<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="2526" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/2526?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-11T01:21:42+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="2510">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/109\2526\Skripsi_Neni_Hernita_PDF.1.pdf</src>
      <authentication>8d920e71e4c5d9e8bf355710198bb2b8</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="109">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11679">
                <text>Tahun 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11700">
              <text>EFEKTIVITAS AIR REBUSAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium Guajava) TERHADAP KESEMBUHAN LUKA PERI- NEUM DI RSUD PROF. DR. H. M. CHATIB QUZWAIN SAROLANGUN TAHUN 2019</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11701">
              <text>Persalinan sering kali mengakibatkan robekan jalan lahir, baik pada primigravida &#13;
maupun pada multigravida dengan perineum yang kaku. Kebanyakan robekan pada &#13;
perineum terjadi sewaktu melahirkan dan penanganannya  merupakan masalah &#13;
kebidanan . Robekan perineum dibagi atas empat tingkat/derajat. Robekan terjadi &#13;
bisa karena robekan spontan bisa juga karena tindakan episiotomi. Beberapa cidera &#13;
jaringan penyokong, baik cidera akut maupun non akut, baik telah diperbaiki &#13;
maupun belum, dapat menjadi masalah ginekologis di kemudian hari. Kerusakan &#13;
pada penyokong panggul biasanya segera terlihat dan diperbaiki setelah persalinan &#13;
Untuk mengendalikan robekan perineum yang spontan maka dilakukan episiotomi &#13;
sehingga mengurangi rasa nyeri dan menjamin agar luka teratur. Manfaat Daun &#13;
Jambu Biji    ternyata memiliki khasiat tersendiri bagi tubuh kita, baik untuk &#13;
kesehatan ataupun untuk obat penyakit tertentu.    Daun jambu biji memiliki &#13;
kandungan flavonoid yang sangat tinggi, terutama  quercetin. Senyawa tersebut &#13;
bermanfaat sebagai antibakteri. Kandungan pada daun Jambu biji lainnya seperti &#13;
saponin, minyak atsiri, tanin, anti mutagenic, flavonoid, dan alkaloid. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk melihat efektivitas air rebusan  daun jambu biji terhadap &#13;
kesembuhan  luka perineum, dilaksanan di RSUD Prof.DR.H.M. Chatib Quzwain &#13;
Sarolangun Tahun 2019, dengan jumlah sampel 5 orang, menggunakan desain &#13;
penelitian post-test only design dan analisis data menggunakan analisis one sample &#13;
t-test. 1.  Rerata penyembuhan luka pada hari pertama adalah 11,40, pada hari &#13;
ke-2 adalah 8,20, pada hari ke-3 adalah 5,20, pada hari ke-4 adalah 2,40 dan pada &#13;
hari ke-5 adalah 0,40. Hasil menunjukkan bahwa air rebusan jambu biji efektif &#13;
untuk penyembuhan luka perineum pada hari ke-4 dan hari ke-5 Kesimpulan dari &#13;
penelitian ini adalah air rebusan jambu biji efektif sebagai penyembuhan luka &#13;
perineum </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11702">
              <text>NENI HERNITA </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11703">
              <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN &#13;
STIKES PRIMA NUSANTARA &#13;
BUKITTINGGI </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11704">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
