<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="https://digilib.upnb.ac.id/items?output=omeka-xml&amp;page=107" accessDate="2026-08-15T01:05:50+02:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>107</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>3754</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="2724" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2712">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/33\2724\skripsi_utuh_Della_Marcelina_Syam_[_S1_Kep_]_[pdf.io].pdf</src>
        <authentication>70a66e9d2f7f2fef4f46926d10ea9cc5</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="33">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5343">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12589">
                <text>HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN KEJADIAN SKABIES DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II TANJUNG PATI TAHUN 2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12590">
                <text>Skabies merupakan penyakit kulit yang sering terjadi pada penduduk dengan kepadatan hunian yang tinggi seperti di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tanjung Pati. Data dari klinik LPKA Tanjung Pati menunjukkan penyakit skabies meningkat setiap tahunya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara personal hygiene dan kepadatan hunian pada Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tanjung Pati. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Rancangan pada penelitian ini yaitu Cross sectional. Total populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 67 orang anak binan. Besaran sampel penelitian sebanyak 67 sampel menggunakan metode total sampling. Hasil pemeriksaan peneliti, sebanyak 41 responden (61,2%) mengalami skabies. Hasil uji statistik menunjukkan sebanyak 36 responden (53,7%) memiliki hygiene buruk dan sebanyak 57 orang (85,1%) padat penghuni. Hasil uji chi- square menunjukkan ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian skabies dengan nilai (p=0,000) dan ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian skabies dengan nilai (p=0,038). Kesimpulan pada penelitian ini sebagian besar Anak Binaan memiliki personal hygiene yang buruk, terutama pada kebersihan badan, pakaian dan alas tidur/ sprei. Kepadatan hunian yang tinggi juga meningkatkan risiko terjadi skabies. Hendaknya petugas LPKA rutin memberikan penyuluhan kepada anak binaan mengenai penyakit skabies dan pentingnya personal hygiene.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12591">
                <text>DELLA MARCELINA SYAM</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12592">
                <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARABUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12593">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2723" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2711">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2723\SKRIPSI_YENRIZA12.1.pdf</src>
        <authentication>39d331bc39e088a6d874025b5182ea98</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12584">
                <text>PENGARUH TINDAKAN MARSIDUDU TERHADAP PENGELUARAN LOCHEA PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CUBADAK KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12585">
                <text>Masalah kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan, diperkirakan 60 % kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan dan 50 % kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Di Pasaman masih banyak ibu melakukan perawatan nifas berdasarkan budaya dan adat istiadat khususnya di nagari Cubadak kecamatan Dua Koto yang dikenal dengan marsidudu. Marsidudu merupakan budaya masyarakat di Nagari Cubadak Kabupaten Pasaman pada perawatan ibu nifas, Ibu dan bayi diletakkan didekat api tungku kayu dengan posisi ibu membelakangi api tersebut, Memanaskan pakaian bayi sebelum dipakai, meletakkan besi dibawah tempat tidur ibu.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah Pengaruh tindakan Marsidudu terhadap pengeluaran lochea pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Cubadak Kabupaten Pasaman. Metode penelitian Rancangan Pretest – Posttest with kelompok kontrol Populasi adalah ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Cubadak Kabupaten Pasaman bulan Maret 2019. Dengan pengambilan sampel 5 orang kelompok kontrol dan 5 orang kelompok marsidudu. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil analisa univariat Pengeluaran lochea pada ibu nifas kelompok kontrol dan kelompok marsidudu sebelum ( Pretest ) diberikan intervensi memiliki rata – rata 1,20 ( kelompok kontrol = kelompok marsidudu ) dan hasil setelah dilakukan ( Posttest) tindakan marsidudu ada perbedaan yaitu kelompok kontrol dengan rata – rata 1,40 dan kelompok marsidudu 2,00. Hasil analisa bivariat diketahui ada hubungan antara marsidudu dengan pengeluaran lochea yaitu (P value = 0,016 ). Dapat disimpulkan bahwa Pengaruh tindakan marsidudu terhadap pengeluaran lochea pada ibu nifas diwilayah kerja Puskesmas Cubadak Kabupaten Pasaman Tahun 2019 mempunyai pengaruh yang signifikan. Dan disarankan kepada peneliti selanjutnya agar meneliti pengaruh budaya marsidudu terhadap bayi baru lahir..</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12586">
                <text>YENRIZA                         </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12587">
                <text>PROGRAM STUDI NERS STIKes PRIMA NUSANTARA BUKIT TINGGI APRIL 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12588">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2722" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2710">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2722\ega_sharifa_s_lppm_benar.1.pdf</src>
        <authentication>b6d0891bb85a575c6782ce139e4ba03e</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12579">
                <text>PENGARUH TERAPI RENDAM AIR HANGAT TERHADAP EDEMA PADA TUNGKAI BAWAH IBU HAMIL DI RUANG KEBIDANAN RSUD CHATIB QUSWAIN SAROLANGUN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12580">
                <text>Edema tungkai bawah merupakan salah satu ketidak nyamanan kehamilan yang sering dikeluhkan ibu hamil. Edema tungkai bawah ditemukan sekitar 80% pada ibu hamil trimester III. Data Kabupaten Sarolangun tahun 2016 menyebutkan sebanyak 271 orang (10%)dengan berbagai keluhan seperti edema tungkai. Fenomena yang terjadi di Ruang Kebidanan RSUD Dr H Chatib Quzwaen Sarolangun berdasarkan observasi, bahwa sebanyak 4 dari 19 orang ibu hamil mengalami edema pada tungkai kaki dan tidak tahu bagaimana mengatasinya. Terapi rendam kaki dapat digunakan sebagai alternatif non-farmakologis dengan menggunakan metode yang lebih murah dan mudah.Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat terhadap edema pada tungkai bawah ibu hamil di RSUD Dr H Chatib Quzwaen Sarolangun Tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi experiment dengan rancangan one grup pretest-posttest design pada subjek yang sama untuk megetahui-mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat terhadap edema pada tungkai bawah ibu hamil. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Maret 2019, dengan sampel ibu hamil yang mengalami edema Tungkai bawah di Ruangan Kebidanan RSUD Chatib Quswain Sarolangun, yaitu sebanyak15 orang dan pengolahan data menggunakan uji t-test dependent (paired sample t-test).Hasil analisis univariat pada penelitian ini di dapatkan bahwarata-rata tingkat edema pada ibu hamil sebelum dilakukan tindakan rendam air hangat adalah 2,53. Kemudian rata-rata tingkat edema pada ibu hamil setelah dilakukan tindakan rendam air hangat adalah 1,07. Hasil analisis bivariat diperoleh adanya pengaruh terapi rendam air hangat terhadap edema pada tungkai bawah ibu hamil di RSUD Dr H Chatib Quzwaen Sarolangun Tahun 2018 (p-value=0,000, (p&amp;lt; 0,05)).Diharapkan kepada setiap tenaga kesehatan agar menerapkan terapi rendam air hangat untuk mengurangi edema pada tungkai bawah pada ibu hamil.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12581">
                <text>EGA SHARIFA.S </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12582">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12583">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2721" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2709">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2721\Skripsi_Betti_Gustiarezki_[Sarjana_Terapan_Kebidanan_Progsus.pdf</src>
        <authentication>95be4d5ee7a9249923a115ef73bdbaad</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12574">
                <text>HUBUNGAN KONSUMSI MIKRONUTRIEN IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD PROF. DR. H. M. HUBUNGAN KONSUMSI MIKRONUTRIEN IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD PROF. DR. H. M. CHATIB QUZWAIN KABUPATEN SAROLANGUN TAHUN 2019 HUBUNGAN KONSUMSI MIKRONUTRIEN IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD QUZWAIN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12575">
                <text>Preeklamsia merupakan penyebab kematian ibu kedua terbesar pada kehamilan di dunia. Hal ini terlihat dengan tingginya angka morbiditas dan mortalitas preeklampsia. Salah satu upaya untuk menurunkannya adalah dengan mengetahui faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia diantaranya adalah kurangnya asupan nutrisi mikronutrien yang dikonsumsi oleh ibu hamil selama kehamilannya. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui adanya Hubungan Konsumsi Mikronutrien terhadap kejadian Preeklampsia di RSUD Prof. Dr. H. M. Chatib Quzwain. Desain yang digunakan adalah cross sectional dengan 27 sampel. Pendekatan yang digunakan adalah retrospektif dimana pengumpulan data berdasarkan data sekunder yaitu rekam medis. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan nilai proporsi penelitian terdahulu. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan kuisioner, food count, ukuran rumah tangga, serta aplikasi nutrisurvey sebagai media perhitungan kadar asupan nutrisi setiap sampel. Data diolah menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikronutrient (dalam penelitian ini diwakili oleh kalsium, zinc, dan magnesium) berperan terhadap kejadian preeclampsia dengan nilai p value masing-masing sebesar 0,004, 0,033, dan 0,013. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa asupan mikronutrient berpengaruh terhadap kejadian preeclampsia di RSUD Prof. Dr. H. M. Chatib Quzwain Sarolangun.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12576">
                <text>BETTI GUSTIAREZKI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12577">
                <text>PROGRAM STUDI S1 TERAPAN KEBIDANAN STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI PROGRAM STUDI S1 TERAPAN KEBIDANAN STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI MARET 2019 PROGRAM STUDI S1 TERAPAN KEBIDANAN STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12578">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2720" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2708">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2720\Skripsi_Mentari_Fajriani_Lengkap.1.pdf</src>
        <authentication>4e28e248f27a53c04de2ef0e657a3b06</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12569">
                <text>Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa tentang Cuci Tangan Pakai Sabun di SD Negeri 18 Koto Alam Nagari Tabek Patah Kec. Salimpaung Kb. Tanah Datar Tahun 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12570">
                <text>Cuci tangan pakai sabun merupakan tindakan yang dapat menghindarkan dari berbagai penyakit akibat tangan yang tidak bersih, seperti diare, ISPA dan penyakit infeksi lainnya. Provinsi Sumatera Barat menempati urutan 11 tertinggi kasus diare di sarana kesehatan dan diare merupakan salah satu dampak dari kurang personal hygiene pada tangan. Begitu pun di SD Negeri 18 Koto Alam dimana adanya fenomena seringnya siswa tidak hadir karena sakit dan diare merupakan salah satu penyakit yang sering menyebabkan siswa tidak hadir ke sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang cuci tangan pakai sabun yang telah dilaksanakan pada bulan Maret terhadap 31 siswa di SD Negeri 18 Koto Alam dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lember kuisioner dan analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang cuci tangan pakai sabun, dimana terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 1,225 dan p-value = 0,000, sedangkan pada faktor sikap terjadi peningkatan rata-rata sebesar 4,74 dan p-value = 0,000. Disimpulkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa SD Negeri 18 Koto Alam tentang tindakan cuci tangan pakai sabun. Maka dari itu, diharapkan kepada semua pihak terutama pihak sekolah untuk selalu memberikan bimbingan dan pendidikan kesehatan tentang cuci tangan pakai sabun serta memfasilitasi tindakan dengan penyediaan sarana cuci tangan di lingkungan sekolah.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12571">
                <text>Mentari Fajriani </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12572">
                <text>intitut kesehatan prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12573">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2719" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2707">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/33\2719\SKRIPSI_ZILMA_FITRA.1.pdf</src>
        <authentication>76b7233693dbdbbaf16aee7bb80a4d38</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="33">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5343">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12564">
                <text>Pengunaan NIHSS Pada Pasien Stroke Iskemik Dan Stroke Hemoragik Dalam Menilai Derajat Keparahan Stoke Diruang Rawat Inap Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M.Hatta Bukittinggi Tahun 2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12565">
                <text>Stroke merupakan penyebab kematian ketiga didunia setelah penyakit jantung dan keganasan. Terdapat dua macam stroke yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Penelitian ini bertujuan mengetahui “Bagaimana pengunaan NIHSS pada pasien stroke iskemik dan stroke hemoragik dalam menilai derajat Keparahan Stoke Diruang Rawat Inap Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M.Hatta Bukittinggi Tahun 2023”. Jenis penelitian deskriptif prospektif. Populasi penelitian ini seluruh pasien dengan stroke iskemik dan hemoragik yang dirawat di RSOMH Bukittinggi. Sampel penelitian sebanyak 80 orang responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accedental Sampling. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kusioner NIHSS (National Institutes of Scale) dengan analisa univariat. Berdasarkan NIHSS diketahui bahwa pada stroke Iskemik kesadaran 75% sedang, Gaze 97,5% normal, Visual 95% normal, Paralisis wajah 47,5% normal, motorik lengan 70% ringan, motorik tungkai 85% ringan, ataksia ekstermitas 95% tidak ada, sensorik 80% normal, Bahasa 77,5% normal, disartria 70% normal dan neglect 67,5% normal. Sedangkan pada Stroke Hemoragik kesadaran 50% mengantuk, Gaze 72,5% normal, Visual 75% normal, Paralisis wajah 62,5% normal, motorik lengan 57,5% ringan, motorik tungkai 62,5% ringan, ataksia ekstermitas 62,5% tidak ada, sensorik 42,5% ringan, Bahasa 65% normal, disartria 35% sedang-berat dan neglect 60% ringan. Kesimpulan derajat keparahan stroke hemoragik dan iskemik kategori sedang. Saran diharapkan pihak pelayanan kesahatan untuk memberikan perhatian yang sama antara stroke iskemik dan stroke hemoragik agar pasien dapat mengetahui derajat keparahan stroke nya.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12566">
                <text> &#13;
ZILMA FITRA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12567">
                <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12568">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2718" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2706">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2718\Asma_Yetti_171012115301062_Terpan_Kebidanan.1.pdf</src>
        <authentication>cee58c1789abb84b239299b15d28cf1e</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12559">
                <text>PENGARUH PENATALAKSANAAN PIJAT BAYI TERHADAP BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUMPULAN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12560">
                <text>Gizi kurang pada balita menyumbang 54% kematian balita. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, bahwa 6 (37,5 %) dari 16 Puskesmas memiliki balita dengan status gizi kurang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan status gizi bayi adalah dengan melakukan pijat Bayi. Pijat Bayi merupakan alternative dalam meningkatkan nafsu makan pada sikecil. Pijat Bayi memerlukan media dalam proses pemijatannya, salah satunya adalah minyak. Minyak baby oil sering digunakan oleh tenaga kesehatan dalam melakukan pemijatan karena baby oil sangat mudah ditemukan dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penatalaksaan pijat bayi terhadap berat badan balita gizi kurang. Desain penelitian Quasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest postest design. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kumpulan, pada bulan Januari 2019. Populasi adalah seluruh balita gizi kurang yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Kumpulan Kabupaten Pasaman pada bulan Desember 2018, sebanyak 71 orang. Sampel berjumlah 15 orang, yang diambil secara (multi stage random sampling). Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil univariat diketahui Rata-rata berat badan balita sebelum dilakukan pijat bayi pada 10.267 gram, Rata-rata berat badan balita sesudah dilakukan pijat bayi pada 10.907 gram. Hasil bivariat ada pengaruh penatalaksaan pijat Bayi menggunakan baby oil terhadap berat badan balita gizi kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Kumpulan Tahun 2019 (p = 0,000). Pada petugas Puskesmas agar pijat bayi dijadikan suatu program rutin pada balita supaya tumbuh kembang balita menjadi lebih optimal.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12561">
                <text>asma yetti</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12562">
                <text>intitut kesehatan prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12563">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2717" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2705">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/33\2717\Skripsi_REZKYNIA_CD.1.pdf</src>
        <authentication>53b7db2cbf46c7566ae4106ea9b179eb</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="33">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5343">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12554">
                <text>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&#13;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BUBUR KACANG HIJAU TERHADAP PENINGKATAN STATUS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&#13;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&#13;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;IV KOTO KABUPATEN AGAM&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&#13;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;TAHUN 2023&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12555">
                <text>Masa balita merupakan masa penentu pertumbuhan dan perkembangan didukung oleh asupan zat gizi yang dikonsumsi. Jika zat gizi tidak terpenuhi maka menyebabkan kekurangan gizi. Prevalensi kejadian gizi kurang Indonesia 18,1 %, Sumatera Barat 23,3% Kabupaten Agam 12,6 %,. Salah satu pencegahan gizi kurang dapat diatasi dengan pemberian makanan tambahan berupa bubur kacang hijau. Kacang hijau memiliki kandungan protein 22,2 gr dalam 100 gr yang berguna untuk proses pertumbuhan pada balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan bubur kacang hijau terhadap peningkatan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesms IV Koto Kabupaten Agam Tahun 2023.Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Pengumpulan data dilakukan tanggal 2 Februari sampai dengan 9 Februari 2023. Populasi penelitian yaitu balita di Puskesmas IV Koto 133 orang. Sampel penelitian berjumlah 15 oranguntuk kelompok intervensi dan 15 orang untuk kelompok kontrol. Alat pengumpulan data yaitu timbangan digital, format lembaran pemantauan harian. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Paried T Test.Hasil penelitian didapatkan rata-rata status gizi berdasarkan berat badan balita sebelum pemberian makanan tambahan bubur kacang hijau yaitu 11,087 dan setelah pemberian makanan tambahan bubur kacang yaitu 11,2267 Pengaruh pemberian makanan tambahan bubur kacang hijau terhadap peningkatan status gizi balita didapatkan nilai p value = 0,000 (p value&amp;lt; 0,05).Disimpulkan bahwa pemberian makanan tambahan bubur kacang hijau dapat meningkatkan status gizi balita di Wilayah kerja Puskesmas IV Koto Kabupaten Agam. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan salah satu cara untuk meningkatkan status gizi balita dengan pemberian makanan tambahan berupa bubur kacang hijau.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12556">
                <text>REZKYNIA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12557">
                <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12558">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2716" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2704">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2716\REVISI_SKRIPSI_DEVIRA_AMBARLINY_28_DESEMBER.1.pdf</src>
        <authentication>b1c104fccbb99ce468a39f524b8fe15e</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12549">
                <text>PENGARUH NUGGET TEMPE TERHADAP BERAT BADAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIALANG KABUPATEN DHARMASRAYA TAHUN 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12550">
                <text>Data Kabupaten/Kota Dharmasraya memiliki balita sebanyak 17.350 orang balita, terdapat 311 orang balita yang mengalami berat badan kurang dengan 23,5%. Upaya untuk mengurangi terjadinya berat badan balita pada anak balita yaitu dengan memberikan makanan yang bergizi pada anak nya. Untuk itu peneliti memanfaatkan makanan ciri khas Dharmasraya agar menjadi makanan yang bergizi seperti nugget tempe untuk anak-anak karena manfaat tempe yang begitu banyak sehingga bisa meningkatkan berat badan balita di daerah Dharmasraya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Pengaruh Nugget Tempe Terhadap Berat Badan Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Kabupaten Dharmasraya Tahun 2020. Metode penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimen yaitu One Group Pretest-postest kemudian data diolah dengan menggunakan uji paired sampel test. Populasi pada penelitian ini adalah 92 orang dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 16 orang responden. Hasil penelitian ini rata-rata BB sebelum dilakukan pemberian nugget tempe pada balita sebanyak 8,250 dengan standar deviasi 0,6044 dan rata-rata BB sesudah dilakukan pemberian nugget tempe pada balita sebanyak 8,381 dengan standar deviasi 0,585. Hasil uji normalitas BB sebelum (p=0,371), BB post (p=0,112) sehingga dapat disimpulkan semua data berdistribusi normal. Perbedaan rata-rata BB sebelum dan sesudah 0,1312 dengan standar deviasi 0,1138. Hasil uji statistik didapatkan p value 0,0001 artinya adanya Pengaruh Nugget Tempe Terhadap Berat Badan Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Kabupaten Dharmasraya Tahun 2020. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya Pengaruh Nugget Tempe Terhadap Berat Badan Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Kabupaten Dharmasraya Tahun 2020. Saran pada pelayanan kesehatan dapat meningkat berat badan anak dengan pemberian tempe pada anak balita yang mengalami berat badan balita .</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12551">
                <text>DEVIRA AMBARLINNY </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12552">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12553">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2715" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2703">
        <src>https://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2715\SKRIPSI_FITRI_NILAM_SARI-2_[3]1.pdf</src>
        <authentication>c7e73083c0d7f13c7491973fc2020fd9</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12544">
                <text>PENGARUH PERBANDINGAN DAUN GINGSENG JAWA(Talinum Paniculatum Gaertn) DAN BIJI KLABET (Fenugreek)TERHADAPVOLUME ASI PADA IBU MENYUSUIDI PMB BIDAN “N” DAN BIDAN “R”WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMURUP TAHUN 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12545">
                <text>Di Indonesia cakupan pemberian ASI eklusif secara nasional yaitu cakupan ASI pada bayi 0-5 bulan 54,0% tahun 2017, sedangkan cakupan pemberian ASI Ekslusif pada bayi sampai 0-6 bulan 37,6 % pada tahun 2017. Berdasarkan data survey awal yang telah dilakukan di PMB Bidan “N” dan Bidan “R” Kerinci. Data dari bulan Desember 2019, terdapat 25 orang menyusui. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan pada 5 orang ibu menyusui, hasil wawancara menunjukkan 2 dari 5 ibu menyusui tidak memberikan ASI ekslusif dan ibu tidak mengetahui bahwa gingseng jawa dan biji klabet dapat meningkatkan produksi ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Perbandingan Daun Gingseng Jawa dan Biji Klabet Terhadap Volume ASI Pada Ibu Menyusui di PMB Bidan “N” dan Bidan “R” Wilayah Kerja Puskesmas Semurup Tahun 2020.Jenis penelitian ini adalah Pre-Eksperimen dengan desain two group pretest-postest. Dengan populasi 25 orang, sampel penelitian adalah12 orang. Untuk mengetahui pengaruh perbandingan Daun Gingseng Jawa dan Biji Klabet diuji dengan uji T-test Independen dengan derajat kepercayaan 95 %. Data dilakukan uji normalitas menggunakan Shapiri-Wilk dengan hasil data terdistribusi normal sehingga analisi univariat bermakna (p &amp;gt; 0,05). Hasil univariat penelitian menunjukkan bahwa rata –rata Volume ASI sebelum diberikan daun ginseng jawa yaitu 27,08 dan sd sebesar 13,04, rata – rata sesudah diberikan daun ginseng jawayaitu 54,58 ml dan sd sebesar 10,32. Hasil uji univariat Rata-rata sebelum diberikan biji klabet yaitu 32,08 ml dan sd sebesar 7,82. Rata-rata sesudah diberikan biji klabet yaitu 64,16 ml dan standar deviasi sebesar 11,64. Hasil analisis bivariat Ada perbedaan pengaruh daun gingseng jawa dengan biji klabet terhadap volume ASI pada ibu menyusui di PMB Bidan “N” dan Bidan “R” wilayah kerja Puskesmas Semurup Tahun 2020 (0,0005).Diharapkan dapat menambah pengetahuan ibu tentang pengaruh mengkonsumsi gingseng jawa dan biji klabet terhadap volume ASI sehingga ibu bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayi dan bayi puas mengkonsumsi ASI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12546">
                <text>FITRI NILAM SARI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12547">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12548">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
