<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=115&amp;sort_field=Dublin+Core%2CTitle" accessDate="2026-06-19T08:40:45+02:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>115</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>3519</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="2245" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2230">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2245\ilovepdf_merged.1.pdf</src>
        <authentication>89f9f57cd667d7d5b7dfc20e93e691a2</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="10302">
                <text>EFEKTIFITAS TERAPI KOMPRES AIR HANGAT DAN TEKNIK TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP DISMENORE DI SMP NEGERI 3 VII KOTO SUNGAI SARIAK</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="10303">
                <text>Dismenore  merupakan salah satu masalah dalam membuat kondisi fisik &#13;
menjadi lemah pada setiap wanita yang menimbulkan sensasi tidak nyaman &#13;
selama haid. angka kejadian  dismenore  di Indonesia sebesar 64.25 %. &#13;
Penatalaksanaan dismenorea, akan lebih efektif jika mengkombinasikan dua atau &#13;
lebih metode non-farmakologis yang ada. Salah satu jenis kombinasi metode non-&#13;
farmakologis yang dapat kita terapkan yaitu relaksasi napas dalam dan melakukan &#13;
pengompresan dengan air hangat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui &#13;
Efektifitas  Terapi kompres air hangat  dan teknik relaksasi nafas dalam  Nafas &#13;
Dalam terhadap Dismenore di SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sariak Tahun 2019. &#13;
Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian quasi experimental designs, &#13;
dengan rancangan two group pretest posttest. Populasi penelitian ini adalah &#13;
seluruh remaja putri SMP Negeri 3 VIII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang &#13;
Pariaman yang mengalami  dismenore  dengan sampel sebanyak 20 orang. Hasil &#13;
penelitian menunjukkan terdapat pengaruh  terapi kompres air hangat terhadap &#13;
tingkat nyeri  dismenore  pada remaja putri secara statistik pada sebelum dan &#13;
sesudah diberikan terapi kompres air hangat dengan nilai statistik  p value  adalah &#13;
0,000 &lt; 0,05. Terdapat pengaruh  terapi relaksasi nafas dalam terhadap tingkat &#13;
nyeri dismenore pada remaja putri sebelum dan sesudah diberikan terapi relaksasi &#13;
nafas dalam dengan nilai statistik  p value  adalah 0,000 &lt; 0,05. Diharapkan pihak &#13;
sekolah lebih banyak memberikan pendidikan kesehatan pada remaja, khususnya &#13;
tentang penatalaksanaan  dismenore  yang dipajang di majalah dinding sekolah, &#13;
ataupun memberikan materi ini pada penyuluhan konseling remaja oleh guru &#13;
bimbingan konseling </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="10304">
                <text>ARNA JUWITA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="10305">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN  &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN &#13;
 PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="10306">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2063" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2053">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2063\GELISMA_MULIA_-_SKRIPSI.1.pdf</src>
        <authentication>28855c29e1ffed15bf262f897e8c00e8</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9401">
                <text>Efektiftas pijat Tui Na terhadap frekuesni makan pada balita di wilayah kerja puskesmas Lubuk Alung kabupaten Padang Pariaman tahun 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9402">
                <text>Kesehatan anak perlu mendapat perhatian, khususnya anak yang tidak suka makan sehingga membutuhkan arahan untuk menambah nafsu makan. Anak- anak yang mengalami stunting karena kurangnya asupan makanan dan penyakit yang berulang terutama penyakit infeksi yang dapat meningkatkan kebutuhan metabolik serta mengurangi nafsu makan. Di Indonesia dari 23 juta balita, sekitar 7,6 juta anak balita tergolong gagal tumbuh atau stunting (35,6%) yang terdiri dari 18,5% balita sangat pendek dan 17,1% balita pendek. Jenis penelitian ini Quasy Eksperiment dengan desain One-Group Pretest-Post-Test yaitu pengelompokkan kelompok eksperimen. Penelitian ini menguji perubahan-perubahan yang terjadi pada kelompok setelah adanya eksperimen (perlakuan). Hasil penelitian didapatkan bahwa Didapatkan rata-rata frekuensi makan batita sebelum intervensi pijit Tui Na adalah 1,17, didapatkan rata-rata frekuensi makan batita sesudah intervensi pijit Tui Na adalah 2,35, terdapat perbedaaan frekuensi makan batita yang dilakukan intervensi pijit Tui Na dan yang tidak dilakukan intervensi pijit Tui Na, efektifnya pijit Tui Na dilakukan untuk meningkatkan frekuensi makan pada batita. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan semua variabel independen berhubungan dengan variabel. Untuk meminimalisir rendahnya nafsu makan pada batita maka sebaiknya orang tua untuk melakukan pijit Tui na.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9403">
                <text>Gelisma Mulia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9404">
                <text>INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9405">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2238" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2223">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2238\skripsi_nika_putri.1.pdf</src>
        <authentication>c70692a428ed1bc1fd0339aefa30b3b7</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="10267">
                <text>EFEKTIVITAS  PEMBERIAN LIDAH BUAYA (ALOEBARBADENSIS MILLER) &#13;
TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERENIUM PADA IBU NIFAS &#13;
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIGO BALEH &#13;
TAHUN 2019 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="10268">
                <text>Dalam persalinan sering terjadi perlukaan pada perineum baik itu karena robekan &#13;
spontan maupun episiotomi.Di Indonesia laserasi perineum dialami oleh 75% ibu &#13;
melahirkan pervaginam. Pada tahun 2013 menemukan bahwa dari total 1951 &#13;
kelahiran spontan pervaginam, 57% ibu mendapat jahitan perineum(28% karena &#13;
episiotomi dan 29% karena robekan spontan) (Depkes RI, 2013).Ruptur perineum &#13;
adalah perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik &#13;
menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Ruptur perineum disebabkan &#13;
paritas, jarak kelahiran, berat badan bayi, pimpinan persalinan tidak sebagaimana &#13;
mestinya, ekstraksi cunam,ekstraksi fakum, trauma alat dan episiotomi. &#13;
(sumarah,2009). Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pemberian lidah &#13;
buaya (aloe barbadensis miller)  di wilayah kerja puskesmas tigo baleh dengan &#13;
sampel 12 orang ibu nifas yang mengalami luka perineum menggunakan desain &#13;
posstest only control group desaign. Setiap responden diberikan perlakuan &#13;
dengan pemberian lidah buaya (aloe barbadensis miller) sebanyak 200 gr selama &#13;
14 hari. Pengukuran dilakukan menggunakan skala reeda. Hasil dari penelitian ini &#13;
diperoleh rata-rata intervesi setelah pemberian lidah buaya  (aloe barbadensis &#13;
miller) adalah  14.8333 dan nilai rata-rata yang kontrol adalah 13.6667 dan  p-&#13;
value  adalah 0.006 ini menunjukkan terdapat pengaruh dalam pemberian lidah &#13;
buaya (aloe barbadensis miler) pada ibu nifas dengan luka perineum. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="10269">
                <text>NIKA PUTRI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="10270">
                <text>FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN  &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="10271">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1493" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1492">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\1493\CD_Skripsi_puding_jagung[1].pdf</src>
        <authentication>6712dce51928f1dbbedec9eae657643b</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="29">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5260">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6829">
                <text>Efektivitas  Puding  Jagung  terhadap  Berat  Badan  Balita &#13;
dengan Gizi Kurang di Puskesmas Muara Madras Kabupaten &#13;
Merangin Tahun 2022 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6830">
                <text>Permasalahan gizi merupakan salah satu permasalahan kesehatan secara nasional. &#13;
Begitu juga di Desa Muara Madras yang melaporkan 46 kasus gizi buruk atau &#13;
menyumbang sebesar 19,49% kasus permasalahan gizi di Kabupaten Merangin. &#13;
Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  efektivitas  puding  jagung  terhadap &#13;
berat badan balita dengan gizi kurang di Puskesmas Muara Madras Kabupaten &#13;
Merangin  tahun  2022.  Jenis  penelitian  ini  adalah  pra  eksperimental  dengan &#13;
pendekatan one group pre test dan post test design. Populasi pada penelitian ini &#13;
adalah seluruh balita usia 2  –  5 bulan yaitu sebanyak 31 balita. Pengambilan &#13;
sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak &#13;
10 orang. Analisis data pada penelitian ini meliputi analisis univariat dan analisis &#13;
bivariat menggunakan  paired t-test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata- &#13;
rata berat badan responden sebelum intervensi pemberian pudding jagung adalah &#13;
9,95 Kg dan setelah intervensi 10,43 Kg dengan standar deviasi 1,294, dimana &#13;
setelah intervensi telah ditemukan 2 orang (20%) responden dengan status gizi &#13;
normal  berdasarkan  standar  antropometri  BB/U.  Berdasarkan  analisis  statistik &#13;
diketahui  bahwa  terdapat  perbedaan  rata-rata  berat  badan  responden  antara &#13;
sebelum  dan  setelah  intervensi  dengan  beda  rata-rata  0,48  Kg  dan  nilai  p  = &#13;
0,0001.  Dapat  disimpulkan  bahwa  pemberian  pudding  jagung  efektiv  dalam &#13;
meningkatkan berat badan pada balita dengan gizi kurang. Diharapkan kepada &#13;
orang tua balita untuk dapat menerapkan pola makan seimbang pada balita serta &#13;
memberikan PMT  yang bernutrisi, salah satunya adalah pudding jagung  yang &#13;
terbukti efektif dalam meningkatkan berat badan balita dengan gizi kurang. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6831">
                <text>EvaYu’thiMazidah </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6832">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6833">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2577" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2561">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2577\Skripsi_Popi_Junita.1.pdf</src>
        <authentication>2f2de069d7ace8aeb0f6548ced4b10fd</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11937">
                <text>Efektivitas Air Perasan Wortel Terhadap Intensitas Nyeri Haid Pada Remaja Putri Di SMA N 1 Rambatan, Kabupaten Tanah Datar 2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11938">
                <text>Nyeri haid  dikaitkan dengan produksi hormon progesteron yang meningkat. &#13;
Bila hormon progesteron sudah cukup tinggi  dihasilkan, baru timbul keluhan  rasa &#13;
tidak nyaman seperti kram, mual dan pusing, terkadang pingsan. Angka dismenore di &#13;
dunia sangat besar, rata-rata lebih dari 50% perempuan di setiap negara. Pengobatan &#13;
non farmakologi dengan minuman herbal yang berkhasiat untuk mengurangi rasa &#13;
nyeri menstruasi yaitu  wortel. Kandungan vitamin E dan betakaroten pada wortel &#13;
mampu menghambat prostaglandin yaitu hormon yang mempengaruhi  dismenore &#13;
atau nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas air &#13;
perasan wortel terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri di SMA N 1 &#13;
Rambatan, Kabupaten Tanah datar Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode &#13;
Quasi Eksperimental Design  dengan rancangan  One Group Pretest and Posttest &#13;
Design. Populasi    penelitian adalah siswi yang merasakan nyeri haid dari  kelas 10 &#13;
yaitu sebanyak 27 responden, teknik pengambilan sampel adalah  Purposive &#13;
Sampling  dengan sampel sebanyak 11  responden, tempat  dan waktu penelitian &#13;
dilakukan di SMA N 1 Rambatan pada  bulan  Februari 2023. Pengumpulan data &#13;
menggunakan lembar  observasi, analasis data meliputi analisis univariat, analisis &#13;
bivariat menggunakan uji Wilcoxon.  Hasil penelitian  pada univariat  menunjukkan  &#13;
rata-rata penurunan intensitas nyeri haid yaitu 4,36 menjadi 1,91 setelah intervensi. &#13;
Hasil bivariat pada  Uji Wilcoxon  didapatkan hasil p=0,003(p&lt;0,05). Disimpulkan &#13;
adanya efektivitas air perasan wortel terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri &#13;
di SMA N 1 Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Diharapkan pada pihak sekolah &#13;
khususnya pengelola UKS  dapat memberikan  penyuluhan  tentang cara &#13;
nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri haid  seperti  mengkonsumsi  air perasan &#13;
wortel.  &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11939">
                <text> Popi Junita </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11940">
                <text>institut kesehatan prima nusantara bukittinggi </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11941">
                <text>pdf </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2526" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2510">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/109\2526\Skripsi_Neni_Hernita_PDF.1.pdf</src>
        <authentication>8d920e71e4c5d9e8bf355710198bb2b8</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="109">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11679">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11700">
                <text>EFEKTIVITAS AIR REBUSAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium Guajava) TERHADAP KESEMBUHAN LUKA PERI- NEUM DI RSUD PROF. DR. H. M. CHATIB QUZWAIN SAROLANGUN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11701">
                <text>Persalinan sering kali mengakibatkan robekan jalan lahir, baik pada primigravida &#13;
maupun pada multigravida dengan perineum yang kaku. Kebanyakan robekan pada &#13;
perineum terjadi sewaktu melahirkan dan penanganannya  merupakan masalah &#13;
kebidanan . Robekan perineum dibagi atas empat tingkat/derajat. Robekan terjadi &#13;
bisa karena robekan spontan bisa juga karena tindakan episiotomi. Beberapa cidera &#13;
jaringan penyokong, baik cidera akut maupun non akut, baik telah diperbaiki &#13;
maupun belum, dapat menjadi masalah ginekologis di kemudian hari. Kerusakan &#13;
pada penyokong panggul biasanya segera terlihat dan diperbaiki setelah persalinan &#13;
Untuk mengendalikan robekan perineum yang spontan maka dilakukan episiotomi &#13;
sehingga mengurangi rasa nyeri dan menjamin agar luka teratur. Manfaat Daun &#13;
Jambu Biji    ternyata memiliki khasiat tersendiri bagi tubuh kita, baik untuk &#13;
kesehatan ataupun untuk obat penyakit tertentu.    Daun jambu biji memiliki &#13;
kandungan flavonoid yang sangat tinggi, terutama  quercetin. Senyawa tersebut &#13;
bermanfaat sebagai antibakteri. Kandungan pada daun Jambu biji lainnya seperti &#13;
saponin, minyak atsiri, tanin, anti mutagenic, flavonoid, dan alkaloid. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk melihat efektivitas air rebusan  daun jambu biji terhadap &#13;
kesembuhan  luka perineum, dilaksanan di RSUD Prof.DR.H.M. Chatib Quzwain &#13;
Sarolangun Tahun 2019, dengan jumlah sampel 5 orang, menggunakan desain &#13;
penelitian post-test only design dan analisis data menggunakan analisis one sample &#13;
t-test. 1.  Rerata penyembuhan luka pada hari pertama adalah 11,40, pada hari &#13;
ke-2 adalah 8,20, pada hari ke-3 adalah 5,20, pada hari ke-4 adalah 2,40 dan pada &#13;
hari ke-5 adalah 0,40. Hasil menunjukkan bahwa air rebusan jambu biji efektif &#13;
untuk penyembuhan luka perineum pada hari ke-4 dan hari ke-5 Kesimpulan dari &#13;
penelitian ini adalah air rebusan jambu biji efektif sebagai penyembuhan luka &#13;
perineum </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11702">
                <text>NENI HERNITA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11703">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN &#13;
STIKES PRIMA NUSANTARA &#13;
BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11704">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2016" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2006">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2016\SKRIPSI_NENI_WINDA_LENGKAP.1.pdf</src>
        <authentication>91432e629698e423d1557ca7196a1e30</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9171">
                <text>EFEKTIVITAS AIR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH DAN DAUN BELIMBING &#13;
WULUH TERHADAP PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA   &#13;
PERINEUM PADA IBU POST PARTUM (IBU NIFAS)  &#13;
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS  &#13;
PEGANG BARU TAHUN 2019 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9172">
                <text> &#13;
  Angka kejadian ruptur perineum pada primipara persalinan normal adalah &#13;
sekitar 88,9%. Piper crocatum extract atau ekstrak  daun sirih merah diketahui &#13;
mempunyai kandungan kimia yang berefek antiseptik dan antibakteri.Tujuan &#13;
penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas air rebusan daun  sirih merah &#13;
dan daun belimbing wuluh  terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu &#13;
nifas di wilayah kerja Puskesmas Pegang Baru tahun 2019. &#13;
  Jenis penelitian ini menggunakan metode  quasi experiment dengan kasus &#13;
pembanding (case control) untuk menunjukkan hubungan antar variabel dari dua &#13;
variabel pembanding. Semua ibu nifas dengan luka perineum derajat 1 dan 2 yang &#13;
dipilih dijadikan sampel sebanyak 16 orang dengan 2 kelompok pembanding, 8 &#13;
orang kelompok intervensi  sirih merah  dan 8 orang kelompok  intervensi &#13;
belimbing wuluh. Data dikumpulkan menggunakan lembar cek list dan dianalisa &#13;
dengan uji T-Test. &#13;
  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok yang diberikan &#13;
rebusan daun  sirih merah  dan daun  belimbing wuluh  lama luka sembuh luka &#13;
perineum mayoritas cepat sedangkan yang tidak diberikan rebusan daun  sirih &#13;
merah dan daun belimbing wuluh  lama sembuh luka perineum normal. Hasil uji &#13;
statistic dengan T-Test nilai p &lt; 0,05 maka Ho ditolak Ha diterima.  &#13;
  Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian rebusan daun  sirih &#13;
merah dan daun belimbing wuluh terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu &#13;
nifas di wilayah kerja Puskesmas Pegang Baru.  Kepada petugas kesehatan &#13;
khususnya pelayanan kebidanan, perlu memberikan pendidikan kesehatan tentang &#13;
cara perawatan luka jahitan perineum saat dirumah dengan mengaplikasikan terapi &#13;
dengan memberikan rebusan daun  sirih merah  dan daun  belimbing wuluh  untuk &#13;
membantu mempercepat penyembuhan luka, karena pemberian air rebusan daun &#13;
sirih merah  dan daun  belimbing wuluh membuat penyembuhan luka yang lebih &#13;
baik.  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9173">
                <text> &#13;
NENI WINDA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9174">
                <text>FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATA&#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9175">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1142" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1144">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/33\1142\Skripsi_Putri_Aurora_Pdf.pdf</src>
        <authentication>a5864a6b6302b168feba90bbc3017293</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="33">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5343">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5116">
                <text>EFEKTIVITAS AROMATERAPI LAVENDER DALAM &#13;
MENGURANGI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL &#13;
TRIMESTER I DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS &#13;
PEGAMBIRAN KOTA PADANG &#13;
TAHUN 2023 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5117">
                <text>Di Indonesia rata-rata angka  kejadian kasus mual muntah  dalam kehamilan  yakni &#13;
sebanyak 67,9%. Mual muntah tidak banyak menimbulkan efek negatif terhadap &#13;
kehamilan dan janin. Cara untuk mengurangi mual muntah dapat dilakukan dengan &#13;
pemberian aromaterapi lavender, merupakan salah satu terapi non farmakologis yang &#13;
berbentuk essensial oil yang memiliki kandungan linanool dan linali asetat yang &#13;
dapat memberikan efek nyaman dan menenangkan.  Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
mengetahui  efektivitas aromaterapi  lavender dalam mengurangi mual muntah pada &#13;
ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Pegambiran. Desain penelitian ini &#13;
adalah  Pre Experiment  pretest dan posttest menggunakan rancangan  One group &#13;
pretest posttest. Total sampel  dalam penelitian ini adalah 16  responden dengan &#13;
menggunakan  Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan  lembar &#13;
observasi kemudian  teknik  analisis  dengan  Paired sampel T test. Instrumen yang &#13;
digunakan adalah  lembar observasi.  Hasil penelitian menunjukan bahwa  rata-rata &#13;
sebelum diberikan  aromaterapi lavender  adalah 6.75 dan  rata-rata  setelah diberikan &#13;
aromaterapi lavender  adalah 5.44. Pada uji Paired sampel T test  di dapatkan hasil &#13;
bahwa p  =  0.000, dimana p  &lt;  0.005. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat &#13;
pengaruh efektivitas aromaterapi lavender dalam mengurangi mual muntah pada ibu &#13;
hamil trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Pegambiran Koata Padang Tahun &#13;
2023.  Aromaterapi lavender  merupakan salah satu metode yang dapat diberikan &#13;
untuk mengatasi  mual muntah,  disarankan kepada petugas kesehatan untuk &#13;
menerapkan tentang aromaterapi lavender kepada ibu hamil trimester I.   </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5118">
                <text>PUTRI AURORA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5119">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5120">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2583" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2567">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/2583\Skripsi_Putri_Aurora_Pdf.1.pdf</src>
        <authentication>a5864a6b6302b168feba90bbc3017293</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11964">
                <text>EFEKTIVITAS AROMATERAPI LAVENDER DALAM &#13;
MENGURANGI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL &#13;
TRIMESTER I DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS &#13;
PEGAMBIRAN KOTA PADANG &#13;
TAHUN 2023 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11965">
                <text>Di Indonesia rata-rata angka  kejadian kasus mual muntah  dalam kehamilan  yakni &#13;
sebanyak 67,9%. Mual muntah tidak banyak menimbulkan efek negatif terhadap &#13;
kehamilan dan janin. Cara untuk mengurangi mual muntah dapat dilakukan dengan &#13;
pemberian aromaterapi lavender, merupakan salah satu terapi non farmakologis yang &#13;
berbentuk essensial oil yang memiliki kandungan linanool dan linali asetat yang &#13;
dapat memberikan efek nyaman dan menenangkan.  Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
mengetahui  efektivitas aromaterapi  lavender dalam mengurangi mual muntah pada &#13;
ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Pegambiran. Desain penelitian ini &#13;
adalah  Pre Experiment  pretest dan posttest menggunakan rancangan  One group &#13;
pretest posttest. Total sampel  dalam penelitian ini adalah 16  responden dengan &#13;
menggunakan  Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan  lembar &#13;
observasi kemudian  teknik  analisis  dengan  Paired sampel T test. Instrumen yang &#13;
digunakan adalah  lembar observasi.  Hasil penelitian menunjukan bahwa  rata-rata &#13;
sebelum diberikan  aromaterapi lavender  adalah 6.75 dan  rata-rata  setelah diberikan &#13;
aromaterapi lavender  adalah 5.44. Pada uji Paired sampel T test  di dapatkan hasil &#13;
bahwa p  =  0.000, dimana p  &lt;  0.005. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat &#13;
pengaruh efektivitas aromaterapi lavender dalam mengurangi mual muntah pada ibu &#13;
hamil trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Pegambiran Koata Padang Tahun &#13;
2023.  Aromaterapi lavender  merupakan salah satu metode yang dapat diberikan &#13;
untuk mengatasi  mual muntah,  disarankan kepada petugas kesehatan untuk &#13;
menerapkan tentang aromaterapi lavender kepada ibu hamil trimester I.   </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11966">
                <text>PUTRI AURORA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11967">
                <text>PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN &#13;
UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI &#13;
TAHUN 2023 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11968">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2012" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2002">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2012\SKRIPSI_REYSHA_MELATI.1.pdf</src>
        <authentication>d299680a041aeb3dfe45e0f232bd3098</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9152">
                <text>EFEKTIVITAS CAHAYA REDUP TERHADAP LAMA PERSALINAN &#13;
KALA I DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAJAI &#13;
KABUPATEN PASAMAN BARAT &#13;
TAHUN 2020 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9153">
                <text>Data Puskesmas Kajai diketahui bahwa tahun 2018 terdapat 234 persalinan di &#13;
wilayah kerja Puskesmas Kajai dengan 47 orang di rujuk ke RSI Yarsi Ibnu Sina &#13;
dan RSUD Pasaman Barat karena berbagai indikasi. Indikasi yang paling banyak &#13;
ditemukan adalah partus lama dengan berbagai sebab seperti CPD, letak sunsang &#13;
dan lainnya.Angka kejadian partus lama di Puskesmas Kajai menempati 5 besar &#13;
kejadian partus lama dibandingkan dengan 19 puskesmas lainnya yang ada di &#13;
Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  efektivitas &#13;
cahaya redup terhadap lama persalinan kala I.  Jenis penelitian ini adalah  quasi &#13;
experimen dengan pendekatan Control Group posttest only design, yaitu dengan &#13;
membandingkan posttest responden  pada kelompok kontrol dan kelompok &#13;
eksperimen.  Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas  Kajai   pada  03 &#13;
Februari  2020  sampai dengan 03 Maret 2020. Populasi penelitian adalah semua &#13;
ibu bersalin selama  03  Februari  2020  sampai dengan 03 maret 2020  dengan &#13;
jumlah  12  orang.  Teknik pengambilan sampel adalah  total sampling. &#13;
Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan cahaya redup pada kelompok &#13;
eksperimen dan persalinan biasa pada kelompok kontrol. Pengolahan dan analisa &#13;
data dilakukan secara komputerisasi dengan menggunakan uji    t-test.Berdasarkan &#13;
hasil penelitian diketahui bahwarata-rata percepatan kemajuan persalinan  kala I &#13;
fase aktif pada kelompok eksperimen adalah  304.83 menit dan pada kelompok &#13;
kontrol adalah  348.83 menit. Berdasarkan uji statistik, diperoleh nilai signifikansi &#13;
0.01  sehingga dapat disimpulkan bahwa  ada Efektivitas Cahaya Redup terhadap &#13;
Lama Persalinan Kala I di Wilayah Kerja Puskesmas Kajai Kabupaten Pasaman &#13;
barat tahun 2020.  Berdasarkan penelitian diharapkan kepada tenaga kesehatan di &#13;
Puskesmas Kajai  untuk lebih memaksimalkan pertolongan persalinan kala I &#13;
dengan cahaya redup serta  memperbaiki ruangan bersalin dengan menambah &#13;
gorden tebal, menyediakan  lampu yang redup yang berfungsi untuk mengurangi &#13;
cahaya yang masuk selama proses persalinan  serta menggunakan light meter &#13;
untuk mengukur intenitas cahaya. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9154">
                <text>REYSHA MELATI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9155">
                <text>FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9156">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
