<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="1473" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/1473?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-11T00:50:56+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="1472">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/31\1473\MUTHMAINNAH-_SKRIPSI.1.pdf</src>
      <authentication>57ff5f5eb68312646cc1fefe82063a42</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="31">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5274">
                <text>Tahun 2024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="6730">
              <text>EFEKTIFITAS PEMBERIAN SARI KURMA TERHADAP &#13;
PRODUKSI AIR SUSU IBU PADA IBU POST PARTUM &#13;
DI BPM BIDAN N KOTA PAYAKUMBUH  &#13;
TAHUN 2024 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="6731">
              <text>Menurut Kementrian Kesehatan menargetkan  kenaikan sasaran pemberian Asi &#13;
Eksklusif 80 %.Cakupan ASI Eksklusif di BPM Bidan N Kota Payakumbuh tahun &#13;
2024 bulan Februari 2024 sekitar 70%, namun belum memenuhi sasaran cakupan &#13;
ASI Eklusif, terdapat 3 orang ibu postpartum pada hari ke 10 dan ke 11 mengalami &#13;
ASI tidak lancar dan tidak mengetahui manfaat sari kurma sebagai pelancar &#13;
produksi ASI. Permasalahan dalam pemberian ASI Eksklusif salah satunya adalah &#13;
produksi ASI tidak lancar. Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh makanan yang &#13;
dimakan oleh ibu, makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengandung gizi seimbang &#13;
yang diperlukan dalam produksi ASI. Makanan bergizi yang dapat dikonsumsi ibu &#13;
salah satunya yaitu sari kurma.  tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh &#13;
pemberian sari kurma terhadap produksi ASI pada ibu post Partum. Metode yang &#13;
digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan  Quasi &#13;
Eksperimental dengan desain One Group Pretest – Posttest. Populasi seluruh ibu &#13;
postpartum yang tidak memberikan ASI secara Ekslusif pada bayinya karena &#13;
kurangnya produksi ASI. Sampelnya berjumlah 10 orang. Pengumpulan data &#13;
dengan menggunakan gelas ukur untuk menentukan prosuksi ASI pada ibu sebelum &#13;
dan sesudah diberikan sari kurma dengan menggunakan lembar observasi untuk &#13;
memantau kelompok intervensi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2024. &#13;
Data diolah dengan Analisa univariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test. &#13;
Hasil penelitian dengan rata-rata sebelum diberikan sari kurma adalah 70,3 ml dan &#13;
meningkat setela diberikan sari kurma menjadi 74,6 ml, dengan  standar deviasi &#13;
7,64 ml sebelum diberikan sari kurma dan meningkat menjadi 7,94 ml setelah &#13;
diberikan sari kurma dengan nilai p = 0,000 yang berarti ada efektivitas antara &#13;
sebelum dan sesudah diberikan sari kurma. Maka diperoleh kesimpulan penelitian &#13;
membuktikan bahwa ada efektivitas pemberian sari kurma terhadap produksi ASI &#13;
pada ibu postpartum di PBM Bidan N Kota Payakumbuh  tahun 2024 yang dapat &#13;
melancarkan  produksi ASI pada ibu post partum yang mengalami ASI kurang &#13;
lancar. </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="6732">
              <text>Muthmainnah </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="6733">
              <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="6734">
              <text>PDF</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
