<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="2016" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/2016?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-10T23:54:15+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="2006">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2016\SKRIPSI_NENI_WINDA_LENGKAP.1.pdf</src>
      <authentication>91432e629698e423d1557ca7196a1e30</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="95">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="8999">
                <text>Tahun 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9171">
              <text>EFEKTIVITAS AIR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH DAN DAUN BELIMBING &#13;
WULUH TERHADAP PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA   &#13;
PERINEUM PADA IBU POST PARTUM (IBU NIFAS)  &#13;
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS  &#13;
PEGANG BARU TAHUN 2019 &#13;
 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9172">
              <text> &#13;
  Angka kejadian ruptur perineum pada primipara persalinan normal adalah &#13;
sekitar 88,9%. Piper crocatum extract atau ekstrak  daun sirih merah diketahui &#13;
mempunyai kandungan kimia yang berefek antiseptik dan antibakteri.Tujuan &#13;
penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas air rebusan daun  sirih merah &#13;
dan daun belimbing wuluh  terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu &#13;
nifas di wilayah kerja Puskesmas Pegang Baru tahun 2019. &#13;
  Jenis penelitian ini menggunakan metode  quasi experiment dengan kasus &#13;
pembanding (case control) untuk menunjukkan hubungan antar variabel dari dua &#13;
variabel pembanding. Semua ibu nifas dengan luka perineum derajat 1 dan 2 yang &#13;
dipilih dijadikan sampel sebanyak 16 orang dengan 2 kelompok pembanding, 8 &#13;
orang kelompok intervensi  sirih merah  dan 8 orang kelompok  intervensi &#13;
belimbing wuluh. Data dikumpulkan menggunakan lembar cek list dan dianalisa &#13;
dengan uji T-Test. &#13;
  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok yang diberikan &#13;
rebusan daun  sirih merah  dan daun  belimbing wuluh  lama luka sembuh luka &#13;
perineum mayoritas cepat sedangkan yang tidak diberikan rebusan daun  sirih &#13;
merah dan daun belimbing wuluh  lama sembuh luka perineum normal. Hasil uji &#13;
statistic dengan T-Test nilai p &lt; 0,05 maka Ho ditolak Ha diterima.  &#13;
  Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian rebusan daun  sirih &#13;
merah dan daun belimbing wuluh terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu &#13;
nifas di wilayah kerja Puskesmas Pegang Baru.  Kepada petugas kesehatan &#13;
khususnya pelayanan kebidanan, perlu memberikan pendidikan kesehatan tentang &#13;
cara perawatan luka jahitan perineum saat dirumah dengan mengaplikasikan terapi &#13;
dengan memberikan rebusan daun  sirih merah  dan daun  belimbing wuluh  untuk &#13;
membantu mempercepat penyembuhan luka, karena pemberian air rebusan daun &#13;
sirih merah  dan daun  belimbing wuluh membuat penyembuhan luka yang lebih &#13;
baik.  </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9173">
              <text> &#13;
NENI WINDA</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9174">
              <text>FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATA&#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI  </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9175">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
