<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="1290" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/1290?output=omeka-xml" accessDate="2026-04-04T17:24:13+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="1290">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/30\1290\VINA_RETHA_DELANI-SKRIPSI.1.pdf</src>
      <authentication>08f302357cad564cd9f12ea897b36194</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="30">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5269">
                <text>Tahun 2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5819">
              <text>PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM &#13;
TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE  &#13;
AKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS  &#13;
KAMPUNG DALAM TAHUN 2023 &#13;
 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5820">
              <text>ABSTRAK &#13;
 &#13;
Persalinan merupakan proses fisiologis yang dialami oleh wanita dimana pada &#13;
proses persalinan ibu kerap merasakan nyeri menjelang persalinan yang diakibatkan &#13;
oleh kontraksi uterus. Menurut WHO  tahun 2020 angka persalinan dengan metode SC &#13;
meningkat di seluruh dunia dan melebihi batas kisaran 10%-15% yang &#13;
direkomendasikan. Persalinan SC di Indonesia sebesar  17,6%. Meningkatnya angka &#13;
seksio sesarea di seluruh penjuru dunia sebagian besar disebabkan oleh karena adanya &#13;
permintaan ibu hamil dengan alasan takut akan nyeri persalinan ini Dalam hal ini &#13;
metode yang ditekankan dalam menurunkan nyeri persainan adalah  teknik relaksasi &#13;
napas dalam  yang merupakan suatu bentuk asuhan yang mengajarkan kepada klien &#13;
bagaimana cara melakukan napas dalam, napas lambat dan bagaimana menghembuskan &#13;
napas secara perlahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik &#13;
relaksasi napas dalam terhadap  nyeri persalinan kala 1 fase aktif. Penelitian ini yaitu &#13;
eksperimen research dan desain penelitian ini adalah pra eksperiment pre test dan post &#13;
test menggunakan rancangan one group pre test post test. Populasi dalam penelitian ini &#13;
adalah ibu trimester III  yang akan melahirkan pada bulan September yaitu sebanyak 22 &#13;
orang  sampel sebanyak 11 orang ibu hamil. Didapatkan rata-rata nyeri persalinan &#13;
sebelum diberikan  intervensi  sebanyak 6.95 dan rata-rata sesudah  intervensi  adalah &#13;
5.22, hasil penelitian P Value = 0.000 &lt; 0,05, menunjukan bahwa nyeri persalinan kala &#13;
1 fase aktif  yang di intervensi berpengaruh terhadap penurunan  nyeri persalinan. &#13;
Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik relaksasi napas &#13;
dalam terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif. Diharapkan penelitian ini mampu &#13;
menambah referensi baru dalam menurunkan nyeri dengan memberikan teknik relaksasi &#13;
napas dalam pada ibu bersalin kala 1 fase aktif. &#13;
 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5821">
              <text>VINA RETHA DELANI </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5822">
              <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5823">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
