<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="https://digilib.upnb.ac.id/items?output=omeka-xml&amp;page=325&amp;sort_field=Dublin+Core%2CTitle" accessDate="2026-08-20T03:40:42+02:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>325</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>3764</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="2599" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2583">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2599\Skripsi_Etmisal_Fitrianti.1.pdf</src>
        <authentication>798efd4139c5dd12c88436d02b888d92</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12038">
                <text>PERBANDINGAN PEMBERIAN JUS BAYAM HIJAU CABUT DAN JUS JAMBU BIJI MERAH TERHADAP KENAIKAN HB PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS PEMBANTU SUNGAI LIKU KECAMATAN RANAH PESISIR KABUPATEN PESISIR SELATAN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12039">
                <text>Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia, terutama bagi kelompok Wanita Usia Subur (WUS) khususnya ibu hamil. Terapi utama yang dapat dilakukan pada ibu hamil dengan anemia adalah dengan pemberian suplemen Fe yang penyerapannya dipengaruhi keterssediaan vitamin C dalam tubuh. Diantara sayur dan buah yang banyak mengandung Fe dan vitamin C adalah bayam dan jambu biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemberian jus bayam hijau dan jus jambu biji merah terhadap kenaikan Hb pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Pembantu Sungai Liku tahun 2019. Desain quasi-eksperimen dengan desain one grup pretest postest design with control group. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami anemia di wilayah Puskesmas Pembantu Sungai Liku berjumlah 12 orang, dengan pengambilan sampel secara total sampling. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil univariat diketahui rata-rata kadar Hb sebelum diberikan jus bayam hijau adalah 9,15 gr% dan sebelum diberikan jus jambu biji merah 9,13 gr%. Rata-rata kadar Hb sesudah diberikan jus bayam hijau adalah 9,95 gr% dan sesudah diberikan jus jambu biji merah 9,80gr% . Hasil bivariat ada pengaruh pemberian jus bayam hijau dan jus jambu biji merah terhadap kadar Hb ibu hamil (p = 0,000). Perbandingan peningkatan kadar Hb setelah pemberian jus bayam hijau dan jus jambu biji merah adalah 0,80 : 0,67 (p = 0,055). Disimpulkan bahwa jus bayam hijau lebih berpengaruh terhadap kenaikan Hb ibu hamil. Diharapkan pada petugas Puskesmas agar memotivasi ibu hamil anemia untuk banyak mengkonsumsi bayam hijau ataupun jus jambu biji merah untuk meningkatkan kadar Hb dan mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12040">
                <text>ETMISAL FITRIANTI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12041">
                <text> &#13;
 &#13;
 &#13;
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN  &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI &#13;
TAHUN 2019 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12042">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2100" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2090">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2100\Skripsi_yulia_ulva_revisi_fix_-_2_Betul.1.pdf</src>
        <authentication>0215ad992f406c0519a15824122e6b80</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9584">
                <text>PERBANDINGAN PEMBERIAN KOMBINASI OKSITOSIN DAN MISOPROSTOL DENGAN PEMBERIAN OKSITOSIN TERHADAP JUMLAH DARAH KALA III DAN KALA IV DI RSUD SAWAHLUNTO DAN BPM ERMI B KOTA SAWAHLUNTO TAHUN 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9585">
                <text>Perdarahan pasca persalinan merupakan suatu kejadian kegawatdaruratan yang dapat diramalkan. Karena itu sangat penting melakukan tindakan pencegahan perdarahan pasca persalinan dengan pemberian obat-obat uterotonika.. Pemberian kombinasi misoprostol dan oksitosin telah dilakukan di RSUD Sawahlunto pada penatalaksanaan aktif kala III untuk mencegah perdarahan post partum. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan pemberian kombinasi oksitosin dan misoprostol dengan pemberian oksitosin terhadap jumlah darah kala III dan kala IV. Jenis penelitian ini pra eksperimen, dengan rancangan perbandingan 2 kelompok (post only two group design. Populasi semua ibu bersalin di RSUD Sawahlunto dengan jumlah rata-rata 40 orang per bulan, dan semua ibu bersalin di BPM Ermi B dengan jumlah rata-rata 40 orang per bulan. Jumlah sampel 16 orang, diambil secara convenience sampling. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil univariat diketahui jumlah darah kala III dan kala IV pasien yang diberikan kombinasi oksitosin dan misoprostol adalah 177,25 + 59,916 cc dan jumlah darah kala III dan kala IV pasien yang diberikan oksitosin adalah 340,13 + 48,743 cc. Disimpulkan ada perbedaan pemberian kombinasi oksitosin dan misoprostol dengan pemberian oksitosin terhadap jumlah darah kala III dan kala IV di RSUD Sawahlunto dan BPM Ermi B Kota Sawahlunto tahun 2020, dengan perbandingan 177,25 : 340,13 cc. Diharapkan pada institusi kesehatan khususnya penolong persalinan agar memberikan kombinasi oksitosin dan misoprostol pada penanganan aktif kala III pada ibu bersalin untuk mencegah terjadinya perdarahan kala III dan kala IV.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9586">
                <text>YULIA ULVA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9587">
                <text> INSTITUT KESEHATAN  &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9588">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2728" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2716">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2728\Skripsi_yulia_ulva_revisi_fix_-_2_Betul.1.pdf</src>
        <authentication>717822c893e35fddcc76325f7d191415</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12608">
                <text>PERBANDINGAN PEMBERIAN KOMBINASI OKSITOSIN DAN MISOPROSTOL DENGAN PEMBERIAN OKSITOSIN TERHADAP JUMLAH DARAH KALA III DAN KALA IV DI RSUD SAWAHLUNTO DAN BPM ERMI B KOTA SAWAHLUNTO TAHUN 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12609">
                <text>Perdarahan pasca persalinan merupakan suatu kejadian kegawatdaruratan &#13;
yang  dapat diramalkan.  Karena itu sangat penting melakukan  tindakan &#13;
pencegahan  perdarahan pasca persalinan  dengan pemberian obat-obat &#13;
uterotonika.. Pemberian kombinasi   misoprostol dan oksitosin  telah dilakukan di &#13;
RSUD Sawahlunto  pada penatalaksanaan aktif  kala III untuk mencegah  &#13;
perdarahan post partum.  Penelitian ini bertujuan  mengetahui  perbandingan &#13;
pemberian kombinasi oksitosin dan misoprostol dengan pemberian oksitosin &#13;
terhadap  jumlah darah kala III dan kala IV. Jenis penelitian  ini  pra eksperimen, &#13;
dengan rancangan perbandingan 2 kelompok (post only two group design. &#13;
Populasi    semua    ibu bersalin di RSUD Sawahlunto dengan jumlah rata-rata 40 &#13;
orang per bulan, dan semua ibu bersalin di BPM Ermi B dengan jumlah rata-rata &#13;
40 orang per bulan.  Jumlah sampel 16 orang, diambil secara  convenience &#13;
sampling.  Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil &#13;
univariat diketahui  jumlah  darah kala III dan kala IV    pasien yang  diberikan &#13;
kombinasi oksitosin dan misoprostol adalah 177,25 + 59,916 cc dan jumlah darah &#13;
kala III dan kala IV   pasien yang diberikan oksitosin adalah 340,13 + 48,743 cc. &#13;
Disimpulkan    ada perbedaan pemberian kombinasi oksitosin dan misoprostol &#13;
dengan pemberian oksitosin terhadap  jumlah darah kala III dan kala IV di RSUD &#13;
Sawahlunto dan BPM Ermi B Kota Sawahlunto tahun 2020, dengan perbandingan &#13;
177,25 : 340,13 cc.   Diharapkan pada institusi kesehatan khususnya penolong &#13;
persalinan agar memberikan kombinasi oksitosin dan misoprostol pada &#13;
penanganan aktif kala III pada ibu bersalin untuk mencegah terjadinya perdarahan &#13;
kala III dan kala IV. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12610">
                <text>YULIA ULVA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12611">
                <text> &#13;
 &#13;
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN  &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI &#13;
TAHUN 2020 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12612">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2065" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2055">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2065\Skripsi_Lengkap.2.pdf</src>
        <authentication>8523b4bac44dcb2bbd33be32ed9522cc</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9412">
                <text>PERBANDINGAN PEMBERIAN KOMPRES DAUN RAMBUTAN (NEPHELIUM LAPPACEUM) DENGAN KOMPRES AIR BIASA TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PASCA IMUNISASI  &#13;
DPT PADA BALITA 1-2 TAHUN DI WILAYAH KERJA  POSKESRI  GUNUNG RAJO   TAHUN 2020 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9413">
                <text>Demam merupakan peningkatan suhu tubuh yang dialami oleh nak anak balita pasca &#13;
imunisasi Dpt karena masa usia 1-2 tahun anak balita mengalami proses imunisasi &#13;
didapatkan yang salah satunya adalah demam dan panas ini dapat dilakukan dengan &#13;
pemberian kompres daun rambutan dan kompresair biasa. Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk mengetahuiPerbandingan Pemberian Kompres Daun Rambutan (Nephelium &#13;
Lappaceum) dengan Kompres Air Biasa Terhadap penurunan Suhu Tubuh Pasca &#13;
Imunisasi DPT Pada Balita 1-2 tahun di Wilayah Kerja Poskesri Gunung Rajo Tahun &#13;
2020.  Penelitian ini merupakan penelitian  analitikkomparatif numerik tidak &#13;
berpasangan  dengan desain penelitianquasy experiment design  dengan pendekatan &#13;
two group pretest-posttest design. Dengan analisa univariat dan bivariat. Populasi &#13;
penelitian adalahsemua ibu-ibu yang memiliki balita berusia 1-2tahun yang &#13;
mengalami demam setelah di imunisasi DPT, sampel sebanyak 34 dengan &#13;
menggunakan daun Rambutan 17 orang dan dengan menggunakan kompres air biasa &#13;
17, dengan teknik pengambilan sampel dengancara  pourposive accidental.  Hasil &#13;
penelitian di peroleh Rata-rata  suhu tubuh balita  sebelum intervensi  kompres daun &#13;
rambutan adalah 37.329 º C setelah intervensi adalah menjadi 36.206ºC dan Rata-rata &#13;
suhu tubuh balita  sebelum intervensi  kompres air biasa  adalah  37.141ºC setelah &#13;
intervensi menjadi 36.241ºC.  Uji analisis data yang digunakan adalah uji Paired &#13;
Sample Test pemberian kompres daun rambutan (Nephelium Lappaceum) hasilnya p-&#13;
value (0.032&lt;0,05), dan pemberian kompres air biasa hasilnya p-value (0.039&lt;0,05). &#13;
Sehingga kesimpulannya terdapat pengaruh pemberian kompres daun rambutan dan &#13;
kompres air biasa terhadap penurunan Suhu Tubuh Pasca Imunisasi DPT Pada Balita &#13;
1-2 tahun. Dengan hasil penelitian ini diharapkan pada ibu balita yang mengalami &#13;
peningkatan suhu tubuh pasca imunisasi dapat memberikan terapi dengan kompres &#13;
daun rambutan atau dengan kompres air biasa. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9414">
                <text>SYOFIA   </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9415">
                <text>FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN  &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9416">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2605" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2589">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2605\SKRIPSI.1.pdf</src>
        <authentication>a0a09c1d45e20abbbcb682d3843cc5fb</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12067">
                <text>PERBANDINGAN PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DAN KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI (DYSMENORRHOE) PADA REMAJA PUTRI SMPN 4 BATANG KAPAS KABUPATEN PESISIR SELATAN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12068">
                <text> &#13;
Dysmenorrhoe  terjadi karena peningkatan sekresi prostaglandin F2 alfa &#13;
pada fase luteal siklus menstruasi. Dampak  dysmenorrhoe  pada remaja akan &#13;
mengganggu aktivitas belajar mengajar. Dysmenorrhoe  dapat ditangani melalui &#13;
menajemen nyeri non farmakologi seperti pemberian kompres hangat dan &#13;
kompres dingin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat  perbandingan  pemberian &#13;
kompres hangat dan kompres dingin terhadap penurunan nyeri menstruasi &#13;
(dysmenorrhoe) pada remaja putri SMPN 4 Batang Kapas Kabupaten Pesisir &#13;
Selatan.  Jenis penelitian yang digunakan adalah  Quasy  Eksperiment  dengan &#13;
rancangan  non  equivalent control group design. Populasi adalah semua remaja &#13;
putri berjumlah 105 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik  purposive &#13;
sampling  dengan jumlah  9  orang  untuk kompres hangat dan 9 orang untuk &#13;
kompres dingin. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis &#13;
univariat menunjukkan  rata-rata nyeri menstruasi sebelum diberikan kompres &#13;
hangat adalah 5,89  dan pada  kompres dingin adalah 5,89.  Rata-rata nyeri &#13;
menstruasi sesudah diberikan kompres hangat adalah 4,11  dan pada  kompres &#13;
dingin adalah 4,33. Hasil analisis bivariat didapatkan ada perbandingan pemberian &#13;
kompres hangat dan kompres dingin terhadap penurunan nyeri menstruasi &#13;
(dysmenorrhoe) pada remaja putri  (p = 0,005). Disimpulkan bahwa ada &#13;
perbandingan pemberian kompres hangat dan kompres dingin terhadap penurunan &#13;
nyeri menstruasi (dysmenorrhoe) pada remaja putri, maka diharapkan kepada &#13;
pihak sekolah hendaknya melakukan kerja sama dengan tenaga kesehatan untuk &#13;
memberikan penyuluhan pada remaja putri yang mengalami dismenorrhea untuk &#13;
mencoba menangani dengan memberikan kompres hangat ataupun kompes dingin. &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12069">
                <text> &#13;
ROZI KAMAR </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12070">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN  &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN  &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI  &#13;
TAHUN 2019 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12071">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2143" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2131">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2143\Skripsi_Lengkap_Lega_Wati_4.1.pdf</src>
        <authentication>61c8af36648ac32fcae188c8e45f2f41</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9797">
                <text>PERBANDINGAN PEMBERIAN REBUSAN JAHE (ZINGIBEROFFICINALE) DAN REBUSAN SERAI (CYMBOPOGON-CITRATUS) TERHADAP FREKUENSI EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER.I DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI TUTUNG KECAMATAN AIR HANGAT TIMUR KABUPATEN KERINCI TAHUN 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9798">
                <text>  Emesis merupakan suatu keadaan mual dan muntah yang ditandai meningkatnya &#13;
fungsi asam lambung pada ibu yang mengalami masa hamil dimana kejadian ini &#13;
banyak  dipengaruhi oleh berbagai horman  selama kehamiilan , beberapa &#13;
penamggulangan untuk dapat  dilakukan penanganan emesis gravidarun adalah &#13;
dengan  memberikan rebusan jahe dan rebusan daun sereh    sebagai &#13;
penanggulangan . kejadian ini banyak terjadi di Air hangat timur sungai tutung &#13;
Kerinci dimana   emesis gravidarum  yang dialami oleh ibu hamil mengalami &#13;
peningkatan . dengan demikian peneliti tertarik dan bertujuan untuk mengetahui &#13;
Perbandingan Pemberian  rebusan  Jahe (zingiber-Oficinale) dan  rebusan  Serai &#13;
(cymbopogon citratus) Terhadap Frekuensi  Emesis Gravidarumpada ibu hamil &#13;
trimester.1 wilayah kerja Puskesmas Sungai Tutung Kecamatan Air Hangat Timur &#13;
Kabupaten Kerinci Tahun 2020  Metode penelitian  yang digunakan  Quasi &#13;
Ekperimen dengan pendekatan One Group Pre n post sst Design dengan populasi &#13;
sebanyak 16 orang. Pengolahan data dengan komputerisasi dengan t-Test  alpha &#13;
0,05., Hasil penelitian  Dari 8  responden  didapatkan rata rata  Emesis &#13;
Gravidarumibu hamil trimester 1 sebelum meminum air rebusan jahe sebesar 5,50 &#13;
kali, dan setelah pemberian jahe didapatkan rata rata Emesis Gravidarumibu hamil &#13;
trimester 1 menjadi menurun sebesar 2.38 kali. Sedangkan hasil dari 8 responden &#13;
sebelum meminum air rebusan sereh didapatkan rata rata Emesis Gravidarumibu &#13;
hamil trimester 1  sebesar 6.00 kali.  Dan setelah meminum air rebusan sereh &#13;
didapatkan rata rata  Emesis Gravidarumibu hamil trimester menjadi menurun &#13;
sebesar 2.38 kali. Ada Pengaruh Rebusan jahe Terhadap frekuensi  Emesis &#13;
Gravidarum Ibu hamil Trimester 1 dengan P value (0.016&lt; 0,05). Ada Pengaruh &#13;
Rebusan sereh Terhadap  frekuensi  Emesis Gravidarum  Ibu hamil Trimester 1 &#13;
dengan P value (0.018&lt; 0,05).setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil yang &#13;
Lebih significant antara mengkonsumsi Air Rebusan Jahe di bandingkan dengan &#13;
Air  rebusan  Daun sereh Terhadap frekuensi  Emesis  Gravidarum  Ibu Hamil &#13;
Trimester 1 di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tutung air hangat Timur Kerinci &#13;
Tahun 2020 dengan pvalue (0.004 &lt; 0.05) Disarankan bahwa hendaknya ibu </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9799">
                <text>LEGA  WATI   </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9800">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN  &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9801">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2029" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2019">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2029\skripsi_HM.1.pdf</src>
        <authentication>98672f12e873a638edd6daa387ffd0a7</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9236">
                <text>PERBANDINGAN PENGARUH AROMATERAPI PEPPERMINT &#13;
DENGAN KENANGA TERHADAP MUAL MUNTAH PADA &#13;
IBU HAMIL TRIMESTER 1DI RSUD HAMBA &#13;
KABUPATEN BATANG HARI TAHUN 2020 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9237">
                <text>Mual  dan  muntah pada  masa  kehamilan merupakan reaksi tubuh ibu terhadap &#13;
perubahan  yang  terjadi akibat kehamilan, kehamilan mempengaruhi sistem tubuh, &#13;
baik secara hormonal, fisik, maupun psikologis. Berbagai upaya dilakukan untuk &#13;
menurunkan mual muntah, baik secara  farmakologi maupun nonfarmakologi. Tujuan &#13;
penelitian ini  untuk mengetahui Perbandingan Pengaruh Aromaterapi  Peppermint &#13;
Dengan  Kenanga Terhadap Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester 1 di RSUD &#13;
HAMBA Kabupaten Batang Hari Tahun  2020.  Penelitian ini menggunakan jenis &#13;
penelitian  quarsi eksperiment  dengan desain penelitian  pre-tes  dan  post-test only &#13;
desaigm non-equivalent. Penelitian di lakukan pada bulan Februari-Maret tahun 2020 &#13;
dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang. Instrument penelitian  menggunakan &#13;
lembar  angket PUQE-24. Teknik pengambilan sampel menggunakan  purposive &#13;
samplingdengan teknik pengolahan data menggunakan uji  wilcoxondan  mann &#13;
whitney.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian &#13;
aromatherapy peppermint  terhadap mual muntah pada ibu hamil trimester 1 dengan &#13;
p-value 0,000. Tidak ada pengaruh pemberian aromatherapy kenanga terhadap mual &#13;
muntah pada ibu hamil trimester 1 dengan nilai  p-value  0,086. Ada Perbandingan &#13;
Pengaruh Aromaterapi Peppermint dengan Kenanga Terhadap Mual Muntah Pada Ibu &#13;
Hamil Trimester 1 di RSUD HAMBA Kabupaten Batang Hari Tahun 2020 dengan p-&#13;
value 0,002. Dari hasil penelitian diketahui Ada Perbandingan Pengaruh Aromaterapi &#13;
Peppermint dengan Kenanga Terhadap Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester 1 di &#13;
RSUD HAMBA Kabupaten Batang Hari Tahun 2020. Untuk  itu diharapkan semua &#13;
pihak dapat meningkatkan pelayanan kepada  ibu  Hamil salah satunya dengan &#13;
memberikan Aromatherapy pappermint yang dapat menurunkan mual muntah. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9238">
                <text>Hervina Mayasari </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9239">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN FAKULTAS &#13;
KEBIDANAN INSTITUSI KESEHATAN &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9240">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2737" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12653">
                <text>PERBANDINGAN PENGARUH DAUN TORBANGUN (Coleus &#13;
amboinicuslour) DENGAN ADAS MANIS (Pimpinella anisum) &#13;
TERHADAP VOLUME ASI IBU MENYUSUI DI RSUD HAMBA &#13;
KABUPATEN BATANG HARI                                                       &#13;
TAHUN 2020 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12654">
                <text>Cara meningkatkan volume ASI yaitu dengan cara meningkatkan produksi &#13;
prolaktin dan oksitosin.  Salah  satu upaya yang dapat dilakukan untuk &#13;
menstimulasi sekresi hormon  prolaktin dan oksitosin pada ibu menyusui yaitu &#13;
dengan mengkonsumsi daun torbangun dan adas manis. Daun torbangun dan adas &#13;
manis mengandung zat untuk meningkatkan produksi ASI dan bersifat &#13;
laktagogum memiliki potensi dalam menstimulasi hormon prolactin dan oksitosin &#13;
seperti saponin, flavonoid, polifenol yang dapat meningkatkan dan memproduksi &#13;
ASI.  Penelitian bertujuan untuk  mengetahui perbandingan pengaruh daun &#13;
torbangun dengan adas manis terhadap volume ASI  ibu menyusui di RSUD &#13;
HAMBA Kabupaten Batang Hari. Penelitian ini menggunakan jenis penellitian &#13;
quasy eksperimen  dengan menggunakan desain  two group pretest-postest. &#13;
Populasi dalam penelitian ini berjumlah 120 orang adalah semua ibu menyusui di &#13;
RSUD HAMBA Kabupaten Batang Hari, sampel sebanyak 10  orang ibu &#13;
menyusui dengan menggunakan teknik sampel yaitu  purposive sampling. Hasil &#13;
penelitian menunjukan  pengaruh daun torbangun dengan nilai  p=0,018 dan  &#13;
pengaruh adas manis dengan nilai  p=0,0001.  Dari penelitian yang dilakukan &#13;
terhadap 10 responden, 5 responden diberikan sayur torbangun dan 5 orang lagi &#13;
diberikan seduhan adas manis yang mana  kedua perlakuan tersebut sama-sama &#13;
dapat meningkatkan volume ASI dan adanya perbandingan antara daun torbangun &#13;
dan adas manis  untuk meningkatkan volume ASI  dengan nilai  p=0,020.  Uji &#13;
analisis data yang digunakan adalah uji  T-test. Dengan demikian dapat &#13;
disimpulkan ada pengaruh mengkonsumsi daun torbangun dan adas manis &#13;
terhadap volume ASI. Dari perbandingan dapat disimpulkan ada perbandingan &#13;
pengaruh daun torbangun dengan adas manis terhadap volume ASI ibu menyusui &#13;
di RSUD HAMBA. Dengan hasil penelitian ini, diharapkan konsumsi daun &#13;
torbangun dan adas manis dapat dijadikan rekomendasi dan menerapkannya pada &#13;
ibu menyusui untuk meningkatkan volume ASI. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12655">
                <text> &#13;
 ZURMA YUNITA                  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12656">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUSI KESEHATAN PRIMA &#13;
NUSANTARA BUKITTINGGI                                                &#13;
TAHUN 2020 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12657">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2710" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2697">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2710\Skripsi_Gabungan_-_Copy.1.pdf</src>
        <authentication>aa1cd54ed16e67f1ab966ec1382b77f1</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12521">
                <text>PERBANDINGAN PENGARUH DAUN TORBANGUN (Coleus amboinicuslour) DENGAN ADAS MANIS (Pimpinella anisum) TERHADAP VOLUME ASI IBU MENYUSUI DI RSUD HAMBA KABUPATEN BATANG HARI TAHUN 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12522">
                <text>Cara meningkatkan volume ASI yaitu dengan cara meningkatkan produksi &lt;br /&gt;prolaktin dan oksitosin. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk &lt;br /&gt;menstimulasi sekresi hormon prolaktin dan oksitosin pada ibu menyusui yaitu &lt;br /&gt;dengan mengkonsumsi daun torbangun dan adas manis. Daun torbangun dan adas &lt;br /&gt;manis mengandung zat untuk meningkatkan produksi ASI dan bersifat &lt;br /&gt;laktagogum memiliki potensi dalam menstimulasi hormon prolactin dan oksitosin &lt;br /&gt;seperti saponin, flavonoid, polifenol yang dapat meningkatkan dan memproduksi &lt;br /&gt;ASI. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh daun &lt;br /&gt;torbangun dengan adas manis terhadap volume ASI ibu menyusui di RSUD &lt;br /&gt;HAMBA Kabupaten Batang Hari. Penelitian ini menggunakan jenis penellitian &lt;br /&gt;quasy eksperimen dengan menggunakan desain two group pretest-postest. &lt;br /&gt;Populasi dalam penelitian ini berjumlah 120 orang adalah semua ibu menyusui di &lt;br /&gt;RSUD HAMBA Kabupaten Batang Hari, sampel sebanyak 10 orang ibu &lt;br /&gt;menyusui dengan menggunakan teknik sampel yaitu purposive sampling. Hasil &lt;br /&gt;penelitian menunjukan pengaruh daun torbangun dengan nilai p=0,018 dan &lt;br /&gt;pengaruh adas manis dengan nilai p=0,0001. Dari penelitian yang dilakukan &lt;br /&gt;terhadap 10 responden, 5 responden diberikan sayur torbangun dan 5 orang lagi &lt;br /&gt;diberikan seduhan adas manis yang mana kedua perlakuan tersebut sama-sama &lt;br /&gt;dapat meningkatkan volume ASI dan adanya perbandingan antara daun torbangun &lt;br /&gt;dan adas manis untuk meningkatkan volume ASI dengan nilai p=0,020. Uji &lt;br /&gt;analisis data yang digunakan adalah uji T-test. Dengan demikian dapat &lt;br /&gt;disimpulkan ada pengaruh mengkonsumsi daun torbangun dan adas manis &lt;br /&gt;terhadap volume ASI. Dari perbandingan dapat disimpulkan ada perbandingan &lt;br /&gt;pengaruh daun torbangun dengan adas manis terhadap volume ASI ibu menyusui &lt;br /&gt;di RSUD HAMBA. Dengan hasil penelitian ini, diharapkan konsumsi daun &lt;br /&gt;torbangun dan adas manis dapat dijadikan rekomendasi dan menerapkannya pada &lt;br /&gt;ibu menyusui untuk meningkatkan volume ASI.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12523">
                <text> ZURMA YUNITA     </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12524">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUSI KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI TAHUN 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12525">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2067" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2057">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2067\Skripsi_Krisna_Yolia_[1].pdf</src>
        <authentication>ae2dd6bbcae1248e4cad75cd17063016</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9422">
                <text>PERBANDINGAN PENGARUH PEMBERIAN JUS ALPUKAT DAN JUS NANAS TERHADAP PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 ASAM JUJUHAN KECAMATAN ASAM JUJUHAN KABUPATEN DHARMASRAYA TAHUN 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9423">
                <text> &#13;
Sindroma premenstruasi  atau  premenstrual syndrome  sering menjadi &#13;
permasalahan dan mengganggu aktifitas sehari-hari maupun aktifitas belajar pada &#13;
kelompok remaja putri. Hal ini juga ditemukan pada remaja putri di SMA Neger i &#13;
1 Asam Jujuhan Kabupaten Dharmasraya, dimana sering ditemukan remaja putri &#13;
yang mengalami gangguan aktifitas belajar karena  Premenstrual Syndrome &#13;
(PMS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Pengaruh &#13;
Pemberian Jus Alpukat dan Jus Nanas Terhadap Premenstrual Syndrome  (PMS) &#13;
Pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Asam Jujuhan  Kecamatan Asam Jujuhan &#13;
Kabupaten Dharmasraya Tahun 2020 &#13;
Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan pendekatan two group &#13;
pre test post test design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi SMAN &#13;
1 Asam Jujuhan yang mengalami PMS yaitu sebanyak 14 orang, pengambilan &#13;
sampel  secara  total sampling  dengan besaran sampel sebanyak 14 orang. &#13;
Pengumpulan data menggunakan lembar  kuisioner SPAF, analisis data meliputi &#13;
analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji t-independen test. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terjadi penurunan derajat &#13;
premenstrual syndrome  setelah pemberian jus buah alpukat yaitu dari 35,57 &#13;
menjadi 24,14 setelah intervensi dan terjadi penurunan derajat  premenstrual &#13;
syndrome  setelah pemberian jus buah nenas yaitu dari 37,42 menjadi 17,42 &#13;
setelah intervensi. Terdapat perbedaan penurunan rata-rata derajat  premenstrual &#13;
syndrome  responden antara  dua  dengan perbedaan rata-rata penurunan sebesar &#13;
6,57 dan p-value = 0,005, dimana penurunan lebih besar pada kelompok &#13;
pemberian jus buah nanas. &#13;
Disimpulkan bahwa pemberian  jus buah nanas lebih efektif dalam &#13;
penurunan derajat  premenstrual syndrome.  Disarankan  kepada semua pihak &#13;
terutama wanita yang mengalami  premenstrual syndrome  untuk dapat &#13;
memanfaatkan jus buah nanas sebagia penatalaksanaan secara non farmakologis &#13;
terhadap premenstrual syndrome. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9424">
                <text>Krisna Yolia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9425">
                <text> &#13;
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9426">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
