<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="1236" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/1236?output=omeka-xml" accessDate="2026-04-04T16:44:04+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="1238">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\1236\Skripsi_aynesia.1.pdf</src>
      <authentication>d971bcfb69975b45cd1dc39174acaeaf</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="29">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5260">
                <text>Tahun 2022</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5554">
              <text>PENGARUH PEMBERIAN BUAH PISANG KEPOK (MUSA &#13;
PARADISIACA L) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN &#13;
DARAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER II &#13;
DI PUSKESMAS SUNGAI BUNGKAL &#13;
TAHUN 2022 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5555">
              <text>Hipertensi dalam kehamilan sering dijumpai dan masih merupakan  salah satu &#13;
penyebab  kematian  ibu.  Hipertensi  dalam  kehamilan  (HDK)  mempengaruhi &#13;
sekitar 10 % dari semua perempuan hamil diseluruh dunia. Menurut data WHO &#13;
pada tahun 2016 ada lebih kurang 1 milyar orang atau sekitar 28,7 % penduduk &#13;
dunia menderita hipertensi setiap tahunnya. Kasus ini diperkirakan akan semakin &#13;
tinggi  pada  tahun  2025.  Salah  satu  upaya  yang  dilakukan  untuk  menurunkan &#13;
tekanan  darah  ibu  hamil  yang  mengalami  hipertensi  secara  non  farmakologi &#13;
adalah  dengan  mengkonsumsi  pisang  kepok.  Pisang  kepok  mempunyai &#13;
kandungan  kalium  yang  tinggi  yang  dapat  membantu  mengurangi  dan &#13;
menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh &#13;
pemberian buah pisang kepok (Musa Paradisiaca L) terhadap penurunan tekanan &#13;
darah pada ibu hamil trimester II di Puskesmas Sungai Bungkal Tahun 2022. &#13;
Penelitian ini menggunankan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan One- &#13;
Group  Pretest-Posttest  Only  Design.  Dengan  analisis  univariat  dan  bivariat. &#13;
Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  seluruh  ibu  hamil  menderita  Hipertensi &#13;
gestasional yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sungai Bungkal pada bulan Mei &#13;
Tahun 2022, sampel sebanyak 14 orang ibu hamil hipertensi menggunakan teknik &#13;
total sampling. Setiap responden diberikan  perlakuan dengan pemberian pisang &#13;
kepok sebanyak 100 gram 3 kali sehari selama 7 hari. Pengukuran tekanan darah &#13;
sebanyak 2 kali yaitu sebelum intervensi dan hari ke-8 setelah intervensi. Hasil &#13;
penelitian diperoleh median tekanan darah ibu hamil sebelum dilakukan intervensi &#13;
adalah  sistol  142.5  (140-150)  dan diastole  90.00  (90-100) dan  tekanan darah &#13;
setelah intervensi adalah sistol 130 (120-145) dan diastole 80 (70-90) mmhg. Uji &#13;
analisis data yang digunakan adalah uji non parametric yaitu uji Wilcoxon Ranks &#13;
Test  hasilnya  p value=0,004. Dengan hasil penelitian ini, diharapkan pemberian &#13;
pisang  kepok  dapat  dijadikan  rekomendasi  untuk  ibu  hamil  yang  menderita &#13;
hipertensi. </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5556">
              <text>Aynesia </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5557">
              <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5558">
              <text>PDF</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
