HUBUNGAN PERSEPSI DAN SIKAP LANSIA
DENGAN RESIKO KEJADIAN COVID-19 DI
KENAGARIAN LANSANO TARATAK
WILAYAH KERJA PUSKESMAS
SURANTIH KECAMATAN
SUTERA TAHUN 2022
| HUBUNGAN PERSEPSI DAN SIKAP LANSIA
DENGAN RESIKO KEJADIAN COVID-19 DI
KENAGARIAN LANSANO TARATAK
WILAYAH KERJA PUSKESMAS
SURANTIH KECAMATAN
SUTERA TAHUN 2022
| | |
|
|
|
Description:Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap penularan virus
Covid-19 dan memiliki resiko kematian yang cukup tinggi, hal tersebut
disebabkan oleh proses penuaan yang berdampak pada penurunan daya tahan
fisik dan” penurunan kemampuan psikologis lansia. Tujuan penelitian untuk
mengetahui hubungan antara persepsi dan sikap terhadap resiko kejadian
Covid-19 pada lansia di Kenagarian Lansano Taratak Wilayah Puskesmas
Surantih Kecamatan Sutera tahun 2022. Penelitian dilakukan pada April
sampai dengan Mei 2022. Jenis penelitian adalah cross sectional study.
Populasi terjangkau pada penelitian adalah seluruh lansia yang ada pada
Kenagarian Lansano sebanyak 60 sampel dari umur 60-69 tahun dengan teknik
purposive sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi
frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Lebih dari separoh
lansia memiliki persepsi negatif yaitu 33 orang (55,0%), lebih dari separoh
lansia memiliki sikap kurang yaitu 36 orang (60,0%), lebih dari separoh lansia
memiliki resiko kejadian Covid-19 yaitu 34 orang (56,7%), ada hubungan
antara persepsi terhadap resiko kejadian Covid-19 pada lansia (p=0,002), dan
ada hubungan antara sikap terhadap resiko kejadian Covid-19 pada lansia
(p=0,007). Kesimpulan bahwa Ha diterima dimana ada hubungan antara
persepsi terhadap resiko kejadian Covid-19 pada lansia dan ada hubungan
antara sikap terhadap resiko kejadian Covid-19 pada lansia. Disarankan
kepada petugas Kesehatan Puskesmas Surantih Kecamatan Sutera untuk lebih
gencar lagi melakukan penyuluhan tentang Covid-19 pada masyarakat
terutama pada lansia tentang faktor penyebab covid-19, dampak dan upaya
pencegahan yang bisa dilakukan sehingha persepsi masyarakat menjadi lebih
baik, sikap menjadi baik sehinga resiko kejadian bisa diminimalisir. [show more]
|
|
| HUBUNGAN PERSEPSI KELUARGA DENGAN DUKUNGAN KELUARGA PADA PENDERITA SKIZOFRENIA PARANOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGGARAN AGUNG TAHUN 2021FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI | HUBUNGAN PERSEPSI KELUARGA DENGAN DUKUNGAN KELUARGA PADA PENDERITA SKIZOFRENIA PARANOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGGARAN AGUNG TAHUN 2021FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI | | |
|
|
|
Description:World Health Organization (WHO) menyatakan lebih dari 450 juta orang
mengalami gangguan jiwa di seluruh dunia, dalam 1 tahun. Di indonesia 49 % penderita
skizofrenia mengalami rawat ulang setelah dipulangkan selama 1 tahun.Tujuan penelitian
ini untuk mengetahui Hubungan Persepsi Keluarga dengan Dukungan Keluarga Pada
Penderita Skizofrenia Paranoid di Wilayah Kerja Puskesmas Sanggaran Agung 2021.
Desain dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kolerasi yang merupakan suatu metode
penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan informasi mengenai status yang
berhubungan mengenai suatu gejala yang ada, dengan pendekatan Cross sectional.
populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan
skizoprenia paranoid yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Sanggaran Agung kab.
Kerinci dengan besa sampel yang ditetapkan dengan rumus Slovin sebanyak 40
responden, data diperoleh melalui lembar kuesioner.Analisa menggunakan Uji Chi
Square. Kesimpulan hasil penelitian dari 40 responden yang memiliki persepsi tidak baik
terdapat pada penderita skizoprenia Paranoid dengan dukungan keluarga tidak baik yaitu
77,8% dibandingkan dengan penderita skizoprenia Paranoid yang memiliki dukungan
keluarga baik yaitu 38,9%. Berdasarkan hasil uji Chi Square menunjukan nilai p value =
0,020 (p < 0,05 ), ini berarti ada hubungan persepsi keluarga dengan dukungan keluarga
penderita skizoprenia Paranoid di Wilayah Kerja Puskesmas Sanggaran Agung Tahun
2021. Dengan penelitian ini diharapkan peran serta dan kerja sama dari berbagai pihak
dalam pengambilan suatu kebijakan mengenai Hubungan Persepsi Keluarga dengan
Dukungan Keluarga Pada Penderita Skizofrenia Paranoid di Wilayah Kerja Puskesmas
Sanggaran Agung 2021. [show more]
|
|
HUBUNGAN PERSONAL HIGYENE DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN DERMATITIS SEBOROIK
PADA BAYI DI PUSKESMAS UJUNG
GADING TAHUN 2020
| HUBUNGAN PERSONAL HIGYENE DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN DERMATITIS SEBOROIK
PADA BAYI DI PUSKESMAS UJUNG
GADING TAHUN 2020
| | |
|
|
|
Description:Prevalensi dermatitis seboroik di dunia adalah 3-5%. Insiden dermatitis seboroik umumnya
terjadi pada segala usia, namun sering pada 3 bulan pertama kehidupan mencapai 70%, dan
dekade keempat hingga ketujuh kehidupan, sedangkan insidensi pada bayi dikaitkan dengan
ukuran dan aktivitas kelenjar sebasea pada usianya. Tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui hubungan personal hygiene dan pengetahuan dengan kejadian dermatitis
seboroik. Desain penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan
observasional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Ujung Gading pada tanggal 04 Februari
sampai 04 Maret 2020. Populasinya sebanyak 62 orang, sampel didapatkan sebanyak 38 orang
dengan teknik random sampling. Analisis menggunakan uji chi square test. Dari hasil
penelitian didapatkan 76,3% mengalami dermatitis seboroik, 81,6% memiliki personal
hgygiene tidak baik dan 52,6% memiliki pengetahuan rendah. Ada hubungan yang bermakna
antara pengetahuan dengan kejadian dermatitis seboroik (p-value 0,048) dan ada hubungan
antara personal hygiene dengan kejadian dermatitis seboroik (p-value 0,041). Dapat
disimpulkan ada hubungan antara personal hygiene dan pengetahuan dengan kejadian
dermatitis seboroik. Dan sebagai saran untuk tenaga kesehatan agar mampu mengatasi
kejadian dermatitis seboroik dan lebih giat lagi melakukan kegiatan seperti penyuluhan
sebagai sarana untuk menambah pengetahuan orang tua dan memberikan informasi tentang
personal higyene yang tepat untuk bayi. [show more]
|
|
| HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN KEJADIAN SKABIES DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II TANJUNG PATI TAHUN 2023 | HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN KEJADIAN SKABIES DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II TANJUNG PATI TAHUN 2023 | | |
|
|
|
Description:Skabies merupakan penyakit kulit yang sering terjadi pada penduduk dengan kepadatan hunian yang tinggi seperti di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tanjung Pati. Data dari klinik LPKA Tanjung Pati menunjukkan penyakit skabies meningkat setiap tahunya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara personal hygiene dan kepadatan hunian pada Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tanjung Pati. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Rancangan pada penelitian ini yaitu Cross sectional. Total populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 67 orang anak binan. Besaran sampel penelitian sebanyak 67 sampel menggunakan metode total sampling. Hasil pemeriksaan peneliti, sebanyak 41 responden (61,2%) mengalami skabies. Hasil uji statistik menunjukkan sebanyak 36 responden (53,7%) memiliki hygiene buruk dan sebanyak 57 orang (85,1%) padat penghuni. Hasil uji chi- square menunjukkan ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian skabies dengan nilai (p=0,000) dan ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian skabies dengan nilai (p=0,038). Kesimpulan pada penelitian ini sebagian besar Anak Binaan memiliki personal hygiene yang buruk, terutama pada kebersihan badan, pakaian dan alas tidur/ sprei. Kepadatan hunian yang tinggi juga meningkatkan risiko terjadi skabies. Hendaknya petugas LPKA rutin memberikan penyuluhan kepada anak binaan mengenai penyakit skabies dan pentingnya personal hygiene. [show more]
|
|
| HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN RUAM POPOK PADA BAYI (0-12 BULAN) DI JORONG AIR HAJI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI AUR KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2020 | HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN RUAM POPOK PADA BAYI (0-12 BULAN) DI JORONG AIR HAJI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI AUR KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2020 | | |
|
|
|
Description:Insiden ruam popok di Indonesia pada tahun 2014 mencapai 7-35% yang
menimpa pada bayi laki-laki dan perempuan, dan pada tahun 2017 lebih dari 30%
bayi dan balita di Indonesia mengalami diaper rash (ruam popok). Ini terjadi karena
orang tua tidak peduli dengan popok, popok yang dipakai sepanjang hari dan jarang
diganti dan popok kain dicuci asal bersih saja Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
Hubungan Personal Hygiene dengan kejadian Ruam Popok Pada Bayi (0-12 Bulan )
di Jorong Air Haji Wilayah kerja Puskesmas Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat
tahun 2020. Metode penelitian ini adalah Deskiptif Analitik dengan pendekatan Cross
Sectional Study. Populasi sebanyak 101 orang. Teknik pengambilan sampel
accidental sampling Penelitian dilakukan terhadap 81 orang responden yang
memenuhi kriteria inklusi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuesioner, analisis data uji Chi Square. Menjadi variabel independen adalah Personal
Hygiene dan variable dependen Kejadian ruam popok pada bayi (0-12bulan).
Penelitian ini dilakukan pada 10-23 Maret 2020. Hasil penelitian didapatkan personal
hygiene baik 44 (54,3%), mengalami ruam popok 48 (59,3%), didapatkan hasil
analisis pvalue 0,000 dengan OR = 8.206. Pada penelitian ini dapat di simpulkan
bahwa ada hubungan personal hygienen dengan kejadian ruam popok pada bayi (0-12
bulan). Pada penelitian ini disarankan kepada pihak keluarga agar lebih meningkatkan
personal hygiene terutama pada bayi (0-12 bulan) seperti memandikan bayi 2 kali
sehari setiap pagi dan sore mengganti pakaian bayi setiap habis mandi, mengganti
pakaian bayi setiap kali basah dan kotor, dan menjaga daerah pantat tetap bersih dan
kering sehingga bayi terhindar dari ruam popok. [show more]
|
|
| HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SCABIES PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG TUTUP KABUPATEN KERINCI JAMBI TAHUN 2020 | HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SCABIES PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG TUTUP KABUPATEN KERINCI JAMBI TAHUN 2020 | | |
|
|
|
Description:Lansia merupakan orang lanjut usia yang membutuhkan pertolongan
kemampuan yang belum mampu dalam melakukan aktivitas seperti kebersihan
diri mereka , akan tetapi banyak lansia yang masih mampu menjaga kebersihan
dirinya agar terhindar dari kejadian penyakit kulit seprti scabies. Jika lansia
tidak membersihkan dirinya (personal hygiene) maka akan beresiko terjadinya
Scabies. Tujuan penelitian ini adalah melihat Hubungan Personal Hygiene
dengan kejadian Scabies pada Lansia di Wilayah kerja Puskesmas Simpang
Tutup Kerinci Kabupaten Kerinci Tahun 2020. Penelitian ini dilakukan pada
bulan februari tahun 2020. Metode penelitian metode deskriptif analitik dengan
desain cross sectional. Populasi adalah semua pasien lansia berjumlah 62 orang
sekaligus sampel.Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan komputerisasi
menggunakan uji statistic chi square test pada batas kemaknaan 0,05.Hasil
penelitian didapatkan Lebih dari separoh yaitu 56,5 % responden mengalami
personal hygiene yang baik di Wilayah kerja Puskesmas Simpang Tutup
Kerinci Kabupaten Kerinci Tahun 2020, Sebagian responden 50% mengalami
kejadian scabies dan 50% tidak mengalami scabies di Wilayah kerja
Puskesmas Simpang Tutup Kerinci Kabupaten Kerinci Tahun 2020.Dari hasil
uji statistik ada Hubungan Personal Hygiene dengan kejadian Scabies pada
Lansia di Wilayah kerja Puskesmas Simpang Tutup Kerinci Kabupaten
Kerinci Tahun 2020, Dapat disarankan bahwa hendaknya pada petugas
kesehatan atau perawat yang ada di Puskesmas memberikan komunikasi
tentang pentingnya personal hygiene pada lansia dalam menghilangkan
kejadian scabies agar lansia memahami dan mengerti serta mau melakukan
personal hygiene .
[show more]
|
|
HUBUNGAN PERUBAHAN CITRA TUBUH (BODY IMAGE)
DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL
DI PMB H KOTA BUKITTINGGI
TAHUN 2024 | HUBUNGAN PERUBAHAN CITRA TUBUH (BODY IMAGE)
DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL
DI PMB H KOTA BUKITTINGGI
TAHUN 2024 | | |
|
|
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DALAMPEMBERIAN NUTRISI
DENGAN STATUS GIZI BALITA UMUR 3-5 TAHUN
DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS GURUN
KABUPATEN TANAH DATAR | HUBUNGAN POLA ASUH IBU DALAMPEMBERIAN NUTRISI
DENGAN STATUS GIZI BALITA UMUR 3-5 TAHUN
DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS GURUN
KABUPATEN TANAH DATAR | | |
|
|
|
Description:Status gizi merupakan ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk anak
yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak. Status gizi berkaitan
dengan pola asuh ibu. Pola asuh merupakan perilaku yang diterapkan orang tua
kepada anak dan relatif konsisten. Pola asuh juga meliputi asah, asih, dan asuh.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dalam pemberian
nutrisi dengan status gizi balita umur 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gurun
Kabupaten Tanah Datar. Metodelogi penelitian yang di ambil adalah deskriptif
analitik dengan teknik pengampulan sampel purposive sampling dengan jumlah
sampel sebanyak 47 balita. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Gurun pada
tahun 2024. Alat penelitian yang digunakan berupa kuesioner. Dari hasil uji
statistik chi square menunjukkan signifikan p value < 0,05. Dari 47 responden
diperoleh 91,4% pola asuh ibu dengan kategori baik, 4,3% dengan kategori cukup,
4,3% dengan kategori kurang. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa
terdapat hubungan pola asuh ibu dalam pemberian nutrisi dengan status gizi balita
umur 3 - 5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gurun tahun 2024. [show more]
|
|
Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita
Usia 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas IV Koto Kabupaten
Agam Tahun 2022 | Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita
Usia 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas IV Koto Kabupaten
Agam Tahun 2022 | | |
|
|
|
Description:Stunting didefinisikan sebagai tinggi badan menurut usia yang kurang dari dua
standar deviasi median standar pertumbuhan anak. Menurut perkiraan global
World Health Organization (WHO) untuk tahun 2017, 9,6% anak di bawah 5
tahun mengalami stunting. Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban
gizi buruk yang tinggi, termasuk stunting. Hasil kesehatan anak buruk, meskipun
ekonomi Indonesia terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ke-17 di dunia.
Stunting disebabkan oleh banyak faktor, baik faktor yang langsung maupun tidak
langsung. Faktor langsung ditentukan oleh asupan makanan, berat badan lahir dan
penyakit. Faktor tidak langsung yang berhubungan dengan stunting yaitu pola
pengasuhan, pelayanan kesehatan, faktor maternal dan lingkungan rumah tangga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan
kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun di wilayah kerja puskesmas IV Koto
Kabupaten Agam tahun 2022. Metode penelitian ini merupakan penelitian cross
sectional. Sampel pada penelitian ini ialah ibu balita usia 1-5 tahun di wilayah
kerja puskesmas IV Koto Kabupaten Agam 2022, dipilih menggunakan teknik
quota sampling. Data penelitian diperoleh dengan kuesioner yang memenuhi
kriteria inklusi sebanyak 86 orang. Data analisis menggunakan uji Chi-square.
Hasil penelitian didapatkan balita stunting sebanyak 43 orang (50%). Berdasarkan
jenis kelamin didapatkan paling banyak perempuan 27 orang (62,8%). Dari hasil
pola asuh didapatkan ang terbanyak pola asuh demokratis 32 orang (74,4%). Dari
hasil analisis data menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pola asuh
demokratis dan pola asuh otoriter dengan kejadian stunting (p=0,2) dan (p=0,1).
Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna
antara pola asuh permisif dengan kejadian stunting (p=0,03) [show more]
|
|
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN
PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BERBICARA
PADA ANAK USIA 24-36 BULAN DI KLINIK
ANAK BUNDA KOTA PAYAKUMBUH
TAHUN 2024
| HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN
PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BERBICARA
PADA ANAK USIA 24-36 BULAN DI KLINIK
ANAK BUNDA KOTA PAYAKUMBUH
TAHUN 2024
| | |
|
|
|
Description:
Perkembangan bahasa salah satu indikator perkembangan menyeluruh dari
kognitif anak, ketika anak tidak mencapai tahap perkembangan yang diharapkan usia
normalnya, anak mengalami keterlambatan bicara. Menurut WHO (World Health
Organization) tahun 2019 kejadian gangguan perkembangan bahasa di seluruh dunia
sebanyak 27,5%. Di Indonesia, Kemenkes RI melaporkan sekitar 0,4 balita
mengalami gangguan perkembangan. Di Klinik Anak Bunda Kota Payakumbuh
ditemui balita dengan masalah keterlambatan bicara. Tujuan Penelitian ini yaitu
Diketahui distribusi frekuensi pola asuh orang tua, distribusi frekuensi perkembangan
kemampuan berbicara pada anak usia 24-36 bulan, hubungan pola asuh orang tua
dengan perkembangan kemampuan bicara pada anak usia 24-36 bulan di Klinik Anak
Bunda Kota Payakumbuh tahun 2024. Pada penelitian ini penulis membatasi aspek
perkembangan bahasa, sehingga didapatkan variabel independen pola asuh orang tua
dan variabel dependen perkembangan berbicara anak. Metode penelitian kuantitatif
jenis penelitian survey. Penelitian dilakukan di Klinik Anak Bunda Kota Payakumbuh
sampel orang tua yang memiliki anak usia 24-36 bulan, diolah menggunakan analisis
univariat dan bivariate. Hasil penelitian pola asuh orangtua sebagian besar pola asuh
demokratis 33 responden (82,5%) dan perkembangan berbicara anak usia 24-36 bulan
sebagian besar berkembang dengan sangat baik 24 responden (60%). Hasil uji chi-
square antara pola asuh orang tua dengan perkembangan berbicara anak usia 24-36
bulan, p value sebesar 0,006. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan
antara pola asuh orang tua dengan perkembangan berbicara anak usia 24-36 bulan di
Klinik Anak Bunda Kota Payakumbuh tahun 2024. Dari penelitian ini diharapkan
dapat menjadi acuan atau pedoman bagi peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan
penelitian dengan tema serupa dan memperkaya wawasan ilmu pengetahuan. [show more]
|
|