<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="1233" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/1233?output=omeka-xml" accessDate="2026-04-05T03:15:14+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="1235">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\1233\ERLINA_DARWIS_SKRIPSI.1.pdf</src>
      <authentication>ba90bb5cfced33ad883b3a1d386db09b</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="29">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5260">
                <text>Tahun 2022</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5539">
              <text>Efektifitas Metode Tiup -Tiup ( Lamaze ) Terhadap Kejadian Ruptur &#13;
Perineum dan Lamanya Waktu Kala II pada Ibu Bersalin di PMB “E” &#13;
Bukittinggi Tahun 2022</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5540">
              <text>Angka kematian ibu di negara berkembang 20 kali lebih tinggi dibandingkan angka kematian &#13;
ibu di negara maju yaitu 239 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan di negara maju hanya 12 &#13;
per 100.000 kelahiran hidup (WHO, 2017). Penyebab Ibu meninggal dalam kehamilan terdapat &#13;
kematian  dan  kesakitan  ibu,  seperti  persalinan,  atau  nifas,  16-17  penderita  komplikasi &#13;
mempengaruhi  kesehatan  mereka,  biasanya  menetap.  Komplikasi  permanen  dan  menahun &#13;
terjadi sesudah masa nifas. komplikasi ini adalah fistula, inkontinensia urin dan alvi, perut &#13;
uterus, penyakit radang panggul, palsi, dan sindrom Sheehan (Prawirohardjo, 2014). &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Metode Tiup  -Tiup (Lamaze) Terhadap &#13;
Kejadian  Ruptur  Perineum  dan  Lamanya  Waktu  Kala  II  pada  Ibu  Bersalin  di  PMB  ʺEʺ &#13;
Bukittinggi. Desain penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, dengan desain pendekatan Post &#13;
Test  Design.  Sampel  yang  diambil  dalam  penelitian  ini  adalah  10  responden  dengan &#13;
menggunakan Accidental sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi &#13;
kemudian analisis dengan Uji T.Test Independent yang digunakan adalah lembar Observasi, &#13;
waktu  penelitian  dilakukan  pada  tanggal  Febrruari  2022  s/d  Mei  2022.  Hasil  penelitian &#13;
menunjukkan  Metode Tiup–Tiup  sebanyak 5 orang dengan nilai rata  -  rata  4,60 menit &#13;
lamanya pada kala II dan  tidak  mengalami kejadian  ruptur perineum  sebanyak  4 orang &#13;
(40,0%)  Pada Uji T.Test Independent didapatkan hasil bahwa Sig.(2.tailed) sebesar 0,000 &lt; &#13;
0,05, maka diambil keputusan Uji Independent T Test  bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. &#13;
Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya Efektifitas  yang signifikan (nyata) atas Metode &#13;
Tiup  -Tiup (Lamaze) Terhadap Kejadian Ruptur Perineum  dan lamanya kala II pada  Ibu &#13;
Bersalin di PMB “E” Bukittinggi Tahun 2022. Teknik Relaksasi Pernafasan Metode Tiup– &#13;
Tiup (Lamaze) merupakan salah satu metode yang dapat diberikan untuk mengatasi penurunan &#13;
kejadian ruptur perineum dan lamanya kala II pada ibu bersalin, disarankan kepada petugas &#13;
kesehatan untuk memberikan edukasi tentang Teknik Relaksasi Pernafasan Metode Tiup– &#13;
Tiup (Lamaze) pada ibu bersalin. </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5541">
              <text> ERLINA DARWIS </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5542">
              <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5543">
              <text>PDF</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
