<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/items/browse?collection=95&amp;output=omeka-xml&amp;page=17" accessDate="2026-05-06T08:16:20+02:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>17</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>179</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="2000" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1990">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2000\skripsi_suci_ujian_[181012115301400].pdf</src>
        <authentication>53b062924fb31e49f27f6edb1f73bfe2</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9094">
                <text> &#13;
PENGARUH SEDUHAN BUAH MAHKOTA DEWA (PHALERIA &#13;
MACROCARPA) TERHADAP DISMENORE PRIMER PADA  &#13;
SISWI SMAN 1 MAPAT TUNGGUL SELATAN  &#13;
KABUPATEN PASAMAN &#13;
 TAHUN 2020 &#13;
 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9095">
                <text> &#13;
Dismenore menjadi suatu kondisi yang merugikan bagi banyak wanita dan &#13;
memiliki dampak besar pada kualitas hidup terkait kesehatan. Cara mengurangi &#13;
dismenore dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu farmakologi dan non farmakologi. &#13;
Salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk mengurangi dismenore adalah &#13;
buah mahkota dewa.   Fenomena  yang banyak ditemukan bahwa remaja putri &#13;
banyak yang mengatasi disminore menggunakan obat-obatan yang dibeli secara &#13;
bebas di warung seperti aspirin, formula ibuprofen, kiranti, asam mefenamat. &#13;
Adapun ramuan tradisional yang sering digunakan adalah minum air daun pepaya, &#13;
dan upaya non farmakologis seperti kompres air hangat serta rileksasi.  Penelitian &#13;
ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh seduhan buah mahkota dewa terhadap &#13;
dismenore primer. Desain penelitian  quasi-eksperimen  dengan rancangan  one &#13;
group pretest posttest. Populasi adalah siswi yang mengalami dismenore di &#13;
SMAN  1  Mapat Tunggul Selatan  Kabupaten Pasaman, sebanyak 20 orang. &#13;
Sampel 13 orang, diambil dengan teknik  purposive sample.  Penelitian ini &#13;
dilaksanakan di SMAN 1 Mapat Tunggul Selatan Kabupaten Pasaman, pada bulan &#13;
Februari 2020. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil &#13;
univariat  didapatkan  rerata nyeri responden sebelum pemberian seduhan buah &#13;
mahkota dewa adalah 4,38  dan sesudah pemberian seduhan buah mahkota dewa &#13;
adalah 1,46. Hasil bivariat ada  Pengaruh seduhan buah mahkota dewa terhadap &#13;
dismenore primer pada siswi SMAN Mapat Tunggul Selatan Kabupaten Pasaman &#13;
tahun 2020  (p = 0,001).    Diharapkan pada  pihak  sekolah Agar menyediakan &#13;
sarana dan prasarana untuk terapi  non farmakologi bagi siswa yang mengalami &#13;
nyeri dismenore, seperti menyediakan tumbuhan atau tanaman herbal, buah-&#13;
buahan yang dapat digunakan untuk mengatasi dismenore. &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9096">
                <text>SUCI RAMADANI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9097">
                <text>INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA &#13;
BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1999" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1989">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\1999\SIKRIPSI_NOVA_SUCIA_RAHMI_[181012115301399].pdf</src>
        <authentication>a501e5be14c34bbcb0ee85cd51ef73cf</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9089">
                <text> &#13;
 PENGARUH PERSENTASE TEPUNG IKAN TERI &#13;
(STOLEPHORUS SP) TERHADAP CITA RASA &#13;
 CILOK SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN  &#13;
DI POSYANDU ANGGREK  &#13;
NAGARI MUARO  &#13;
SUNGAI LOLO  &#13;
TAHUN 2020 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9090">
                <text>Berdasarkan observasi bulan oktober 2019 tercatat 9 orang balita dengan &#13;
gizi kurang sedangkan bulan desember mengalami penurunan menjadi 7 orang.  &#13;
Pemberian makanan  tambahan merupakan  salah satu bentuk upaya meningkatan &#13;
status gizi pada balita.dengan   Cilok merupakan makanan kecil yang dijajakan di &#13;
daerah ini dan digemari oleh anak-anak daerah setempat  dengan memanfatkan &#13;
tepung  ikan teri sebagai campuran pembuatan cilok.  Tujuan penelitian untuk &#13;
mengetahui  Pengaruh Persentase Tepung Ikan Teri (Stolephorus Sp) Terhadap &#13;
Cita Rasa Cilok Sebagai Makanan  Tambahan Di Posyandu Anggrek  Nagari &#13;
Muaro Sungai Lolo Tahun 2020.Metode penelitian ini adalah Quasi eksperimental &#13;
dengan  dasar rancangan acak lengkap (RAL).  Sampel sebanyak  33  responden &#13;
yang memenuhi kriteria inklusi. Alat ukur yang digunakan  dalam penelitian ini &#13;
adalah  lembar observai  analisis data menggunakan Uji Kruskal-Wallis. Adapun &#13;
yang menjadi variabel  adalah  pemberian disubstitusikan 0% 15%, dan 25%, &#13;
tepung ikan teri  Terhadap Cita Rasa Cilok sebagai Pemberian Makanan &#13;
Tambahan Di Posyandu Anggrek Nagari Muaro Sungai Lolo  Tahun 2020. &#13;
Penelitian dilakukan  20 Februari 2020.  Hasil penelitian didapatkan  persentase &#13;
pemberian tepung ikan teri (Stolephorus Sp) konsentrasi 0% sebanyak 11 (33.3%) &#13;
responden, 15% sebanyak 18 (54,5%) responden,dan untuk konsentrasi 25% &#13;
sebanyak 22(66,7%) responden yang menyukai pemberian tepung Ikan teri &#13;
(Stolephorus Sp), dan ada pengaruh pemberian tepung ikan teri terhadap cita rasa &#13;
cilok sebagai makanan tambahan  (P value  0,024).  Pada penelitian ini dapat di &#13;
simpulkan bahwa ada pengaruh pemberian Pengaruh Persentase Tepung Ikan Teri &#13;
(Stolephorus Sp) Terhadap Cita Rasa Cilok sebagai Pemberian Makanan &#13;
Tambahan.  Pada penelitian ini diharapkan kepada pihak posyandu agar lebih &#13;
meningkatkan upaya terhadap pemberian makanan tambahan pada kegiatan &#13;
posyandu sehingga makanan tambahan yang diberikan dapat melengkapi nutrisi &#13;
balita serta membantu balita dalam belajar mengunyah makanan. &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9091">
                <text>NOVA SUCIA RAHMI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9092">
                <text>FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN  &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9093">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1998" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1988">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\1998\Skripsi_Sumarni_Aryanis_new.1.pdf</src>
        <authentication>2ff54009aa14c33ff49f9eb86e0b7ff7</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9084">
                <text>PENGARUH PINDANG IKAN GABUS TERHADAP &#13;
PENYEMBUHAN LUKA PERINIUM PADA IBU NIFAS &#13;
DI RSU MAYJEN H A THALIB KABUPATEN KERINCI &#13;
TAHUN 2020 &#13;
 &#13;
 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9085">
                <text>  Ikan gabus  banyak digunakan oleh masyarakat untuk mempercepat &#13;
penyembuhan luka.  karena memiliki kandungan protein yang tinggi terutama albumin &#13;
dan  asam amino esensial yang sangat baik untuk penyembuhan luka.   Hampir 90% &#13;
proses persalinan normal mengalami robekan perinium karena adanya robekan jalan &#13;
lahir maupun karena episiotomy. Untuk menjaga kandungan gizi dan proteinnya, ikan &#13;
gabus diolah dengan cara direbus atau dikukus seperti sup atau pindang ikan gabus. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pindang ikan gabus &#13;
terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di RSU Mayjend H A Thalib &#13;
Kerinci tahun 2020. Metode penelitian ini menggunakan  eksperiment semu    dengan &#13;
desain penelitian  posttest only control group design  dan teknik  purposive sampling &#13;
dengan 8 orang responden. Setiap responden diberikan perlakuan dengan pemberian &#13;
ikan gabus sebanyak 100 gr dalam sehari selama 7 hari. Pengukuran dilakukan &#13;
menggunakan skala reeda. Hasil dari penelitian ini diperoleh rata-rata intervensi &#13;
setelah pemberian ikan gabus adalah 13,75 dan nilai rata-rata yang control adalah &#13;
11,00. Dari hasil uji  t-independen   didapatkan  p-value  0,001 &lt; 0,05. Hasil ini &#13;
menunjukkan adanya pengaruh pindang ikan gabus terhadap penyembuhan luka &#13;
perineum pada ibu nifas di RSU Mayjend H A Thalib Kerinci, dimana luka perineum &#13;
pada kelompok intervensi rata-rata kesembuhan lukanya lebih cepat dibandingkan &#13;
dengan kelompok control. Disarankan pada semua ibu nifas yang mengalami luka &#13;
perineum untuk dapat rutin mengkonsumsi pindang ikan gabus agar bisa  membantu &#13;
mempercepat proses penyembuhan luka perineum. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9086">
                <text>SUMARNI ARYANIS </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9087">
                <text>PROGRAM  STUDI  SARJANA  TERAPAN  KEBIDANAN &#13;
FAKULTAS  KEBIDANAN  INSTITUT  KESEHATAN &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9088">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1996" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1986">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\1996\Artikel_Yanti.2.pdf</src>
        <authentication>2a30be8768ae9f6028bd57d98fdc0541</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9074">
                <text>HUBUNGAN PERSONAL HIGYENE DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN DERMATITIS SEBOROIK &#13;
PADA BAYI DI PUSKESMAS UJUNG &#13;
GADING TAHUN 2020&#13;
&#13;
&#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9075">
                <text>Prevalensi dermatitis seboroik di dunia adalah 3-5%. Insiden dermatitis seboroik umumnya &#13;
terjadi pada segala usia, namun sering pada 3 bulan pertama kehidupan mencapai 70%, dan &#13;
dekade keempat hingga ketujuh kehidupan, sedangkan insidensi pada bayi dikaitkan dengan &#13;
ukuran dan aktivitas kelenjar sebasea pada usianya. Tujuan dari penelitian ini adalah &#13;
mengetahui hubungan personal hygiene dan pengetahuan dengan kejadian dermatitis &#13;
seboroik. Desain penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan &#13;
observasional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Ujung Gading pada tanggal 04 Februari &#13;
sampai 04 Maret 2020. Populasinya sebanyak 62 orang, sampel didapatkan sebanyak 38 orang &#13;
dengan teknik random sampling. Analisis menggunakan uji chi square test. Dari hasil &#13;
penelitian didapatkan 76,3% mengalami dermatitis seboroik, 81,6% memiliki personal &#13;
hgygiene tidak baik dan 52,6% memiliki pengetahuan rendah. Ada hubungan yang bermakna &#13;
antara pengetahuan dengan kejadian dermatitis seboroik (p-value 0,048) dan ada hubungan &#13;
antara personal hygiene dengan kejadian dermatitis seboroik (p-value 0,041). Dapat &#13;
disimpulkan ada hubungan antara personal hygiene dan pengetahuan dengan kejadian &#13;
dermatitis  seboroik. Dan sebagai saran untuk tenaga kesehatan agar mampu mengatasi &#13;
kejadian  dermatitis seboroik  dan lebih giat lagi melakukan kegiatan seperti penyuluhan &#13;
sebagai sarana untuk menambah pengetahuan orang tua dan memberikan informasi tentang &#13;
personal higyene yang tepat untuk bayi.  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9076">
                <text>yanti </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9077">
                <text>fakultas universitas prima nusantara </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9078">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1995" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1985">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\1995\SKRIPSI_SUSI_ANDRI_YANI.1.pdf</src>
        <authentication>a6179b58899e0c9f78ebb6bcf91bde27</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9069">
                <text>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENURUNAN &#13;
LIBIDO PADA AKSEPTOR KB DEPO PROVERA  &#13;
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HIANG  &#13;
KABUPATEN KERINCI  &#13;
TAHUN 2020 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9070">
                <text>Program keluarga berencana bertujuan untuk mengatur kelahiran, &#13;
pendewasaan usia perkawinan dan kesejahteraan keluarga. Metode KB terdiri dua &#13;
jenis yaitu KB secara alami dan modern. Salah satu KB modern yaitu suntik depo &#13;
provera.  Salah satu efek penggunaan suntik depo provera adalah mengalami &#13;
penurunan libio.  Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui  faktor-faktor yang &#13;
mempengaruhi penurunan libido pada akseptor KB depo provera di Wilayah &#13;
Kerja Puskesmas Hiang Kabupaten Kerinci.  Desain penelitian ini bersifat &#13;
deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional terhadap akseptor KB &#13;
suntik depo provera sebanyak 43 responden. Pengambilan sampel pada penelitian &#13;
ini menggunakan teknik  accidental sampling. Metode pengumpulan sata dalam &#13;
penelitian ini menggunakan skala FSFI dan wawancara.    Dari hasil analisa &#13;
diperolah 55,8 % responden adalah akseptor KB depo provera jangka panjang. &#13;
Rata-rata skor skala FSFI 60,74 yang artinya responden tidak mengalami &#13;
penurunan libido. Berdasarkan rata-rata skor tiap-tiap domain, hanya domain &#13;
hasrat seksual yang rendah yaitu 5,93, rasa nyeri 9,72, kepuasan seksual 9,88, &#13;
orgasme 10,07, rangsangan seksual 11,98, dan lubrikasi 13,16. Berdasarkan hasil &#13;
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa seluruh akseptor  tidak mengalami &#13;
penurunan libido, tetapi dari keseluruhan domain hanya faktor hasrat seksual yang &#13;
memiliki skor rata-rata yang rendah. Penurunan libido pada akseptor KB suntik &#13;
depo provera tidak hanya terjadi pada masalah hasrat seksual, rangsangan seksual, &#13;
orgasme, lubrikasi, kepuasan seksual dan rasa nyeri, tetapi banyak faktor lain &#13;
yang bisa menyebabkan aksptor mengalami penurunan libido atau masalah &#13;
seksual lainnya. Maka diharapkan bagi peneliti selanjutnya agar dapat meneliti &#13;
tentang faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap fungsi seksual akseptor KB &#13;
suntik depo provera.  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9071">
                <text> Susi Andri Yani </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9072">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN &#13;
 FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9073">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1994" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1984">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\1994\SKRIPSI_DESI_ATRIANI.1.pdf</src>
        <authentication>3c6395b6bdf1fb3459fe852334e7d98a</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9064">
                <text>HUBUNGAN JARAK KELAHIRAN DAN POLA ASUH TERHADAP &#13;
PERKEMBANGAN ANAK USIA 36 BULAN DI WILAYAH &#13;
 KERJA PUSKESMAS LADANG PANJANG  &#13;
PASAMAN TAHUN 2020 &#13;
 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9065">
                <text>Tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan kurun waktu yang sangat penting &#13;
dan kritis dalam hal tumbuh kembang fisik, mental, dan psikososial, yang berjalan &#13;
sedemikian cepatnya sehingga keberhasilan tahun-tahun pertama  untuk sebagian &#13;
besar menentukan masa depan anak.  Perkembangan dasar yang terjadi pada masa &#13;
balita akan memengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. &#13;
Perkembangan dapat dipengarahui oleh banyak factor dinataranya jarak kelahiran dan &#13;
pola asuh.  Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak &#13;
kelahiran dan pola asuh terhadap perkembangan anak di wilayah kerja Puskesmasa &#13;
Ladang Panjang Pasaman. Penelitian ini dilakukan dengan  survey analitik  dengan &#13;
pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 34 sampel dimana pengambilan &#13;
sampel dilakukan secara  total sampling.   Setelah dilakukan penelitian, didapatkan &#13;
hasil responden yang memiliki jarak kelahiran normal lebih dari separoh yaitu 58,8%, &#13;
pola asuh normal  sebanyak 47,1%,  dan menyimpang sebanyak 52,9%. Sedangkan &#13;
perkembangan anak menyimpang didapati lebih dari separoh yaitu 58,8%. Setelah &#13;
dilakukan analisis data didaptkan hasil tidak ada hubungan jarak kelahiran dengan &#13;
perkembangan anak (p = 0,211) dan didapatkan hasil terdapat hubungan antara pola &#13;
asuh dengan perkemabangan anak (p=0,001).  Jarak kelahiran tidak berpengaruh &#13;
terhadap perkembangan anak karena tergantung kepada kesadaran dari orang tua dan &#13;
bagaimana cara orang tua membagi waktu untuk anak. Sedangkan pola asuh memiliki &#13;
pengaruh terhadap perkembangan anak karena asuhan yang diberikan orang tua &#13;
kepada anak memberikan efek langsung terhadap anak yang akan menjadi sumber &#13;
pelajaran bagi anak. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah perkembangan anak &#13;
yaitu dengan memberikan informasi bagi orang tua atau keluarga agar mampu &#13;
menerapkan pola pengasuhan anak yang baik dan benar, serta memberikan stimulasi-&#13;
stimulasi positif yang dapat memperbaiki proses perkembangan anak, karena ibu atau &#13;
keluarga merupakan wahana pertama dan utama yang sangat berperan penting dalam &#13;
pembentukan perkembangan anak yang optimal khususnya pada perkembangan &#13;
bahasa dan sosial emosional yang berhungan langsung dengan pola asuh dan interaksi &#13;
anak terhadap orang tua atau anggota keluarga di rumah. &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9066">
                <text>DESI ATRIANI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9067">
                <text>FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9068">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1993" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1983">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\1993\aa_MELON_acc.1.pdf</src>
        <authentication>12ad8acce9c8d8e8d09d227d9422154b</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9059">
                <text>PENGARUH PEMBERIAN JUS MELON TERHADAP KADAR &#13;
HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL ANEMIA TM I DI BPM “D” KUBANG  &#13;
KABUPATEN KERINCI TAHUN 2020 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9060">
                <text>Anemia  pada  ibu  hamil  berdampak  buruk  bagi  ibu  maupun  janin&#13;
Kemungkinan  dampak  buruk  terhadap  ibu  hamil  yaitu proses persalinan  lama&#13;
perdarahan serta syok yang mengakibatkan kontraksi. Dampak buruk pada  janin&#13;
yaitu  prematur, bayi  lahir  berat  badan  rendah, kecacatan  bahkan  kematian  bay&#13;
Konsumsi vitamin C yang cukup diperlukan untuk membantu penyerapan Fe. &#13;
Melon merupakan salah satu buah yang mengandung vitamin C dan vitamin A &#13;
yang dapat membantu proses penyerapan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
mengetahui  Pengaruh  Pemberian  Jus Melon   Terhadap  Kadar  Hemoglobin &#13;
Pada Ibu Hamil Anemia Tm I   di BPM “ D “ Kubang Kabupaten Kerinci Tahun&#13;
2020. Penelitian ini bersifat quasi eksperimen dengan desain penelitian one grup&#13;
pretest post test, populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil anemia TM I di&#13;
BPM “D”  Kubang Kabupaten Kerinci dan sampel yang ditetap kan dengan total &#13;
sampling yaitu sebanyak 7 orang. Analisa menggunakan Uji paried t-test. Hasi&#13;
penelitian menunjukkan nilai rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil pre test yaitu &#13;
9,79  dan rata  –  rata kadar hemoglobin ibu hamil post test yaitu 11,31, adanya &#13;
peradaban yang bermakna (p=0.003&lt;dari 0,05). Adanya pengaruh pemberin jus &#13;
melon terhadap kadar hemoglobin ibu hamil TM I di BPM “D” Kubang &#13;
Kabupaten Kerinci Tahun 2020, dan disarankan  bagi ibu hamil anemia  untuk&#13;
dapat selalu disiplin dalam mengkonsumsi tablet Fe serta memperhatikan teknik &#13;
dan tata cara konsumsi tablet Fe agar tablet Fe yang ibu konsumsi dapat &#13;
memberikan hasil yang maksimal serta disarankan unutuk ibu hamil untuk dapa&#13;
mengkonsumsi buah dan sayur yang kaya akan Vit. C yang dapat membantu &#13;
memaksimalkan absorbsi dan penyerapan tablet Fe, salah satunya adalah dengan &#13;
mengkonsumsi jus melon yang terbukti efektif dalam meningkatkan kadar &#13;
hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9061">
                <text>ENI JUWITA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9062">
                <text> &#13;
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN  &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9063">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1992" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1982">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\1992\kk_mike_[1]_[1][1].pdf</src>
        <authentication>88f64bed185c3a64eebb6dd911f4310f</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9054">
                <text>FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN VOLUME ASI &#13;
PADA IBU SECTIO CAESAREA DI RUANG KEBIDANAN DI &#13;
RUMAH SAKIT UMUM KERINCI &#13;
TAHUN 2020 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9055">
                <text>Salah satu masalah utama yang dialami seorang ibu ketika menyusui pada bayinya adalah &#13;
volume ASI yang cenderung berkurang, atau ibu khawatir  bahwa produksi ASI nya sedikit &#13;
Berdasaran data di Indonesia pemberian ASI ekslusif di Indonesia 41%, tertinggi di Provinsi Nusa &#13;
Tenggara Timur (79,9%), terendah di Provinsi Gorontalo (32,3%), persentase bayi baru lahir yang &#13;
mendapat IMD sebesar 51,9%, yang  terdiri dari 42,7% mendapatkan IMD dalam &lt; 1 jam setelah &#13;
lahir.Di antara faktor yang mempengaruhi volume ASI pada ibu sectio secarea  yaitu &#13;
IMD,dukungan keluarga dan faktor stress.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor  &#13;
yang berhubungan dengan volume ASI pada ibu sectio caesarea di Ruang Kebidanan Rumah Sakit &#13;
Umum Kerinci Tahun 2020. Desain penelitian survei analitik, jenis penelitian  cross &#13;
sectional.Tempat penelitian di ruang kebidanan Rumah Sakit Umum Kerinci Tahun 2019. Waktu &#13;
penelitian ini dilakukan mulai pada bulan Januari- Maret 2020 populasi sebanyak 50 orang. Sampel &#13;
berjumlah 45 orang dengan rumus  Slovin. Teknik pengambilan sampel Acidental Sampling . Dari  &#13;
45 ibu  sectio caesarea mayoritas volume ASI kurang sebanyak 28 orang (62,2%), mayoritas IMD &#13;
tidak melakukan sebanyak 30 orang (66,7%), mayoritas dukungan keluarga negatif sebanyak 25 &#13;
orang (55,6%), mayoritas stres ringan sebanyak 26 orang (57,8%) Hasil uji  Chi-square di peroleh &#13;
nilai  significancy-  antara volume ASI dengan IMD (P-value 0,000), dukungan keluarga dengan &#13;
volume ASI (P-value 0,001),Stres dengan volume ASI (P-value 0,003). Kesimpulan terdapat &#13;
hubungan IMD,dukungan keluarga dan stress dengan volume ASI. Di sarankan kepada tenaga &#13;
kesehatan Dapat meningkatkan kualitas pelayanan pada ibu  section secarea  dengan melakukan  &#13;
IMD dan memberikan promkes kepada keluarga dengan memberikan dukungan pada ibu  sesctio &#13;
secarea  sehingga mampu membangun keyakinan ibu untuk memberikan ASI pada banyinya dan &#13;
mampu memenuhi kecukupan ASI pada bayi  yang pada akhirnya dapat meningkatkan cakupan &#13;
pemberian ASI eksklusif. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9056">
                <text>Mike Sri Ayu  Marlina </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9057">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN &#13;
PRIMA NUSANTARABUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9058">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1991" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1981">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\1991\skripsi_Ruksunarti_[181012115301336]..pdf</src>
        <authentication>b514e0e0b554f7ebc12762e267431286</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9049">
                <text>EFEKTIFITAS REBUSAN DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA) DAN &#13;
REBUSAN DAUN SEREH (CYMBOPOGON CITRATUS) TERHADAP &#13;
PROSES MATURASI PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI  &#13;
JORONG PEMATANG SONTANG WILAYAH KERJA &#13;
 PUSKESMAS SUNGAI AUR PASAMAN BARAT  &#13;
TAHUN 2020 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9050">
                <text>Berasarkan data nasional 50-90% kasus yang dialami oleh ibu bersalin dengan kurang &#13;
hyegenis nya perineum sehabis melahirkan dan juga juga dapat menyebebkan infeksi &#13;
pada bagian perineum yang iritasi. Tujuan penelitian ingin mengetahui  Efektifitas &#13;
Rebusan Daun Jambu Biji  (Psidium Guajava)  dan Rebusan Daun Sereh &#13;
(Cymbopogon Citratus) Terhadap Proses maturasi Penyembuhan Luka Perineum  di &#13;
Jorong Pematang Sontang Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Aur Pasbar Tahun 2020 &#13;
 &#13;
Metode penelitian  Quasi eksperimental  murni  dengan menggunakan  two group &#13;
pretest-posttest control  design.  Sampel sebanyak  12  orang responden yang &#13;
memenuhi kriteria inklusi. Alat ukur dalam penelitian ini adalah  lembar observai &#13;
dengan analisis data uji Independen Sampel t-test. Penelitian ini dilakukan pada bulan &#13;
Februari-Maret  2020.  Hasil penelitian didapatkan Rata-rata  luka ibu sebelum &#13;
pemberian rebusan daun jambu Biji  1.83, dan rata-rata  luka ibu setelah pemberian &#13;
rebusan daun  jambu Biji  0.67. Rata-rata  luka ibu sebelum pemberian rebusan daun &#13;
sereh 2.33, dan rata-rata  luka ibu setelah pemberian rebusan daun sereh 0.67. Ada &#13;
pengaruh Rebusan Daun Jambu Biji  (Psidium Guajava)  (p value 0,034&lt;0.05). Ada &#13;
pengaruh  Rebusan  Daun  Sereh  (Cymbopogon Citratus)  (P value 0.042.  Secara  uji &#13;
statistik kedua perlakuan tersebut tidak ada yang lebih efektif dengn hasil p=1.000. &#13;
Namun kedua rebusan daun tersebut dapat digunakan untuk menyembuhkan luka &#13;
perineum secara alami di Jorong Pematang Sontang wilayah kerja Puskesmas Sungai &#13;
Aur Kabupaten Pasaman Barat, dengan begitu disarankan bahwa hendaknya ibu harus &#13;
melakukan perawatan luka perineum dengan herbalis dan kebersihan sehingga tidak &#13;
menimbulkan efek samping.  &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9051">
                <text>Ruksunarti</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9052">
                <text>FAKULTAS KEBIDANAN  INSTITUT KESEHATAN  &#13;
PRIMA NUSANTARA  &#13;
BUKITTINGGI  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9053">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1990" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1980">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\1990\revisi_skripsi_putri_handayani_ok_bkt.1.pdf</src>
        <authentication>31a39440bfca93efcc57e6f87f2cb665</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9044">
                <text> &#13;
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN SARI KACANG &#13;
MERAH (Phaseolus vulgaris L.) DAN SARI KACANG HIJAU &#13;
(Vigna Radiata ) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA  &#13;
IBU HAMIL TRIMESTER I DI NAGARI TANJUNG  &#13;
BERINGIN PUSKESMAS LUBUK SIKAPING  &#13;
TAHUN 2020 &#13;
 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9045">
                <text>Anemia merupakan kondisi penurunan kadar hemoglobin dalam darah yang dapat &#13;
diukur  dengan  penurunan  kadar  Hb,  mengkonsumsi tablet besi  memiliki efek &#13;
mual, susah buang air besar  dan  tinja berwarna gelap, sehingga  dianjurkan &#13;
mengkonsumsi makanan yang  dapat membentuk  Hb  seperti  sari kacang merah &#13;
dan kacang hijau.  Kejadian anemia pada tahun 2013  yaitu  37,1%, tahun 2018 &#13;
terjadi peningkatan signifikan yaitu  48,9%. Tujuan penelitian untuk mengetahui &#13;
perbedaan efektivitas pemberian sari kacang merah dan kacang hijau terhadap &#13;
kadar Hb pada ibu hamil trimester I di nagari Tanjung Beringin Puskesmas Lubuk &#13;
Sikaping Tahun 2020.  Jenis penelitian quasi eksperiment dengan  rancangan non &#13;
randomized two group pretest posttest design.  Penelitian dilakukan tanggal 10 &#13;
Februari – 30 Maret 2020. Populasi 86 orang ibu hamil, sampel 4 orang kelompok &#13;
kontrol dan 4 orang kelompok intervensi.  Teknik  pengambilan  sampel &#13;
menggunakan  purposive sampling. Instrumen penelitian  menggunakan  lembar &#13;
observasi, dalam menganalisa  data  dengan  saphiro wilk didapatkan data &#13;
berdistribusi normal sehingga digunakan uji paired t-test dan uji T-independen. &#13;
Pada kelompok kontrol didapatkan p value 0,010 dan pada kelompok intervensi &#13;
didapatkan p value 0,000 artinya kedua kelompok memiliki p value &lt;0,05, maka &#13;
ada perbedaan efektivitas kadar Hb pada kedua kelompok. Sementara dari uji T- &#13;
independen kedua kelompok didapatkan nilai p-value 0,000 hal ini menunjukan &#13;
mengkonsumsi sari kacang hijau lebih efektif dalam meningkatkan kadar Hb ibu &#13;
hamil. Saran pada penelitian ini agar sari kacang merah dan kacang hijau dapat &#13;
digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan kadar Hb ibu hamil secara non &#13;
farmakologis. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9046">
                <text> &#13;
PUTRI HANDAYANI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9047">
                <text>FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9048">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
