| HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN PERAWAT EDUKATOR DENGAN GANGGUAN BODY IMAGE PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RUANG NEUROLOGI RSUD M. NATSIR SOLOK TAHUN 2020 | HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN PERAWAT EDUKATOR DENGAN GANGGUAN BODY IMAGE PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RUANG NEUROLOGI RSUD M. NATSIR SOLOK TAHUN 2020 | | |
|
|
|
Description:Stroke merupakan penyebab utama kematian dengan prevalensi kejadian
stroke yang semakin meningkat dari tahun ketahun . Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan dukungan keluarga dan peran perawat educator dengan
gangguan body image pada pasien stroke iskemik di Ruangan Neurologi RSUD
M. Natsir Solok tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah deskriptik analitik dengan
pendekatan cross sectional study. Populasi pada penilitian ini adalah seluruh
pasien stroke iskemik di Ruangan Neurologi RSUD M. Natsir Solok yaitu
sebanyak dan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling
sehingga di dapatkan sampel 32 orang. Pengumpulan dan penelitian menggunakan
koesioner. analisis data penelitian meliputi analisis univariat dan bivariat
mengunakan uji chi squere. Hasil penelitian menunjukkan diperoleh (82, 4%)
dukungan keluarga dengan gangguan body image tidak terganggu, dan (17, 6%)
dukungan keluarga dengan gangguan body image terganggu. Hasil dari analisis
bivariat di dapatkan (p value 0, 002) sedangkan nilai (α < 0, 05). Artinya (p Value
< 0, 05) hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima, didapat ada hubungan dukungan
keluarga dan peran perawat dengan gangguan body image pada pasien stroke
iskemik di ruang neurologi di RSUD M. Natsir Tahun 2020. Dapat disimpulkan
bahwa dukungan keluarga dan peran perawat edukator berhubungan dengan
gangguan body image pada pasien stroke iskemik. Untuk itu diharapkan pada
keluarga dan perawat sebagai pemberian asuhan keperawatan untuk selalu
memberikan dukungan dan arahan kepada pasien agar pasien stroke iskemik dapat
terhindar dari gangguan body image. Diharapkan kepada peneliti berikutnya untuk
dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang berhubungan
dengan gangguan body image pada pasien penderita stroke dengan metode dan
variabel yang berbeda. [show more]
|
|
| HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PEMBERIAN ASI AWAL (KOLOSTRU PADA IBU SECTIO CAESAREA DI RUANG KEBIDANAN RSI YARSI KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2019 | HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PEMBERIAN ASI AWAL (KOLOSTRU PADA IBU SECTIO CAESAREA DI RUANG KEBIDANAN RSI YARSI KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2019 | | |
|
|
|
Description: Pemberian ASI awal pada bayi memiliki nilai yang tinggi .kebanyakan
pada ibu bersalin dengan sectio caesarea kebanyakan memberikan susu bantu
(susu formula) kepada bayinya baik oleh ibu maupun tenga kesehatan.karena
persalinan dengan sectio casaerea adalah salah satu penyebab yang dapat
menghambat proses pemberian colostrum.hal ini di karenakan keadaan fisik dan
psikologis ibu dengan persalinan sectio caesarea berbeda dengan ibu bersalin
normal . Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga
dan peran petugas kesehatan dengan pemberian ASI awal (kolostrum) pada ibu
sectio caesarea di ruang kebidanan RSI Yarsi Bukittinggi Tahun 2019.Desain
penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study,
penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2019. Teknik pengambilan
sampel dengan cara Accidental Sampling, dengan jumlah 45 sampel. Hasil
pengumpulan data diolah menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan
α= 0.05.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan dari 45 sampel didapatkan hasil
(11.1%) 5 responden tidak adanya dukungan dari keluarga .(40%) 18 responden
tidak adanya peran petugas kesehatan dan (28.9%) 13 responden yang tidak
memberikan ASI awal (kolostrum) pada bayi. Dari hasil uji statistik, didapatkan
ada hubungan peran petugas kesehatan p=0.000, Hasil penelitian disimpulkan
bahwa peran petugas kesehatan, memiliki hubungan yang signifikan dibandingkan
dengan satu variabel yang lain. Diharapkan kepada petugas kesehatan dengan
adanya penelitian ini dapat meningkatkan kebijakan untuk mendukung pemberian
ASI awal (kolostrum) khususnya pada ibu sectio caesarea. [show more]
|
|
| HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PEMBERIAN ASI AWAL (KOLOSTRU PADA IBU SECTIO CAESAREA DI RUANG KEBIDANAN RSI YARSI KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2019 | HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PEMBERIAN ASI AWAL (KOLOSTRU PADA IBU SECTIO CAESAREA DI RUANG KEBIDANAN RSI YARSI KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2019 | | |
|
|
|
Description: Pemberian ASI awal pada bayi memiliki nilai yang tinggi .kebanyakan
pada ibu bersalin dengan sectio caesarea kebanyakan memberikan susu bantu
(susu formula) kepada bayinya baik oleh ibu maupun tenga kesehatan.karena
persalinan dengan sectio casaerea adalah salah satu penyebab yang dapat
menghambat proses pemberian colostrum.hal ini di karenakan keadaan fisik dan
psikologis ibu dengan persalinan sectio caesarea berbeda dengan ibu bersalin
normal . Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga
dan peran petugas kesehatan dengan pemberian ASI awal (kolostrum) pada ibu
sectio caesarea di ruang kebidanan RSI Yarsi Bukittinggi Tahun 2019.Desain
penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study,
penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2019. Teknik pengambilan
sampel dengan cara Accidental Sampling, dengan jumlah 45 sampel. Hasil
pengumpulan data diolah menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan
α= 0.05.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan dari 45 sampel didapatkan hasil
(11.1%) 5 responden tidak adanya dukungan dari keluarga .(40%) 18 responden
tidak adanya peran petugas kesehatan dan (28.9%) 13 responden yang tidak
memberikan ASI awal (kolostrum) pada bayi. Dari hasil uji statistik, didapatkan
ada hubungan peran petugas kesehatan p=0.000, Hasil penelitian disimpulkan
bahwa peran petugas kesehatan, memiliki hubungan yang signifikan dibandingkan
dengan satu variabel yang lain. Diharapkan kepada petugas kesehatan dengan
adanya penelitian ini dapat meningkatkan kebijakan untuk mendukung pemberian
ASI awal (kolostrum) khususnya pada ibu sectio caesarea. [show more]
|
|
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN TINDAKAN
DENGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG
PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI DI SMPN
01 KOTO BESAR DHARMASRAYA
TAHUN 2023
| HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN TINDAKAN
DENGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG
PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI DI SMPN
01 KOTO BESAR DHARMASRAYA
TAHUN 2023
| | |
|
|
| HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM PEMENUHAN AKTIFITAS SEHARI-HARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAO KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2020 | HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM PEMENUHAN AKTIFITAS SEHARI-HARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAO KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2020 | | |
|
|
|
Description:Bertambahnya usia diharapkan lansia tetap mendapatkan kualitas hidup
tetap baik, tetap melakukan aktivitas hidup sehari-hari dengan mandiri serta tetap
menjaga kesehatannya, tentunya hal ini terutama merupakan tugas dari keluarga.
Pada saat ini lansia kurang sekali mendapatkan perhatian serius ditengah keluarga
dan masyarakat terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan aktifitas kehidupan
sehari-hari. Fenomena yang ditemukan di lapangan bahwa banyak lansia yang
kurang mandiri dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari karena kurangnya
semangat, motivasi, dan dukungan fisik dari keluarga. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam
pemenuhan aktifitas sehari-hari. Desain penelitian analitik dengan rancangan
cross sectional. Populasi adalah seluruh lansia yang berkunjung ke Puskesmas
Rao, dengan rata-rata kunjungan 58 per bulan. Jumlah sampel 51 orang, diambil
accidental sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner,
kemudian dianalisa menggunakan uji chi-square. Hasil univariat diketahui 80,4 %
responden memperoleh dukungan sedang dari keluarga dan 72,5 % memiliki
ketergantungan ringan dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari. Hasil bivariat ada
hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan
aktifitas sehari-hari di wilayah kerja Puskesmas Rao Kabupaten Pasaman tahun
2020 (p = 0,05). Disimpulkan bahwa dukungan keluarga berhubungan dengan
kemandirian lansia. Disarankan pada petugas Puskesmas agar mengadakan
kegiatan penyuluhan pada keluarga-kelaurga lansia, dan memotivasi mereka untuk
memberikan dukungan penuh pada lansia agar bisa mandiri dalam pemenuhan
aktifitas sehari-hari. [show more]
|
|
| Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Berobat Pada Lansia Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sulit Air Kec. X Koto Diatas Kab. Solok Tahun 2018 | Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Berobat Pada Lansia Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sulit Air Kec. X Koto Diatas Kab. Solok Tahun 2018 | | |
|
|
|
Description:Kepatuhan berobat pada lansia hipertensi merupakan hal yang sangat penting. Hal ini
di karenakan hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi
harus di kontrol agar tidak terjadi komplikasi yang berujung pada kematian.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan dukungan keluarga dengan
kepatuhan berobat pada lansia hipertensi di wilayah kerja puskesmas Sulit Air Tahun
2018. Desain dalam penelitian ini adalah survey deskriptif analitik dengan
pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang
menderita hipertensi yang dating ke pelayanan puskesmas dengan teknik
pengambilan sample yang digunakan adalah purposive sampling yaitu dengan jumlah
responden 38 responden. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan questioner,
kemudian data diolah dengan Uji Chi-Square test. Hasil penelitian ini menunjukkan
hasil ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat . hasil penelitian
menunjukkan nilai p = 0,022, hasil ini lebih rendah dari nilai α 0,05. Dapat
disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat.
Diharapkan kepada keluarga agar selalu memberikan dukungan dalam berobat agar
dapat mengontrol keadaan tekanan darah dalam keadaan normal. [show more]
|
|
| HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KERSIK TUO TAHUN 2020 | HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KERSIK TUO TAHUN 2020 | | |
|
|
|
Description:Dunia pada saat ini mengalami masalah kesehatan triple burden dimana
meningkatnya kematian dan kesakitan akibat Penyakit Tidak Menular (PTM)
khususnya penyakit Hipertensi. Pemerintah memberikan perhatian serius dalam
pencegahan dan penanggulangan hipertensi dengan dibentuknya Direktorat
Pengendalian Penyakit Tidak Menular berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan
No. 1575 Tahun 2005, Obat hipertensi terbukti dapat mengontrol tekanan darah
penderita hipertensi. Sehingga, tingkat keberhasilan pengobatan pasien hipertensi
yang ditandai dengan terkontrolnya tekanan darah dipengaruhi oleh kepatuhan
pasien dalam minum obat hipertensi Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat penderita
hipertensi di puskesmas kersik tuo tahun 2020. Desain penelitian ini mengunakan
Cross Sectional yaitu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara
faktor-faktor dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan
data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Jumlah sample dalam
penelitian ini sebanyak 67 responden dengan Teknik sampling yang digunakan
adalah nonprobability sampling yaitu Accidental Sampling. Accidental Sampling.
waktu penelitian pada bulan Pebruari-Maret 2020 dan istrumen penelitian dengan
menggunakan kuesioner. Analisa secara univariat ditampilkan dengan tabel
distribusi frekuensi dan bivariate dengan menggunakan Chi-Square. Hasil dari
penelitian ini didapatkan 50,7 % keluarga keluarga tidak mendukung, 50,7 %
pasien tidak patuh, terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan
kelurga dengan kepatuhan berobat penderita hipertensi di puskesmas kersik tuo
dengan p= 0,000. Diharapkan bagi instansi kesehatan dalam hal ini Puskesmas
Kersik Tuo untuk memberikan sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat
tentang kepatuhan berobat, Kepada peneliti selanjutnya untuk lebih lanjut meneliti
mengenai permasalahan yang sama, namun dengan menggunakan variabel yang
berbeda [show more]
|
|
| HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI PELAKSANAAN RANGE OF MOTION (ROM) PADA PASIEN POST STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RASIMAH AHMAD BUKITTINGGI 2020 | HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI PELAKSANAAN RANGE OF MOTION (ROM) PADA PASIEN POST STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RASIMAH AHMAD BUKITTINGGI 2020 | | |
|
|
|
Description:Stroke merupakan sebuah gangguan suplai darah ke otak, biasanya karena tersumbatnya pembuluh darah oleh gumpalan darah dan stroke merupakan penyebab utama kematian ketiga yang paling sering terjadi setelah penyakit jantung. Melihat banyaknya kasus kematian yang disebabkan oleh stroke, maka oleh sebab itu ada salah satu cara rehabilitas yang bisa diikuti oleh pasien stroke ialah terapi ROM (Range of motion), agar ROM terlaksana dengan baik membutuhkan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan dukungan keluarga dengan motivasi pelaksanaan Range of Motion (ROM) pada pasien post stroke diwilayah kerja puskesmas Rasimah Ahmad Bukittinggi 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional penelitian ini dilakukan di wilayah Kerja Puskesmas Rasihmah Ahmad. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 orang. Hasil penelitian ini menunjukan lebih dari separoh responden memiliki dukungan keluarga baik yaitu 36 (62,1%) dan lebih dari separoh responden memiliki motivasi kuat yaitu 36 (62,1%). Dengan hasil analisa Chi-Square didapatkan nilai p=0,004,OR = 6,125 artinya ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan motivasi dalam pelaksanaan range of motion (rom) pada pasien post stroke diwilayah kerja puskesmas rasimah ahmad bukittinggi 2020. Dimana p-value <alpha maka H0 ditolak Ha diterima. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan peneliti ini sehingga bermanfaat bagi masyarakat maupun bagi instansi pendidikan khususnya keperawatan komunitas. [show more]
|
|
| HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA LANSIA DI KELURAHAN BIRUGO KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2021 | HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA LANSIA DI KELURAHAN BIRUGO KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2021 | | |
|
|
|
Description:Virus corona merupakan kelompok virus yang bisa menyebabkan penyakit pada
manusia bisa mengakibatkan infeksi saluran pernafasan mulai dari flu biasa
sampai penyakit serius. Menurut WHO tahun 2020 menyebutkan bahwa beberapa
negara memiliki lebih dari 95% kasus kematian terjadi pada usia 60 tahun keatas.
Lansia sebagai kelompok beresiko sangat membutuhkan dukungan dari keluarga
dan masyarakat agar kesehatan dan kualitas hidup lansia selama masa pandemi
Covid-19 dapat tetap terjaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan Covid-19 pada lansia
di Kelurahan Birugo Kota Bukittinggi tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah
kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan
Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 67 responden. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan
pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar angket penelitian
serta diolah menggunakan SPSS. Data dianalisis menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian dari 67 responden terdapat lebih dari sebagian responden yaitu 39
lansia (58,2%) yang memiliki dukungan keluarga dengan kategori baik dan
terdapat lebih dari sebagian responden yaitu 36 lansia (53,7%) yang memiliki
perilaku pencegahan Covid-19 dengan kategori positif. Hasil uji statistik chi
square didapatkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05), dapat disimpulkan bahwa
terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan perilaku
pencegahan Covid-19 pada lansia di Kelurahan Birugo Kota Bukittinggi tahun
2021. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan dan menjadi acuan bagi
keluarga dan lansia mengenai perlunya dukungan keluarga terhadap perilaku
pencegahan Covid-19 pada lansia saat pandemi Covid-19.
[show more]
|
|
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT
KEPATUHAN PASIEN DALAM MERAWAT LUKA
POST OPERASI KATARAK DI POLIKLINIK
MATA RUMAH SAKIT AR BUNDA
PRABUMULIH TAHUN 2024 | HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT
KEPATUHAN PASIEN DALAM MERAWAT LUKA
POST OPERASI KATARAK DI POLIKLINIK
MATA RUMAH SAKIT AR BUNDA
PRABUMULIH TAHUN 2024 | | |
|
|
|
Description:Katarak merupakan penyebab 51% kebutaan di dunia pada sekitar 20 juta orang. World
Health Organization (WHO) mengestimasikan setidaknya 2,2 miliar orang di dunia
mengalami gangguan penglihatan jarak dekat atau jarak jauh.Pasien yang telah selesai
dilakukan pembedahan operasidibutuhkan perawatan post operasi mata dan dukungan dari
keluarga. Kemampuan keluarga sangat dibutuhkan dalam perawatan post operasi
katarak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan
tingkat kepatuhan pasien dalam merawat luka post operasi katarak di Poliklinik Mata
Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih Tahun 2024. Desain penelitian ini adalah analitik
kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian iniadalah
44 responden dari 50 populasi dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dengan
menggunakan lembar kuesioner kemudian analisis dengan menggunakan uji chisquare.
.Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner, waktu penelitian dilakukan pada tanggal
8-22 Januari 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yaitu
sebanyak 27 responden (61,4%) patuh dalam merawat luka post operasi katarak dan sebagian
besar mendapat dukungan dari keluarga sebanyak 33 responden (75%). Hasil uji statistik
didapatkan nilai p.value = 0,012. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara
dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pasien dalam merawat luka post operasi
katarak di Poliklinik Mata Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih Tahun 2024. Dukungan
keluarga sangat menentukan tingkat kepatuhan pasien dalam merawat luka post operasi,
disarankan kepada petugas kesehatan mengembangkan pelayanan kesehatan yang berfokus
pada keluarga sebagai perantara untuk tercapainya kesehatan secara optimal ketika
dirumah agar pasien post operasi katarak patuh dalam merawat luka post operasi katarak [show more]
|
|