<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="1834" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/1834?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-10T23:10:30+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="1832">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/85\1834\SKRIPSI_RHAIDATUL_JANNAH.1.pdf</src>
      <authentication>758842b7cf2aaaf0a60306abfa5a6ba4</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="85">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="8213">
                <text>Tahun 2022</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="8350">
              <text>analisis kesiapan objek wisata dalam pencegahan covid-19 ditaman margasatwa dan kinantan (tmsbk) kota bukittinggi tahun 2022</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="8351">
              <text> &#13;
Coronavirus  2019 (COVID-19) telah menyebabkan krisis kesehatan global. &#13;
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi jumlah kasus COVID-19 &#13;
yang terkonfirmasi  positif pada tahun 2020-2021 sebanyak 4.926 kasus, akibatnya &#13;
memberikan dampak buruk bagi sektor  pariwisata di Kota Bukittinggi,  dimana hal &#13;
tersebut berdampak pada pengunjung atau wisatawan dan pengelola tempat wisata &#13;
itu sendiri. Tempat wisata yang terlihat kerumunan wisatawan salah satunya terdapat &#13;
di  Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK).  Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk mengetahui  “Analisis Kesiapan Objek Wisata Dalam Pencegahan COVID-19 &#13;
Di Taman Margasatwa Dan Budaya Kinantan  (TMSBK) Kota Bukittinggi Tahun &#13;
2022”. Metode pada Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif &#13;
dengan metode penelitian fenomenologi. Penelitian ini dimulai dari 22-25 Agustus &#13;
2022 di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Kota Bukittinggi. &#13;
Informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang (ibu kepala bidang,  petugas, dan &#13;
pengunjung TMSBK). Hasil  penelitian ini, kebijakan berdasarkan surat edaran dari &#13;
pemerintah daerah atau Walikota Bukittinggi. Petugas khusus  pencegahan COVID-&#13;
19 tidak ada, pendanaan yang dikhususkan untuk pencegahan COVID-19 di TMSBK &#13;
tidak ada, sarana dan prasarana sudah disediakan oleh TMSBK, metode yang &#13;
diterapkan berdasarkan surat edaran dari pemerintah daerah atau Walikota, pelatihan &#13;
petugas  dalam pencegahan COVID-19 di TMSBK  tidak ada, pencapaian dalam &#13;
pencegahan COVID-19 di TMSBK sudah baik, hanya kekurangan petugas saja. &#13;
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kesiapan objek wisata dalam pencegahan &#13;
COVID-19 sudah baik, hanya kekurangan petugas dalam pengawasan pengunjung &#13;
untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di TMSBK. Saran dalam penelitian ini &#13;
agar tempat wisata lebih siap dalam memahami pencegahan COVID-19 yang &#13;
menjadi pandemi pada saat sekarang. &#13;
 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="8352">
              <text>rhaidatul jannah </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="8353">
              <text>universitas prima nusatara bukittinggi </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="8354">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
