<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="2530" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/2530?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-11T00:49:00+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="2514">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/109\2530\SKRIPSI_LIA_LESTI_LESTARI_2019-dikonversi.1.pdf</src>
      <authentication>dd137a1b1f5d6d6496cfeb5f59024f2b</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="109">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11679">
                <text>Tahun 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11719">
              <text>HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU AMANAH DESA SUNGAI GEDANGWILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGKUT V SAROLANGUN TAHUN 2019</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11720">
              <text>Kelompok penduduk yang paling rentan terhadap gangguan kesehatan dan gizi adalah anak balita. Status gizi anak balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua. Pertumbuhan anak yang mengalami kekurangan gizi akan berpengaruh dan akan mengalami masa sulit dalam pertumbuhan jika anak akan mengalami gangguan gizi sehingga anak perlu dipantau keadaan gizinya. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun Tahun 2017, dari 1984 balita usia 0-4 tahun hanya 30% yang mendapatkan makanan tambahan dari ibunya dan 70 % sudah belum diberikan makanan makanan tambahan. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan terhadap status gizi balita di Posyandu Amanah Desa Sungai Gedang Wilayah Kerja Puskesmas Singkut V Sarolangun Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan case control untuk megetahui mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan terhadap status gizi balita di Posyandu Amanah Desa Sungai Gedang Wilayah Kerja Puskesmas Singkut V Sarolangun Tahun 2018. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Maret 2019, sampel penelitian sebanyak 30 orang dan pengolahan data menggunakan Chi Square. Dari penelitian ini didapatkan bahwa balita yang mendapatkan pemberian makanan tambahan yaitu sebanyak 17 orang (56,7%).Balita yang memiliki status gizi baik dan status gizi kurang baik memiliki jumlah yang sama yaitu masing-masing sebanyak 15 orang (50%). Setelah dilakukan analisa bivariate didapatkan nilai p-value 0,027 sehingga pada penelitian ini hipotesis nol (ho) ditolak dan hipotesis alternatif (ha) diterima yang berarti terdapat hubungan pemberian makanan tambahan terhadap status gizi balita di Posyandu Amanah Desa Sungai Gedang Wilayah Kerja Puskesmas Singkut V Sarolangun Tahun 2019. Diharapkan dengan penelitian ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan untuk mengaplikasikan tindakan mandiri melalui pemberian makanan tambahan pada balita.</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11721">
              <text>LIA LESTI LESTARI </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11722">
              <text>STIKes PRIMA NUSANTARABUKITTINGGI</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11723">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
