<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<item xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" itemId="1148" public="1" featured="0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/show/1148?output=omeka-xml" accessDate="2026-05-11T00:42:51+02:00">
  <fileContainer>
    <file fileId="1150">
      <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/30\1148\Perpustakaan_Skripsi_Popi_Junita.1.pdf</src>
      <authentication>6a398c16eb4a9525abb83526ee0a3670</authentication>
    </file>
  </fileContainer>
  <collection collectionId="30">
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5269">
                <text>Tahun 2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </collection>
  <elementSetContainer>
    <elementSet elementSetId="1">
      <name>Dublin Core</name>
      <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
      <elementContainer>
        <element elementId="50">
          <name>Title</name>
          <description>A name given to the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5144">
              <text> &#13;
Data WHO 2018  didapatkan bahwa partus lama rata-rata di dunia menyebabkan &#13;
kematian ibu sebesar 8% dan di Indonesia sebesar 9%.   Partus lama dapat &#13;
dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu yang meliputi persepsi ibu  pada rasa nyeri &#13;
saat persalinan.  Nyeri pada saat persalinan merupakan hal yang normal,  tetapi &#13;
apabila nyeri yang berlebih tidak cepat teratasi maka dapat menyebabkan komplikasi &#13;
sepeti partus lama dan hipoksia pada janin  , karena nyeri menyebabkan pernafasan &#13;
dan  denyut  jantung  ibu   akan meningkat  menyebabkan aliran  oksigen keplasenta &#13;
terganggu.  Cara  untuk mengurangi  nyeri  dapat  dilakukan  pijat endorphin, yaitu  &#13;
terapi sentuhan untuk melepaskan  senyawa  endorphin yang merupakan pereda rasa &#13;
sakit dan dapat menciptakan perasaan nyaman.  Penelitian ini bertujuan  untuk &#13;
mengetahui pengaruh pijat endorphin terhadap intensitas nyeri pada ibu primigravida &#13;
kala 1 fase aktif di PMB W Muara Panas.  Desain penelitian ini adalah  Pre &#13;
Experiment  pretest dan posttest menggunakan rancangan One group pretest-posttest. &#13;
Total Sampling   dalam penelitian ini adalah 10 responden dengan menggunakan &#13;
Purposive Sampling. pengumpulan data menggunakan  lembar observasi kemudian &#13;
analisis  dengan  Paired sampel Ttest. Instrumen yang digunakan adalah  lembar &#13;
observasi, waktu penelitian  dilakukan pada tanggal 26 desember 2022 s/d 26 Januari &#13;
2023. hasil penelitian menunjukan bahwa  sebelum di berikan pijat endhorpin adalah &#13;
5.60 dan setelah di berikan pijat endhorpin adalah 4.20. pada uji Paired sampel Ttest &#13;
di  dapatkan hasil bahwa p=0,000, dimana p&lt;0,005. Sehingga dapat disimpulkan &#13;
bahwa  terdapat  pengaruh pijat endhorpin terhadap ibu bersalin kala I fase aktif  di &#13;
PMB W muara panas Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat  Tahun  2023. &#13;
Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan edukasi tentang pijat &#13;
endhorpin kepada ibu bersalin Karna Pijat endhorpin merupakan  salah satu metode &#13;
yang dapat diberikan untuk mengatasi nyeri persalinan. &#13;
 &#13;
 </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="41">
          <name>Description</name>
          <description>An account of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5145">
              <text>Nyeri haid  dikaitkan dengan produksi hormon progesteron yang meningkat. &#13;
Bila hormon progesteron sudah cukup tinggi  dihasilkan, baru timbul keluhan  rasa &#13;
tidak nyaman seperti kram, mual dan pusing, terkadang pingsan. Angka dismenore di &#13;
dunia sangat besar, rata-rata lebih dari 50% perempuan di setiap negara. Pengobatan &#13;
non farmakologi dengan minuman herbal yang berkhasiat untuk mengurangi rasa &#13;
nyeri menstruasi yaitu  wortel. Kandungan vitamin E dan betakaroten pada wortel &#13;
mampu menghambat prostaglandin yaitu hormon yang mempengaruhi  dismenore &#13;
atau nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas air &#13;
perasan wortel terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri di SMA N 1 &#13;
Rambatan, Kabupaten Tanah datar Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode &#13;
Quasi Eksperimental Design  dengan rancangan  One Group Pretest and Posttest &#13;
Design. Populasi    penelitian adalah siswi yang merasakan nyeri haid dari  kelas 10 &#13;
yaitu sebanyak 27 responden, teknik pengambilan sampel adalah  Purposive &#13;
Sampling  dengan  sampel sebanyak 11  responden, tempat  dan waktu penelitian &#13;
dilakukan di SMA N 1 Rambatan pada  bulan  Februari 2023. Pengumpulan data &#13;
menggunakan lembar  observasi, analasis data meliputi analisis univariat, analisis &#13;
bivariat menggunakan uji Wilcoxon.  Hasil penelitian  pada univariat  menunjukkan  &#13;
rata-rata penurunan intensitas nyeri haid yaitu 4,36 menjadi 1,91 setelah intervensi. &#13;
Hasil bivariat pada  Uji Wilcoxon  didapatkan hasil p=0,003(p&lt;0,05). Disimpulkan &#13;
adanya efektivitas air perasan wortel terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri &#13;
di SMA N 1 Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Diharapkan pada pihak sekolah &#13;
khususnya pengelola UKS  dapat memberikan  penyuluhan  tentang cara &#13;
nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri haid  seperti  mengkonsumsi  air perasan &#13;
wortel.  </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="39">
          <name>Creator</name>
          <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5146">
              <text>POPI JUNITA </text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="45">
          <name>Publisher</name>
          <description>An entity responsible for making the resource available</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5147">
              <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
        <element elementId="42">
          <name>Format</name>
          <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
          <elementTextContainer>
            <elementText elementTextId="5148">
              <text>pdf</text>
            </elementText>
          </elementTextContainer>
        </element>
      </elementContainer>
    </elementSet>
  </elementSetContainer>
</item>
