<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="2424" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/2424?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-11T01:33:25+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="2409">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/98\2424\skripsi_wed.1.pdf</src>
      <authentication>4ad5295a03851df2cddddbec4264a9fd</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="98">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="10689">
                <text>Tahun 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11187">
              <text>PENGARUH PEMBERIAN TERAPI DZIKIR TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI BEDAH MAYOR DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LUBUK SIKAPING TAHUN 2020</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11188">
              <text>Tindakan pembedahan atau operasi adalah tindakan pengobatan yang &#13;
menggunakan cara invasif dengan membuka bagian tubuh yang akan ditangani.. &#13;
Fenomena yang ditemukan di rumah sakit  orang yang akan menjalani &#13;
pembedahan didapatkan pasien yang mengalami kecemasan sedang sebanyak 6 &#13;
orang dengan gejala gangguan tidur juga tekanan darah mengalami peningkatan, &#13;
dan yang mengalami kecemasan ringan sebanyak 4 orang dengan gejala gelisah, &#13;
khawatir dan nafas pendek. Respon yang ditimbulkan akibat kecemasan  tersebut &#13;
diantaranya adalah sesekali bernafas pendek, perasaan tidak enak dan susah tidur, &#13;
nadi dan tekanan darah naik, gelisah, berkeringat, sering berkemih, dan sering &#13;
menanyakan kapan operasinya. Terapi medis saja tanpa disertai do‟a dan dzikir &#13;
tidaklah lengkap. Ditingkatkannya pemberian mutu pelayanan kesehatan terutama &#13;
dalam pemberian asuhan keperawatan pada aspek spiritual merupakan upaya &#13;
untuk menurunkan tingkat kecemasan pada penderita  di rumah sakit. Penelitian &#13;
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap penurunan tingkat &#13;
kecemasan pasien pre operasi bedah mayor di RSUD Lubuk Sikaping. Desain &#13;
penelitian ini adalah quasy experiment dengan one group pre and post test design. &#13;
Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah accidental sampling &#13;
dengan jumlah responden 10 orang. Uji statistik yang digunakan pada penelitian &#13;
ini yaitu uji t-test dependen. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh yang &#13;
bermakna  sebelum dan setelah diberikan terapi dzikir dengan nilai p = 0,000 (&lt; &#13;
0,05). Dzikir terbukti memiliki pengaruh dalam menurunkan tingkat kecemasan &#13;
pre operasi bedah mayor, sehingga  selain terapi farmakologis   disarankan dzikir &#13;
dapat dijadikan sebagai salah  satu alternatif yang bisa digunakan  perawat  untuk &#13;
menurunkan kecemasan pada pasien pre operasi. </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11189">
              <text>Wedra Yefnita </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11190">
              <text>PROGRAM STUDI NERS &#13;
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT &#13;
INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="11191">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
