<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="2096" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/items/show/2096?output=omeka-xml" accessDate="2026-04-08T00:17:15+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="2086">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2096\Skripsi_fitri_yenni.1.pdf</src>
      <authentication>25264f11531ae144f09285171b4a38fd</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="95">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="8999">
                <text>Tahun 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9565">
              <text>Pengaruh Aroma Terapi Lemon terhadap Penurunan Rasa Nyeri pada Pasien Post SC di Ruang Kebidanan RSUD Sawahlunto Tahun 2020</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9566">
              <text>Tindakan SC menyebabkan putusnya kontinuitas atau persambungan jaringan akibat insisi, sehingga mengeluarakan reseptor nyeri dan pasien akan merasakan nyeri terutama setelah efek anastesi habis. Oleh sebab itu, dibutuhkan kombinasi farmakologi untuk mengontrol nyeri dengan non farmakologi agar sensasi nyeri dapat berkurang serta masa pemulihan tidak memanjang. Fenomena yang peneliti temukan di RSUD Sawahlunto, bahwa penanganan nyeri yang dilakukan terhadap ibu post SC adalah dengan memberikan analgetik terutama pada hari pertama post section caesarea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aroma terapi lemon terhadap penurunan rasa nyeri pada pasien post SC. Desain penelitian yang digunakan adalah desain quasi-eksperimen dengan rancangan pretest posttest design with control group. Populasi adalah semua pasien post operasi sectio caesarea yang ada di Ruang Kebidanan RSUD Sawahlunto. Jumlah sampel 16 orang, diambil secara purposive sample. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil univariat diketahui rata-rata tingkat nyeri sebelum intervensi pada kelompok intervensi adalah 8(7-9), dan kelompok kontrol 8.5(7-9). Tingkat nyeri sesudah intervensi pada kelompok intervensi adalah 5.5(5-6), dan kelompok kontrol 7(6-8). Hasil bivariat ada perbedaan skala nyeri sebelum dan setelah intervensi pemberian aroma terapi lemon (p = 0,009), dan ada perbedaan skala nyeri sebelum dan setelah intervensi pada kelompok kontrol (p = 0,010). Disimpulkan bahwa ada perbedaan penurunan nyeri antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p = 0,021). Diharapkan pada petugas agar merekomendasikan pemberian terapi lemon terhadap pasien post SC, dengan menganjurkan keluarga menyediakan aroma terapi lemon tersebut bagi pasien.</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9567">
              <text> Fitri Yenny</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9568">
              <text>INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9569">
              <text>PDF</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
