3384 items found
No search filters
Identifier Title Type Subject
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GOUT ARTHRITIS PADA LANSIA DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN BUKITTINGGI
TAHUN 2025
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GOUT ARTHRITIS PADA LANSIA DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN BUKITTINGGI
TAHUN 2025
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Karies Gigi
Pada Anak Kelas 1-3 SD Negeri 81/III Sungai Tutung
Kecamatan Air Hangat Timur Tahun 2022.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Karies Gigi
Pada Anak Kelas 1-3 SD Negeri 81/III Sungai Tutung
Kecamatan Air Hangat Timur Tahun 2022.
Description: Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai denga kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi (ceruk, fisura, dan daerah interproksimal) meluas ke arah pulpa. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Kelas 1-3 SD Negeri 81/III Sungai Tutung Kecamatan Air Hangat Timur Tahun 2022. Desain penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. jumlah sampel 31, Teknik sampling adalah Probability sampling dengan Cluster sampling. Data diolah secara komputerisasi dengan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji chi- square. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2022. Hasil penelitian menunjukkan (80,6%) responden bersiko pola makan yang meyebabkan karies gigi Dan (19,4%) responden tidak bersiko pola makan yang meyebabkan karies gigi. Kemudian (74,2%) responden dengan kejadian karies gigi sedang. Dan (25,8%) responden dengan kejadian karies gigi rendah. Proporsi pola makan beresiko banyak ditemukan pada responden dengan karies gigi sedang yaitu (71,0%) dibandingkan dengan responden yang pola makan tidak beresiko dengan karies gigi rendah (16,1%). Hasil uji statistic (Chi Square) diperoleh nilai p=0.002 (p<0.05), berarti terdapat hubungan pola makan dengan kejadian karies gigi pada anak kelas 1-3 SD Negeri 81/III Sungai Tutung Kecamatan Air Hangat Timur Tahun 2022. Dalam hal ini petugas kesehatan bersedia memberikan penyuluhan maupun konseling tentang karies gigi dan pola makan yang baik agar anak terhindar dari karies gigi. Untuk orang tua juga lebih memperhatikan dan menjaga pola makan dan kesehatan gigi dan mulut anak. [show more]
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN SINDROM
DISPEPSIA PADA PASIEN DI POLI UMUM PUSKESMAS
AIR HITAM KECAMATAN AIR HITAM
KABUPATEN SAROLANGUN
TAHUN 2022
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN SINDROM
DISPEPSIA PADA PASIEN DI POLI UMUM PUSKESMAS
AIR HITAM KECAMATAN AIR HITAM
KABUPATEN SAROLANGUN
TAHUN 2022
Description:Berdasarkan data Provinsi Jambi, dispepsia menempati urutan ke -10 dari 10 besar penyakit terbanyak dengan prevalensi 23,8% atau sebanyak 62.813 kasus. Sedangkan di Kabupaten Sorolangun dispepsia menempati urutan ke -9 dari 10 penyakit terbesar yaitu sekitar 12% . Adapun penyebab dari dyspepsia ini yaitu pola makan yang kurang sehat sehingga terjadinya sindrom dyspepsia.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Sindrom Dispepsia Pada Pasien Di Poli Umum Puskesmas Air Hitam Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun tahun 2022. Penelitian dilakukan dengan metode Deskriptif analitik dengan pendekatan crosectional pada tanggal 14 September s/d 30 Oktober 2022 di Di Poli Umum Puskesmas Air Hitam kecamatan air hitam kabupaten Sarolangun, populasi dalam penelitian ini 85 orang, dan sampel penelitian sebanyak 46 orang, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling dan data di olah secara univariate dan bivariate. Hasil univariat didapatkan 54,3% responden pola makan baik, 60,9% responden tidak terjadinya sindrom dyspepsia. Hasil uji statistik didapatkan p value 0,001 (p<α) maka dapat disimpulkan adanya Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Sindrom Dyspepsia Pada Pasien Di Poli Umum Puskesmas Air Hitam Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun tahun 2022. Kesimpulan dari penelitian ini adanya Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Sindrom Dyspepsia Pada Pasien Di Poli Umum Puskesmas Air Hitam Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun tahun 2022. Disarankan pada perawat agar dapat memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien mengenai pola makan yang baik agar bisa menghindari sindrom dyspepsia. [show more]
HUBUNGAN POLA MAKAN, HYGIENE DAN SANITASI TERHADAP TINGGI BADAN ANAK DI SDN 05 PASAMAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMENANTI KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2020HUBUNGAN POLA MAKAN, HYGIENE DAN SANITASI TERHADAP TINGGI BADAN ANAK DI SDN 05 PASAMAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMENANTI KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2020
Description:Tinggi badan anak dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling terkait, seperti kondisi sosial ekonomi yang kurang, pengetahuan keluarga tentang makanan yang bergizi yang masih kurang, serta penyakit dan makanan. Hasil penjaringan murid SD pada tahun 2019 di SDN 05 Pasaman diketahui bahwa 45 siswa tergolong pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan, hygiene dan sanitasi dengan tinggi badan anak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di SDN 05 Pasaman wilayah kerja Puskesmas Sukamenanti pada Februari – Maret 2020. Populasi penelitian adalah orang tua siswa kelas 1 SDN 05 Pasaman dengan jumlah 120 dan pengambilan sampel adalah total sampling, sehingga besar sampel adalah 120 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan metode wawancara terpimpin dan pengukuran tinggi badan anak dengan menggunakan microtoa. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 45% responden memiliki pola makan kurang baik, 42,5% responden memiliki hygiene yang kurang baik, 26,7% responden memiliki sanitasi kurang baik dan 20,8% responden memiliki tinggi badan pendek. Hasil uji Chi Square didapatkan nilai p < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pola makan, hygiene dan sanitasi terhadap tinggi badan anak di SDN 05 Pasaman wilayah kerja Puskesmas Sukamenanti Kabupaten Pasaman Barat tahun 2020. Berdasarkan penelitian maka diharapkan petugas Gizi dan Petugas Promkes di Puskesmas melakukan koordinasi dengan sekolah dasar dan PAUD untuk memberikan penyuluhan tentang personal hygiene kepada siswanya, serta memberikan penyuluhan pola asuh dan pola makan pada orang tua siswa. [show more]
HUBUNGAN POLA MAKAN, TINGKAT STRES DAN POLA TIDUR TERHADAP GEJALA GASTRITIS PADA REMAJA KOTA BUKITTINGGI

HUBUNGAN POLA MAKAN, TINGKAT STRES DAN POLA TIDUR TERHADAP GEJALA GASTRITIS PADA REMAJA KOTA BUKITTINGGI

Hubungan Pola Pemberian MP-ASI Dengan Status Gizi Anak Usia 6-9 Bulan Di Kota Rengat Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Besar KotaHubungan Pola Pemberian MP-ASI Dengan Status Gizi Anak Usia 6-9 Bulan Di Kota Rengat Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Besar Kota
HUBUNGAN POLA TIDUR DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PARKINSON DI PUSKESMAS MUARA ENIM TAHUN 2024HUBUNGAN POLA TIDUR DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PARKINSON DI PUSKESMAS MUARA ENIM TAHUN 2024
HUBUNGAN POLAASUH ORANGTUA DENGAN PERKEMBANGAN BALITA UMUR 3 BULAN SAMPAI 18 BULAN DI POSYANDU SAYANG IBU NAGARI SITUMBUK TAHUN 2019HUBUNGAN POLAASUH ORANGTUA DENGAN PERKEMBANGAN BALITA UMUR 3 BULAN SAMPAI 18 BULAN DI POSYANDU SAYANG IBU NAGARI SITUMBUK TAHUN 2019
Description: Pertumbuhan adalah perubahan individu dalam bentuk ukuran badan perubahan otot, tulang , kulit , rambut dan kelenjar. ( Karl E Garrison , Samsussabri 2013 ). Perkembangan secara termitologis adalah proses kualitatif yang mengacu pada penyempurnaan fungsi sosial dan psikologis dalam diri seseorang dan berlangsung sepanjang hidup manusia . Menurut para ahli perkembangan merupakan serangkaian perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif (E.B Harlock ,Syamsusbahri 2013 ) dimaksudkan bahwa perkembangan merupakan proses perubahan individu yang terjadi dari kematangan ( kemampuan seseorang sesuai usia normal) dan pengalaman yang merupakan interaksi antara individu dengan lingkungan sekitar yang menyebabkan perubahan pada diri individu tersebut. [show more]
HUBUNGAN POLAASUH ORANGTUA DENGAN PERKEMBANGAN BALITA UMUR 3 BULAN SAMPAI 18 BULAN DI POSYANDU SAYANG IBU NAGARI SITUMBUK TAHUN 2019HUBUNGAN POLAASUH ORANGTUA DENGAN PERKEMBANGAN BALITA UMUR 3 BULAN SAMPAI 18 BULAN DI POSYANDU SAYANG IBU NAGARI SITUMBUK TAHUN 2019
HUBUNGAN PROMOSI KESEHATAN TERHADAP STIGMA MASYARAKAT TENTANG COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAO KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2020HUBUNGAN PROMOSI KESEHATAN TERHADAP STIGMA MASYARAKAT TENTANG COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAO KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2020
Description:Wabah Covid-19 sudah merupakan masalah masalah global, namun informasi tentang covid media sosia ltidak semuanya bisa dipercaya sehingga berdampak pada stigma negatif terkait dengan COVID-19. Fenomena yang ditemukan di lapangan bahwa banyak masyarakat yang memperoleh informasi tentang covid-19 dari sosial media, berita online ataupun informasi dari mulut-ke mulut yang belum bisa diketahui kebenarannya. Hal ini sering menimbulkan stigma negatif masyarakat tentang covid-19 dan mengabaikan himbauan- himbauan terkaid covid-19. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan promosi kesehatan terhadap stigma masyarakat tentang covid-19. Desain penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh masyarakat usia 17 - 45 tahun di wilayah kerja Puskesmas Rao. Jumlah sampel 196 orang, diambil teknikstrata sampling danrandom sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan uji chi-square. Hasil univariat diketahui 66,3 % responden kurang memperoleh promosi kesehatan tentang covid-19 dan 54,6 % memiliki stigma yang kurang baik tentang covid-19. Hasil bivariat ada hubungan promosi kesehatan terhadap stigma masyarakat tentang covid-19 (p = 0,000 dan OR = 4,493). Disimpulkan bahwa promosi kesehatan berhubungan dengan stigma masyarakat. Saran kepada petugas Puskesmas agar mengadakan kegiatan penyuluhan kepada kelompok- kelompok masyarakat, dengan membuka sesi tanya jawab, sehingga stigma yang kurang baik tentang covid-19 dapat diluruskan. [show more]