<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="1271" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/1271?output=omeka-xml" accessDate="2026-04-04T16:22:47+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="1271">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/30\1271\SKRIPSI-IMELDAWATIfix2afterkompre_111.1.pdf</src>
      <authentication>a2ed2be1f3b4060bacc037491b89a41c</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="30">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5269">
                <text>Tahun 2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5725">
              <text>Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator pembangunan kesehatan &#13;
suatu negara. Menurut World Health Organization (WHO) AKI sangat tinggi sekitar &#13;
830 wanita meninggal akibat komplikasi terkait kehamilan atau persalinan di seluruh &#13;
dunia setiap hari.  Dari suvey awal yang dilakukan pada bulan mei tahun 2023 &#13;
didapatkan bahwa jumlah ibu hamil sebanyak 214 orang dan ibu hamil yang berisiko &#13;
tinggi yaitu sebanyak 21 orang. Sebagai Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan &#13;
sikap  ibu hamil terhadap  kehamilan risiko tinggi  sehingga  pentingnya pemberian &#13;
edukasi untuk meningkatnya pengetahuan dan sikap ibu hamil.  Tujuan penelitian ini &#13;
untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang kehamilan berisiko tinggi terhadap &#13;
pengetahuan dan sikap ibu hamil Risiko tinggi di puskesmas Tanjung ampalu. Jenis &#13;
penelitian ini menggunakan  One-Grup Pretest-posttest Design  dalam  Pre-&#13;
Experimental Designs (Nondesigns). Pada penelitian ini dilakukan  pretest  dan &#13;
posttestyang memungkinkan peneliti untuk mengetahui adanya perubahan &#13;
pengetahuan setelah diberikan evaluasi. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil &#13;
yang risiko tinggi. Analisa data berupa Analisa univariat menggunakan uji Wilcoxon &#13;
dengan derajak kesalahan. Hasil penelitian didapatkan rata-rata pengetahuan sebelum &#13;
diberikan edukasi 12,72 sedangkan sesudah edukasi 21,89  dan terdapat perbedaan &#13;
pengetahuan sebelum dan sesudah sebesar 0,00 dengan P Value= 0,000. Rata-rata &#13;
sikap sebelum diberikan edukasi 26,89 sedangkan sesudah edukasi 36,06 dan terdapat &#13;
perbedaan sikap sebelum dan sesudah edukasi sebesar 0,00 dengan P Value = 0,000. &#13;
Ada pengaruh edukasi tentang kehamilan risiko tinggi  terhadap pengetahuan dan sikap ibu &#13;
hamil. Diharapkan petugas kesehatan secara intensif dapat memberikan edukasi kepada  ibu &#13;
hamil dalam upaya pencegahan dan penanganan  kehamilan berisiko  pada ibu hamil  risiko &#13;
tinggi. </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5726">
              <text>Berdasarkan data total kasus gizi  kurang di Kabupaten kepulauan Mentawai Tahun &#13;
2022, kasus terbanyak berada di Puskesmas Sioban sebesar 29.17%. Upaya yang dapat &#13;
dilakukan  untuk mengurangi terjadinya  underweight  pada balita yaitu memberikan &#13;
makanan  tambahan  yang  bergizi. Dengan  itu peneliti memanfaatkan makanan  pangan &#13;
lokal yang sering dikonsumsi masyarakat Mentawai yaitu ulat sagu bakar (Batra) karena &#13;
mengandung  protein  yang  cukup tinggi. Tujuan Penelitian ini  untuk  mengetahui &#13;
efektivitas ulat sagu bakar terhadap berat badan pada balita di wilayah kerja Puskesmas &#13;
Sioban  Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2023. Metode Penelitian ini &#13;
menggunakan metode eksperimen dengan tipe rancangan  One-Group Pretest-Posttest &#13;
Only Design  kemudian data diolah menggunakan uji  paired sampel test.   Populasi &#13;
penelitian ini adalah 17 orang dengan  sampel sebanyak 10  responden. Hasil penelitian &#13;
didapat  rata-rata berat badan  (BB) sebelum pemberian  ulat  sagu  bakar pada balita &#13;
sebanyak 9,6  dengan standar deviasi 1,2  dan  rata-rata berat badan (BB) sesudah &#13;
pemberian ulat sagu bakar pada balita sebanyak 11,6 dengan standar deviasi 1,2. Hasil &#13;
uji normalitas BB sebelum (p=0,2), BB sesudah  (p=0.1) dapat disimpulkan semua data &#13;
berdistribusi normal  dengan  probabilitas besar dari 0,05 (p&gt;0.05).  Perbedaan rata-rata &#13;
BB sebelum dan sesudah -1,9 dengan standar deviasi 0,2. Hasil uji statistik didapatkan p &#13;
value 0,00 dapat disimpulkan bahwa hipotesa diterima karena p&lt;0,05 artinya pemberian &#13;
Ulat Sagu Bakar efektif terhadap peningkatan berat badan pada balita Di Wilayah Kerja &#13;
Puskesmas Sioban Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2023.  Dengan hasil &#13;
penelitian ini, diharapkan  kepada ibu balita  agar memberikan makanan tambahan ulat &#13;
sagu bakar yang  mengandung  protein cukup tinggi  sebagai penunjang kenaikan berat &#13;
pada balita. </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5727">
              <text>IMELDAWATI </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5728">
              <text>universitas prima nusantara bukiitinggi</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5729">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
