<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="1958" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/1958?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-10T23:54:47+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="1948">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/39\1958\CD_KIA-N_ROBBI_HABLI_OKE.1.pdf</src>
      <authentication>cc1a4f84007647304d241f9acc458d44</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="39">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6620">
                <text>Tahun 2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="8900">
              <text>PENERAPAN TERAPI JUS TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) &#13;
TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI PADA &#13;
TN. A DI JORONG LURAH KOTO TUO KECAMATAN &#13;
IV KOTO KABUPATEN AGAM TAHUN 2024 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="8901">
              <text>Hipertensi merupakan penyakit dengan prevalensi yang masih tinggi di berbagai Negara &#13;
termasuk Indonesia, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi penyakit jantung dan stroke, oleh &#13;
karena itu diperlukan penanganan yang baik. Salah satu terapi yang digunakan untuk menurunkan &#13;
tekanan darah adalah terapi tomat karena kaya akan  likopein, kalium, dan bioflavonoid. Karya &#13;
Ilmiah Akhir Ners (KIA-N) ini  bertujuan penerapan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi &#13;
berbasis  EBN (Evidence Based Nursing)   berupa  penerapan terapi  jus  tomat  (Solanum &#13;
lycopersicum)  terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. KIAN ini dilakukan dengan metode &#13;
studi kasus penerapan asuhan keperawatan berbasis EBN (Evindece Based Nursing). Pengkajian &#13;
dilakukan pada tanggal 17 Juli 2024 didapatkan tekanan darah Tn. A 189/100 mmHg, nyeri pada &#13;
kepala hingga  tengkuk. Diagnosa keperawatan yang diangkat dalam kasus ini yaitu resiko perfusi &#13;
serebral tidak efektif berhubungan dengan hipertensi. Intervensi asuhan keperawatan yang &#13;
diberikan berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI yang sesuai dengan ranah komunitas berbasis EBN &#13;
(Evidence Based Nursing)  dengan penerapan jus tomat yang diminum 1 kali dalam sehari selama 3 &#13;
hari berturut-turut. Implementasi dilakukan selama 3 hari berturut-turut diminum 1 kali dalam &#13;
sehari dengan cara pilih tomat yang segar bewarna merah, serah dan mengkilap, matang kemudian &#13;
dicuci dan di blender dan tuangkan ke dalam gelas berukuran 200 cc.. Hasil asuhan keperawatan &#13;
setelah dilakukan selama 3 hari dengan intervensi pemberian jus tomat 1 kali sehari, setelah &#13;
mengkomsumsi jus tomat selama 3 hari  didapatkan hasil pemeriksaan tekanan darah yang &#13;
sebelumnya 189/100 mmHg menjadi 149/80 mmHg dihari ke-3  setalah pemberian jus tomat. &#13;
Kesimpulan dari studi kasus ini adalah terapi jus tomat dapat menurunkan tekanan darah pada &#13;
penderita hipertensi, hal ini disebabkan karena dalam buah tomat terdapat beberapa kandungan &#13;
yang dapat menurunkan tekanan darah diantaranya adalah likopein sebagai antioksidan, kalium &#13;
sebagai vasodilatasi, dan bioflafonoid untuk melancarkan keluarnya air seni (sebagai urine). Untuk &#13;
itu penderita hipertensi diharapkan dapat menerapkan penggunaan terapi jus tomat sebagai terapi &#13;
alternatif untuk menurunkan. </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="8902">
              <text>Robbi Habli </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="8903">
              <text>FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT &#13;
UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="8904">
              <text>PDF</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
