<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="2158" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/2158?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-11T02:06:56+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="2144">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2158\skripsi_buk_susianaa.1.pdf</src>
      <authentication>17cebf49399a40e6d990cdfd54d8f3fb</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="95">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="8999">
                <text>Tahun 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9873">
              <text>HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU YANG MEMPUNYAI BAYI PEREMPUAN TEHADAP TINDAKAN SIRKUMSISI DI KORONG KAMPUNG DALAM KECAMATAN V KOTO KAMPUNG DALAM TAHUN 2020</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9874">
              <text>Berdasarkan data UNICEF pada tahun 2017, salah satu lembaga WHO yang &#13;
peduli terhadap kondisi kesehatan dan  perlindungan anak mengungkapkan, saat ini &#13;
sebanyak 50 juta anak perempuan di bawah usia 15 tahun masih beresiko mengalami &#13;
praktik sunat perempuan. Di Indonesia sunat pada anak perempuan banyak dilakukan &#13;
di Provinsi Jawa Barat (14,7%), Provinsi Sumatera Utara (8,1%), dan Jawa Timur &#13;
(7,3%).  Sirkumsisi perempuan di Sumatera Barat diyakini sebagai bahagian dari &#13;
kewajiban agama, berdasarkan data diperoleh bahwa lebih dari 70 persen. Tujuan &#13;
penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan pengetahuan dan sikap ibu  yang &#13;
mempunyai bayi perempuan terhadap tindakan sirkumsisi di Korong Kampung &#13;
Dalam Kecamatan V Koto Kampung Dalam Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah &#13;
penelitian deskriptif analitik. Lokasi PenelitianKorong Kampung Dalam Kecamatan &#13;
V Koto Kampung Dalam dan dilaksanakan pada bulan Februari 2020. Sampel adalah &#13;
ibu yang mempunyai bayi perempuan yaitu  sebanyak 40 orang. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan sebagian besar ibu (52,5%) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah. &#13;
Sebagian besar ibu (60%) bersifat negatif.  Sebagian besar ibu (77,5%) melakukan &#13;
tindakan sirkumsisi pada bayi perempuan. Terdapat hubungan pengetahuan ibu yang &#13;
mempunyai bayi perempuan dengan tindakan sirkumsisi. Terdapat hubungan sikap &#13;
ibu yang mempunyai bayi perempuan dengan tindakan sirkumsis.  Diharapkan &#13;
petugas kesehatan dapat meningkatkan pelayanan, baik berupa penyuluhan-&#13;
penyuluhan tentang sirkumsisi secara keseluruhan maupun pemberian leaflet-leaflet &#13;
mengenai sirkumsisi. Metode penyuluhan hendaknya lebih variatif dan lebih &#13;
komunikatif sehingga informasi yang disampaikan bisa lebih mudah dipahami oleh &#13;
masyarakat &#13;
 &#13;
 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9875">
              <text>Susiana </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9876">
              <text>PROGRAM STUDI KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9877">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
