3384 items found
No search filters
Identifier Title Type Subject
HUBUNGAN PERSEPSI DAN SIKAP LANSIA
DENGAN RESIKO KEJADIAN COVID-19 DI
KENAGARIAN LANSANO TARATAK
WILAYAH KERJA PUSKESMAS
SURANTIH KECAMATAN
SUTERA TAHUN 2022
HUBUNGAN PERSEPSI DAN SIKAP LANSIA
DENGAN RESIKO KEJADIAN COVID-19 DI
KENAGARIAN LANSANO TARATAK
WILAYAH KERJA PUSKESMAS
SURANTIH KECAMATAN
SUTERA TAHUN 2022
Description:Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap penularan virus Covid-19 dan memiliki resiko kematian yang cukup tinggi, hal tersebut disebabkan oleh proses penuaan yang berdampak pada penurunan daya tahan fisik dan” penurunan kemampuan psikologis lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara persepsi dan sikap terhadap resiko kejadian Covid-19 pada lansia di Kenagarian Lansano Taratak Wilayah Puskesmas Surantih Kecamatan Sutera tahun 2022. Penelitian dilakukan pada April sampai dengan Mei 2022. Jenis penelitian adalah cross sectional study. Populasi terjangkau pada penelitian adalah seluruh lansia yang ada pada Kenagarian Lansano sebanyak 60 sampel dari umur 60-69 tahun dengan teknik purposive sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Lebih dari separoh lansia memiliki persepsi negatif yaitu 33 orang (55,0%), lebih dari separoh lansia memiliki sikap kurang yaitu 36 orang (60,0%), lebih dari separoh lansia memiliki resiko kejadian Covid-19 yaitu 34 orang (56,7%), ada hubungan antara persepsi terhadap resiko kejadian Covid-19 pada lansia (p=0,002), dan ada hubungan antara sikap terhadap resiko kejadian Covid-19 pada lansia (p=0,007). Kesimpulan bahwa Ha diterima dimana ada hubungan antara persepsi terhadap resiko kejadian Covid-19 pada lansia dan ada hubungan antara sikap terhadap resiko kejadian Covid-19 pada lansia. Disarankan kepada petugas Kesehatan Puskesmas Surantih Kecamatan Sutera untuk lebih gencar lagi melakukan penyuluhan tentang Covid-19 pada masyarakat terutama pada lansia tentang faktor penyebab covid-19, dampak dan upaya pencegahan yang bisa dilakukan sehingha persepsi masyarakat menjadi lebih baik, sikap menjadi baik sehinga resiko kejadian bisa diminimalisir. [show more]
HUBUNGAN PERSEPSI KELUARGA DENGAN DUKUNGAN KELUARGA PADA PENDERITA SKIZOFRENIA PARANOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGGARAN AGUNG TAHUN 2021FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGIHUBUNGAN PERSEPSI KELUARGA DENGAN DUKUNGAN KELUARGA PADA PENDERITA SKIZOFRENIA PARANOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGGARAN AGUNG TAHUN 2021FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI
Description:World Health Organization (WHO) menyatakan lebih dari 450 juta orang mengalami gangguan jiwa di seluruh dunia, dalam 1 tahun. Di indonesia 49 % penderita skizofrenia mengalami rawat ulang setelah dipulangkan selama 1 tahun.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Persepsi Keluarga dengan Dukungan Keluarga Pada Penderita Skizofrenia Paranoid di Wilayah Kerja Puskesmas Sanggaran Agung 2021. Desain dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kolerasi yang merupakan suatu metode penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan informasi mengenai status yang berhubungan mengenai suatu gejala yang ada, dengan pendekatan Cross sectional. populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan skizoprenia paranoid yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Sanggaran Agung kab. Kerinci dengan besa sampel yang ditetapkan dengan rumus Slovin sebanyak 40 responden, data diperoleh melalui lembar kuesioner.Analisa menggunakan Uji Chi Square. Kesimpulan hasil penelitian dari 40 responden yang memiliki persepsi tidak baik terdapat pada penderita skizoprenia Paranoid dengan dukungan keluarga tidak baik yaitu 77,8% dibandingkan dengan penderita skizoprenia Paranoid yang memiliki dukungan keluarga baik yaitu 38,9%. Berdasarkan hasil uji Chi Square menunjukan nilai p value = 0,020 (p < 0,05 ), ini berarti ada hubungan persepsi keluarga dengan dukungan keluarga penderita skizoprenia Paranoid di Wilayah Kerja Puskesmas Sanggaran Agung Tahun 2021. Dengan penelitian ini diharapkan peran serta dan kerja sama dari berbagai pihak dalam pengambilan suatu kebijakan mengenai Hubungan Persepsi Keluarga dengan Dukungan Keluarga Pada Penderita Skizofrenia Paranoid di Wilayah Kerja Puskesmas Sanggaran Agung 2021. [show more]
HUBUNGAN PERSONAL HIGYENE DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN DERMATITIS SEBOROIK
PADA BAYI DI PUSKESMAS UJUNG
GADING TAHUN 2020


HUBUNGAN PERSONAL HIGYENE DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN DERMATITIS SEBOROIK
PADA BAYI DI PUSKESMAS UJUNG
GADING TAHUN 2020


Description:Prevalensi dermatitis seboroik di dunia adalah 3-5%. Insiden dermatitis seboroik umumnya terjadi pada segala usia, namun sering pada 3 bulan pertama kehidupan mencapai 70%, dan dekade keempat hingga ketujuh kehidupan, sedangkan insidensi pada bayi dikaitkan dengan ukuran dan aktivitas kelenjar sebasea pada usianya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan personal hygiene dan pengetahuan dengan kejadian dermatitis seboroik. Desain penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan observasional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Ujung Gading pada tanggal 04 Februari sampai 04 Maret 2020. Populasinya sebanyak 62 orang, sampel didapatkan sebanyak 38 orang dengan teknik random sampling. Analisis menggunakan uji chi square test. Dari hasil penelitian didapatkan 76,3% mengalami dermatitis seboroik, 81,6% memiliki personal hgygiene tidak baik dan 52,6% memiliki pengetahuan rendah. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kejadian dermatitis seboroik (p-value 0,048) dan ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian dermatitis seboroik (p-value 0,041). Dapat disimpulkan ada hubungan antara personal hygiene dan pengetahuan dengan kejadian dermatitis seboroik. Dan sebagai saran untuk tenaga kesehatan agar mampu mengatasi kejadian dermatitis seboroik dan lebih giat lagi melakukan kegiatan seperti penyuluhan sebagai sarana untuk menambah pengetahuan orang tua dan memberikan informasi tentang personal higyene yang tepat untuk bayi. [show more]
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN KEJADIAN SKABIES DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II TANJUNG PATI TAHUN 2023HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN KEJADIAN SKABIES DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II TANJUNG PATI TAHUN 2023
Description:Skabies merupakan penyakit kulit yang sering terjadi pada penduduk dengan kepadatan hunian yang tinggi seperti di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tanjung Pati. Data dari klinik LPKA Tanjung Pati menunjukkan penyakit skabies meningkat setiap tahunya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara personal hygiene dan kepadatan hunian pada Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tanjung Pati. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Rancangan pada penelitian ini yaitu Cross sectional. Total populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 67 orang anak binan. Besaran sampel penelitian sebanyak 67 sampel menggunakan metode total sampling. Hasil pemeriksaan peneliti, sebanyak 41 responden (61,2%) mengalami skabies. Hasil uji statistik menunjukkan sebanyak 36 responden (53,7%) memiliki hygiene buruk dan sebanyak 57 orang (85,1%) padat penghuni. Hasil uji chi- square menunjukkan ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian skabies dengan nilai (p=0,000) dan ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian skabies dengan nilai (p=0,038). Kesimpulan pada penelitian ini sebagian besar Anak Binaan memiliki personal hygiene yang buruk, terutama pada kebersihan badan, pakaian dan alas tidur/ sprei. Kepadatan hunian yang tinggi juga meningkatkan risiko terjadi skabies. Hendaknya petugas LPKA rutin memberikan penyuluhan kepada anak binaan mengenai penyakit skabies dan pentingnya personal hygiene. [show more]
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN RUAM POPOK PADA BAYI (0-12 BULAN) DI JORONG AIR HAJI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI AUR KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2020HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN RUAM POPOK PADA BAYI (0-12 BULAN) DI JORONG AIR HAJI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI AUR KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2020
Description:Insiden ruam popok di Indonesia pada tahun 2014 mencapai 7-35% yang menimpa pada bayi laki-laki dan perempuan, dan pada tahun 2017 lebih dari 30% bayi dan balita di Indonesia mengalami diaper rash (ruam popok). Ini terjadi karena orang tua tidak peduli dengan popok, popok yang dipakai sepanjang hari dan jarang diganti dan popok kain dicuci asal bersih saja Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Personal Hygiene dengan kejadian Ruam Popok Pada Bayi (0-12 Bulan ) di Jorong Air Haji Wilayah kerja Puskesmas Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat tahun 2020. Metode penelitian ini adalah Deskiptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi sebanyak 101 orang. Teknik pengambilan sampel accidental sampling Penelitian dilakukan terhadap 81 orang responden yang memenuhi kriteria inklusi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, analisis data uji Chi Square. Menjadi variabel independen adalah Personal Hygiene dan variable dependen Kejadian ruam popok pada bayi (0-12bulan). Penelitian ini dilakukan pada 10-23 Maret 2020. Hasil penelitian didapatkan personal hygiene baik 44 (54,3%), mengalami ruam popok 48 (59,3%), didapatkan hasil analisis pvalue 0,000 dengan OR = 8.206. Pada penelitian ini dapat di simpulkan bahwa ada hubungan personal hygienen dengan kejadian ruam popok pada bayi (0-12 bulan). Pada penelitian ini disarankan kepada pihak keluarga agar lebih meningkatkan personal hygiene terutama pada bayi (0-12 bulan) seperti memandikan bayi 2 kali sehari setiap pagi dan sore mengganti pakaian bayi setiap habis mandi, mengganti pakaian bayi setiap kali basah dan kotor, dan menjaga daerah pantat tetap bersih dan kering sehingga bayi terhindar dari ruam popok. [show more]
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SCABIES PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG TUTUP KABUPATEN KERINCI JAMBI TAHUN 2020HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SCABIES PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG TUTUP KABUPATEN KERINCI JAMBI TAHUN 2020
Description:Lansia merupakan orang lanjut usia yang membutuhkan pertolongan kemampuan yang belum mampu dalam melakukan aktivitas seperti kebersihan diri mereka , akan tetapi banyak lansia yang masih mampu menjaga kebersihan dirinya agar terhindar dari kejadian penyakit kulit seprti scabies. Jika lansia tidak membersihkan dirinya (personal hygiene) maka akan beresiko terjadinya Scabies. Tujuan penelitian ini adalah melihat Hubungan Personal Hygiene dengan kejadian Scabies pada Lansia di Wilayah kerja Puskesmas Simpang Tutup Kerinci Kabupaten Kerinci Tahun 2020. Penelitian ini dilakukan pada bulan februari tahun 2020. Metode penelitian metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua pasien lansia berjumlah 62 orang sekaligus sampel.Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan komputerisasi menggunakan uji statistic chi square test pada batas kemaknaan 0,05.Hasil penelitian didapatkan Lebih dari separoh yaitu 56,5 % responden mengalami personal hygiene yang baik di Wilayah kerja Puskesmas Simpang Tutup Kerinci Kabupaten Kerinci Tahun 2020, Sebagian responden 50% mengalami kejadian scabies dan 50% tidak mengalami scabies di Wilayah kerja Puskesmas Simpang Tutup Kerinci Kabupaten Kerinci Tahun 2020.Dari hasil uji statistik ada Hubungan Personal Hygiene dengan kejadian Scabies pada Lansia di Wilayah kerja Puskesmas Simpang Tutup Kerinci Kabupaten Kerinci Tahun 2020, Dapat disarankan bahwa hendaknya pada petugas kesehatan atau perawat yang ada di Puskesmas memberikan komunikasi tentang pentingnya personal hygiene pada lansia dalam menghilangkan kejadian scabies agar lansia memahami dan mengerti serta mau melakukan personal hygiene . [show more]
HUBUNGAN PERUBAHAN CITRA TUBUH (BODY IMAGE)
DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL
DI PMB H KOTA BUKITTINGGI
TAHUN 2024
HUBUNGAN PERUBAHAN CITRA TUBUH (BODY IMAGE)
DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL
DI PMB H KOTA BUKITTINGGI
TAHUN 2024
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DALAMPEMBERIAN NUTRISI
DENGAN STATUS GIZI BALITA UMUR 3-5 TAHUN
DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS GURUN
KABUPATEN TANAH DATAR
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DALAMPEMBERIAN NUTRISI
DENGAN STATUS GIZI BALITA UMUR 3-5 TAHUN
DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS GURUN
KABUPATEN TANAH DATAR
Description:Status gizi merupakan ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk anak yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak. Status gizi berkaitan dengan pola asuh ibu. Pola asuh merupakan perilaku yang diterapkan orang tua kepada anak dan relatif konsisten. Pola asuh juga meliputi asah, asih, dan asuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dalam pemberian nutrisi dengan status gizi balita umur 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gurun Kabupaten Tanah Datar. Metodelogi penelitian yang di ambil adalah deskriptif analitik dengan teknik pengampulan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 47 balita. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Gurun pada tahun 2024. Alat penelitian yang digunakan berupa kuesioner. Dari hasil uji statistik chi square menunjukkan signifikan p value < 0,05. Dari 47 responden diperoleh 91,4% pola asuh ibu dengan kategori baik, 4,3% dengan kategori cukup, 4,3% dengan kategori kurang. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pola asuh ibu dalam pemberian nutrisi dengan status gizi balita umur 3 - 5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gurun tahun 2024. [show more]
Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita
Usia 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas IV Koto Kabupaten
Agam Tahun 2022
Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita
Usia 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas IV Koto Kabupaten
Agam Tahun 2022
Description:Stunting didefinisikan sebagai tinggi badan menurut usia yang kurang dari dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak. Menurut perkiraan global World Health Organization (WHO) untuk tahun 2017, 9,6% anak di bawah 5 tahun mengalami stunting. Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban gizi buruk yang tinggi, termasuk stunting. Hasil kesehatan anak buruk, meskipun ekonomi Indonesia terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ke-17 di dunia. Stunting disebabkan oleh banyak faktor, baik faktor yang langsung maupun tidak langsung. Faktor langsung ditentukan oleh asupan makanan, berat badan lahir dan penyakit. Faktor tidak langsung yang berhubungan dengan stunting yaitu pola pengasuhan, pelayanan kesehatan, faktor maternal dan lingkungan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun di wilayah kerja puskesmas IV Koto Kabupaten Agam tahun 2022. Metode penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini ialah ibu balita usia 1-5 tahun di wilayah kerja puskesmas IV Koto Kabupaten Agam 2022, dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data penelitian diperoleh dengan kuesioner yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 86 orang. Data analisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian didapatkan balita stunting sebanyak 43 orang (50%). Berdasarkan jenis kelamin didapatkan paling banyak perempuan 27 orang (62,8%). Dari hasil pola asuh didapatkan ang terbanyak pola asuh demokratis 32 orang (74,4%). Dari hasil analisis data menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pola asuh demokratis dan pola asuh otoriter dengan kejadian stunting (p=0,2) dan (p=0,1). Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh permisif dengan kejadian stunting (p=0,03) [show more]
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN
PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BERBICARA
PADA ANAK USIA 24-36 BULAN DI KLINIK
ANAK BUNDA KOTA PAYAKUMBUH
TAHUN 2024
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN
PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BERBICARA
PADA ANAK USIA 24-36 BULAN DI KLINIK
ANAK BUNDA KOTA PAYAKUMBUH
TAHUN 2024
Description: Perkembangan bahasa salah satu indikator perkembangan menyeluruh dari kognitif anak, ketika anak tidak mencapai tahap perkembangan yang diharapkan usia normalnya, anak mengalami keterlambatan bicara. Menurut WHO (World Health Organization) tahun 2019 kejadian gangguan perkembangan bahasa di seluruh dunia sebanyak 27,5%. Di Indonesia, Kemenkes RI melaporkan sekitar 0,4 balita mengalami gangguan perkembangan. Di Klinik Anak Bunda Kota Payakumbuh ditemui balita dengan masalah keterlambatan bicara. Tujuan Penelitian ini yaitu Diketahui distribusi frekuensi pola asuh orang tua, distribusi frekuensi perkembangan kemampuan berbicara pada anak usia 24-36 bulan, hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan kemampuan bicara pada anak usia 24-36 bulan di Klinik Anak Bunda Kota Payakumbuh tahun 2024. Pada penelitian ini penulis membatasi aspek perkembangan bahasa, sehingga didapatkan variabel independen pola asuh orang tua dan variabel dependen perkembangan berbicara anak. Metode penelitian kuantitatif jenis penelitian survey. Penelitian dilakukan di Klinik Anak Bunda Kota Payakumbuh sampel orang tua yang memiliki anak usia 24-36 bulan, diolah menggunakan analisis univariat dan bivariate. Hasil penelitian pola asuh orangtua sebagian besar pola asuh demokratis 33 responden (82,5%) dan perkembangan berbicara anak usia 24-36 bulan sebagian besar berkembang dengan sangat baik 24 responden (60%). Hasil uji chi- square antara pola asuh orang tua dengan perkembangan berbicara anak usia 24-36 bulan, p value sebesar 0,006. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan berbicara anak usia 24-36 bulan di Klinik Anak Bunda Kota Payakumbuh tahun 2024. Dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan atau pedoman bagi peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan penelitian dengan tema serupa dan memperkaya wawasan ilmu pengetahuan. [show more]