TIDUR DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PARKINSON DI PUSKESMAS MUARA ENIM TAHUN 2024 | | |
|
|
| HUBUNGAN POLAASUH ORANGTUA DENGAN PERKEMBANGAN BALITA UMUR 3 BULAN SAMPAI 18 BULAN DI POSYANDU SAYANG IBU NAGARI SITUMBUK TAHUN 2019 | HUBUNGAN POLAASUH ORANGTUA DENGAN PERKEMBANGAN BALITA UMUR 3 BULAN SAMPAI 18 BULAN DI POSYANDU SAYANG IBU NAGARI SITUMBUK TAHUN 2019 | | |
|
|
|
Description: Pertumbuhan adalah perubahan individu dalam bentuk ukuran badan
perubahan otot, tulang , kulit , rambut dan kelenjar. ( Karl E Garrison , Samsussabri
2013 ). Perkembangan secara termitologis adalah proses kualitatif yang mengacu
pada penyempurnaan fungsi sosial dan psikologis dalam diri seseorang dan
berlangsung sepanjang hidup manusia . Menurut para ahli perkembangan merupakan
serangkaian perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif (E.B Harlock
,Syamsusbahri 2013 ) dimaksudkan bahwa perkembangan merupakan proses
perubahan individu yang terjadi dari kematangan ( kemampuan seseorang sesuai usia
normal) dan pengalaman yang merupakan interaksi antara individu dengan
lingkungan sekitar yang menyebabkan perubahan pada diri individu tersebut. [show more]
|
|
| HUBUNGAN POLAASUH ORANGTUA DENGAN PERKEMBANGAN BALITA UMUR 3 BULAN SAMPAI 18 BULAN DI POSYANDU SAYANG IBU NAGARI SITUMBUK TAHUN 2019 | HUBUNGAN POLAASUH ORANGTUA DENGAN PERKEMBANGAN BALITA UMUR 3 BULAN SAMPAI 18 BULAN DI POSYANDU SAYANG IBU NAGARI SITUMBUK TAHUN 2019 | | |
|
|
| HUBUNGAN PROMOSI KESEHATAN TERHADAP STIGMA MASYARAKAT TENTANG COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAO KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2020 | HUBUNGAN PROMOSI KESEHATAN TERHADAP STIGMA MASYARAKAT TENTANG COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAO KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2020 | | |
|
|
|
Description:Wabah Covid-19 sudah merupakan masalah masalah global, namun
informasi tentang covid media sosia ltidak semuanya bisa dipercaya sehingga
berdampak pada stigma negatif terkait dengan COVID-19. Fenomena yang
ditemukan di lapangan bahwa banyak masyarakat yang memperoleh informasi
tentang covid-19 dari sosial media, berita online ataupun informasi dari mulut-ke
mulut yang belum bisa diketahui kebenarannya. Hal ini sering menimbulkan
stigma negatif masyarakat tentang covid-19 dan mengabaikan himbauan-
himbauan terkaid covid-19. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan
promosi kesehatan terhadap stigma masyarakat tentang covid-19. Desain
penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah
seluruh masyarakat usia 17 - 45 tahun di wilayah kerja Puskesmas Rao. Jumlah
sampel 196 orang, diambil teknikstrata sampling danrandom sampling.
Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan
uji chi-square. Hasil univariat diketahui 66,3 % responden kurang memperoleh
promosi kesehatan tentang covid-19 dan 54,6 % memiliki stigma yang kurang
baik tentang covid-19. Hasil bivariat ada hubungan promosi kesehatan terhadap
stigma masyarakat tentang covid-19 (p = 0,000 dan OR = 4,493). Disimpulkan
bahwa promosi kesehatan berhubungan dengan stigma masyarakat. Saran kepada
petugas Puskesmas agar mengadakan kegiatan penyuluhan kepada kelompok-
kelompok masyarakat, dengan membuka sesi tanya jawab, sehingga stigma yang
kurang baik tentang covid-19 dapat diluruskan. [show more]
|
|