<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="1890" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/1890?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-11T00:42:51+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="1886">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/83\1890\KIAN-SITI_MAISYARO.JILID_NEW.FIX_[2]_[4].pdf</src>
      <authentication>fa7c0ace6dd00ca60dd27bb1430ad7e0</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="83">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="8211">
                <text>Tahun 2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="8604">
              <text> &#13;
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. M DENGAN PEMBERIAN  &#13;
TERAPI FISIK BRANDT DAROFF TERHADAP VERTIGO &#13;
DI RUANG RAWAT INAP UPT  &#13;
PUSKESMAS PAUH &#13;
 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="8605">
              <text>Latar Belakang : Berdasarkan buku register di Ruang Rawat Inap UPT Puskesmas &#13;
Pauh  Sarolangun tahun 2023 untuk per 3 bulan (Oktober, November, dan Desember  &#13;
sebanyak 13 orang), sedangkan Tahun 2024 (Januari,februari dan Maret sebanyak 18 &#13;
orang), (April, mei, dan Juni sebanyak 23 orang). Kejadian vertigo ini meningkat di &#13;
setiap bulannya hingga kejadian kasus ini menempati 10 penyakit terbanyak di Ruang &#13;
Rawat Inap UPT Puskesmas Pauh Sarolangun. Untuk terbanyak yang mengalami &#13;
penyakit vertigo terjadi pada per 3 bulan terakhir yaitu : April, mei dan Juni sebanyak &#13;
23 orang. (MR Puskesmas Pauh 2024). Tujuan : Tujuan umum KIAN ini merupakan &#13;
untuk melakukan asuhan keperawatan terhadap masalah kelolaan menggunakan pasien &#13;
Vertigo dengan memberikan intervensi terapi fisik Brandt Daroff di Ruang Rawat Inap &#13;
UPT Puskesmas Pauh.Tinjauan Pustaka  :  Vertigo  berasal dari bahasa latin, yaitu &#13;
―vertere‖ yang dapat diartikan berputar, dan igo yang berarti kondisi.  Vertigo &#13;
merupakan subtipe dari ―dizziness‖ yang dapat didefinisikan sebagai ilusi gerakan,dan &#13;
yang paling sering adalah  perasaan  atau sensasi tubuh yang berputar terhadap &#13;
lingkungan atau sebaliknya, lingkungan sekitar kita rasakan berputar (Hastuti et al., &#13;
2017).Brandt Daroff  merupakan bentuk terapi fisik atau senam fisik vestibuler untuk &#13;
mengatasi  gangguan  vestibular  seperti  vertigo.  Terapi fisik  ini  dilakukan  untuk &#13;
mengadaptasikan  diri  terhadap gangguan keseimbangan.  Latihan  Brandt  Daroff &#13;
memiliki keuntungan  atau kelebihan  dari  terapi  fisik  lainnya  atau  dari  terapi &#13;
farmakologi yaitu dapat  mempercepat  sembuhnya  vertigo  dan  untuk  mencegah &#13;
terjadinya    kekambuhan  tanpa  harus  mengkonsumsi  obat. metode  ini  juga memiliki &#13;
kelemahan  yaitu metode  ini  tidak  boleh  langsung  dilakukan  setelah  pasien  diberikan &#13;
terapi  epley  maneuver  maupun  semont  manuver  (Lumbantobing,  2001 dalam &#13;
Bahrudin, 2013).Kesimpulan : Dapat di simpulkan pada masalah nyeri didapatkan hasil &#13;
nyeri sudah berkurang dengan skala 3 (1-10) TTV 120/80, nadi  80x/menit, dapat &#13;
memposisikan tubuh yang nyaman dan mengulangi teknik non farmakologitarik seperti &#13;
Brandt darrof  napas dalam, memahami tentang penjelasan masalah kesehatan, dapat &#13;
tidur nyenyak, terhindar dari risiko jatuh. Dari data tersebut dapat di ambil kesimpulan &#13;
bahwa mekanisme koping pasien berada pada level adaptif sehingga pasien dipulangkan &#13;
dengan kondisi adaptif. &#13;
 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="8606">
              <text>SITI MAISYARO </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="8607">
              <text>FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT&#13;
UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="8608">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
