<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="2740" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/items/show/2740?output=omeka-xml" accessDate="2026-04-07T07:46:32+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="2727">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/90\2740\Skripsi_Lengkap_Abdul_Halim_[ACC]_[1].pdf</src>
      <authentication>43f2b0ca1dd40fc54224926a18dfef53</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="90">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="8373">
                <text>Tahun 2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="12667">
              <text>PENGARUH VIDEO EDUKASI KESEHATAN MENTAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TERKAIT PELAYANAN KESEHATAN MENTAL PADA USIA DEWASA MUDA DI UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI TAHUN 2024</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="12668">
              <text>Kesehatan mental sangat penting bagi kualitas hidup, namun banyak orang dewasa muda kurang memahami dan memiliki sikap positif terhadap pelayanan kesehatan mental. Data dari Kementerian Kesehatan tahun 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 6,1% penduduk di Indonesia berusia 15 tahun keatas mengalami gangguan kesehatan mental, yang berarti sekitar 12,2 juta orang, Hal ini disebabkan kurangnya edukasi tentang isu kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara sebelum dan sesudah pemberian video edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap dewasa awal mengenai pelayanan kesehatan mental di Universitas Prima Nusantara Bukittinggi tahun 2024. Metode penelitian menggunakan pre-eksperimen dengan desain one grup pretest and posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 43 responden. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan Paired sampel t-Test. Lokasi penelitian dilaksanakan di Universitas Prima Nusantara Bukittinggi. Penelitian ini menemukan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (70%) dan berusia 20- 21 tahun (53%), sebagian besar dari program studi S1 Bidan (30%) dan S1 Keperawatan (23%). Setelah diberikan video edukasi kesehatan, pengetahuan responden meningkat signifikan dari 40,23 menjadi 74,65, dan sikap meningkat dari 17,30 menjadi 18,40. Uji paired samples test menunjukkan pengaruh signifikan pada kedua variabel, dengan nilai signifikansi masing-masing 0.000 dan 0.001. Korelasi antara pengetahuan dan sikap setelah intervensi adalah 0.290 dan 0.547, menunjukkan hubungan positif. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar video edukasi kesehatan mental diperluas di berbagai universitas untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap dewasa muda terhadap pelayanan kesehatan mental. Institusi pendidikan dan lembaga kesehatan mental juga perlu memperkuat program edukasi untuk mengurangi stigma dan meningkatkan pemahaman. Selain itu, pengembangan materi edukasi yang menarik dan mudah diakses penting untuk memastikan pesan tersampaikan dengan efektif.</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="12669">
              <text>ABDUL HALIM   </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="12670">
              <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN PROMOSI KESEHATAN   &#13;
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT  &#13;
UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI   </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="12671">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
