<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=85" accessDate="2026-05-12T19:48:29+02:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>85</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>3519</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="2709" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2696">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\2709\SKRPSI_hersi_alda_safera_NEW_UNTUK_KASET.1.pdf</src>
        <authentication>65785eb2d4890f9a07cb0c28011d39df</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="29">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5260">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12517">
                <text>PERBANDINGAN PEMBERIAN JINTEN HITAM DAN JANTUNG PISANG TERHADAP PRODUKSI ASI IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAAL X KOTA JAMBI TAHUN 2022</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12518">
                <text>Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2021, persentase pemberian ASI eksklusif bayi berusia 0-5 bulan sebesar 71,58%. Agar ibu berhasil dalam memberikan ASI secara eksklusif, maka ibu menyusui sebaiknya mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemberian jinten hitam dan jantung pisang terhadap produksi ASI ibu wilayah kerja Puskesmas Paal X Kota Jambi Tahun 2022. Desain penelitian ini yaitu quasi eksperimen design. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu post partum di wilayah kerja Puskesmas Paal X Bulan Agustus 2022 yang berjumlah 22 orang dan sampel diambil dengan random sampling yaitu 10 ibu yang diberikan jinten hitam dan 10 ibu yang diberikan jantung pisang. Penelitian menggunakan lembar observasi untuk mencatat produksi ASI ibu. Analisis data dengan univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapat Produksi ASI sebelum diberikan jinten hitam nilai rata-rata 315 ml, sesudah diberikan rata-rata 354 ml. Sebelum diberikan jantung pisang rata-rata produksi ASI 385,5 ml dan sesudah diberikan produksi ASI 464,5 ml. Hasil analisis didapat p-value 0,004 artinya ada pengaruh pemberian jinten hitam terhadap produksi ASI dan jantung pisang p-value 0,000 artinya ada pengaruh pemberian jinten hitam terhadap produksi ASI. Namun tidak ada perbedaan antara pemberian jinten hitam dengan jantung pisang terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Paal X Kota Jambi dengan p value 0,646 karena sama-sama mengandung laktagogum yang dapat meningkatkan produksi ASI. Agar dapat meningkatkan penyuluhan pada masyarakat khususnya ibu menyusui mengenai cara meningkatkan produksi ASI melalui makanan atau minuman yaitu jinten hitam dan jantung pisang yang dapat meningkatkan produksi ASI.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12519">
                <text> HERSI ALDA SAFERA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12520">
                <text>INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2708" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2695">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2708\SKRIPSI_SILVIA_PDF.1.pdf</src>
        <authentication>24d0046071ddde5d7b1d226dc9215c5d</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12512">
                <text>EFEKTIFITAS PIJAT BAYI TERHADAP FREKUENSI MAKAN BAYI USIA 9 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONJOL KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12513">
                <text>Menurut WHO, masalah gizi bayi masih menjadi masalah kesehatan utama diseluruh dunia. Frekuensi makan bayi yang tidak sesuai dengan usia bayi akan mengalami gangguan pemenuhan gizi pada bayi tersebut, sehingga bayi akan mengalami gangguan tumbuh kembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Frekuensi Makan Bayi Usia 9 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonjol Kabupaten Pasaman Tahun 2019. Pijat bayi akan meningkatkan aktivitas nervus vagus, serotonin, dan gelombang otak yang diduga sangat bermanfaat untuk meningkatkan motilitas usus, penyerapan zat makanan dan peningkatan frekuensi makan bayi. Penelitian ini mengunakan Desain eksperimental dengan jenis penelitian eksperimental semu (Quasi eksperimen) dengan pendekatan pre and post-test with control group design. Sampel dalam penelitian adalah bayi yang berusia 9 bulan yang berjumlah 10 orang yang terdiri dari 5 orang kelompok intervensi dan 5 orang kelompok kontrol, cara pengambilan sampel dengan mengunakan teknik purposive sample. Frekuensi makan diukur dengan kuesioner yang dilakukan sebelum dan sesudah pijat bayi. Pijat dilakukan pada bayi sekali 2 hari selama 7 hari lama pemijatan 15 menit. Data dianalisis dengan mengunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian pada kelompok intervensi rata-rata frekuensi makan bayi usia 9 bulan meningkat menjadi 2,60 dan pada kelompok kontrol rata-rata frekuensi makan bayi usia 9 bulan tidak ada peningkatan yaitu 1,60, Perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol nilai p 0,020 (p &amp;lt; 0,05). Kesimpulannya Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Frekuensi Makan Bayi Usia 9 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonjol Kabupaten Pasaman Tahun 2019.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12514">
                <text>SILVIA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12515">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12516">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2707" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2694">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2707\skripsi_mega.1.pdf</src>
        <authentication>5d1dfd2f7533e51f67e26f4fc1588c9e</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12507">
                <text>EFEKTIFITAS TEKNIK AKUPRESURE LI 4 DAN SP6 TERHADAP KEMAJUAN PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IV KOTO KAB. AGAM TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12508">
                <text>Partus lama merupakan salah satu penyebab kematian ibu di Indonesia dengan persentae 1,2%. Partus lama dapat dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu yang meliputi persepsi ibu pada rasa nyeri pada saat persalinan. Nyeri persalinan dapat menimbulkan stres yang menyebabkan pelepasan hormon yang berlebihan seperti katekolamin dan steroid. Hormon ini dapat menyebabkan terjadinya ketegangan otot polos dan vasokonstriksi pembuluh darah sehingga terjadi penurunan kontraksi. Akupresure dapat mengurangi Nyeri persalinan dengan merangsang pengeluaran hormon endorphin yang membuat ibu menjadi rileks dan santai, merangsang hipofise mensekresi oksitosin sehingga kontraksi meningkat dan mendorong bayi ke jalan lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akupresur terhadap lama persalinan kala I ibu primigravida. Desain penelitian yang digunakan adalah two group postest only. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 10 orang. Analisa data menggunakan T-Test, Berdasarkan hasil uji statistik didapat nilai Sig.(2- tailed) 0,000. Dimana apabila nilai Sig &amp;lt; 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh akupresure terhadap lama persalinan kala 1 fase aktif. Diharapkan dapat menjadi alternatif pengobatan non- farmakologi dalam mengurangi nyeri persalinan dan induksi persalinan alami yang bisa dilakukan oleh bidan maupun ibu bersalin.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12509">
                <text>MEGA SRI NUGRAHI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12510">
                <text>INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12511">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2706" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2693">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2706\skripsi_evi.1.pdf</src>
        <authentication>18f84a832fc9b2f13b5418046be6dcf7</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12502">
                <text>PERBEDAAN PEMBERIAN JUS TOMAT DAN JUS TERONG PIRUS TERHADAP KADAR HB PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS INDERAPURA KABUPATEN PESISIR SELATAN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12503">
                <text>Menurut WHO (2018), secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41,8%. Prevalensi anemia pada ibu hamil diperkirakan di Asia sebesar 48,2%, Afrika 57,1%, Amerika 24,1%, dan Eropa 25,1%. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menyebutkan prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 37,1% dan naik pada tahun 2018 menjadi 48,9%. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh Jus Terong Pirus dan Jus Tomat Terhadap Kadar Hb Ibu hamil Trimester III. Jenis penelitian ini adalah jenis analisis korelatif dengan menggunakan rancangan pra- eksperimen dengan desain Two grup pretest posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 14 responden setiap group dengan Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis uji statistic paired sample t-test (uji T) dan uji Independen t-test. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh kadar Hb setelah diberikan Jus Terong Pirus (p value 0,000), dan ada pengaruh terhadap kadar Hb setelah diberikan Jus tomat (P value = 0,000), sedangkan untuk perbedaan dapat dilihat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap kdar Hb baik diberikan Jus Terong Pirus dengan Jus Tomat (P value = 0,289). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terhadap kadar Hb baik diberikan jus terong pirus dan jus tomat, tetapi tidak ada perbedaan terhadap kedua intervensi tersebut. Diharapkan jus terong pirus dan jus tomat sebagai alternative dalam peningkatan kadar Hb.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12504">
                <text>ELVI DAGUSTI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12505">
                <text>institut kesehatan prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12506">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2705" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2692">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2705\SKRIPSI_FULL_TEKS_ERIYANTI.1.pdf</src>
        <authentication>daea4d6036d140c2126e134d040e5ac2</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12497">
                <text>Perbedaan Peningkatan Produksi ASI yang diberikan Daun Kelor (Moringa oleifera L) dan Jantung Pisang (Musa acuminata) di Wilayah Kerja Puskesmas Inderapura Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12498">
                <text>Berdasarkan data Indonesia bayi yang telah mendapatkan ASI eksklusif sampai usia enam bulan adalah sebesar 29,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan produksi asi yang diberikan daun kelor dan jantung pisang di Wilayah Kerja Puskesmas Inderapura Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasi Eksperiment pre dan post test yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Puskesmas Inderapura Kabupaten Pesisir Selatan bulan September-Oktober 2019. Dengan jumlah sampel sebanyak 18 orang . Data yang digunakan primer dan sekunder. Data dianalisa secara univariat dan bivariat. Berdasarkan analisa univariat didapatkan dari 14 orang responden terdapat Rerata volume ASI sebelum diberikan daun kelor adalah 85,56 ± 33,11 dan sesudah 195,56 ± 38,84, rerata volume ASI sebelum diberikan jantung pisang adalah 102,22 ± 46,57 dan sesudah 251,11 ± 30,185. Hasil bivariat didapatkan terdapat pengaruh jantung pisang dan daun kelor terhadap peningkatan volume ASI dengan nilai p value=0,000 (p &amp;lt; 0,05) sesuai dengan uji paired t-test dan terdapat perbedaan volume ASI pada kelompok yang diberikan jantung pisang dan daun kelor dengan nilai p value=0,004 (p &amp;lt; 0,05) sesuai dengan uji independent t-test. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan volume ASI pada kelompok yang diberikan Jantung Pisang dan Daun Kelor. Disarankan agar ibu mengkonsumsi sayur jantung pisang dan sayur daun kelor untuk membantu meningkatkan volume ASI ibu.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12499">
                <text>Eriyanti</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12500">
                <text>institut kesehatan prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12501">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2704" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2691">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/98\2704\SKRIPSI_LENGKAP_SUCI_[PROGSUS_SOLOK].pdf</src>
        <authentication>ecfd8ef4d8725c1c6dfaaa3b7a52a05b</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="98">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="10689">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12492">
                <text>PENGARUH REBUSAN SELEDRI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA POSYANDU LANSIA RUMAH GADANG KELURAHAN VI SUKU KOTA SOLOK TAHUN 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12493">
                <text>Dalam pengobatan hipertensi terdapat berbagai cara untuk menurunkan tekanan darah, salah satunya dengan memodifikasi lingkungan dengan memanfaatkan tumbuhan alami yang ada. Tanaman yang dapat digunakan adalah seledri. Seledri memiliki kandungan zat astrigen dan flavonoid yang berperan sebagai diuretic yang dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Posyandu Lansia Rumah Gadang Kelurahan VI Suku Kota Solok Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan metode one group pretest-postest. Penelitian ini dilakukan selama 5 hari dengan pemberian rebusan seledri sebanyak 2 kali sehari, dengan jumlah sampel sebanyak 5 orang sebagai intervensi dan 5 orang kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rerata tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian rebusan seledri. Tekanan darah sebelum 157/95 mmHg dan tekanan darah rata-rata sesudah 155/94 mmHg. Hasil uji T-test didapatkan pengaruh pemberian rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah dengan nilai p=0,001 pada sistole dan 0,017 pada diastole. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan terdapatnya pengaruh pemberian rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi, karena seledri bekerja sebagai diuretic. Untuk itu disarankan kepada penderita hipertensi dianjurkan untuk mengkonsumsi rebusan seledri dalam menetralisir tekanan darah.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12494">
                <text>APRILIZA SUCI SAPUTRI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12495">
                <text>INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12496">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2703" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2690">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/122\2703\manuscrip1.1.pdf</src>
        <authentication>0158cca9ebdb2c1ef85ffa93db89f53b</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="122">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11869">
                  <text>Tahun 2018</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12487">
                <text>PENGARUH JUS BAYAM MERAH TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIGO BALEH KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2018</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12488">
                <text>Salah satu penyebab AKI adalah perdarahan (30,3%), dimana perdarahan merupakan penyebab kematian tertinggi yang disebabkan oleh anemia pada ibu hamil. Anemia adalah suatu penyakit dimana kadar Hemoglobin dalam darah kurang dari normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus bayam merah terhadap ibu hamil dengan anemia di Wilayah Kerja Puskemas Tigo Baleh Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan desain one group pretest-postest. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil dengan anemia yang berada Di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi dengan sampel sebanyak 16 orang ibu hamil trimester III yang anemia menggunakan teknik sampel non probalitiy sampling dengan menggunakan purposive sampling. Setiap responden diberikan perlakuan dengan pemberian jus bayam merah sebanyak 100 gr selama 7 hari. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum mengkonsumsi jus bayam merah dan pada hari ke 8 setelah mengkonsumsi jus bayam merah. Hasil pada penelitian ini diperoleh rata-rata kadar hemoglobin sebelum diberikan jus bayam merah adalah 10,119 dan setelah pemberian jus bayam merah rata-rata kadar hemoglobin adalah 10,288 dengan selisih rata-rata 0,196 dan p value=0,001. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dalam pemberian jus bayam merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Saran untuk peneitian selanjutnya bisa dilakukan dengan melihat adanya pengaruh paritas pada ibu hamil dengan anemia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12489">
                <text>Febti Nerwira</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12490">
                <text> STIKes Prima Nusantara Bukittinggi </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12491">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2702" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2689">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2702\MANUSKRIP_HUFAIZA.1.pdf</src>
        <authentication>4f0d4ba4ec69708a735525027757a6e8</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12482">
                <text>Efektifitas Penyuluhan Kontrasepsi Pada Ibu Yang Tidak Menggunakan Kontrasepsi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Kabapaten Dharmasraya tahun 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12483">
                <text>Cakupan peserta KB baru dan KB aktif di Indonesia pada tahun 2014 dengan jumlah Ibu (PUS) sebanyak 47.019.002. Sedangkan di Puskesmas Sialang Kabupaten Dharmasraya jumlah ibu yang tidak ber KB 548 orang, dan rata-rata perbulannya 45 orang. Karena semakin banyak nya ibu yang tidak menggunakan kontrasepsi oleh sebab itu perlu dilakukan penyuluhan tentang Kontrasepsi untuk meningkatkan Pengetahuan Ibu tentang kontrasepsi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Efektifitas Penyuluhan Kontrasepsi Pada Ibu Yang Tidak Menggunakan Kontrasepsi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Kabapaten Dharmasraya tahun 2020. Metode penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimen yaitu One Group Pretest- postest kemudian data diolah dengan menggunakan uji wilcoxon test. Jumlah ibu yang tidak ber KB 548 orang, dan rata-rata perbulannya 45 orang. Populasi dalam penelitian ini adalah 45 orang ibu yang tidak ber KB di Puskesmas Sialang Kabupaten Dharmasraya Tahun 2020. Hasil penelitian ini Didapatkan dari 14 orang responden rata-rata pengetahuan sebelum dilakukan Penyuluhan Kontrasepsi Pada Ibu sebanyak 10,50 dengan Min-Maks 9-15 dan pengetahuan sesudah dilakukan Penyuluhan Kontrasepsi Pada Ibu sebanyak 14,00 dengan Min-Maks 12-15. Perbedaan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah Penyuluhan Kontrasepsi Pada Ibu sebanyak 2,971 dengan mean rank 6,6. Hasil uji statistik didapatkan p value 0,003 artinya adanya Efektifitas Penyuluhan Kontrasepsi Pada Ibu Yang Tidak Menggunakan Kontrasepsi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Kabapaten Dharmasraya tahun 2020. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya Efektifitas Penyuluhan Kontrasepsi Pada Ibu Yang Tidak Menggunakan Kontrasepsi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Kabapaten Dharmasraya tahun 2020. Saran pada pelayanan kesehatan dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan pada masyarakat untuk menambah pengetahuan Ibu.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12484">
                <text>Huzaifah Nurshal&#13;
&#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12485">
                <text>institud kesehatan prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12486">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2701" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2688">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/2701\PDF_SKRIPSI-neli_susila.1.pdf</src>
        <authentication>8d5de955df1bc614bb044ca9e06c68f2</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12477">
                <text>PENGARUH PEMBERIAN JUS BAYAM DAN PERASAN AIR JERUK NIPIS TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DENGAN ANEMIA DI SMK PEMBINA BANGSA BUKITTINGGI TAHUN 2018</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12478">
                <text>Anemia pada remaja putri adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin dan eritrosit lebih rendah dari normal yaitu kadar hemoglobin kurang dari 11 gr%. Di indonesia menurut Kepmenkes RI tahun 2014 yang mengalami anemia sebesar 18,4% pada penderita yang berumur 15-24 tahun, menurut Depkes RI tahun 2009 yang mengalami anemia 33,7% dan menurut Riskesdas tahun 2013 yang mengalami anemia sebesaar 57,1% pada remaja putri . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus bayam perasan air jeruk nipis terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMK Pembina Bangsa. Desain dalam penelitian ini menggunakan adalah quasy eksperimental pretest postest one group design, instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, data di olah dengan menggunakan Paired T-test dengan sampel 10 orang, dengan menggunakan teknik sampel yaitu purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya pengaruh pemberian jus bayam dan perasan air jeruk nipis terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia di SMK Pembina Bangsa Kota Bukittinggi tahun 2018. Pada hasil uji statistik yaitu menggunakan uji Paired T – test didapatkan nilai p Value = 0,000, sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh pemberian jus bayam dan perasan air jeruk nipis terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia di SMK Pembina Bangsa Kota Bukittinggi tahun 2018. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian jus bayam dan perasan jeruk nipis berperan penting untuk peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia, sehingga diperlukan peran dari pengasuh dan guru di sekolah untuk memotivasi siswa untuk mengkonsumsi jus bayam dan perasan air jeruk nipis untuk mengatasi anemia pada remaja putri.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12479">
                <text>NELI SUSILA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12480">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN STIKes PRIMA NUSANTARA, BUKITTINGGI TAHUN 2018</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12481">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2700" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2687">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2700\skripsi_Netri_Hanthoni_OK.1.pdf</src>
        <authentication>51eccf8e2125a77f7d5bcbe5fb5f215b</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12472">
                <text>PENGARUH SOSIALISASI PEMANFAATAN BUKU KIA TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5 TAHUN DI PAUD THORIQOTUL JANNAH JORONG BAHAGIA KECAMATAN PANTI KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12473">
                <text>Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas diselenggarakan melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita. Pengetahuan tentang stimulasi perkembangan anak dapat diperoleh dari buku KIA, sehingga dengan menggunakan atau pemanfaatan buku KIA akan berpengaruh pada stimulasi yang diberikan dan perkembangan anak. Survei awal 4 orang anak usia 4-6 tahun, didapatkan 3 (75 %) anak dengan perkembangan motorik halus yang meragukan. Ini disebabkan karena ibu tidak pernah memanfaatkan buku KIA sebagai sumber informasi dan pedoman dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang pada anak, sehingga mereka kurang mengetahui tentang perkembangan motorik halus anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sosialisasi pemanfaatan buku kia terhadap pengetahuan ibu tentang perkembangan motorik halus anak usia 5 tahun. Metode penelitian quasi eksperimen dengan desain one group pretest posttest. Populasi adalah seluruh orang tua dari anak usia 5 tahun di PAUD Thoriqotul Jannah, yang berjumlah 27 orang. Sampel berjumlah 23 orang, yang diambil secara total sampling. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian didapatkan rata-rata pengetahuan sebelum diberikan sosialisasi tentang pemanfaatan buku KIA adalah 8,13 dan sesudah mendapatkan sosialisasi 12,26. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh sosialisasi pemanfaatan buku kia terhadap pengetahuan ibu tentang perkembangan motorik halus anak usia 5 tahun di PAUD Thoriqotul Jannah Jorong Bahagia Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman tahun 2019 (p = 0,000). Diharapkan pada petugas agar melakukan kegiatan-kegiatan sosialisasi secara berkala mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga pengetahuan ibu dapat ditingkatkan dan tumbuh kembang yang optimal dapat dicapai.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12474">
                <text>NETRI HANTHONI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12475">
                <text>INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12476">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
