<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="1661" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/1661?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-11T00:09:06+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="1659">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/40\1661\ELFINA_YUNARA.1.pdf</src>
      <authentication>451bf1d373a3177a2b9b4a1ff2f9c256</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="40">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="6631">
                <text>Tahun 2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="7548">
              <text>ANALISIS PEMBERIAN TERAPI KOMPLEMENTER PADA ASUHAN &#13;
KEPERAWATAN PADA AN.F DENGAN INFEKSI SALURAN &#13;
PERNAFASAN ATAS ( ISPA ) TAHUN 2023 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="7551">
              <text>ISPA merupakan penyakit yang paling sering berada dalam daftar 10 (sepuluh) &#13;
enyakit terbanyak di puskesmas maupun di rumah sakit. ISPA adalah salah satu penyebab &#13;
tama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Penularan infeksi saluran &#13;
ernapasan akut dapat terjadi melalui air ludah, bersin, udara yang mengandung &#13;
mikroorganisme penyebab penyakit. ISPA diawali dengan panas disertai salah satu atau lebih &#13;
ejala, tenggorokan terasa sakit atau nyeri saat menelan, pilek, batuk kering atau berdahak. &#13;
Banyaknya angka ISPA pada anak berkaitan dengan daya tahan tubuh anak yang &#13;
elum  kuat,  sehingga  mudah  terkena  penyakit  infeksi.  Berdasarkan  Laporan  Puskesmas &#13;
Rawang Kota Sungai Penuh tahun 2021 sebanyak 1.941 penderita ISPA, tahun 2022 sebanyak &#13;
.335 penderita ISPA. Sedangkan pada Januari 2023 tercatat sebanyak 85 penderita ISPA. &#13;
Walaupun terjadi penurunan jumlah penderita, tetapi ISPA tetap menduduki tingkat teratas &#13;
alam daftar penyakit terbanyak pada anak. &#13;
Ada beberapa pengobatan yang dapat diberikan pada anak yang menderita ISPA. &#13;
Selain pengobatan medis juga dapat diberkan pengobatan komplementer, Diantaranya seperti &#13;
emberian minuman jahe madu untuk mengatasi batuk berdahak, pemberian nafas dalam dan &#13;
atuk efektif untuk membantu mengeluarkan sputum, pemberian kompres hangat untuk &#13;
membantu menurunkan suhu tubuh dan akupresur anoreksia untuk membantu dalam &#13;
mengurangi gangguan nafsu makan pada anak. &#13;
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa untuk mengurangi &#13;
ejala ISPA pada anak dapat diberikan pengobatan komplementer seperti minuman jahe &#13;
madu, latihan nafas dalam dan batuk efektif, pemberian kompres hangat, dan melakukan &#13;
kupresur untuk mengurangi gangguan nafsu makan. Disarankan kepada petugas kesehatan &#13;
gar dapat memberikan edukasi kepada orang  tua tentang tindakan mandiri untuk mengurangi &#13;
ejala ISPA di rumah selain pemberian pengobatan medis. </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="7553">
              <text>ELFINA YUNARA, S.Kep </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="7555">
              <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="7556">
              <text>PDF</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
