<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="2479" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/2479?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-11T00:45:38+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="2464">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/101\2479\SKIPSI_DILA_TAHUN_2021.1.pdf</src>
      <authentication>e810224dfea14806a42f40bec9225f48</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="101">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11458">
                <text>Tahun 2021</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11464">
              <text>Analisis Spasial Faktor Lingkungan dan Peran Petugas kesehatan Pada Kejadian Demam Berdarah Dengue Di KecamatanMandiangin Koto Selayan Tahun 2021</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11465">
              <text>Kasus DBD Kota Bukittingi (104) dan 47 kasus di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan yang merupakan kecamatan dengan kasus tertinggi DBD tahun 2021. Faktor lingkungan terjadinya kasus DBD yaitu kepadatan penduduk, kondisi SPAL, wadah/ kontainer, peran petugas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian DBD dan faktor lingkungan kejadian DBD di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Tahun 2021. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui survei dan memanfaatkan aplikasi Arcview Gis. Tempat penelitian di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan dan waktu penelitian pada tanggal 5 September sampai 25 September 2021.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan yaitu 51.852. Sampel penelitian ini adalah jumlah kasus DBD di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (47 kasus), kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Kelurahan Campago Ipuh, SPAL terbuka di Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Campago Guguk Bulek, dan Garegeh, wadah/kontainer ada jentik nyamuk terdapat dikelurahan Puhun Pintu Kabun, Puhun Tembok, Campago Ipuh, Manggis Ganting, Campago Guguk Bulek, Garegeh, dan Koto Selayan, Peran Petugas Kesehatan Tidak aktif dikelurahan Puhun Pintu Kabun, Kubu Gulai Bancah, Campago Ipuh, dan Campago Guguk Bulek, Analisis kepadatan penduduk dengan Kejadian DBD terdapat di kelurahan Kubu Gulai Bancah dan Garegeh (6%-15% angka insidensi). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dari 9 kelurahan terdapat kondisi SPAL terbuka sebanyak 3 kelurahan, wadah/kontainer ada jentik nyamuk sebanyak 7 kelurahan, peran tenaga kesehatan yang tidak aktif sebanyak 4 kelurahan, dan kelurahan dengan kepadatan penduduk Campago Ipuh, dan Insidensi kepadatan penduduk dengan keajdian DBD yaitu Kelurahan Kubu Gulai Bancah dan Garegeh. Diharapkan bagi Dinas kesehatan dan lintas sektor dapat memberikan informasi dan peningkatan pencegahan dan penanggulangan kasus DBD di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan dan sesuai dengan prioritas masing-masing kelurahan.</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11466">
              <text> ELFA DILAZAR</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11467">
              <text>institut kesehatan prima nusantara bukittinggi </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11468">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
