<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/items/browse?collection=17&amp;output=omeka-xml&amp;page=167" accessDate="2026-09-17T11:05:54+02:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>167</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>1849</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="1359" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1359">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/30\1359\Skripsi_Novie_Nurhidayani_Top_[1].pdf</src>
        <authentication>a111a9a496c3655811b012090c070b62</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="30">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5269">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6155">
                <text> &#13;
HUBUNGAN ANTARA USIA IBU, JARAK KEHAMILAN, &#13;
DAN GIZI IBU DENGAN KEJADIAN BERAT BAYI   &#13;
LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT   &#13;
AR. BUNDA PRABUMULIH   &#13;
TAHUN 2023 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6156">
                <text> &#13;
Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) mempunyai kemungkinan empat &#13;
kali lebih besar untuk meninggal selama 28 hari pertama masa hidupnya &#13;
dibandingkan dengan bayi yang lahir normal. Efek jangka panjang yang dapat &#13;
mempengaruhi bayi dengan kondisi lahir Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah &#13;
gangguan perkembangan fisik, pertumbuhan serta perkembangan mental yang &#13;
terhambat. Angka kejadian BBLR di Indonesia mencapai 10,2%. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu, jarak kelahiran, dan gizi ibu &#13;
terhadap kejadian BBLR di RS AR. Bunda Prabumulih. Populasi dalam penelitian &#13;
ini adalah semua ibu bersalin dengan kelahiran BBLR yang melahirkan di rumah &#13;
sakit AR. Bunda Prabumulih pada periode penelitian dari bulan Januari  -  Juli &#13;
tahun 2023 sebanyak 264 ibu bersalin. Adapun estimasi besar sampel adalah 159 &#13;
bayi. Sedangkan teknik pengambilan sampel adalah teknik acak sederhana. Untuk &#13;
teknik pengumpulan data  menggunakan data sekunder yang berasal dari hasil &#13;
rekam medis ibu bersalin BBLR dengan data usia, jarak kehamilan, dan LiLA ibu. &#13;
Jumlah kelahiran bayi yang masuk dalam ketegori inklusi umumnya memiliki &#13;
berat  &lt;2500 gr sebanyak 101 (63,52%) bayi. Sebagian besar usia ibu yang &#13;
menjadi responden adalah &lt;20 dan &gt;35 tahun sebanyak 110 (69,19%). Jarak &#13;
kehamilan terbanyak pada responden adalah &lt;2 dan &gt;10 tahun, yaitu sebanyak &#13;
113 (71,07%) ibu. Sebagian besar angka LiLA dari responden pada penelitian ini &#13;
adalah &lt;23,5 cm yaitu sebanyak 121 (76,10%) ibu.Terdapat hubungan antara usia &#13;
ibu, jarak kehamilan, dan gizi ibu dengan nilai p value rata  -  rata dibawah 0,05. &#13;
Bagi RS. AR Bunda agar semakin banyak memberikan penyuluhan bahaya </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6157">
                <text>NOVIE NURHIDAYANI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6158">
                <text>UNIVERSITAS PRIMA &#13;
NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6159">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1358" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1358">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/34\1358\SOFT_FILE_SKRIPSI.1.pdf</src>
        <authentication>e11827bad6f8626564f55d57f79d65f0</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="34">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5349">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6150">
                <text>PENGARUH SENAM AEROBIC LOW IMPACT TERHADAP&#13;
PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA  &#13;
PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL &#13;
 KASIH SAYANG IBU DI PSTW  &#13;
BATUSANGKAR TAHUN 2022 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6151">
                <text>  Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu keadaan dimana &#13;
tekanan darah melewati batas normal sistolik 140 mmHg atau lebih dan diastolic &#13;
90 mmHg atau lebih.  Jika tidak segera ditangani, hipertensi atau tekanan darah &#13;
tinggi bisa menyebabkan munculnya penyakit serius yang mengancam nyawa, &#13;
seperti gagal jantung, penyakit ginjal dan stroke. Penyebab hipertensi ada beberapa &#13;
faktor diantaranya keturunan, gaya hidup dan efek samping obat- obatan . Salah &#13;
satu terapi nonfarmakologis yang dapat menurunkan tekana darah adalah senam &#13;
Aerobic Low Impact. Senam aerobic low  impact merupakan suatu aktivitas fisik &#13;
yang  bermanfaat untuk meningkatkan dan mempertahankan Kesehatan serta &#13;
melancarakan aliran darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui &#13;
pengaruh senam aerobic low impact terhadap penurunan tekanan darah pada lansia &#13;
penderita hipertensi di panti sosial kasih sayang ibu di pstw batusangkar tahun &#13;
2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimen dengan &#13;
menggunakan  one Grup pretes  –  postes Design tanpa kelompok control dengan &#13;
metode purposive sampling, dan dianalisis dengan menggunakan uji T-tes dengan &#13;
sampel 14 orang lansia dengan hipertensi di panti sosial kasih sayang ibu &#13;
batusangkar. Penelitian menunjukan tidak ada pengaruh senam aerobic low impact &#13;
terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Panti Sosial &#13;
kasih sayang ibu batusangkar ditunjukkan oleh Uji T-tes yang memberi nilai p value &#13;
&gt;0,05. Dengan melakukan senam aerobic low impact secara rutin  penderita &#13;
hipertensi agar kesehatan penghuni panti dapat terjaga serta manfaat lainnya dapat &#13;
menstabilkan tekanan darah, dan disarankan bagi lansia agar lebih rutin untuk &#13;
mengikuti senam aerobic low impact agar tekanan arah dapat stabil.  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6152">
                <text>INDAH PUTRI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6153">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6154">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1357" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1357">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/30\1357\Skripsi_ArmaYelita_JADI.docx_CD_2.1.pdf</src>
        <authentication>437d8383e08d7d9cfae595910f7f9ac1</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="30">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5269">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6145">
                <text>PENGARUH TERAPI KOMBINASI JUS BAYAM &#13;
(AMARANTHUS)               DAN TOMAT (SOLANUN-&#13;
LYCOPERSICUM) TERHADAP KADAR &#13;
HEMOGLOBIN IBU   HAMIL ANEMIA &#13;
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS  CUBADAK &#13;
TAHUN 2023 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6146">
                <text>  Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah nasional karena &#13;
mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan pengaruhnya &#13;
sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Pada tahun 2018, prevalensi &#13;
kejadian anemia pada ibu hamil di  Indonesia sebesar 48,9% yang  cenderung &#13;
meningkat dari tahun 2015 yang sebesar 37,1% . Angka kejadian anemia di &#13;
Puskesmas Cubadak tahun 2022 sebanyak 14,4% atau sebanyak 36 orang. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kombinasi jus daun bayam &#13;
(Amaranthus) dan Tomat (solanun-lycopersicum) Terhadap  terhadap kadar &#13;
hemoglobin ibu hamil anemia di wilayah kerja Puskesmas Cubadak Tahun 2023. &#13;
Jenis Penelitian ini adalah pre eksperimen dengan desain one group pre test-&#13;
posttes. Pengumpulan data dilakukan pada bulan September 2023 di Puskesmas &#13;
Cubadak. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas &#13;
Cubadak tahun 2023 yang berumlah 52 orang dan sampel berjumlah 12 orang, &#13;
dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara uni variat &#13;
dan analisi bivariate dengan menggunakan Uji  Paired t-test., hasil penelitian &#13;
adalah rata-rata Hb ibu hamil anemia sebelum diberikan jus bayam (Amaranthus) &#13;
dan Tomat (solanun-lycopersicum) terhadap kadar Hemoblobin ibu hamil dengan &#13;
nilai    p value 0,001 (&lt;0,05). Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian jus daun &#13;
bayam   (Amaranthus) dan Tomat (solanun-lycopersicum) terhadap kadar &#13;
Hemoglobin ibu hamil anemia. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk &#13;
menganjurkan ibu hamil anemia untuk mengkonsumsi jus bayam    (Amaranthus) &#13;
dan Tomat (solanun-lycopersicum) sebagai upaya membantu meningkatkan </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6147">
                <text>ARMA YELITA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6148">
                <text>UNIVERSITAS &#13;
PRIMA NUSANTARA   BUKITTINGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6149">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1356" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1356">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/31\1356\LIARNI.1.pdf</src>
        <authentication>1747b266a42e831a39e353b1f0f85ec6</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="31">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5274">
                  <text>Tahun 2024</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6140">
                <text>HUBUNGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DAN&#13;
ANEMIA PADA IBU HAMIL TRISEMESTER 1 DENGAN KEJADIAN&#13;
STUNTING USIA 1- 5 TAHUN DI WILAYAH&#13;
KERJA PUSKESMAS X KOTO II&#13;
TAHUN 2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6141">
                <text>Stunting adalah masalah kesehatan global. Di Puskesmas X Koto II&#13;
terdapat 13,1 % aanak Stunting pada tahun 2023. Dampak buruk yang dapat&#13;
ditimbulkan oleh stunting dalam jangka pendek adalah terganggunya&#13;
perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan&#13;
metabolisme dalam tubuh. Sedangkan dalam jangka panjang dampak buruk yang&#13;
dapat ditimbulkan adalah menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar,&#13;
menurunnya imunitas. Faktor penyebab stunting antara lain Kurang Energi Kronik&#13;
(KEK) dan anemia pada ibu hamil. Hampir separo dari ibu hamil mengalami KEK&#13;
yaitu 38,9%, sedangkan Anemia sebanyak 70,4%. Sehingga perlu dilakukan&#13;
penelitian mengenai hubungan riwayat KEK dengan anemia pada ibu hamil&#13;
dengan kejadian stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui&#13;
hubungan riwayat Kurang Energi Kronik (KEK) dan anemia pada ibu hamil&#13;
Trisemester 1dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas X Koto II&#13;
Tanah Datar tahun 2023.. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini&#13;
adalah Case Control dengan pendekatan retrospektif terhadap 54 anak stunting&#13;
sebagai kelompok kasus dan 32 anak non stunting sebagai kelompok kontrol,&#13;
dimana pengambilan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling.&#13;
Berdasarkan analisis bivariat yang dilakukan untuk hubungan Kekurangan Energi&#13;
Kronik (KEK) dengan kejadian stunting diperoleh p value = 0,031 (p &lt; 0,05),&#13;
sedangkan untuk hubungan anemia pada ibu hamil Trisemester 1dengan kejadian&#13;
stunting diperoleh p value = 0,947 (p&gt;0,05). Ada hubungan antara Kurang Energi&#13;
Kronis (KEK) dengan Stunting,sementara Tidak ada hubungan anemia dengan&#13;
stunting saat pengambilan data pada masa kehamilan Trisemester1dengan&#13;
kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas X Koto II Kabupaten Tanah Datar&#13;
tahun 2023,sehingga perlu adanya upaya pencegahan stunting dengan&#13;
memanfaatkan kerjasama lintas sektoral.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6142">
                <text>Sarjana Kebidanan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6143">
                <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6144">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1355" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1355">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/34\1355\SKRIPSI_IKROMIAH_JILID_BERSIH_22_NOV_VDF.1.pdf</src>
        <authentication>762e1fff8e3e7ee2c1df41656b04fa7e</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="34">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5349">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6135">
                <text>Faktor-faktor Yang  Berhubungan Dengan Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi &#13;
Untuk Pencegahan Stunting Diwilayah Kerja Puskesmas Pelawan tahun 2022 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6136">
                <text>Menurut WHO, hanya 44% bayi mendapat ASI eksklusif di dunia. Profil Kesehatan &#13;
Indonesia (2021), cakupan ASI eksklusif mengalami kenaikan dari 37,8 % pada tahun &#13;
2020 menjadi 65,16% pada tahun 2021. Pemberian ASI ekslusif dapat mencegah &#13;
terjadinya stunting pada bayi, adapun rendahnya pemberian ASI ekslusif ini yaitu &#13;
kurangnya pengetahuan ibu, kurangnya dukungan keluarga, dan kurangnya peran tenaga &#13;
kesehatan.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor Yang &#13;
Berhubungan Dengan Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi Untuk Pencegahan Stunting &#13;
Diwilayah Kerja Puskesmas Pelawan tahun 2022. Penelitian dilakukan dengan metode &#13;
Deskriptif analitik dengan pendekatan crosectional pada tanggal 15 Agustus s/d 30 &#13;
Agustus 2022 diwilayah Kerja Puskesmas Pelawan, populasi dalam penelitian ini285 &#13;
orang, dan sampel penelitian sebanyak 74 orang, dengan teknik pengambilan sampel &#13;
accidental sampling dan data di olah secara univariate dan bivariate. Hasil univariat &#13;
didapatkan 54,1% responden memiliki pengetahuan tinggi, 55,4% responden memiliki &#13;
sikap positif, 51,4% responden memiliki dukungan keluarga baik, 58,1% responden &#13;
memiliki peran tenaga kesehatan baik, dan 60,8% responden memberikan ASI ekslusif. &#13;
Hasil uji statistik didapatkan pengetahuan (p =0,000), sikap (p=0,000), dukungan &#13;
keluarga (p=0,000), peran tenaga kesehatan (p=0,000)  artinya ada hubungan &#13;
pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan dengan Pemberian &#13;
Asi Ekslusif Untuk Pencegahan Stunting Pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Pelawan &#13;
Tahun 2022. Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan pengetahuan, sikap, &#13;
dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan dengan Pemberian Asi Ekslusif Untuk &#13;
Pencegahan Stunting Pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Pelawan Tahun 2022. &#13;
Disarankan pada  tenaga kesehatan  agar dapat memberikan  penyuluhan kesehatan pada &#13;
ibu tentang manfaat ASI ekslusif pada bayinya dapat  mencegah terjadinya stunting pada &#13;
anak. &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6137">
                <text> Ikromiah </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6138">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6139">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1354" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1354">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/30\1354\ASMARNI-SKRIPSI.1.pdf</src>
        <authentication>9de539b25b27836162d3b8a40b66bc50</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="30">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5269">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6130">
                <text>Efektifitas Edukasi Tentang Imunisasi Dasar Melalui Media &#13;
Video terhadap Pengetahuan Ibu Hamil di Puskesmas Ampalu &#13;
Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2023. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6131">
                <text> &#13;
Imunisasi merupakan strategi kesehatan yang sangat efektif untuk mengurangi angka &#13;
kematian bayi baru lahir serta anak. Di Indonesia cakupan imunisasi  dasar dalam 3 tahun &#13;
terakhir mengalami penurunan, pada tahun 2020 sebesar 83,3% dari target Renstra  sebesar &#13;
92,9%  (Kemenkes RI, 2022). Di Sumatera Barat cakupan imunisasi dasar pada tahun 2019 &#13;
sebesar 76,2%, turun menjadi 56,7% pada tahun 2020, di Kabupaten Padang Pariaman &#13;
cakupan imunisasi  dasar pada tahun 2019 sebesar 89,2% turun menjadi 60,9% pada tahun &#13;
2020 (Dinkes Sumbar, 2023). Salah satu penyebab  terjadinya penurunan cakupan imunisasi &#13;
dasar adalah kurangnya pengetahuan ibu, untuk meningkatkannya perlu diadakan pendidikan &#13;
kesehatan dengan berbagai media agar hasilnya lebih maksimal, salah satunya dengan media &#13;
video. Penelitian dilakukan untuk melihat efektifitas edukasi tentang imunisasi dasar melalui &#13;
media video terhadap pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Ampalu Kabupaten Padang &#13;
Pariaman Tahun 2023.  Jenis penelitian ini kuantitatif  dengan  metode  quasi experiment &#13;
dengan desain  one group pretest-postest  without control. Penelitian dilakukan pada  bulan &#13;
Juli s/d Agustus 2023 di Puskesmas Ampalu. Populasi pada penelitian ini semua ibu hamil &#13;
trimester II dan III sebanyak 21 orang, teknik sampling secara total sampling. Pengumpulan &#13;
data dengan melakukan observasi langsung dan wawancara dengan menggunakan kuesioner. &#13;
Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat mengunakan Uji t (paired sample t-test). &#13;
Hasil dalam penelitian ini didapatkan rata-rata pengetahuan responden sebelum diberikan &#13;
edukasi  tentang imunisasi dasar melalui media  video sebesar  19,29  point dan sesudah &#13;
diberikan edukasi  melalui  video sebesar  28,71  point,  terdapat  efektifitas edukasi  tentang &#13;
imunisasi dasar melalui media  video terhadap pengetahuan ibu  hamil  antara sebelum dan &#13;
sesudah diberikan edukasi melalui media  video di  Puskesmas Ampalu Kabupaten Padang &#13;
Pariaman tahun 2023  dengan nilai  signifikansi 0,000  (p  value  &lt; 0,05). Berdasarkan hasil &#13;
penelitian ini diharapkan  tenaga kesehatan dapat mengoptimalkan penggunaan media video &#13;
dalam  memberikan pendidikan kesehatan sebagai upaya promotif khususnya mengenai &#13;
imunisasi. &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6132">
                <text>Asmarni  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6133">
                <text>Universitas Prima Nusantara Bukittinggi. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6134">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1353" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1353">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/34\1353\BAB_I_-_VI_nenglis_Skripssi_Revisi_3-1.1.pdf</src>
        <authentication>d0ddf506f16ce881ccb7bc92cf579a85</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="34">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5349">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6125">
                <text>Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Karies Gigi &#13;
Pada Anak Kelas 1-3 SD Negeri 81/III Sungai Tutung  &#13;
Kecamatan Air Hangat Timur Tahun 2022. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6126">
                <text> &#13;
Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai denga kerusakan jaringan, &#13;
dimulai dari permukaan gigi (ceruk, fisura, dan daerah interproksimal) meluas ke &#13;
arah pulpa. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan Pola Makan &#13;
Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Kelas 1-3 SD Negeri 81/III Sungai &#13;
Tutung  Kecamatan Air Hangat Timur Tahun 2022.  Desain penelitian adalah &#13;
deskriptif analitik dengan pendekatan  cross sectional.  jumlah sampel 31, Teknik &#13;
sampling adalah  Probability sampling  dengan  Cluster sampling.  Data diolah &#13;
secara komputerisasi dengan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji  chi-&#13;
square.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2022. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan  (80,6%) responden bersiko pola makan yang meyebabkan karies &#13;
gigi Dan (19,4%) responden tidak bersiko pola makan yang meyebabkan  karies &#13;
gigi. Kemudian (74,2%) responden dengan kejadian karies gigi sedang. Dan &#13;
(25,8%) responden dengan kejadian karies gigi rendah.  Proporsi pola makan &#13;
beresiko banyak ditemukan pada responden dengan karies gigi sedang yaitu &#13;
(71,0%) dibandingkan dengan responden yang pola makan tidak beresiko dengan &#13;
karies gigi rendah (16,1%). Hasil uji statistic (Chi Square) diperoleh nilai p=0.002 &#13;
(p&lt;0.05), berarti terdapat hubungan pola makan dengan kejadian karies gigi pada &#13;
anak kelas 1-3 SD Negeri 81/III Sungai Tutung  Kecamatan Air Hangat Timur &#13;
Tahun 2022. Dalam hal ini petugas kesehatan bersedia memberikan penyuluhan &#13;
maupun konseling tentang karies gigi dan pola makan yang baik agar anak &#13;
terhindar dari karies gigi. Untuk orang tua juga lebih memperhatikan dan menjaga &#13;
pola makan dan kesehatan gigi dan mulut anak. &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6127">
                <text>Nenglis Angraini </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6128">
                <text>universitas prima nusantara bukittingi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6129">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1352" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1352">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/30\1352\SKRIPSI_TASYAa[1][1]_[4].docx_CD.pdf</src>
        <authentication>8478c083545266475a3ab219a264a137</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="30">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5269">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6120">
                <text>PENGARUH PEMBERIAN JUS NANAS TERHADAP  &#13;
NYERI HAID (DISMINOREA) PADA SISWI SMK  &#13;
NEGERI 1 BUKITTINGGI  &#13;
TAHUN 2023 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6121">
                <text> &#13;
Dismenore merupakan suatu nyeri haid yang terjadi pada wanita saat datang bulan. &#13;
Nyeri haid tersebut merupakan suatu gejala dan bukan suatu masalah penyakit. Di &#13;
Indonesia kejadian dismenore sebesar 64,25%, terdiri dari dismenore primer 54,89% &#13;
dan dismenore sekunder 9,36%. Tujuan penelitian  untuk mengetahui  efektifitas &#13;
pemberian jus nanas terhadap nyeri haid pada siswi  SMK N 1 Bukittinggi  tahun &#13;
2023. Jenis penelitian adalah  pretest and posttest one group design.  Populasi &#13;
terjangkau pada penelitian adalah seluruh siswi  SMK N 1 Bukittinggi  tahun 2023 &#13;
sebanyak 15 sampel dengan teknik  purposive sampling.  Analisa  data  univariat &#13;
disajikan dalam bentuk  distribusi frekuensi  dan analisis bivariat menggunakan uji &#13;
paired sample t-test  serta pengolahan data menggunakan komputerisasi.  Rata-rata &#13;
nyeri haid sebelum diberikan  jus nanas adalah sebesar 5,07 dengan nilai minimum 2 &#13;
dan maksimum 8, rata-rata  nyeri haid sesudah  diberikan jus nanas adalah sebesar &#13;
2,53 dengan nilai minimum 0 dan maksimum 6  dan ada  pengaruh pemberian jus &#13;
nanas terhadap nyeri haid pada siswi SMK N 1 Bukittinggi  tahun 2023 (p=0,000). &#13;
Terbukti ada pengaruh pemberian jus nanas terhadap nyeri haid pada siswi SMK N 1 &#13;
Bukittinggi  tahun 2023.  Maka diharapkan responden  mengetahui pengaruh jus &#13;
nanas menambah wawasan dan dapat dipraktikan sewaktu mengalami disminorea &#13;
hasil penelitian ini dapat menjadikan sebagai landasan edukasi kepada mahasiswi &#13;
cara untuk mengatasi nyeri menstruasi menggunakan non farmakologi yaitu dengan &#13;
jus nanas. &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6122">
                <text>TASYA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6123">
                <text>UNIVERSITAS  &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6124">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1351" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1351">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/34\1351\BAB_I_-_VI_SKRIPSI_ELFIRA_finishs23.1.pdf</src>
        <authentication>0d0c9757f21f05d7ea09db9fb8e3bea4</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="34">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5349">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6115">
                <text>Hubungan  Pola Makan  dan Tingkat Stress  dengan &#13;
Kejadian Gastritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai &#13;
Tutung Tahun 2022. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6116">
                <text>Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tutung didapatkan data dari laporan 3 tahun &#13;
terakhir  penyakit gastritis masih termasuk dalam 10 penyakit  terbesar,  jumlah &#13;
kasus  2020  sebanyak  94  kasus. Tahun 2021 meningkat menjadi 122 kasus, dan &#13;
tahun 2022 dari bulan Januari sampai April ini kasus gastritis berjumlah 36 kasus. &#13;
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui  hubungan pola makan dan tingkat &#13;
stress dengan kejadian gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tutung. Jenis &#13;
penelitian observasional, pengumpulan data Cross Sectional.  Jumlah sampel 36. &#13;
Data diolah secara komputerisasi dengan analisa univariat dan bivariat &#13;
menggunakan uji Chi square. penelitian dilaksanakan pada 18-28 Juli 2022. Hasil &#13;
penelitian menunjukkan pola makan buruk  (80,6%), tingkat stress berat (33,3%), &#13;
Sedang (41,7%) responden dengan kejadian gastritis.  dilihat  bahwa  pola makan &#13;
dengan kejadian gastritis p value 0,007 dan tingkat stress dengan kejadian gastritis &#13;
p value  0,000  maka (p&lt;0,05) sehingga Ha diterima yang artinya terdapat &#13;
hubungan pola makan dan tingkat stress dengan kejadian gastritis di Wilayah &#13;
Kerja Puskesmas Sungai Tutung Tahun 2022.  Disarankan kepada penderita &#13;
gastritis untuk dapat mengontrol keadaan mental atau psikologis tubuh dalam &#13;
menangani kejadian stres sehingga tidak memicu terjadinya peningkatan asam &#13;
lambung dan dapat mengatur pola makannya, baik waktu, jenis dan porsi makan &#13;
sehingga tidak memicu terjadinya gastritis. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6117">
                <text>Elfira Defiati </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6118">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6119">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1350" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1350">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/30\1350\SKRIPSI_PRECHA_RAMANDA.1.pdf</src>
        <authentication>540e0d3de25cd812eb0401c7076158fe</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="30">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5269">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6111">
                <text> Efektivitas Metode Video (E-Health) Dengan Metode Ceramah &#13;
Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Tentang Personal Hygiene &#13;
Genetalia Eksterna Pada Siswi SMAN 1 Cerenti 11 MIPA 1 Tahun &#13;
2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6112">
                <text>Personal hygiene merupakan salah satu pemahaman sikap  yang dilakukan &#13;
seseorang untuk meningkatan derajat kesehatan, kebersihan diri, meningkatkan &#13;
rasa percaya diri, menciptakan keindahan dan mencegah timbulnya penyakit. &#13;
Metode video (e-health) bermanfaat sebagai layanan aplikasi medis yang &#13;
mencakup 3 aspek sekaligus yang saling berkaitan yaitu pasien, rumah sakit, dan &#13;
tenaga kesehatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2018) di Indonesia dari &#13;
43,3 juta jiwa remaja putri 10-14 tahun  berprilaku hygiene sangat buruk. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya efektivitas metode video (e-health) &#13;
dengan metode ceramah terhadap pengetahuan dan sikap tentang personal hygiene &#13;
genetalia eksterna pada siswi SMAN 1 cerenti 11 MIPA 1 tahun 2023. Desain &#13;
penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan rancangan two &#13;
group pre-test posttest. Dengan populasi yang merupakan 20 orang siswa dan &#13;
sampel yang digunakan seluruh populasi. Cara pengumpulan data dengan &#13;
memberikan pertanyaan kepada siswa sebelum diberikan edukasi dan sesudah &#13;
diberikan edukasi. Hasil penelitian rata-rata pretest pengetahuan  antara metode &#13;
video (e-health) dan metode ceramah    adalah  0,029  dengan  p-value  0,029  dan &#13;
hasil posttest pengetahuan  antara metode  video (e-health) dan metode ceramah &#13;
adalah  7,700  dengan  p-value  0,000, nilai rata-rata pretest sikap antara metode &#13;
video (e-health) dan metode ceramah adalah 3,400 dengan p-value 0,009 dan nilai &#13;
rata-rata posstest sikap antara metode video (e-health) dan metode ceramah adalah &#13;
-8,400 dengan p-value 0,001. Didapatkan perbandingan efektivitas metode video &#13;
(e-health) dengan metode ceramah terhadap pengetahuan dan sikap tentang &#13;
personal hygiene genetalia eksterna pada siswi SMAN 1 cerenti 11 MIPA 1 tahun &#13;
2023 yaitu  p-value  &gt;    0.05.  Disarankan  kepada remaja  untuk meningkatkan &#13;
pentingnya mengetahui personal hygiene genetalia eksterna sehingga dapat &#13;
menerapkan personal hygiene genetalia eksterna yang baik agar terhindar dari &#13;
infeksi dibagian kewanitaan.  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6113">
                <text> Precha Ramanda</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6114">
                <text>Universitas Prima &#13;
Nusantara Bukittinggi.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
