<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="1355" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/1355?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-11T01:21:25+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="1355">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/34\1355\SKRIPSI_IKROMIAH_JILID_BERSIH_22_NOV_VDF.1.pdf</src>
      <authentication>762e1fff8e3e7ee2c1df41656b04fa7e</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="34">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5349">
                <text>Tahun 2022</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="6135">
              <text>Faktor-faktor Yang  Berhubungan Dengan Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi &#13;
Untuk Pencegahan Stunting Diwilayah Kerja Puskesmas Pelawan tahun 2022 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="6136">
              <text>Menurut WHO, hanya 44% bayi mendapat ASI eksklusif di dunia. Profil Kesehatan &#13;
Indonesia (2021), cakupan ASI eksklusif mengalami kenaikan dari 37,8 % pada tahun &#13;
2020 menjadi 65,16% pada tahun 2021. Pemberian ASI ekslusif dapat mencegah &#13;
terjadinya stunting pada bayi, adapun rendahnya pemberian ASI ekslusif ini yaitu &#13;
kurangnya pengetahuan ibu, kurangnya dukungan keluarga, dan kurangnya peran tenaga &#13;
kesehatan.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor Yang &#13;
Berhubungan Dengan Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi Untuk Pencegahan Stunting &#13;
Diwilayah Kerja Puskesmas Pelawan tahun 2022. Penelitian dilakukan dengan metode &#13;
Deskriptif analitik dengan pendekatan crosectional pada tanggal 15 Agustus s/d 30 &#13;
Agustus 2022 diwilayah Kerja Puskesmas Pelawan, populasi dalam penelitian ini285 &#13;
orang, dan sampel penelitian sebanyak 74 orang, dengan teknik pengambilan sampel &#13;
accidental sampling dan data di olah secara univariate dan bivariate. Hasil univariat &#13;
didapatkan 54,1% responden memiliki pengetahuan tinggi, 55,4% responden memiliki &#13;
sikap positif, 51,4% responden memiliki dukungan keluarga baik, 58,1% responden &#13;
memiliki peran tenaga kesehatan baik, dan 60,8% responden memberikan ASI ekslusif. &#13;
Hasil uji statistik didapatkan pengetahuan (p =0,000), sikap (p=0,000), dukungan &#13;
keluarga (p=0,000), peran tenaga kesehatan (p=0,000)  artinya ada hubungan &#13;
pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan dengan Pemberian &#13;
Asi Ekslusif Untuk Pencegahan Stunting Pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Pelawan &#13;
Tahun 2022. Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan pengetahuan, sikap, &#13;
dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan dengan Pemberian Asi Ekslusif Untuk &#13;
Pencegahan Stunting Pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Pelawan Tahun 2022. &#13;
Disarankan pada  tenaga kesehatan  agar dapat memberikan  penyuluhan kesehatan pada &#13;
ibu tentang manfaat ASI ekslusif pada bayinya dapat  mencegah terjadinya stunting pada &#13;
anak. &#13;
 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="6137">
              <text> Ikromiah </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="6138">
              <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="6139">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
