<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="2150" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/2150?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-11T00:46:16+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="2138">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2150\SKRIPSI_EVA.1.pdf</src>
      <authentication>f9d2d21f8c8a2e2175ea2934514138ca</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="96">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="9776">
                <text>Tahun 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9832">
              <text> &#13;
Air Susu  Ibu  (ASI) merupakan makanan  yang  paling  direkomendasikan  untuk &#13;
bayi sedikitnya  pada  6  bulan  pertama  kehidupan.  Tingkat menyusui secara &#13;
ekslusif  di Indonesia  pada tahun 2018  adalah  77,09%  (Hasil Riskesdas  2018, &#13;
Kementrian Kesehatan RI). Wilayah kerja Puskesmas Palupuh, memiliki cakupan &#13;
ASI ekslusif sekitar 57,8% (Profil Kesehatan Puskesmas Palupuh 2018). &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Efektifitas  Accupresure Point for &#13;
Lactattion  Terhadap Volume ASI pada Ibu Postpartum di Wilayah Kerja &#13;
Puskesmas Palupuh Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen &#13;
dengan design pretest-posttest with control group. Populasi adalah ibu postpartum &#13;
yang ada di wilayah kerja Puskesmas Palupuh yang berjumlah 22 orang, dengan &#13;
pengambilan smapel secara  purposive sampling  sebanyak 10  orang. Dalam &#13;
menganalisa data digunakan Uji  Paired T-test, p  value  pada kelompok control &#13;
0,854 dan p  value  kelompok intervensi 0,002. Hal ini menunjukkan pada &#13;
kelompok intervensi ada peningkatan volume ASI (p&lt;0,005), namun pada &#13;
kelompok control tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. Sementara itu &#13;
dari uji T-test didapat p  value  0,043, yang menunjukkan perbedaan signifikan &#13;
pada kedua kelompok. Yang artinya ada pengaruh intervensi Accupresure Point &#13;
for Lactattion  terhadap volume ASI ibu postpartum. Disarankan pada petugas &#13;
kesehatan agar dapat mengajarkan teknik Accupresure Point for Lactattion pada &#13;
ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASI bagi ibu yang kekurangan &#13;
produksi ASI. </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9833">
              <text> &#13;
  Pencapaian ASI Eksklusif Di Indonesia adalah  sebanyak 37.3%. Hal ini &#13;
disebabkan karena banyaknya Ibu yang tidak menyusui Bayinya secara Eksklusif. &#13;
dikarenakan ada beberapa hal yang mempengaruhinya, salah satunya volume ASI &#13;
Ibu menyusui yang sedikit dari normalnya.  Produksi ASI adalah proses &#13;
pembentukan ASI oleh kelenjar payudara. Bahan makanan yang dapat membantu &#13;
stimulasi hormon produksi ASI yaitu daun kacang panjang. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi daun kacang panjang terhadap &#13;
Volume ASI pada ibu menyusui diwilayah kerja puskesmas padang lua tahun &#13;
2019. Desain penelitian ini yang digunakan adalah desain quasi-eksperimen &#13;
dengan rancangan one group before and after intervension design, atau one group &#13;
pre and posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum 7- 28 hari &#13;
yang menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas padang Lua  Tahun 2019. &#13;
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik  nonporbability &#13;
sampling  yaitu  Purposive sampling, maka diperoleh jumlah sampel 8 orang &#13;
berdasarkan rumus SLOVIN. Setiap responden diberi perlakuan konsumsi daun &#13;
kacang panjang selama satu minggu. Dan nilai hasilnya pada hari ke 8. Rata Rata &#13;
Volume ASI sebelum di intervensi adalah 34.00 dan sesudah diintervensi rata-rata &#13;
volume ASI meningkat menjadi 46.62%. Dalam menganalisa data digunakan Uji &#13;
Pairet t-test, dimana p value 0.001(pvalue &lt; 0.05) artinya ada peningkatan volume &#13;
ASI dengan  pemberian daun kacang panjang pada  Ibu Menyusui Di Wilayah &#13;
Kerja Puskesmas Padang Lua Tahun 2019.  &#13;
 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9834">
              <text>ELVA ROZA </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9835">
              <text>FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN  &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9836">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
