<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="2452" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/items/show/2452?output=omeka-xml" accessDate="2026-04-20T01:57:04+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="2437">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/98\2452\SKRIPSI_SISI_KURNIA_FULL.1.pdf</src>
      <authentication>ca9df396f6629c0fca7b571f98e9071f</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="98">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="10689">
                <text>Tahun 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11325">
              <text>PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN PASCA BEDAH APENDIKTOMI DIRUANG BEDAH RUMAH SAKIT TENTARA BUKITTINGGI 2020</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11326">
              <text>Nyeri merupakan suatu mekanisme proteksi tubuh, timbul ketika jaringan sedang rusak, dan menyebabkan individu tersebut bereaksi menghilangkan rasa nyeri. Nyeri yang tidak ditangani dapat menjadi stressor yang menimbulkan ketegangan. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat mengurangi nyeri adalah mobilisasi dini. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat mengurangi nyeri adalah mobilisasi dini. Mobilisasi dini berguna untuk mengalihkan perhatian klien dari nyeri yang dirasakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap intensitas nyeri pada pasien pasca bedah apendiktomi di ruang bedah rumah sakit tentara bukittinggi 2020. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen. Pendekatan yang digunakan adalah rancangan posttest dengan kelompok kontrol (posttest only control group design). Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling yaitu accidental sampling yang melibatkan 8 orang kelompok kontrol dan 8 orang kelompok intervensi. Analisa data yang digunakan adalah unpaired t-test dengan signifikasi α 0,05. Hasil penelitian menunjukan mean pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi terlihat dari perubahan skala nyeri. Nilai rerata intensitas nyeri pada kelompok kontrol adalah 5,88 sedangkan pada kelompok intervensi adalah 4,13. Analisa data menggunakan unpaired t-test didapatkan hasil p = 0,013 yang menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara intensitas nyeri pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi/ kelompok yang dilakukan mobilisasi dini. Mobilisasi dini daapat menurunkan intensitas nyeri pada pasien pasca bedah apendiktomi. Mobilisasi dini diharapkan dapat menjadi bagian intervensi managemen nyeri pada pasien pasca bedah apendiktomi sehingga diterapkan oleh perawat di Rumah Sakit Tentara Bukittinggi.</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11327">
              <text>SISI KURNIA </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11328">
              <text>INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11329">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
