<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="2784" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/2784?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-10T23:57:21+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="2771">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/32\2784\GUSTRIADI.1.pdf</src>
      <authentication>66c522ece86ab13e5ea264913d805384</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="32">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5342">
                <text>Tahun 2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="12846">
              <text>HUBUNGAN ANTARA DIABETES MELITUS DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN KATARAK DI POLIKLINIK MATA RUMAH SAKIT BUKIT ASAM MEDIKA TAHUN 2024</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="12847">
              <text>Katarak merupakan penyebab utama kebutaan dan memerlukan &#13;
penanganan berupa  operasi.  pasien  yang  direncanakan  akan  menjalani  operasi &#13;
katarak dapat mengalami kecemasan akan kehilangan penglihatan setelah operasi. &#13;
tujuan penelitain ini untuk  mengetahui  hubungan  antara  diabetes  melitus &#13;
kebiasaan  merokak  dengan  kejadian katarak di Poliklinik Mata Rumah Sakit &#13;
Bukit Asam  Medika Tahun  2024. Desain  penelitian  ini  adalah  penelitian &#13;
kuantitatif  dengan  menggunakan  metode  analitik korelasional yaitu metode &#13;
analisis data kuantitatif yang digunakan untuk mencari  dan mengevaluasi &#13;
hubungan antara dua variabel atau lebih dengan desain penelitian yaitu  cross &#13;
sectional  study,  dengan jumlah sample 51 responden.  Berdasarkan  penelitian &#13;
didapatkan  hasil diketahui distribusi  frekuensi diabetes melitus dengan Kejadian &#13;
Katarak di Poliklinik Mata bahwa 51 (100%) responden yang memiliki penyakit &#13;
diabetes melitus berobat ke Poliklinik Mata. Diketahui distribusi frekuensi &#13;
kebiasaan merokok dengan Kejadian Katarak di Poliklinik Mata bahwa 19 (37,3) &#13;
responden  yang memiliki  kebiasaan merokok  ringan  yang  berobat  ke Poliklinik &#13;
Mata. Diketahui distribusi frekuensi kejadian katarak di Poliklinik Mata bahwa &#13;
menunjukkan  bahwa  29 (56,9)  responden  yang  katarak  berobat  ke  Poliklinik &#13;
Mata.  Ada hubungan yang bermakna antara penyakit diabetes melitus dengan &#13;
kejadian  katarak  di  Poliklinik Mata  dengan  (p-value  0,000).  Ada hubungan  yang &#13;
bermakna antara kebiasaan merokok dengan kejadian  katarak  di Poliklinik Mata &#13;
Rumah  Sakit  Bukit  Asam Medika  Tahun  2024  dengan (p-value  0,001). Dapat &#13;
disimpulkan bahwa ada hubungan antara diabaetes melitus dan kebiasaan &#13;
merokok dengan kejadian katarak, disarankan agar peneliti lebih mengedukasi &#13;
lagi perihal efek samping  bila terus menurus memiliki kebiasaan merokok &#13;
dikarenakan bukan dapat merugikan perokok sendiri tetapi bisa merugikan orang &#13;
disekitar lingkungannya sehari-hari. </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="12848">
              <text>GUSTRIADI</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="12849">
              <text>ii PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI TAHUN 2024</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="12850">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
