<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="2525" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/2525?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-11T01:27:26+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="2509">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/109\2525\SKRIPSI.1.pdf</src>
      <authentication>d1aa3f32fcfe4747dac2871edd152fe4</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="109">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11679">
                <text>Tahun 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11695">
              <text>HUBUNGAN CARA MENERAN (SETENGAH DUDUK) DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI BANGSAL KEBIDANAN RSUD H.M CHATIB QUIZWAIN TAHUN 2019</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11696">
              <text>Ruptur Perineum merupakan robekan yang terjadi sewaktu persalinan dan disebabkan oleh beberapa faktor antara lain posisi persalinan,cara meneran,pimpinan persalinan dan berat badan bayi baru lahir.Perineum atau kerempang adalah daerah antara vagina dan anus.daerah ini merupakan jaringan yang kaya akan ujung sel-sel saraf sehingga sangat peka terhadap sentuhan,dan cenderung mengalami robekan saat berlangsungnya proses persalinan alami.tujuan penelitian ini ingin melihat Hubungan Cara Meneran (Setengah duduk) dengan kejadian Ruptur Perineum di ruangan kebidanan RSUD.H.M Chatib Quizwain Sarolangun Tahun 2019.Metode penelitian metode analitik ,jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan cross sectional.populasi adalah semua ibu bersalin yang menglami Ruptur Perinem sebanyak 45 orang,besar sampel yang di ambil 45 responden.pengambilan sampel mengunakan teknik total sampling.insrtrumen penelitian menggunakan lembar tilik dan lembar observasi.variabel independen yaitu cara meneran(setengah dudu) dan variabel dependen ruptur perineum.pengolahan data dengan komputerisasi dengan chi-square test alpha 0,05.hasil penelitian didapatkan cara meneran dengan sempurna sebanyak 25 orang (55.5%) dan yang tidak melakukan cara meneran tidak baik sebanyak 20 orang (44,4%), mengalami rupture perineum derajat I I1 orang (24,4%), Ibu bersalin yang mengalami rupture perineum derajat II sebanyak 24 orang (53,3%), Ibu bersalin yang mengalami rupture perineum derajat III sebanyak 6 orang (13,3 %) dan ibu bersalin yang mengalami rupture perineum derajat IV sebanyak 4 orang (8,9%). Hasil uji statistic dengan menggunakan Uji Chi-Square di peroleh nilai propablity p-value 0,012 lebih kecil dari p (0,05). Hal ini menunjukkan bahwa adanya Hubungan cara meneran dengan ruptur perineum pada ibu bersalin di RSUD H.M Chatib Quizwain Sarolangun tahun 2019 Disarankan bahwa hendaknya pasien diabetes millitus yang berobat ke puskesmas dapat idberikan penyuluhan tentang perlunya keluarga dalam melihat dan melakukan cara meneran setengah duduk untuk kesembuhan luka perineum</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11697">
              <text>HIKMAWATI</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11698">
              <text>STIKes PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI  </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11699">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
