<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="2065" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/items/show/2065?output=omeka-xml" accessDate="2026-04-07T22:52:32+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="2055">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2065\Skripsi_Lengkap.2.pdf</src>
      <authentication>8523b4bac44dcb2bbd33be32ed9522cc</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="95">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="8999">
                <text>Tahun 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9412">
              <text>PERBANDINGAN PEMBERIAN KOMPRES DAUN RAMBUTAN (NEPHELIUM LAPPACEUM) DENGAN KOMPRES AIR BIASA TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PASCA IMUNISASI  &#13;
DPT PADA BALITA 1-2 TAHUN DI WILAYAH KERJA  POSKESRI  GUNUNG RAJO   TAHUN 2020 &#13;
 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9413">
              <text>Demam merupakan peningkatan suhu tubuh yang dialami oleh nak anak balita pasca &#13;
imunisasi Dpt karena masa usia 1-2 tahun anak balita mengalami proses imunisasi &#13;
didapatkan yang salah satunya adalah demam dan panas ini dapat dilakukan dengan &#13;
pemberian kompres daun rambutan dan kompresair biasa. Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk mengetahuiPerbandingan Pemberian Kompres Daun Rambutan (Nephelium &#13;
Lappaceum) dengan Kompres Air Biasa Terhadap penurunan Suhu Tubuh Pasca &#13;
Imunisasi DPT Pada Balita 1-2 tahun di Wilayah Kerja Poskesri Gunung Rajo Tahun &#13;
2020.  Penelitian ini merupakan penelitian  analitikkomparatif numerik tidak &#13;
berpasangan  dengan desain penelitianquasy experiment design  dengan pendekatan &#13;
two group pretest-posttest design. Dengan analisa univariat dan bivariat. Populasi &#13;
penelitian adalahsemua ibu-ibu yang memiliki balita berusia 1-2tahun yang &#13;
mengalami demam setelah di imunisasi DPT, sampel sebanyak 34 dengan &#13;
menggunakan daun Rambutan 17 orang dan dengan menggunakan kompres air biasa &#13;
17, dengan teknik pengambilan sampel dengancara  pourposive accidental.  Hasil &#13;
penelitian di peroleh Rata-rata  suhu tubuh balita  sebelum intervensi  kompres daun &#13;
rambutan adalah 37.329 º C setelah intervensi adalah menjadi 36.206ºC dan Rata-rata &#13;
suhu tubuh balita  sebelum intervensi  kompres air biasa  adalah  37.141ºC setelah &#13;
intervensi menjadi 36.241ºC.  Uji analisis data yang digunakan adalah uji Paired &#13;
Sample Test pemberian kompres daun rambutan (Nephelium Lappaceum) hasilnya p-&#13;
value (0.032&lt;0,05), dan pemberian kompres air biasa hasilnya p-value (0.039&lt;0,05). &#13;
Sehingga kesimpulannya terdapat pengaruh pemberian kompres daun rambutan dan &#13;
kompres air biasa terhadap penurunan Suhu Tubuh Pasca Imunisasi DPT Pada Balita &#13;
1-2 tahun. Dengan hasil penelitian ini diharapkan pada ibu balita yang mengalami &#13;
peningkatan suhu tubuh pasca imunisasi dapat memberikan terapi dengan kompres &#13;
daun rambutan atau dengan kompres air biasa. </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9414">
              <text>SYOFIA   </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9415">
              <text>FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN  &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9416">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
