<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="1982" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/1982?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-10T23:10:25+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="1972">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\1982\skripsi_meilisa_fatria.1.pdf</src>
      <authentication>55cf2bf5eabfa641aa8710f0d271f48b</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="95">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="8999">
                <text>Tahun 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9005">
              <text>PENGARUH BALUR BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L.) TERHADAP SUHU TUBUH BATITA DEMAM POST IMUNISASI DPT LANJUTAN PADA BATITA USIA 18-20 BULAN DI POSYANDU KASIH IBU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGGARAN AGUNG KABUPATEN KERINCI TAHUN 2020</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9006">
              <text>Setiap tahun lebih 1,4 juta anak di dunia meninggal dunia karena berbagai penyakit &#13;
yang sesungguhnya dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) salah satunya difteri. &#13;
Banyaknya masalah penyakit difteri yang timbul dapat disebabkan kurangnya minat orang &#13;
tua untuk membawa anaknya ke posyandu karena  merasa takut dan cemas jikalau anaknya &#13;
demam setelah diberi imunisasi. penelitian ini untuk  mengetahui pengaruh balur bawang &#13;
merah terhadap suhu tubuh batita demam post imunisasi DPT lanjutan pada batita usia 18-&#13;
20 Bulan di Posyandu Kasih Ibu Wilayah Kerja Puskesmas Sanggaran Agung Kabupaten &#13;
Kerinci Tahun 2020. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan design penelitian one-group &#13;
pra-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah batita usia 18-20 bulan di wilayah kerja &#13;
puskesmassanggaran agung kab. Kerinci dengan besa sampel yang ditetapkan dengan &#13;
rumus federer sebanyak 11 batita, data diperoleh melalui lembar observasi. Analisa &#13;
menggunakan Uji Paired t-test. Hasil penelitian menunjukan rata-rata suhu tubuh batita &#13;
sebelum dan sesudah dibalur bawang merah dengan rata-rata suhu tubuh (pre-test) 38.0ᵒC &#13;
dan setelah pelaksanaan balur bawang merah rata-rata suhu tubuh (post-test) 37,5  ᵒC &#13;
adanya perbedaan yang bermakna (p=0,002&lt;dari 0,05). Adanya pengaruh  ada pengaruh &#13;
belur bawang merah terhadap suhu tubuh batita demam post imunisasi di Posyandu Kasih &#13;
Ibu Wilayah Kerja Puskesmas Sanggaran Agung tahun 2020. Diharapkan kepada orang tua &#13;
batita untuk dapat menerapkan untuk memberi balur bawang merah yang merupakan salah &#13;
satu jenis terapi non-farmakologi dalam penanganan demam pada batita. Dan dapat &#13;
memberikan informasi ke orangtua batita lainnya tentang manfaat balur bawang merah. &#13;
  </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9007">
              <text>Meilisa Fatria </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9008">
              <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN  &#13;
INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA &#13;
BUKITTINGGI  </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="9009">
              <text>PDF</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
