<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="2244" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/2244?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-11T00:49:02+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="2229">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2244\BAB_LENGKAP.1.pdf</src>
      <authentication>97abcfdb60c70ccb9a41832f92c8ba9a</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="96">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9776">
                <text>Tahun 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="10297">
              <text> &#13;
 &#13;
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN BINAHONG &#13;
(ANREDERA CORDIFOLIA (TEN) STEENIS) TERHADAP &#13;
LAMANYA PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM                        &#13;
PADA IBU POST PARTUM DI PMB “E”                                 &#13;
KOTA BUKITTINGGI                                                &#13;
TAHUN 2019 &#13;
 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="10298">
              <text>Persalinan sering kali mengakibatkan luka jalan lahir, baik pada primigravida maupun &#13;
pada multigravida, yang disebabkan secara alamiah maupun episiotomi. Luka yang &#13;
tidak di atasi dengan baik  dapat menghambat penyembuhan luka perineum dan &#13;
mengakibatkan infeksi. Penyembuhan luka perineum mulai membaiknya luka dengan &#13;
terbentuknya jaringan baru yang menutupi luka perineum dalam jangka waktu 6-7 &#13;
hari post partum. Salah satu cara mengatasi agar tidak mengakibatkan infeksi pada &#13;
ibu post partum, dengan melakukan perawatan luka perineum yang bener, selain itu &#13;
ada aternatif lain untuk mempercepat penyembuhan luka perineum dengan &#13;
menggunakan air rebusan daun binahong yang di bersihkan pada daerah luka &#13;
perineum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  apakah ada pengaruh pemberian &#13;
air rebusan daun binahong terhadap lamanya penyembuhan luka perineum pada ibu &#13;
post partum. Jenis penelitian Quasi Eksperiment dengan desain post test only control &#13;
group. Teknik  pengambilan  purposive sampling  yang berjumlah 10  orang dibagi 5 &#13;
kelompok intervensi dan 5 kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata &#13;
lamanya penyembuhan luka perineum terhadap responden yang diberikan air rebusan &#13;
daun binahong adalah 7,00 (7  hari) Penyembuhan luka cepat. Sementara &#13;
penyembuhan luka yang tidak diberikan air rebusan daun binahong adalah rata-rata &#13;
lamanya penyembuhan luka perineum 9,20 (9 hari) Penyembuhan luka lambat. Pada &#13;
Uji T-Test  Independen  didapatkan hasil dengan  P-Value  =  0,109 (0,109 &gt;  0,05). &#13;
Sehingga dapat disimpulkan tidak ada pengaruh antara yang diberikan air rebusan &#13;
daun binahong dan yang tidak diberikan air rebusan daun binahong terhadap lamanya &#13;
penyembuhan luka perineum pada ibu post partum di wilayah kerja PMB “E” kota &#13;
Bukittinggi tahun 2019. Dengan hasil penelitian ini  tenaga kesehatan hendaknya &#13;
meningkatkan keterampilan terhadap ilmu kebidanan,  khususnya dalam penanganan &#13;
luka perineum dengan penerapan air rebusan daun binahong dapat menjadi salah satu &#13;
obat non farmakologi sehingga dapat menggurangi resiko infeksi terhadap ibu post &#13;
partum. </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="10299">
              <text>RIZKI HANAFI </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="10300">
              <text> INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA &#13;
BUKITTINGGI </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="10301">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
