<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/items/browse?collection=95&amp;output=omeka-xml&amp;page=15" accessDate="2026-05-06T07:07:02+02:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>15</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>179</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="2020" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2010">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2020\SKRIPSI_PITRIANI.M_KERINCI.1.pdf</src>
        <authentication>ac7d9a4f36cdfa4a1f3f2b1d91ae71b8</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9191">
                <text>PENGARUH AROMATERAPI KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNI ) &#13;
TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA 1  &#13;
PADAIBU BERSALIN DI PUSKESMAS SIULAK DERAS &#13;
TAHUN 2020 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9192">
                <text>Menurut Profil Kesehatan Puskesmas Siulak Deras Kerinci  angka mortalitas AKI &#13;
dan AKB tidak ditemukan kasus kematian. Akan tetapi pada saat persalinan  terdapat 10 &#13;
persalinan per 100.000 kelahiran  hidup  ditemukan  ibu  bersalin  dengan  rujukan  atas &#13;
indikasi  kasus KPD, Kala 1 fase  Laten lama dan  distosia.(profil  kesehatan  puskesmas &#13;
2018). Upaya dalam penanggulangan nyeri persalinan dapat menggunakan pengobatan &#13;
tradisionl, yaitu dengan aromatherapy kayu manis.. Tujuan penelitian ini  untuk &#13;
mengetahui pengaruh pemberian aroma terapi kayu manis pada ibu bersalin kala 1. &#13;
Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain penelitian kuasi eksperimen one &#13;
group pretest dan post test. populasinya adalah ibu bersalin. Teknik pengambilan sampel &#13;
dalam penelitian ini adalah  purposive sampling  .Alat pengumpulan data yaitu lembar &#13;
observasi. Sampel  berjumlah 8 orang. Uji analisis data univariat dilakukan dengan &#13;
melihat uji normalitas data (uji shapiro wilk) dan uji analisis bivariat dengan &#13;
menggunakan uji paired t-test. Hasil analisis univariat diketahui sebelum diberikan &#13;
aromaterpi kayu manis adalah  6,75 dan sesudah diberikan aromatherapy kayu manis &#13;
adalah 2,50. Hasil analisis bivariat ada pengaruh penurunan rasa nyeri sesudah diberikan &#13;
aromatherapy kayu manis, dengan menunjukan hasil  (p-value  0,000) maka dapat &#13;
disimpulkan adanya pengaruh pemberian aroma therapy kayu manis terhadap nyeri &#13;
persalinan . Dengan adanya pengaruh dari hasil penelitian ini, supaya agar lebih rutin lagi &#13;
memanfaatkan aromatherapy kayu manis untuk meringankan rasa nyeri tersebut. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9193">
                <text>Pitriani.M </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9194">
                <text> &#13;
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN  &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9195">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2019" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2009">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2019\skripsi_deal-dikonversi.1.pdf</src>
        <authentication>9bca7b9705a84f977f57379310fd9666</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9186">
                <text>PENGARUH PEMBERIAN PISANG AMBON TERHADAP TEKANAN &#13;
DARAH PADA IBU HAMIL YANG MENDERITA HIPERTENSI &#13;
GESTASIONAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS  &#13;
RAWANG TAHUN 2020 &#13;
 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9187">
                <text>Hipertensi dalam kehamilan sering dijumpai dan masih merupakan salah satu &#13;
penyebab kematian ibu. Hipertensi dalam kehamilan (HDK) mempengaruhi &#13;
sekitar 10 % dari semua perempuan hamil diseluruh dunia. Menurut data WHO &#13;
pada tahun 2016 ada lebih kurang 1 milyar orang atau sekitar 28,7 % penduduk &#13;
dunia menderita hipertensi setiap tahunnya. Salah satu upaya yang dilakukan &#13;
untuk menurunkan tekanan darah ibu hamil yang mengalami hipertensi secara non &#13;
farmakologi adalah dengan mengkonsumsi pisang ambon. Pisang ambon &#13;
mempunyai kandungan kalium yang tinggi yang dapat membantu mengurangi dan &#13;
menurunkan tekanan  darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh &#13;
pemberian pisang ambon terhadap tekanan darah pada ibu hamil yang menderita &#13;
hipertensi gestasional diwilayah kerja Puskesmas Rawang Tahun 2020. Penelitian &#13;
ini menggunankan jenis penelitian pre Experiment design dengan pendekatan one &#13;
Group pre Posttest Design.  Dengan analisis univariat dan bivariate. Populasi &#13;
dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang menderita Hipertensi gestasional yang &#13;
ada di wilayah kerja Puskesmas Rawang Tahun 2020, sampel sebanyak 14 orang &#13;
ibu hamil hipertensi menggunakan rumus slovin. Setiap responden diberikan &#13;
perlakuan dengan pemberian pisang ambon sebanyak 100 gram 3 kali sehari &#13;
selama 7 hari. Pengukuran tekanan darah sebanyak 2 kali yaitu sebelum intervensi &#13;
dan hari ke-8 setelah intervensi. Hasil penelitian diperoleh median  tekanan darah &#13;
ibu hamil sebelum dilakukan intervensi adalah sistol 142.5 (140-150) dan diastole &#13;
90.00 (90-100) dan tekanan darah setelah intervensi adalah sistol 130 (120-145) &#13;
dan diastole 80 (70-90) mmhg. Uji analisis data yang digunakan adalah  uji  non &#13;
parametric yaitu uji Wilcoxon Ranks Test hasilnya p value=0,004. Dengan hasil &#13;
penelitian ini, diharapkan pemberian pisang ambon dapat dijadikan rekomendasi &#13;
untuk ibu hamil yang menderita hipertensi.  &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9188">
                <text>Yesi Citra Dewi </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9189">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN&#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN &#13;
 PRIMA NUSANTARA BUKIT TINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9190">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2018" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2008">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2018\SKRIPSI-_Tri_Rahayu_[pdf].pdf</src>
        <authentication>fdc010fddc40cba5dac0921c5b00e6ed</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9181">
                <text> &#13;
 &#13;
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN BELIMBING WULUH &#13;
TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA &#13;
 IBU  POST PARTUM DI  BPM NANIK  &#13;
OKTAMALINDA, Amd.Keb &#13;
TAHUN 2020 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9182">
                <text>Kejadian ibu bersalin yang mengalami robekan perineum di Indonesia pada &#13;
golongan 25-30 tahun yaitu 32% dan pada umur 32-39 tahun sebesar 55%. Faktor &#13;
penyebab terjadinya infeksi nifas diantaranya, daya tahan tubuh yang kurang, &#13;
perawatan nifas dan hygiene yang kurang baik, kurang gizi, anemia, serta &#13;
kelelahan. Salah satu solusi bagi ibu post partum dengan terapi non farmakologi &#13;
yakni rebusan daun belimbing wuluh. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui &#13;
pengaruh pemberian rebusan daun belimbing wuluh terhadap penyembuhan luka &#13;
perineum pada ibu post partum di BPM Nanik Oktamalinda, Amd.Keb tahun &#13;
2020. Penelitian  ini menggunankan  jenis penelitian  ini adalah kuantitatif dengan &#13;
metode  Quasi Experimen Design  dengan tipe rancangan  Posttest with control &#13;
group. Dengan analisis univariat dan bivariat. Populasi dalam penelitian ini adalah &#13;
seluruh  ibu nifas dengan persalinan pervaginam yang mengalami  lacerasi derajat &#13;
II pada BPM Nanik Oktamalinda, Amd. Keb pada bulan Juni sampai Juli yaitu 10 &#13;
orang, sampel  sebanyak  5 orang untuk kelas kontrol dan 5 orang untuk kelas &#13;
intervensi dengan menggunakan  rumus  Issac dan Michael. Pada kelas intervensi &#13;
responden diberikan rebusan daun belimbing wuluh 2 kali sehari sedangkan pada &#13;
kelas kontrol responden tidak diberikan rebusan daun belimbing wuluh. &#13;
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata skor penyembuhan luka perineum &#13;
pada kelompok kontrol adalah sebesar 46,40 dengan standar deviasi 3,912 dan &#13;
rata-rata skor penyembuhan luka perineum pada kelompok  intervensi  adalah &#13;
sebesar 33,40 dengan standar deviasi 2,966. Uji analisis data yang digunakan &#13;
adalah uji T test independent, hasilnya P value   = 0,000. Dengan hasil penelitian &#13;
ini diharapkan pemberian rebusan daun belimbing wuluh dapat dijadikan &#13;
rekomendasi untuk ibu post partum yang mengalami luka perineum. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9183">
                <text>Tri Rahayu </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9184">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN  &#13;
INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA  &#13;
BUKIT TINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9185">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2017" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2007">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2017\Skripsi_Nofri_Lengkap.1.pdf</src>
        <authentication>6b9890ab7a4c20c2e8a59f81167c4884</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9176">
                <text> &#13;
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK VIRGIN OLIVE OIL (EVOO) &#13;
TERHADAP LAMA PENYEMBUHAN KERAK TOPI (CRADLE CAP) &#13;
PADA BAYI UMUR 1-4 BULAN DI WILAYAH KERJA &#13;
 PUSKESMAS SIULAK MUKAI &#13;
TAHUN 2020 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9177">
                <text>  Pada bayi baru lahir ada beberapa masalah yang sering kita jumpai, seperti &#13;
cradle cap  atau kerak topi.  Cradle cap  (kerak topi) atau dermatitis seboroik &#13;
merupakan suatu kelainan kulit papuloskuamosa kronik yang sering ditemukan. Salah &#13;
satu cara pengobatan non farmakologi yaitu dengan pemberianEktrak Virgin Olive &#13;
Oil  (EVOO).  Ektrak Virgin Olive Oil  (EVOO)  mengandung khasiat yang salah &#13;
satunya untuk kesehatan kulit dan untuk kecantikan.  Tujuan  penelitian ini untuk &#13;
mengetahui pengaruh pemberianEkstrak Virgin Olive Oil  (EVOO) terhadap lama &#13;
penyembuhan kerak topi (  cradle cap)pada bayi umur 1-4 bulan di wilayah kerja &#13;
Puskesmas Siulak Mukai. Desain penelitian ini adalah  quasy experiment dengan &#13;
membandingkan kelompok intervensi (kelompok yang diberikanEktrak Virgin Olive &#13;
Oil  (EVOO)) dan kelompok control (kelompok yang tidak diberikanEktrak Virgin &#13;
Olive Oil  (EVOO)). Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 10 responden &#13;
dengan menggunakan Accidental sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan &#13;
lembar observasi kemudian analisis dengan  Uji Peired t-Test.  Instrumen yang &#13;
digunakan adalah lembar Observasi,  waktu penelitian dilakukan pada tanggal  28 &#13;
Januari s/d 28  Februari 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  yang  tidak &#13;
diberikan Ektrak Virgin Olive Oil (EVOO) dengan rata-rata adalah 27,60 dan setelah &#13;
diberikan  Ektrak Virgin Olive Oil  (EVOO)  dengan rata-rata  adalah  10,20. Pada uji &#13;
Paired t-Test didapatkan hasil bahwa p=0,000, dimana p&lt;0,05. Hasil tersebut &#13;
menunjukan bahwa ada pengaruh  pemberianEkstrak Virgin Olive Oil  (EVOO) &#13;
terhadap lama penyembuhan kerak topi (  cradle cap  ) pada bayi umur 1-4 bulan di &#13;
wilayah kerja Puskesmas Siulak Mukai Tahun2020. Berdasarkan hasil penelitian &#13;
diatas diharapkan bagi responden setelah mengetahui pengaruh Ekstrak Virgin Olive &#13;
Oil (EVOO) dapat menambah wawasan dan dapat dipraktikan  jika menemui kejadian &#13;
kerak topi.  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9178">
                <text>Nofri Wardianti</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9179">
                <text> &#13;
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN  &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9180">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2016" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2006">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2016\SKRIPSI_NENI_WINDA_LENGKAP.1.pdf</src>
        <authentication>91432e629698e423d1557ca7196a1e30</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9171">
                <text>EFEKTIVITAS AIR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH DAN DAUN BELIMBING &#13;
WULUH TERHADAP PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA   &#13;
PERINEUM PADA IBU POST PARTUM (IBU NIFAS)  &#13;
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS  &#13;
PEGANG BARU TAHUN 2019 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9172">
                <text> &#13;
  Angka kejadian ruptur perineum pada primipara persalinan normal adalah &#13;
sekitar 88,9%. Piper crocatum extract atau ekstrak  daun sirih merah diketahui &#13;
mempunyai kandungan kimia yang berefek antiseptik dan antibakteri.Tujuan &#13;
penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas air rebusan daun  sirih merah &#13;
dan daun belimbing wuluh  terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu &#13;
nifas di wilayah kerja Puskesmas Pegang Baru tahun 2019. &#13;
  Jenis penelitian ini menggunakan metode  quasi experiment dengan kasus &#13;
pembanding (case control) untuk menunjukkan hubungan antar variabel dari dua &#13;
variabel pembanding. Semua ibu nifas dengan luka perineum derajat 1 dan 2 yang &#13;
dipilih dijadikan sampel sebanyak 16 orang dengan 2 kelompok pembanding, 8 &#13;
orang kelompok intervensi  sirih merah  dan 8 orang kelompok  intervensi &#13;
belimbing wuluh. Data dikumpulkan menggunakan lembar cek list dan dianalisa &#13;
dengan uji T-Test. &#13;
  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok yang diberikan &#13;
rebusan daun  sirih merah  dan daun  belimbing wuluh  lama luka sembuh luka &#13;
perineum mayoritas cepat sedangkan yang tidak diberikan rebusan daun  sirih &#13;
merah dan daun belimbing wuluh  lama sembuh luka perineum normal. Hasil uji &#13;
statistic dengan T-Test nilai p &lt; 0,05 maka Ho ditolak Ha diterima.  &#13;
  Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian rebusan daun  sirih &#13;
merah dan daun belimbing wuluh terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu &#13;
nifas di wilayah kerja Puskesmas Pegang Baru.  Kepada petugas kesehatan &#13;
khususnya pelayanan kebidanan, perlu memberikan pendidikan kesehatan tentang &#13;
cara perawatan luka jahitan perineum saat dirumah dengan mengaplikasikan terapi &#13;
dengan memberikan rebusan daun  sirih merah  dan daun  belimbing wuluh  untuk &#13;
membantu mempercepat penyembuhan luka, karena pemberian air rebusan daun &#13;
sirih merah  dan daun  belimbing wuluh membuat penyembuhan luka yang lebih &#13;
baik.  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9173">
                <text> &#13;
NENI WINDA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9174">
                <text>FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATA&#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9175">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2015" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2005">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2015\yesi_pdf.1.pdf</src>
        <authentication>c33af4442a3074be363af64a91ce39db</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9167">
                <text>manajemen pelaksanaan pemberian injeksi vitamin k  pada bayi baru lahir diwilayah kerja puskesmas rao tahun 2020 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9168">
                <text>yesi purwati simamora</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9169">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9170">
                <text>pdf </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2014" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2004">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2014\skripsi_lengkap_1.1.pdf</src>
        <authentication>fad20cad5581273236defe6ae4273d64</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9162">
                <text>PENGARUH PENGGUNAAN DAUN SIRIH MERAH &#13;
(PIPER CROCATUM ) TERHADAP KEPUTIHAN &#13;
 PATOLOGIS PADA REMAJA PUTRI DI  &#13;
PUSKESMAS KEMANTAN  &#13;
KABUPATEN KERINCI &#13;
TAHUN 2020 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9163">
                <text>Data WHO (2007) Menyebutkan angka prevalensi tahun 2016, 25%-50% &#13;
candidiasis, 20%-40% bacterial vaginosis dan 5%-15% trichomoniasis. Penyebab &#13;
utama keputihan patologis adalah infeksi (jamur, kuman, parasit dan virus). Upaya &#13;
dalam  pengobatan keputihan dapat menggunakan pengobatan tradisional, yaitu &#13;
dengan   daun sirih merah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh &#13;
dari penggunaan air rebusan daun sirih merah terhadap kejadian  keputihan &#13;
patologis pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode  quasy &#13;
eksperimen dengan one group pre post test design dengan populasi yaitu remaja &#13;
putri yang berusia 12-19 tahun diwilayah kerja Puskesmas Kemantan tahun 2020 &#13;
yang berjumlah 16 orang, dengan menggunakan menggunakan tekhnik  simple &#13;
random sampling, didapatkan sample sebayak 9 responden dan pengambilan data &#13;
menggunakan lembar observasi dan wawancara secara terstruktur. Selanjutnya &#13;
dilakukan uji statistik normality  shapirowilk dengan hasil data distribusi normal &#13;
dan menggunakan uji  paired T Test  dengan tingkat kemaknaan  p  &lt; 0,05 pada &#13;
anilisis bivariat. Hasil penelitian didaptkan rerata sebelum penggunaan daun sirih &#13;
merah terhadap keputihan patologis pada remaja putri yaitu 5,44. Sedangkan &#13;
setelah penggunaan daun sirih merah semua responden mengalami pengurangan &#13;
dari gejala keputihan patologis dengan angka rata-rata pengurangan gejala 1,33. &#13;
Dari hasil  p value  didapatkan hasil  p  &lt; 0,05 yang berarti ada pengaruh &#13;
penggunaan daun sirih merah terhadap keputihan patologis. Pengurangan dari &#13;
gejala keputihan patologis ini dikarenakan adanya pengaruh kandungan daun sirih &#13;
merah yaitu senyawa aktif seperti alkoloid, saponin, flavonoid, minyak atsiri, &#13;
yang berfungsi sebagai antimikroba, antijamur, dengan adanya pengaruh  &#13;
penggunaan daun sirih merah ini  dapat dijadikan obat nonfarmakologi untuk &#13;
mengatasi keputihan patologis. &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9164">
                <text>Sri Dasmiati </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9165">
                <text> &#13;
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN &#13;
 FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9166">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2013" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2003">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2013\Skripsi_Ratna_Dewi._PDF.1.pdf</src>
        <authentication>74620080f1c0c7b5f5c07d41e2bb48ff</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9157">
                <text> &#13;
PENGARUH AROMA TERAPI SERAI (CYMBOPOGON NARDUS) TERHADAP &#13;
KECEMASAN IBU BERSALIN KALA I DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN  &#13;
KECAMATAN AIR HANGAT BARAT KABUPATEN KERINCI &#13;
TAHUN 2020 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9158">
                <text>       Data WHO tahun 2008 menunjukkan 1,4 juta ibu mengalami kecemasan saat &#13;
persalinan. Di Indonesia, 28,7% ibu bersalin mengalami kecemasan. Kecemasan &#13;
dapat memperpanjang waktu persalinan dan meningkatkan kejadian persalinan &#13;
dengan tindakan. Salah satu terapi nonfamakologi yang digunakan untuk &#13;
menurunkan kecemasan yaitu dengan pemberian aromaterapi. Tujuan penelitian &#13;
untuk mengetahui  pengaruh  aromaterapi serai dan asuhan sayang ibu terhadap &#13;
penurunan kecemasan ibu bersalin kala I di Praktik Mandiri Bidan Kecamatan Air &#13;
Hangat Barat Kabupaten Kerinci Tahun 2020.  Jenis penelitian adalah  quasi &#13;
eksperimental  dengan  non randomize control group pretest posttest design. &#13;
Penelitian  dilakukan di Praktik Mandiri Bidan  Kecamatan Air Hangat Barat &#13;
Kabupaten Kerinci Tahun 2020. Populasi penelitian seluruh ibu yang bersalin di &#13;
Praktik Mandiri Bidan  Kecamatan Air Hangat Barat Kabupaten Kerinci &#13;
didapatkan sampel sebanyak 16  orang  dibagi dalam 2 kelompok  berjumlah  8 &#13;
orang secara  purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner &#13;
Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS) diisi sebelum dan sesudah dilakukan &#13;
intervensi. Analisis data terdiri dari univariat dan bivariat menggunakan &#13;
komputerisasi dengan uji  Paired T-Test  dan  Shapiro-Wilk.  Hasil penelitian &#13;
didapatkan  rerata  skor kecemasan  masing-masing  kelompok sebelum diberikan &#13;
intervensi adalah 24,25.  Setelah diberikan intervensi  rerata skor kecemasan &#13;
menurun menjadi 17,38. Dari analisis bivariat diperoleh nilai p=0,000 berarti ada &#13;
perbedaan yang signifikan penurunan kecemasan ibu bersalin kala I. Berdasarkan &#13;
hasil analisis diatas disimpulkan ada perbedaan efektivitas aromaterapi serai dan &#13;
asuhan  sayang ibu  terhadap penurunan kecemasan ibu bersalin kala I. Saran &#13;
penelitian agar hasil penelitian penggunaan aromaterapi serai dapat diaplikasikan &#13;
oleh bidan  di kecamatan air hangat barat kabupaten kerinci  dalam mengatasi &#13;
kecemasan pada persalinan kala I.  &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9159">
                <text>RATNA DEWI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9160">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN  &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9161">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2012" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2002">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2012\SKRIPSI_REYSHA_MELATI.1.pdf</src>
        <authentication>d299680a041aeb3dfe45e0f232bd3098</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9152">
                <text>EFEKTIVITAS CAHAYA REDUP TERHADAP LAMA PERSALINAN &#13;
KALA I DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAJAI &#13;
KABUPATEN PASAMAN BARAT &#13;
TAHUN 2020 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9153">
                <text>Data Puskesmas Kajai diketahui bahwa tahun 2018 terdapat 234 persalinan di &#13;
wilayah kerja Puskesmas Kajai dengan 47 orang di rujuk ke RSI Yarsi Ibnu Sina &#13;
dan RSUD Pasaman Barat karena berbagai indikasi. Indikasi yang paling banyak &#13;
ditemukan adalah partus lama dengan berbagai sebab seperti CPD, letak sunsang &#13;
dan lainnya.Angka kejadian partus lama di Puskesmas Kajai menempati 5 besar &#13;
kejadian partus lama dibandingkan dengan 19 puskesmas lainnya yang ada di &#13;
Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  efektivitas &#13;
cahaya redup terhadap lama persalinan kala I.  Jenis penelitian ini adalah  quasi &#13;
experimen dengan pendekatan Control Group posttest only design, yaitu dengan &#13;
membandingkan posttest responden  pada kelompok kontrol dan kelompok &#13;
eksperimen.  Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas  Kajai   pada  03 &#13;
Februari  2020  sampai dengan 03 Maret 2020. Populasi penelitian adalah semua &#13;
ibu bersalin selama  03  Februari  2020  sampai dengan 03 maret 2020  dengan &#13;
jumlah  12  orang.  Teknik pengambilan sampel adalah  total sampling. &#13;
Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan cahaya redup pada kelompok &#13;
eksperimen dan persalinan biasa pada kelompok kontrol. Pengolahan dan analisa &#13;
data dilakukan secara komputerisasi dengan menggunakan uji    t-test.Berdasarkan &#13;
hasil penelitian diketahui bahwarata-rata percepatan kemajuan persalinan  kala I &#13;
fase aktif pada kelompok eksperimen adalah  304.83 menit dan pada kelompok &#13;
kontrol adalah  348.83 menit. Berdasarkan uji statistik, diperoleh nilai signifikansi &#13;
0.01  sehingga dapat disimpulkan bahwa  ada Efektivitas Cahaya Redup terhadap &#13;
Lama Persalinan Kala I di Wilayah Kerja Puskesmas Kajai Kabupaten Pasaman &#13;
barat tahun 2020.  Berdasarkan penelitian diharapkan kepada tenaga kesehatan di &#13;
Puskesmas Kajai  untuk lebih memaksimalkan pertolongan persalinan kala I &#13;
dengan cahaya redup serta  memperbaiki ruangan bersalin dengan menambah &#13;
gorden tebal, menyediakan  lampu yang redup yang berfungsi untuk mengurangi &#13;
cahaya yang masuk selama proses persalinan  serta menggunakan light meter &#13;
untuk mengukur intenitas cahaya. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9154">
                <text>REYSHA MELATI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9155">
                <text>FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9156">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2011" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2001">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2011\SKRIPSI_LENGKAP_-pdf.1.pdf</src>
        <authentication>cf8d933ffd7a5714ad52c83c81892e4e</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9147">
                <text> &#13;
EFEKTIFITAS  PEMBERIAN SEDUHAN JAHE ( ZINGIBER OFFICINALE) DENGAN &#13;
DAUN MINT (MENTHA PIPERRITA L) TERHADAP EMESIS  GRAVIDARUM &#13;
PADA  IBU HAMIL TRIMESTER I DI KLINIK BINA KASIH &#13;
KABUPATEN SAROLANGUN &#13;
TAHUN 2020 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9148">
                <text>Morning sickness  atau  emesis  gravidarum  adalah rasa mual yang muncul pada &#13;
wanita hamil terutama di pagi hari. Wanita hamil mengalami mual, muntah 2%, &#13;
pagi hari dan 80% sepanjang hari dan 18% berlanjut hingga melahirkan. Penyebab &#13;
emesis gravidarum karena peningkatan hormon  estrogen, progesterone, dan &#13;
dikeluarkannya human  chorionic gonadothropine  plasenta dan hal ini dapat &#13;
dibantu melalui pemberian Seduhan Jahe  (Zingiber OffIcinale) dengan Seduhan &#13;
Daun Mint  (Mentha  Piperrita L).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui &#13;
“Efektifitas Pemberian Seduhan Jahe (Zingiber OffIcinale) dengan Seduhan Daun &#13;
Mint  (Mentha  Piperrita L) Terhadap  Emesis Gravidarum  Pada Ibu Hamil &#13;
Trimester I di Klinik Bina Kasih Kabupaten Sarolangun tahun 2020, &#13;
 &#13;
Metode &#13;
penelitian metode Quasi Ekperimen dengan pendekatan Two Group Pre and post-&#13;
Test  Design,  dengan populasi sebanyak 60 orang  ibu Hamil, sampel masing-&#13;
masing group sebanyak 4 orang dengan menggunakan rumus 2 sampel bebas &#13;
dengan purposive sampling dari hasil uji distribusi normal dengan shapiro-Wilk &#13;
didapati data normal sehingga uji bivariat mengunakan paired t test dan uji t &#13;
independent. Hasil penelitian didapatkan Dari 4  responden masing-masing grup &#13;
rata-rata emesisi gravidarum responden sebelum diberikan seduhan jahe (Zingiber &#13;
OffIcinale) sebesar 9,25. Rata-rata emesis gravidarum responden setelah diberikan &#13;
seduhan    jahe  (Zingiber OffIcinale)  sebesar 5,25. Rata-rata  emesis gravidarum &#13;
responden sebelum  seduhan daun mint  (Mentha Piperrita L)  sebesar 10.0, Rata-&#13;
rata emesisi gravidarum  responden setelah seduhan daun mint  (Mentha Piperrita &#13;
L)  sebesar 7.00,  Pemberian seduhan  Jahe  (Zingiber OffIcinale)  terhadap  emesis &#13;
pvalue  0.011&lt;0,05.  Pemberian seduhan daun mint  (Mentha  Piperrita L) pvalue &#13;
0.024&lt;0,05,   Adanya  Perbedaan  efektifitas antara seduhan  jahe  (Zingiber &#13;
OffIcinale)    dengan  daun mint  (Mentha Piperrita L) maka  p  value 0.013&lt;0,05 &#13;
.Dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian seduhan  Jahe  (Zingiber OffIcinale) &#13;
dan seduhan daun mint (Mentha Piperrita L )terhadap emesis gravidarum pada ibu &#13;
hamil trimester I, Disarankan ibu hamil dapat menggunakan terapi komplementer &#13;
berupa seduhan Jahe dengan seduhan daun  mint dalam mengurangi terjadinya &#13;
emesis gravidarum &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9149">
                <text>Uly Hermalina Lubis </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9150">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN  &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9151">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
