<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="2083" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/items/show/2083?output=omeka-xml" accessDate="2026-04-08T13:22:59+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="2073">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2083\skripsi_word_lengkap_niki_[1].pdf</src>
      <authentication>24069cc321c5d6ea59da6f54128c509e</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="95">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="8999">
                <text>Tahun 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9500">
              <text>FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN IKTERUS PADA NEONATUS DI KLINIK KELUARGA SIKABAU KABUPATEN DHAMASRAYA TAHUN 2020</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9501">
              <text>Pada  tahun  2019 kejadian ikterus di Kabupaten Dharmasraya yang kejadian &#13;
terbanyak terdapat pada Klinik Keluarga Sikabau yaitu sebanyak 78 kasus dari 280 &#13;
bayi  dan sekitar  25%  -  50%  bayi  baru  lahir menderita  ikterus  pada  minggu &#13;
pertama.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Faktor-faktor Yang &#13;
Berhubungan Dengan Kejadian Ikterus Pada Neonatus Di Klinik Keluarga Sikabau &#13;
Kabupaten Dharmasraya Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian  Cass &#13;
Control Study  dengan  pendekatan retrospektif.    Dengan analisa univariat dan &#13;
bivariat. populasi dari penelitian adalah  seluruh  ibu bersalin atau bayi lahir yang &#13;
tercatat dalam rekam medik Klinik Keluarga Sikabau dengan populasi kasus yaitu &#13;
78 dan populasi kontrol yaitu 202 bayi, dengan sampel kasus 20 dan sampel &#13;
kontrol 20, dengan teknik pengambilan sampel dalah  consecutive sampling. Dari &#13;
penelitian yang didapatkan bahwa dari 40 responden, 20 responden kasus (50,0%) &#13;
yang mengalami Ikterus dan 20 responden kontrol (50,0%) yang tidak ikterus, &#13;
dari 40 responden usia kehamilan lebih dari sebagian yaitu 29 responden (72,5%) &#13;
yang beresiko, dari 40 responden komplikasi kehamilan lebih dari sebagian yaitu &#13;
31 responden (77,5%) ibu tidak beresiko, dan dari 40 responden lebih dari &#13;
sebagian yaitu 27 responden (67,5%) yang memiliki berat badan lahir tidak &#13;
BBLR. Hasil penelitian uji statistik didapatkan ada hubungan usia kehamilan Ibu &#13;
(p=0,034), ada hubungan berat badan lahir (p=0,007) dengan kejadian ikterus &#13;
neonaturum dan tidak ada hubungan komplikasi kehamilan bu dengan Kejadian &#13;
ikterus neonaturum (p=0,449). Maka didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan &#13;
usia kehamilan dan BBLR denga  kejadian ikterus dan pada komplikasi &#13;
kehamilan tidak ada hubungan dengan kejadian ikterus. Dengan hasil penelitian &#13;
ini diharapkan pada ibu hamil selama kehamilan memperhatikan usia saat hamil, &#13;
serta mengkonsumsi makanan yang bergizi selama kehamilan, sehingga &#13;
mengurangi resiko bayi dengan ikterus. </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9502">
              <text>Niki Afrita Aripin </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9503">
              <text> &#13;
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN   &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN   &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9504">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
