<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="1983" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/1983?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-11T00:45:41+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="1973">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\1983\SKRIPSI_EVAROZA_ANITA..1.pdf</src>
      <authentication>bfd4e965ab63e69347b2f39fd7f286be</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="95">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="8999">
                <text>Tahun 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9010">
              <text>HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA IBU POST PARTUM DENGAN &#13;
KEJADIAN BABY BLUES SYNDROME DI WILAYAH KERJA  &#13;
PUSKESMAS SUNGAI AUR KABUPATEN PASAMAN BARAT &#13;
 TAHUN 2020 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9011">
              <text>Di Indonesia kurangnya perhatian terhadap masalah sindrom  baby blues  ini &#13;
semakin diperparah oleh anggapan awam yang keliru. Tidak sedikit orang yang &#13;
menganggap sindrom  baby blues  hanya dialami orang wanita-wanita di luar &#13;
Indonesia,  Syndrom Baby Blues  ini  dianggap tidak terlalu penting,  serta dari &#13;
wawancara yang dilakukan pada  5  ibu  post partum  diataranya satu orang ibu &#13;
primipara dan satu orang multipara tanggal 10 Februari 2020. Pada ibu yang pertama &#13;
menjelaskan bahwa ia sering menangis sendiri pada malam hari tampa sebab, dan apa &#13;
saja yang dilakukan suaminya dia tidak suka. Untuk ibu yang kedua tiba-tiba ia tidak &#13;
mau memberikan ASI pada anaknya serta jika saat setelah memberikan ASI ibu &#13;
langsung memberikan anaknya kepada suami ataupun ibunya. Tujuan penelitian ini &#13;
untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Ibu Post Partum Dengan Kejadian &#13;
Baby Blues Syndrome Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Aur Kabupaten Pasaman &#13;
Barat Tahun 2020.  Jenis penelitian  Deskiptif Analitik  dengan pendekatan  Cross &#13;
Sectional Study,  teknik pengambilan sampel  total Sampling  dengan jumlah sampel  &#13;
34 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini dilakukan pada 18 Februari-&#13;
18 Maret  2020. Alat ukur yang digunakan  dalam penelitian ini adalah kuesioner &#13;
dengan analisis data menggunakan uji  Chi Square merupakan uji yang di gunakan &#13;
untuk melihat hubungan variabel independen dengan variabel dependen, dengan CI &#13;
95% α = 0,05.  Hasil penelitian didapatkan  ada dukungan keluarga sebanyak 19 &#13;
(55,9%), mengalami  Baby Blues Syndrome  sebanyak 19 (55,9%), didapatkan hasil &#13;
analisis pvalue 0,030 dengan OR = 6.857.  Pada penelitian ini dapat di simpulkan &#13;
bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kejadian Baby Blues Syndrome pada &#13;
ibu post partum. Pada penelitian ini disarankan kepada pihak  tenga Kesehatan agar &#13;
memberikan penyuluhan kepada pihak keluarga yang memiliki Ibu post partu &#13;
bagaimana kondisi ibu post partu primipara sehingga keluarga dapat meberikan &#13;
perhatian dan bimbingan kepada ibu post partum sehingga tidak terjadian Baby Blues &#13;
Syndrome yang dapat membahayakan si anak. </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9012">
              <text>EVAROZA ANITA </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9013">
              <text>FAKULTAS KEBIDANAN  INSTITUT KESEHATAN &#13;
PRIMA NUSANTARA  &#13;
BUKITTINGGI  </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9014">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
