<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="2434" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/2434?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-11T00:42:51+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="2419">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/100\2434\bab1_2_3_4_5_6_bersih.1.pdf</src>
      <authentication>b1d15bc34d15189571a09ef78d4ac0ae</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="100">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="10695">
                <text>Tahun 2018</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11237">
              <text>Hubungan Interaksi Sosial dengan Kesepian pada Lansia di PSTW &#13;
Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2018 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11238">
              <text>Seiring bertambahnya usia setiap manusia akan memasuki fase lansia dengan segala &#13;
penurunan fisik dan psikologis  yang dialaminya. Salah satu permasalahan psikologis pada &#13;
lansia yang ada di PSTW adalah kesepian dan rasa jenuh. Kondisi ini dapat menyebabkan &#13;
munculnya berbagai masalah kesehatan fisik dan psikologis. PSTW Kasih Sayang Ibu &#13;
Batusangkar merupakan salah satu PSTW yang ada di Sumatera Barat dengan jumlah warga &#13;
binaan sebanyak 70 responden dan mayoritas lansia yang ada di PSTW Kasih Sayang Ibu &#13;
mengalami kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan  interaksi social &#13;
dengan  kesepian  pada  lansia di PSTW Kasih  Sayang  Ibu  Batusangkar  Tahun 2018.  Jenis &#13;
penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini &#13;
adalah  semua  lansia yang ada di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar yaitu sebanyak 70 &#13;
responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling &#13;
dengan besaran sampel sebanyak 41 responden. Pengumpulan data penelitian menggunakan &#13;
kuesioner,  analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-&#13;
square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 responden dengan interaksi social baik, &#13;
kurang dari separuh yaitu sebanyak 8 responden  (40,0%) masih mengalami kesepian, &#13;
sedangkan dari  21 responden dengan interaksi sosial kurang baik, terdapat lebih dari separoh &#13;
yaitu sebanyak 15 responden (71,4%) mengalami kesepian dan ada hubungan antara interaksi &#13;
social dengan kesepian pada lansia ( pvalue = 0,043, OR = 4,00). Dapat disimpulkan bahwa &#13;
interaksi social berhubungan signifikan dengan kesepian pada lansia, untuk itu diharapkan &#13;
kepada lansia untuk selalu menjaga dan membangun interaksi sosial di panti sosial, agar rasa &#13;
kesepian lansia dapat dikurangi dan dapat meningkatkan kualitas hidup lansia selama berada &#13;
di panti sosial, dan di harapkan kepada peneliti berikutnya untuk meneliti lebih lanjut tentang &#13;
faktor-faktor yang menyebabkan kesepian.  </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11239">
              <text>Elsa Putri </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11240">
              <text>PROGRAM STUDI NERS &#13;
STIKes PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11241">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
