<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/items/browse?collection=29&amp;output=omeka-xml&amp;sort_field=Dublin+Core%2CCreator" accessDate="2026-05-30T00:11:52+02:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>1</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>73</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="1233" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1235">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\1233\ERLINA_DARWIS_SKRIPSI.1.pdf</src>
        <authentication>ba90bb5cfced33ad883b3a1d386db09b</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="29">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5260">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5539">
                <text>Efektifitas Metode Tiup -Tiup ( Lamaze ) Terhadap Kejadian Ruptur &#13;
Perineum dan Lamanya Waktu Kala II pada Ibu Bersalin di PMB “E” &#13;
Bukittinggi Tahun 2022</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5540">
                <text>Angka kematian ibu di negara berkembang 20 kali lebih tinggi dibandingkan angka kematian &#13;
ibu di negara maju yaitu 239 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan di negara maju hanya 12 &#13;
per 100.000 kelahiran hidup (WHO, 2017). Penyebab Ibu meninggal dalam kehamilan terdapat &#13;
kematian  dan  kesakitan  ibu,  seperti  persalinan,  atau  nifas,  16-17  penderita  komplikasi &#13;
mempengaruhi  kesehatan  mereka,  biasanya  menetap.  Komplikasi  permanen  dan  menahun &#13;
terjadi sesudah masa nifas. komplikasi ini adalah fistula, inkontinensia urin dan alvi, perut &#13;
uterus, penyakit radang panggul, palsi, dan sindrom Sheehan (Prawirohardjo, 2014). &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Metode Tiup  -Tiup (Lamaze) Terhadap &#13;
Kejadian  Ruptur  Perineum  dan  Lamanya  Waktu  Kala  II  pada  Ibu  Bersalin  di  PMB  ʺEʺ &#13;
Bukittinggi. Desain penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, dengan desain pendekatan Post &#13;
Test  Design.  Sampel  yang  diambil  dalam  penelitian  ini  adalah  10  responden  dengan &#13;
menggunakan Accidental sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi &#13;
kemudian analisis dengan Uji T.Test Independent yang digunakan adalah lembar Observasi, &#13;
waktu  penelitian  dilakukan  pada  tanggal  Febrruari  2022  s/d  Mei  2022.  Hasil  penelitian &#13;
menunjukkan  Metode Tiup–Tiup  sebanyak 5 orang dengan nilai rata  -  rata  4,60 menit &#13;
lamanya pada kala II dan  tidak  mengalami kejadian  ruptur perineum  sebanyak  4 orang &#13;
(40,0%)  Pada Uji T.Test Independent didapatkan hasil bahwa Sig.(2.tailed) sebesar 0,000 &lt; &#13;
0,05, maka diambil keputusan Uji Independent T Test  bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. &#13;
Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya Efektifitas  yang signifikan (nyata) atas Metode &#13;
Tiup  -Tiup (Lamaze) Terhadap Kejadian Ruptur Perineum  dan lamanya kala II pada  Ibu &#13;
Bersalin di PMB “E” Bukittinggi Tahun 2022. Teknik Relaksasi Pernafasan Metode Tiup– &#13;
Tiup (Lamaze) merupakan salah satu metode yang dapat diberikan untuk mengatasi penurunan &#13;
kejadian ruptur perineum dan lamanya kala II pada ibu bersalin, disarankan kepada petugas &#13;
kesehatan untuk memberikan edukasi tentang Teknik Relaksasi Pernafasan Metode Tiup– &#13;
Tiup (Lamaze) pada ibu bersalin. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5541">
                <text> ERLINA DARWIS </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5542">
                <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5543">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1541" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1541">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\1541\SKRPSI_hersi_alda_safera_NEW_UNTUK_KASET.1.pdf</src>
        <authentication>b916a305a1ce20f21311b25bac85905c</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="29">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5260">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="7036">
                <text>PERBANDINGAN PEMBERIAN JINTEN HITAM DAN  &#13;
JANTUNG PISANG TERHADAP PRODUKSI ASI IBU &#13;
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAAL X &#13;
KOTA JAMBI TAHUN 2022 &#13;
 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="7037">
                <text>Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2021, persentase &#13;
pemberian ASI eksklusif bayi berusia 0-5 bulan sebesar 71,58%. Agar ibu berhasil &#13;
dalam memberikan ASI secara eksklusif, maka ibu menyusui sebaiknya &#13;
mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI.  Penelitian ini &#13;
bertujuan  untuk  mengetahui  perbandingan  pemberian  jinten hitam  dan jantung &#13;
pisang terhadap produksi ASI ibu wilayah  kerja  Puskesmas  Paal X Kota  Jambi &#13;
Tahun 2022.  Desain  penelitian ini yaitu  quasi  eksperimen design.  Populasi &#13;
penelitian yaitu seluruh ibu post partum di wilayah kerja Puskesmas Paal X Bulan &#13;
Agustus  2022 yang  berjumlah  22 orang  dan sampel  diambil  dengan  random &#13;
sampling  yaitu 10 ibu yang diberikan  jinten hitam  dan 10 ibu yang diberikan &#13;
jantung pisang.  Penelitian  menggunakan lembar observasi  untuk mencatat &#13;
produksi ASI ibu. Analisis  data dengan  univariat  dan bivariat. Hasil penelitian &#13;
didapat  Produksi ASI sebelum diberikan  jinten hitam  nilai rata-rata 315 ml, &#13;
sesudah diberikan rata-rata 354 ml.  Sebelum  diberikan  jantung pisang  rata-rata &#13;
produksi ASI 385,5 ml dan  sesudah  diberikan produksi ASI  464,5 ml.  Hasil &#13;
analisis didapat  p-value 0,004  artinya ada pengaruh pemberian jinten hitam &#13;
terhadap produksi ASI  dan jantung pisang p-value 0,000 artinya ada pengaruh &#13;
pemberian jinten hitam terhadap produksi ASI.  Namun  tidak  ada  perbedaan &#13;
antara pemberian jinten hitam dengan jantung pisang terhadap produksi ASI pada &#13;
ibu menyusui  di  wilayah  kerja  Puskesmas  Paal X Kota Jambi  dengan p value &#13;
0,646  karena sama-sama mengandung laktagogum yang dapat meningkatkan &#13;
produksi ASI. Agar dapat meningkatkan penyuluhan pada masyarakat khususnya &#13;
ibu menyusui mengenai cara meningkatkan produksi ASI melalui makanan atau &#13;
minuman  yaitu  jinten hitam  dan jantung pisang  yang dapat meningkatkan &#13;
produksi ASI. &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="7038">
                <text> HERSI ALDA SAFERA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="7039">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="7040">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2709" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2696">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\2709\SKRPSI_hersi_alda_safera_NEW_UNTUK_KASET.1.pdf</src>
        <authentication>65785eb2d4890f9a07cb0c28011d39df</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="29">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5260">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12517">
                <text>PERBANDINGAN PEMBERIAN JINTEN HITAM DAN JANTUNG PISANG TERHADAP PRODUKSI ASI IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAAL X KOTA JAMBI TAHUN 2022</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12518">
                <text>Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2021, persentase pemberian ASI eksklusif bayi berusia 0-5 bulan sebesar 71,58%. Agar ibu berhasil dalam memberikan ASI secara eksklusif, maka ibu menyusui sebaiknya mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemberian jinten hitam dan jantung pisang terhadap produksi ASI ibu wilayah kerja Puskesmas Paal X Kota Jambi Tahun 2022. Desain penelitian ini yaitu quasi eksperimen design. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu post partum di wilayah kerja Puskesmas Paal X Bulan Agustus 2022 yang berjumlah 22 orang dan sampel diambil dengan random sampling yaitu 10 ibu yang diberikan jinten hitam dan 10 ibu yang diberikan jantung pisang. Penelitian menggunakan lembar observasi untuk mencatat produksi ASI ibu. Analisis data dengan univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapat Produksi ASI sebelum diberikan jinten hitam nilai rata-rata 315 ml, sesudah diberikan rata-rata 354 ml. Sebelum diberikan jantung pisang rata-rata produksi ASI 385,5 ml dan sesudah diberikan produksi ASI 464,5 ml. Hasil analisis didapat p-value 0,004 artinya ada pengaruh pemberian jinten hitam terhadap produksi ASI dan jantung pisang p-value 0,000 artinya ada pengaruh pemberian jinten hitam terhadap produksi ASI. Namun tidak ada perbedaan antara pemberian jinten hitam dengan jantung pisang terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Paal X Kota Jambi dengan p value 0,646 karena sama-sama mengandung laktagogum yang dapat meningkatkan produksi ASI. Agar dapat meningkatkan penyuluhan pada masyarakat khususnya ibu menyusui mengenai cara meningkatkan produksi ASI melalui makanan atau minuman yaitu jinten hitam dan jantung pisang yang dapat meningkatkan produksi ASI.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12519">
                <text> HERSI ALDA SAFERA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12520">
                <text>INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1491" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1490">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\1491\SKRIPSI_MAIWINARNI_ok_[1].pdf</src>
        <authentication>b5c17b7853db1cf4a25c9cfc7e4025fe</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="29">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5260">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6819">
                <text> Pengaruh Edukasi Pijat Bayi terhadap Keterampilan Ibu &#13;
dalam  Melakukan  Pijat  Bayi  Mandiri  di  Dusun  Lubuk &#13;
Tahun 2022 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6820">
                <text>Ketrampilan  pijat  bayi  masih  belum  diketahui  oleh  ibu/orangtua,  hal  ini &#13;
dikarenakan  kurangnya  pengetahuan  orangtua/ibu  tentang  pijat  bayi.  Ibu-ibu &#13;
belum mengetahui manfaat lebih jauh dari pijat bayi dan belum mengetahui teknik &#13;
memijat anak  yang benar dan cenderung masih menggunakan dukun bayi untuk &#13;
memijat anaknya. Adanya edukasi mengenai pijat bayi kepada orangtua khusunya &#13;
ibu sangat penting untuk diperkenalkan dan diinformasikan. Tujuan penelitian ini &#13;
adalah untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Pijat Bayi terhadap Keterampilan Ibu &#13;
dalam  Melakukan  Pijat  Bayi  Mandiri  di  Dusun  Lubuk  Tahun  2022.Metode &#13;
penelitian ini adalah pre-eksperiment dengan desain one group pre test post test &#13;
design  dengan  jumlah  sampel  penelitian  sebanyak  10  responden.  Teknik &#13;
pengumpulan data dengan lembar observasi dan kuesioner. Data yang terkumpul &#13;
dianalisis dengan uji Paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan adanya &#13;
pengaruh  keterampilan  ibu  sebelum  dan  sesudah  adanya  edukasi  pijat  bayi. &#13;
Sebelum diedukasi nilai rata-ratanya adalah 3,5 termasuk  dalam kategori tidak &#13;
terampil, sedangkan setelah diedukasi nilai rata-ratanya adalah 82,00 termasuk &#13;
dalam  kategori  terampil.  Kesimpulan  hasil  uji  statistic  adalah  ada  pengaruh &#13;
pelatihan  pijat  bayi  terhadap  keterampilan  ibu  melakukan  pijat  bayi  dengan &#13;
nilaisignifikan  0.065  &lt;  0,05.  Bagi  ibu-ibu  yang  mempunyai  bayi  yang  telah &#13;
mendapatkan  edukasi  tentang  pijat  bayi  diharapkan  dapat  menerapkan </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6821">
                <text> Maiwinarni </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6822">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6823">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1245" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1247">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\1245\AFNIATI-SKRIPSI.1.pdf</src>
        <authentication>0b628acd1a743d54044954d7bcd087f8</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="29">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5260">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5599">
                <text>EFEKTIFITAS PEMBERIAN UBI JALAR UNGU PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA TERHADAP KADAR HB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPUNG DALAM  &#13;
TAHUN 2022 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5600">
                <text> &#13;
Anemia defisiensi besi pada ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin &#13;
atau bayi saat kehamilan maupun setelahnya.  Angka kejadian anemia di Puskesmas &#13;
Kampung Dalam cukup tinggi yakni 49,65%. Ubi jalar mengandung 4mg zat besi dalam 100 &#13;
gramnya, dan dapat dikonsumsi ibu hamil untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam sel &#13;
darah merah serta mencegah dan mengobati anemia karena kaya zat besi.  Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk  mengetahui  Efektifitas pemberian ubi jalar ungu pada ibu hamil  dengan &#13;
Anemia terhadap peningkatan HB di wilayah Kerja Puskesmas Kampung Dalam tahun 2022. &#13;
Jenis penelitian ini adalah  kuantitatif  dengan metode  quasi experiment  atau eksperimen &#13;
semu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini  one group pretest-postest. Sampel dalam &#13;
penelitian ini adalah  seluruh ibu  hamil TM III sebanyak 14 orang  dengan metode  total &#13;
sampling.  Pengumpulan data dengan Observasi langsung. Analisa data dilakukan secara &#13;
univariat dan bivariat yang dianalisis menggunakan Uji analisis mengunakan Uji t  (paired &#13;
sample test). Waktu Penelitian dilakukan pada tanggal 14 september s/d 30 September 2022. &#13;
Hasil penelitian ini  semuanya (100%) responden mengalami kejadian anemia  dan setelah &#13;
diberikan ubi jalar ungu hampir separohnya (42,85%) responden tidak mengalami kejadian &#13;
anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Dalam tahun 2022.  Hasil Penelitian &#13;
membuktikan adanya  efektifitas konsumsi ubi jalar ungu pada ibu hamil  dengan anemia &#13;
terhadap Kadar HB di wilayah Kerja Puskesmas Kampung Dalam tahun 2022 dengan p = &#13;
0,015.  Ubi jalar ungu dapat dijadikan sebagai alternative  makanan dalam meningkatkan &#13;
kadar hemoglobin dan mencegah anemia. Bidan  bisa  menganjurkan ibu hamil selain &#13;
mengkonsumsi tablet Fe, dapat mengkonsumsi makanan lain yang  mengandung zat besi &#13;
salah satunya dengan mengkonsumsi ubi jalar ungu. &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5601">
                <text>Afniati </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5602">
                <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1463" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1462">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\1463\SKRIPSI_AMEILINA_ELVIONITA.1.pdf</src>
        <authentication>3cd504121dbb2b0d3a1fccc0bc78bef4</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="29">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5260">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6681">
                <text>PENGARUH PENGOLESAN EXTRA VIRGIN OLIVE OIL (EVOO)&#13;
TERHADAP LECET PUTING SUSU IBU MENYUSUI&#13;
DI PMB NURHUSNI KABUPATEN&#13;
TANAH DATAR&#13;
TAHUN 2022</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6682">
                <text>WHO memperkirakan insiden lecet puting susu di Indonesia Tahun 201&#13;
menunjukkan angka 57%. Faktor utama disebabkan karena perawatan payudara da&#13;
teknik menyusui yang salah. Upaya dalam menangani masalah pada lecet puting sus&#13;
ibu yaitu dengan memberikan pengolesan EVOO Pada ibu menyusui denga&#13;
kandungan yaitu tiga zat antioksidan utama adalah vitamin E, polifenol, da&#13;
pitosterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengolesan EVOO&#13;
(Extra Virgin Olive Oil) pada lecet puting susu ibu menyusui di PMB Nurhusn&#13;
Kabupaten Tanah datar tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan desain quas&#13;
experiment. Populasi semua ibu menyusui hari ke-0 sampai ke-42 sebanyak 30 ib&#13;
menyusui. Teknik sampel adalah purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi da&#13;
ekslusi yaitu 16 orang. Instrumen berupa lembar observasi. Uji normalitas data tida&#13;
berdistribusi normal pre-test 0,000 dan post-test 0,000 sehingga menggunakan uj&#13;
wilcoxon. Hasil rerata univariat sebelum 2,40 dan rerata univariat sesudah 0,00&#13;
Dapat disimpulkan ada pengaruh pengolesan EVOO pada lecet puting susu ib&#13;
menyusui di PMB Nurhusni Kabupaten Tanah Datar Tahun 2022. Disarankan aga&#13;
responden dapat menjaga kebersihan payudaranya dan melakukan perawata&#13;
payudara agar tidak terjadi lecet pada payudara ibu, EVOO dijadikan alternatif dalam&#13;
penyembuhan lecet puting susu.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6683">
                <text>AMEILINA ELVIONITA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6684">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6685">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1236" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1238">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\1236\Skripsi_aynesia.1.pdf</src>
        <authentication>d971bcfb69975b45cd1dc39174acaeaf</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="29">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5260">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5554">
                <text>PENGARUH PEMBERIAN BUAH PISANG KEPOK (MUSA &#13;
PARADISIACA L) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN &#13;
DARAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER II &#13;
DI PUSKESMAS SUNGAI BUNGKAL &#13;
TAHUN 2022 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5555">
                <text>Hipertensi dalam kehamilan sering dijumpai dan masih merupakan  salah satu &#13;
penyebab  kematian  ibu.  Hipertensi  dalam  kehamilan  (HDK)  mempengaruhi &#13;
sekitar 10 % dari semua perempuan hamil diseluruh dunia. Menurut data WHO &#13;
pada tahun 2016 ada lebih kurang 1 milyar orang atau sekitar 28,7 % penduduk &#13;
dunia menderita hipertensi setiap tahunnya. Kasus ini diperkirakan akan semakin &#13;
tinggi  pada  tahun  2025.  Salah  satu  upaya  yang  dilakukan  untuk  menurunkan &#13;
tekanan  darah  ibu  hamil  yang  mengalami  hipertensi  secara  non  farmakologi &#13;
adalah  dengan  mengkonsumsi  pisang  kepok.  Pisang  kepok  mempunyai &#13;
kandungan  kalium  yang  tinggi  yang  dapat  membantu  mengurangi  dan &#13;
menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh &#13;
pemberian buah pisang kepok (Musa Paradisiaca L) terhadap penurunan tekanan &#13;
darah pada ibu hamil trimester II di Puskesmas Sungai Bungkal Tahun 2022. &#13;
Penelitian ini menggunankan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan One- &#13;
Group  Pretest-Posttest  Only  Design.  Dengan  analisis  univariat  dan  bivariat. &#13;
Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  seluruh  ibu  hamil  menderita  Hipertensi &#13;
gestasional yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sungai Bungkal pada bulan Mei &#13;
Tahun 2022, sampel sebanyak 14 orang ibu hamil hipertensi menggunakan teknik &#13;
total sampling. Setiap responden diberikan  perlakuan dengan pemberian pisang &#13;
kepok sebanyak 100 gram 3 kali sehari selama 7 hari. Pengukuran tekanan darah &#13;
sebanyak 2 kali yaitu sebelum intervensi dan hari ke-8 setelah intervensi. Hasil &#13;
penelitian diperoleh median tekanan darah ibu hamil sebelum dilakukan intervensi &#13;
adalah  sistol  142.5  (140-150)  dan diastole  90.00  (90-100) dan  tekanan darah &#13;
setelah intervensi adalah sistol 130 (120-145) dan diastole 80 (70-90) mmhg. Uji &#13;
analisis data yang digunakan adalah uji non parametric yaitu uji Wilcoxon Ranks &#13;
Test  hasilnya  p value=0,004. Dengan hasil penelitian ini, diharapkan pemberian &#13;
pisang  kepok  dapat  dijadikan  rekomendasi  untuk  ibu  hamil  yang  menderita &#13;
hipertensi. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5556">
                <text>Aynesia </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5557">
                <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5558">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1205" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1207">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\1205\SKRIPSI_BELLA_MONICA_Edit_Bd_To_Print.1.pdf</src>
        <authentication>f94d9eb71996c97e06ae12c80dc830c3</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="29">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5260">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5399">
                <text> &#13;
PENGARUH PEMBERIAN BUAH PEPAYA (CARICAPAPAY&#13;
TERHADAP VOLUME ASI PADA IBU MENYUSUI  &#13;
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWANG TAHUN 2022 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5400">
                <text>ASI merupakan nutrisi ideal untuk bayi yang mengandung zat gizi paling sesuai &#13;
dengan kebutuhan bayi.  Di negara berkembang hanya 39% ibu-ibu yang &#13;
memberikan ASI eksklusif. Hal ini disebabkan oleh ASI  yang sukar keluar di &#13;
minggu pertama setelah melahirkan dan persepsi ibu bahwa produksi ASI  tidak &#13;
mencukupi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI &#13;
adalah  secara non farmakologi adalah dengan mengkonsumsi  buah pepaya. &#13;
Pepaya mengandung  laktagogum  yang dapat merangsang aktivitas protoplasma &#13;
pada sel-sel sekretoris kelenjar susu dan ujung saraf sekretoris dalam kelenjar &#13;
susu.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Pengaruh Pemberian Buah &#13;
Pepaya (Carica Papaya L)  Terhadap Volume Asi Pada Ibu Menyusui  Di &#13;
Wilayah Kerja  Puskesmas Rawang  Tahun 2022. Penelitian ini menggunankan &#13;
jenis penelitian Quasy Experiment design dengan pendekatan  Pretest-Posttest &#13;
with control group,  dengan analisis univariat dan bivariate. Populasi dalam &#13;
penelitian ini adalah ibu menyusui yang ada di wilayah kerja Puskesmas Rawang &#13;
Tahun 2022, sampel sebanyak 16 orang  ibu. Hasil penelitian diperoleh  rata-rata &#13;
volume ASI pada kelompok intervensi sebelum diberikan buah papaya 185 cc, &#13;
dengan volume minimum 150 cc dan maksimum 250 cc. Volume ASI pada &#13;
kelompok intervensi setelah diberikan buah papaya 295.5 cc, dengan volume &#13;
minimum 270 cc dan maksimum 320 cc. rata-rata selisi volume ASI Ibu setelah &#13;
mengkonsumsi pepaya 101,25 cc. Uji analisis data yang digunakan adalah uji &#13;
parametric yaitu T test dengan hasilnya p value=0,000  (P &lt; α) dengan selisih &#13;
rata-rata (Mean Diference) sebesar 60 cc (292.5  –  232.5). Artinya Ha diterima &#13;
ada pengaruh pemberian buah papaya (Carica Papaya L) Terhadap Volume Asi &#13;
Pada Ibu Menyusui di wilayah kerja puskesmas rawang tahun 2022. Diharapkan &#13;
pemberian buah pepaya dapat dijadikan rekomendasi untuk  ibu menyusui yang &#13;
volume ASInya sedikit.  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5401">
                <text>Bella Monica </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5402">
                <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5403">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1522" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1522">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\1522\SKRIPSI_PDF_CHAIRUNISA.1.pdf</src>
        <authentication>1a9de3ab53d0e7f6bc64a5b79840369a</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="29">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5260">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6956">
                <text>PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP NYERI &#13;
MENSTRUASI PADA SISWI KELAS VIII SMP NEGERI 3 TEBO  &#13;
TAHUN 2022 &#13;
 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6957">
                <text>Dismenorea adalah nyeri perut yang berasal dari kram  Rahim dan &#13;
terjadi selama menstruasi.  Kejadian  desminorea  mencapai 60-70 %, &#13;
terbanyak  pada remaja putri  30-60%, dilaporkan 7 %-15 % remaja tidak &#13;
datang sekolah.  Air kelapa mengandung  Kalsium dan magnesium yang &#13;
dapat  mengurangi ketegangan otot dan vitamin c merupakan zat-zat alami &#13;
anti inflamasi yang membantu meringankan rasa sakit akibat kram &#13;
menstruasi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh pemberian air &#13;
kelapa muda terhadap nyeri menstruasi pada siswi kelas VIII SMP Negeri 3 &#13;
Tebo tahun 2022. Desain penelitian Quasi Exsperiment One Group Pretest–&#13;
Posttest.  Pengumpulan data menggunakan lembar observasi  dan  di analisi &#13;
dengan Uji  Paired T  –  test. Instrument yang di gunakan  NRS (Numeric &#13;
rating Scales).  Populasi  dalam penelitian ini  semua  siswi kelas VIII SMP &#13;
Negeri 3 Tebo yang mengalami nyeri menstruasi  berjumlah  40 orang. &#13;
Sample berjumlah  13 orang (rumus issac dan Michle). Waktu penelitian di &#13;
lakukan pada tanggal 3 Agustus 2022 s/d 4 September 2022. Hasil pretest &#13;
nilai  rata-rata 4,77  dan  hasil posttest  nilai  rata-rata 2,62. Hasil  uji statistik &#13;
paired T-test adalah p = 0.000 &lt; α 0,05 sehingga dapat di simpulkan bahwa &#13;
ada pengaruh pemberian air kelapa muda terhadap nyeri menstruasi pada &#13;
siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Tebo tahun 2022. Pemberian air kelapa muda &#13;
merupakan salah satu upaya non farmakologi untuk mengurangi nyeri &#13;
menstruasi,  dengan demikian  disarankan bagi  remaja putri  untuk  dapat &#13;
melanjutkan konsumsi  air kelapa muda saat menstruasi  untuk mengurangi &#13;
nyeri menstruasi.  &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6958">
                <text>CHAIRUNISA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6959">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6960">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1497" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1496">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\1497\skripsi_danik.1.pdf</src>
        <authentication>b564d0b2854fcd5c4fbf439033e15514</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="29">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5260">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6848">
                <text> Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian  &#13;
  Abortus di Puskesmas Meranti Tahun 2020-2021</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6849">
                <text>Puskesmas Meranti merupakan salah satu puskesmas yang berada di Kabupaten &#13;
Merangin dengan jumlah kehamilan risiko tinggi sebanyak 63 kasus dan 18 kasus &#13;
abortus pada tahun 2020-202. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-&#13;
faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di Puskesmas Meranti Tahun &#13;
2020-2021. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana faktor-faktor yang &#13;
berhubungan dengan kejadian abortus di Puskesmas Meranti Tahun 2020-2021. Jenis &#13;
penelitian  yang  digunakan yakni observasional analitik dengan pendekatan  case &#13;
control.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami &#13;
abortus di Wilayah Kerja Puskesmas Meranti pada tahun 2020-2021, pengambilan &#13;
sampel dilakukan dengan menggunakan teknik  total sampling dengan perbandingan &#13;
besar sampel antara kasus : kontrol = 1:1, menjadi 70 sampel. menggunakan uji Chi-&#13;
Square.  Berdasarkan analisa univariat sebagian besar kondisi sosial ekonomi &#13;
75,72%.  usia responden antara 20-35 tahun yaitu sebanyak 67,15%.  Pendidikan &#13;
tinggi (SMA dan Perguruan Tinggi) yaitu sebanyak 67,15%.  Paritas risiko rendah &#13;
yaitu sebanyak 97,15%.  2  riwayt abortus yaitu sebanyak 91,43%. Berdasarkan &#13;
analisa bivariat Sosial Ekonomi  (p=0,165), Usia    (p=0,233), Pendidikan (p=0,551), &#13;
Paritas (p=0,140), Riwayat abortus (p=0,045).  Berdasarkan  hasil analisis data &#13;
diketahui bahwa, sebagian besar responden dengan kondisi faktor sosial ekonomi &#13;
responden menengah  usia antara 20-35 tahun  memiliki pendidikan tinggi  paritas &#13;
risiko rendah 2 riwayat abortus Ada hubungan yang bermakna antara sosial ekonomi, &#13;
Usia, Pendidikan, Paritas dan Riwayat Abordi  terhadap kejadian abortus. &#13;
Berdasarkan hasil penelitian,  dapat disimpulkan bahwa dinyatakan variabel sosial &#13;
ekonomi, usia, pendidikan, paritas dan riwayat abortus berhubungan dengan  &#13;
kejadian abortus.  saran yang  dapat diberikan  kepada tenaga kesehatan adalah agar &#13;
dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang faktor-faktor penyebab &#13;
abortus dan cara menanganinya. &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6850">
                <text>Danik Suryani </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6851">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6852">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
