<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="1364" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/items/show/1364?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-19T15:34:44+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="1364">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/31\1364\skripsi_firda.1.pdf</src>
      <authentication>4762bf45c3cbb72a8bb0eca383841a77</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="31">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5274">
                <text>Tahun 2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="6180">
              <text>PENGARUH KOMPRES AIR HANGAT PADA VAGINA &#13;
TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINIUM &#13;
PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH &#13;
PUSKESMAS TANJUNG EMAS &#13;
KABUPATEN TANAH &#13;
DATAR TAHUN &#13;
2024 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="6181">
              <text>Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2017, sekitar &#13;
830 wanita meninggal setiap hari karena komplikasi selama hamil atau persalinan. Di &#13;
Indonesia luka perineum dialami oleh 75% ibu melahirkan pervaginam dan sebagian &#13;
luka tersebut berpotensi menjadi infeksi. Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Emas &#13;
dari 23 orang Ibu Post Partum terdapat 4 orang (27%) mengalami penyembuhan Luka &#13;
Lambat. Salah satu penyebab infeksi adalah perawatan perinium yang kurang baik. &#13;
Penyebab tingginya angka infeksi adalah diakibatkan menurunnya daya tahan tubuh &#13;
pada ibu bersalin rentan terkena infeksi. Untuk mengurangi resiko kematian ibu secara &#13;
global dari 216.100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 menjadi 70 per 100.000 &#13;
kelahiran  hidup  pada  tahun  2030.  Tujuan  dari  penelitian  ini  untuk  mengetahui &#13;
Pengaruh Kompres Air Hangat Pada Vagina Terhadap Penyembuhan Luka Perinium &#13;
Pada Ibu Post Partum. Design penelitian ini dengan rancangan two-group post test only &#13;
control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas (0-40 hari) &#13;
dari  bulan  Desember-Maret  2024  yang  melahirkan  di  Wilayah  Kerja  Puskesmas &#13;
Tanjung Emas yaitu 23 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability &#13;
sample dengan menggunakan metode teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini &#13;
adalah menggunakan purposive sampling, yaitu 8 kelompok intervensi 8 kelompok &#13;
Kontrol.  Hasil  Penelitian  ini  adalah  rata-rata  penyembuhan  luka  5,5  dan  pada &#13;
Kelompok Kontrol 6,5 Hari dengan Mean Different 1 Hari  dan SD = 0,926 Hasil &#13;
perhitungan menggunakan uji Paired T-Test didapatkan p value = 0,034 (p &lt; 0,05), &#13;
yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdpat pengaruh yang signifikan antara &#13;
Pengaruh Kompres Air Hangat Pada Vagina Terhadap Penyembuhan Luka Perinium. &#13;
Penelitian  selanjutnya  disarankan  kepada  petugas  Kesehatan  yang  melakukan &#13;
kunjungan ibu postpartum yang mengalami luka perinium 1 dan 2 untuk melakukan &#13;
pengompresan air hangat vagina untuk penyembuhan luka perinium. </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="6182">
              <text> Firdawati </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="6183">
              <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="6184">
              <text>PDF</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
