<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=83" accessDate="2026-05-12T18:36:51+02:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>83</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>3519</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="2729" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2717">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2729\Skripsi_Susi_Oktavia.2.pdf</src>
        <authentication>453382401a579953c2c4575bfeb50054</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12613">
                <text>PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG K1 TERHADAP PENGETAHUAN CALON IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALAI SELASA KABUPATEN PESISIR SELATAN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12614">
                <text>Ibu hamil harus mendapatkan asuhan yang dapat membantu ibu &#13;
beradaptasi dengan perubahan selama hamil. Oleh sebab itu ibu harus &#13;
memeriksakan kehamilan sedini mungkin (K1). Rendahnya cakupan K1 juga &#13;
berdampak pada rendahnya pelayanan kesehatan ibu hamil.  guna melahirkan &#13;
perilaku pemeriksaan kehamilan K1 perlu peningkatan pengetahuan calon ibu &#13;
tentang K1 tersebut. Diantara upaya yang dapat dilakukan sejak dini adalah &#13;
melalui pemberian pendidikan kesehatan pada calon ibu. Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang K1 terhadap &#13;
pengetahuan calon ibu. Desain quasi-eksperimen dengan desain one group pretest &#13;
posttest. Populasi adalah  seluruh  calon ibu yang terdapat di wilayah kerja &#13;
Puskesmas Balai Selasa, berjumlah 10 orang pada bulan Agustus 2019, dengan &#13;
pengambilan  sampel secara  total sampling. Penelitian dilakukan  di Puskesmas &#13;
Balai Selasa Kabupaten Pesisir Selatan, pada bulan September 2019. Pengolahan &#13;
dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil univariat diketahui  rata-&#13;
rata pengetahuan  calon ibu sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang K1 &#13;
adalah 17,2.  Rata-rata pengetahuan  calon ibu sesudah diberikan pendidikan &#13;
kesehatan tentang K1 adalah 20,8.  Dapat disimpulkan bahwa ada  pengaruh &#13;
pendidikan kesehatan tentang K1 terhadap pengetahuan calon ibu di Wilayah &#13;
Kerja Puskesmas Balai Selasa Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2019 (p = 0,001). &#13;
Disarankan pada instansi kesehatan  agar  dapat memberikan penyuluhan tentang &#13;
pemeriksaan kehamilan  secara berkesinambungan dan terjadwal pada calon ibu, &#13;
agar kehamilan yang sehat dapat dicapai. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12615">
                <text>SUSI OKTAVIA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12616">
                <text> &#13;
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN  &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI &#13;
TAHUN 2019 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12617">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2728" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2716">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/95\2728\Skripsi_yulia_ulva_revisi_fix_-_2_Betul.1.pdf</src>
        <authentication>717822c893e35fddcc76325f7d191415</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="95">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="8999">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12608">
                <text>PERBANDINGAN PEMBERIAN KOMBINASI OKSITOSIN DAN MISOPROSTOL DENGAN PEMBERIAN OKSITOSIN TERHADAP JUMLAH DARAH KALA III DAN KALA IV DI RSUD SAWAHLUNTO DAN BPM ERMI B KOTA SAWAHLUNTO TAHUN 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12609">
                <text>Perdarahan pasca persalinan merupakan suatu kejadian kegawatdaruratan &#13;
yang  dapat diramalkan.  Karena itu sangat penting melakukan  tindakan &#13;
pencegahan  perdarahan pasca persalinan  dengan pemberian obat-obat &#13;
uterotonika.. Pemberian kombinasi   misoprostol dan oksitosin  telah dilakukan di &#13;
RSUD Sawahlunto  pada penatalaksanaan aktif  kala III untuk mencegah  &#13;
perdarahan post partum.  Penelitian ini bertujuan  mengetahui  perbandingan &#13;
pemberian kombinasi oksitosin dan misoprostol dengan pemberian oksitosin &#13;
terhadap  jumlah darah kala III dan kala IV. Jenis penelitian  ini  pra eksperimen, &#13;
dengan rancangan perbandingan 2 kelompok (post only two group design. &#13;
Populasi    semua    ibu bersalin di RSUD Sawahlunto dengan jumlah rata-rata 40 &#13;
orang per bulan, dan semua ibu bersalin di BPM Ermi B dengan jumlah rata-rata &#13;
40 orang per bulan.  Jumlah sampel 16 orang, diambil secara  convenience &#13;
sampling.  Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil &#13;
univariat diketahui  jumlah  darah kala III dan kala IV    pasien yang  diberikan &#13;
kombinasi oksitosin dan misoprostol adalah 177,25 + 59,916 cc dan jumlah darah &#13;
kala III dan kala IV   pasien yang diberikan oksitosin adalah 340,13 + 48,743 cc. &#13;
Disimpulkan    ada perbedaan pemberian kombinasi oksitosin dan misoprostol &#13;
dengan pemberian oksitosin terhadap  jumlah darah kala III dan kala IV di RSUD &#13;
Sawahlunto dan BPM Ermi B Kota Sawahlunto tahun 2020, dengan perbandingan &#13;
177,25 : 340,13 cc.   Diharapkan pada institusi kesehatan khususnya penolong &#13;
persalinan agar memberikan kombinasi oksitosin dan misoprostol pada &#13;
penanganan aktif kala III pada ibu bersalin untuk mencegah terjadinya perdarahan &#13;
kala III dan kala IV. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12610">
                <text>YULIA ULVA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12611">
                <text> &#13;
 &#13;
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN  &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI &#13;
TAHUN 2020 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12612">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2727" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2715">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/97\2727\SKRIPSI_WESRY_PURNAMA_LINDA.1.pdf</src>
        <authentication>0007c01b070d3d39c7b42a1949322853</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="97">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="10688">
                  <text>Tahun 2021</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12603">
                <text>PENGARUH PEMBERIAN AIR SEDUHAN BAWANG PUTIH TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWANG TAHUN 2021</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12604">
                <text>Kejadian hipertensi di Indonesia meningkat dengan usia, pada orang dewasa berusia 18-39 tahun (7,5%), diantara mereka yang berusia 40-59 tahun (33,2%), dan mereka yang berusia 60 tahun ke atas (63,1%). Faktor penyebab terjadinya hipertensi adalah Penggunaan kontrasepsi hormonal (estrogen), Penyakit parenkim dan vaskuler ginjal, Gangguan endokrin, Neurogenik, Kehamilan, Peningkatan volume intravascular, Merokok. Salah satu solusi hipertensi dengan terapi non farmakologi yakni air seduhan bawang putih. Penelitian ini bertujuan Mengetahui Pengaruh Pemberian Air Seduhan Bawang Putih Terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Rawang Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperimen design dengan rancangan OneGroup Pretest Posttest Design dengan analisa univariat dan bivariat. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Rawang yang berjumlah 20 orang bulan februari 2021, sampel berjumlah 20 orang dengan menggunakan teknik sampling Accidental Sampling yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Pada semua sampel diberikan air seduhan bawang putih 7 hari berturut-turut. berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata tekanan darah responden sebelum diberikan air seduhan bawang putih adalah systole yaitu 145,50 mmHg dan diastole yaitu 88,60 mmHg (hipertensi stadium 1), kemudian Rata-rata tekanan darah responden sesudah diberikan air seduhan bawang putih adalah systole yaitu 143,90 mmHg dan diastole yaitu 88,25 mmHg (tidak hipertensi). Uji analisis yang digunakan adalah uji-T test independent hasilnya p-value = 0,000. Dengan hasil penelitian ini diharapkan pemberian air seduhan bawang putih dapar dijadikan rekomendasi untuk penderita hipertensi.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12605">
                <text> &#13;
SINTA HERDIANTI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12606">
                <text>i PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN NSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI TAHUN 2021</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12607">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2726" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2714">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/97\2726\Skripsi_Sinta_Herdianti.1.pdf</src>
        <authentication>9a332f9a8062dbd50af0b938c6a65c68</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="97">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="10688">
                  <text>Tahun 2021</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12598">
                <text>PENGARUH PEMBERIAN AIR SEDUHAN BAWANG PUTIH TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWANG TAHUN 2021</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12599">
                <text>Kejadian hipertensi di Indonesia meningkat dengan usia, pada orang dewasa berusia 18-39 tahun (7,5%), diantara mereka yang berusia 40-59 tahun (33,2%), dan mereka yang berusia 60 tahun ke atas (63,1%). Faktor penyebab terjadinya hipertensi adalah Penggunaan kontrasepsi hormonal (estrogen), Penyakit parenkim dan vaskuler ginjal, Gangguan endokrin, Neurogenik, Kehamilan, Peningkatan volume intravascular, Merokok. Salah satu solusi hipertensi dengan terapi non farmakologi yakni air seduhan bawang putih. Penelitian ini bertujuan Mengetahui Pengaruh Pemberian Air Seduhan Bawang Putih Terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Rawang Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperimen design dengan rancangan OneGroup Pretest Posttest Design dengan analisa univariat dan bivariat. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Rawang yang berjumlah 20 orang bulan februari 2021, sampel berjumlah 20 orang dengan menggunakan teknik sampling Accidental Sampling yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Pada semua sampel diberikan air seduhan bawang putih 7 hari berturut-turut. berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata tekanan darah responden sebelum diberikan air seduhan bawang putih adalah systole yaitu 145,50 mmHg dan diastole yaitu 88,60 mmHg (hipertensi stadium 1), kemudian Rata-rata tekanan darah responden sesudah diberikan air seduhan bawang putih adalah systole yaitu 143,90 mmHg dan diastole yaitu 88,25 mmHg (tidak hipertensi). Uji analisis yang digunakan adalah uji-T test independent hasilnya p-value = 0,000. Dengan hasil penelitian ini diharapkan pemberian air seduhan bawang putih dapar dijadikan rekomendasi untuk penderita hipertensi.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12600">
                <text> &#13;
SINTA HERDIANTI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12601">
                <text>PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI TAHUN 2021</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12602">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2725" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2713">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/34\2725\SKRIPSI_RAHMI_AYUNA_PUTRI_OK.1.pdf</src>
        <authentication>282c9fddfb65e0471e9b0aeabe3afb04</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="34">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5349">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12594">
                <text>Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Motivasi Berhenti Merokok Pada Siswa Kelas XI di SMAN 1 Bonjol Pada Tahun 2022</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12595">
                <text>  Kontrol diri merupakan suatu kemampuan yang dapat mengarahkan, membimbing dan mengatur bentuk perilaku yang bisa membawa individu kearah yang berdampak positif. Pengaruh kontrol diri yang rendah akan memicu remaja untuk berperilaku negatif seperti merokok. Pengaruh kontrol diri yang tinggi akan mempengaruhi motivasi berhenti merokok pada siswa. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh kontrol diri terhadap motivasi berhenti merokok pada siswa kelas XI di SMAN 1 Bonjol Pada Tahun 2022. Metode : Penelitian dilakukan pada bulan September 2022. Jenis penelitian adalah quasy eksperimen. Populasi dalam penelitian berjumlah 124 siswa kelas XI SMAN 1 Bonjol dengan sampel sebanyak 56 sampel dengan teknik purposive sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji paired sample t tes, pengolahan data menggunakan komputerisasi program spss versi 16. Hasil : Lebihh dari separoh siswa kontrol diri tidak dilakukan sebelum diberikan edukasi sebanyak 34 orang (60,7%), lebih dari separoh siswa kontrol diri dilakukan sesudah diberikan edukasi yaitu sebanyak 32 orang (57,1%), lebih dari separoh siswa motivasi berhenti merokok tidak dilakukan sebelum diberikan edukasi yaitu sebanyak 33 orang (58,9%), lebih dari separoh siswa motivasi berhenti merokok dilakukan sesudah diberikan edukasi yaitu sebanyak 36 orang (64,3%), ada pengaruh kontrol diri sebelum dan sesudah diberikan edukasi pengaruh kontrol diri terhadap motivasi berhenti merokok (p=0,000). Kesimpulan : Ada pengaruh kontrol diri tehadap motivasi berhenti merokok sebelum dan sesudah diberikan edukasi pada siswa kelas XI SMAN 1 Bonjol Tahun 2022.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12596">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12597">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2724" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2712">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/33\2724\skripsi_utuh_Della_Marcelina_Syam_[_S1_Kep_]_[pdf.io].pdf</src>
        <authentication>70a66e9d2f7f2fef4f46926d10ea9cc5</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="33">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5343">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12589">
                <text>HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN KEJADIAN SKABIES DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II TANJUNG PATI TAHUN 2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12590">
                <text>Skabies merupakan penyakit kulit yang sering terjadi pada penduduk dengan kepadatan hunian yang tinggi seperti di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tanjung Pati. Data dari klinik LPKA Tanjung Pati menunjukkan penyakit skabies meningkat setiap tahunya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara personal hygiene dan kepadatan hunian pada Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tanjung Pati. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Rancangan pada penelitian ini yaitu Cross sectional. Total populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 67 orang anak binan. Besaran sampel penelitian sebanyak 67 sampel menggunakan metode total sampling. Hasil pemeriksaan peneliti, sebanyak 41 responden (61,2%) mengalami skabies. Hasil uji statistik menunjukkan sebanyak 36 responden (53,7%) memiliki hygiene buruk dan sebanyak 57 orang (85,1%) padat penghuni. Hasil uji chi- square menunjukkan ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian skabies dengan nilai (p=0,000) dan ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian skabies dengan nilai (p=0,038). Kesimpulan pada penelitian ini sebagian besar Anak Binaan memiliki personal hygiene yang buruk, terutama pada kebersihan badan, pakaian dan alas tidur/ sprei. Kepadatan hunian yang tinggi juga meningkatkan risiko terjadi skabies. Hendaknya petugas LPKA rutin memberikan penyuluhan kepada anak binaan mengenai penyakit skabies dan pentingnya personal hygiene.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12591">
                <text>DELLA MARCELINA SYAM</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12592">
                <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARABUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12593">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2723" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2711">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2723\SKRIPSI_YENRIZA12.1.pdf</src>
        <authentication>39d331bc39e088a6d874025b5182ea98</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12584">
                <text>PENGARUH TINDAKAN MARSIDUDU TERHADAP PENGELUARAN LOCHEA PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CUBADAK KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12585">
                <text>Masalah kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan, diperkirakan 60 % kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan dan 50 % kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Di Pasaman masih banyak ibu melakukan perawatan nifas berdasarkan budaya dan adat istiadat khususnya di nagari Cubadak kecamatan Dua Koto yang dikenal dengan marsidudu. Marsidudu merupakan budaya masyarakat di Nagari Cubadak Kabupaten Pasaman pada perawatan ibu nifas, Ibu dan bayi diletakkan didekat api tungku kayu dengan posisi ibu membelakangi api tersebut, Memanaskan pakaian bayi sebelum dipakai, meletakkan besi dibawah tempat tidur ibu.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah Pengaruh tindakan Marsidudu terhadap pengeluaran lochea pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Cubadak Kabupaten Pasaman. Metode penelitian Rancangan Pretest – Posttest with kelompok kontrol Populasi adalah ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Cubadak Kabupaten Pasaman bulan Maret 2019. Dengan pengambilan sampel 5 orang kelompok kontrol dan 5 orang kelompok marsidudu. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil analisa univariat Pengeluaran lochea pada ibu nifas kelompok kontrol dan kelompok marsidudu sebelum ( Pretest ) diberikan intervensi memiliki rata – rata 1,20 ( kelompok kontrol = kelompok marsidudu ) dan hasil setelah dilakukan ( Posttest) tindakan marsidudu ada perbedaan yaitu kelompok kontrol dengan rata – rata 1,40 dan kelompok marsidudu 2,00. Hasil analisa bivariat diketahui ada hubungan antara marsidudu dengan pengeluaran lochea yaitu (P value = 0,016 ). Dapat disimpulkan bahwa Pengaruh tindakan marsidudu terhadap pengeluaran lochea pada ibu nifas diwilayah kerja Puskesmas Cubadak Kabupaten Pasaman Tahun 2019 mempunyai pengaruh yang signifikan. Dan disarankan kepada peneliti selanjutnya agar meneliti pengaruh budaya marsidudu terhadap bayi baru lahir..</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12586">
                <text>YENRIZA                         </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12587">
                <text>PROGRAM STUDI NERS STIKes PRIMA NUSANTARA BUKIT TINGGI APRIL 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12588">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2722" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2710">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2722\ega_sharifa_s_lppm_benar.1.pdf</src>
        <authentication>b6d0891bb85a575c6782ce139e4ba03e</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12579">
                <text>PENGARUH TERAPI RENDAM AIR HANGAT TERHADAP EDEMA PADA TUNGKAI BAWAH IBU HAMIL DI RUANG KEBIDANAN RSUD CHATIB QUSWAIN SAROLANGUN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12580">
                <text>Edema tungkai bawah merupakan salah satu ketidak nyamanan kehamilan yang sering dikeluhkan ibu hamil. Edema tungkai bawah ditemukan sekitar 80% pada ibu hamil trimester III. Data Kabupaten Sarolangun tahun 2016 menyebutkan sebanyak 271 orang (10%)dengan berbagai keluhan seperti edema tungkai. Fenomena yang terjadi di Ruang Kebidanan RSUD Dr H Chatib Quzwaen Sarolangun berdasarkan observasi, bahwa sebanyak 4 dari 19 orang ibu hamil mengalami edema pada tungkai kaki dan tidak tahu bagaimana mengatasinya. Terapi rendam kaki dapat digunakan sebagai alternatif non-farmakologis dengan menggunakan metode yang lebih murah dan mudah.Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat terhadap edema pada tungkai bawah ibu hamil di RSUD Dr H Chatib Quzwaen Sarolangun Tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi experiment dengan rancangan one grup pretest-posttest design pada subjek yang sama untuk megetahui-mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat terhadap edema pada tungkai bawah ibu hamil. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Maret 2019, dengan sampel ibu hamil yang mengalami edema Tungkai bawah di Ruangan Kebidanan RSUD Chatib Quswain Sarolangun, yaitu sebanyak15 orang dan pengolahan data menggunakan uji t-test dependent (paired sample t-test).Hasil analisis univariat pada penelitian ini di dapatkan bahwarata-rata tingkat edema pada ibu hamil sebelum dilakukan tindakan rendam air hangat adalah 2,53. Kemudian rata-rata tingkat edema pada ibu hamil setelah dilakukan tindakan rendam air hangat adalah 1,07. Hasil analisis bivariat diperoleh adanya pengaruh terapi rendam air hangat terhadap edema pada tungkai bawah ibu hamil di RSUD Dr H Chatib Quzwaen Sarolangun Tahun 2018 (p-value=0,000, (p&amp;lt; 0,05)).Diharapkan kepada setiap tenaga kesehatan agar menerapkan terapi rendam air hangat untuk mengurangi edema pada tungkai bawah pada ibu hamil.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12581">
                <text>EGA SHARIFA.S </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12582">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12583">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2721" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2709">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2721\Skripsi_Betti_Gustiarezki_[Sarjana_Terapan_Kebidanan_Progsus.pdf</src>
        <authentication>95be4d5ee7a9249923a115ef73bdbaad</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12574">
                <text>HUBUNGAN KONSUMSI MIKRONUTRIEN IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD PROF. DR. H. M. HUBUNGAN KONSUMSI MIKRONUTRIEN IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD PROF. DR. H. M. CHATIB QUZWAIN KABUPATEN SAROLANGUN TAHUN 2019 HUBUNGAN KONSUMSI MIKRONUTRIEN IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD QUZWAIN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12575">
                <text>Preeklamsia merupakan penyebab kematian ibu kedua terbesar pada kehamilan di dunia. Hal ini terlihat dengan tingginya angka morbiditas dan mortalitas preeklampsia. Salah satu upaya untuk menurunkannya adalah dengan mengetahui faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia diantaranya adalah kurangnya asupan nutrisi mikronutrien yang dikonsumsi oleh ibu hamil selama kehamilannya. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui adanya Hubungan Konsumsi Mikronutrien terhadap kejadian Preeklampsia di RSUD Prof. Dr. H. M. Chatib Quzwain. Desain yang digunakan adalah cross sectional dengan 27 sampel. Pendekatan yang digunakan adalah retrospektif dimana pengumpulan data berdasarkan data sekunder yaitu rekam medis. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan nilai proporsi penelitian terdahulu. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan kuisioner, food count, ukuran rumah tangga, serta aplikasi nutrisurvey sebagai media perhitungan kadar asupan nutrisi setiap sampel. Data diolah menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikronutrient (dalam penelitian ini diwakili oleh kalsium, zinc, dan magnesium) berperan terhadap kejadian preeclampsia dengan nilai p value masing-masing sebesar 0,004, 0,033, dan 0,013. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa asupan mikronutrient berpengaruh terhadap kejadian preeclampsia di RSUD Prof. Dr. H. M. Chatib Quzwain Sarolangun.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12576">
                <text>BETTI GUSTIAREZKI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12577">
                <text>PROGRAM STUDI S1 TERAPAN KEBIDANAN STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI PROGRAM STUDI S1 TERAPAN KEBIDANAN STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI MARET 2019 PROGRAM STUDI S1 TERAPAN KEBIDANAN STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12578">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2720" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2708">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2720\Skripsi_Mentari_Fajriani_Lengkap.1.pdf</src>
        <authentication>4e28e248f27a53c04de2ef0e657a3b06</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12569">
                <text>Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa tentang Cuci Tangan Pakai Sabun di SD Negeri 18 Koto Alam Nagari Tabek Patah Kec. Salimpaung Kb. Tanah Datar Tahun 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12570">
                <text>Cuci tangan pakai sabun merupakan tindakan yang dapat menghindarkan dari berbagai penyakit akibat tangan yang tidak bersih, seperti diare, ISPA dan penyakit infeksi lainnya. Provinsi Sumatera Barat menempati urutan 11 tertinggi kasus diare di sarana kesehatan dan diare merupakan salah satu dampak dari kurang personal hygiene pada tangan. Begitu pun di SD Negeri 18 Koto Alam dimana adanya fenomena seringnya siswa tidak hadir karena sakit dan diare merupakan salah satu penyakit yang sering menyebabkan siswa tidak hadir ke sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang cuci tangan pakai sabun yang telah dilaksanakan pada bulan Maret terhadap 31 siswa di SD Negeri 18 Koto Alam dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lember kuisioner dan analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang cuci tangan pakai sabun, dimana terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 1,225 dan p-value = 0,000, sedangkan pada faktor sikap terjadi peningkatan rata-rata sebesar 4,74 dan p-value = 0,000. Disimpulkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa SD Negeri 18 Koto Alam tentang tindakan cuci tangan pakai sabun. Maka dari itu, diharapkan kepada semua pihak terutama pihak sekolah untuk selalu memberikan bimbingan dan pendidikan kesehatan tentang cuci tangan pakai sabun serta memfasilitasi tindakan dengan penyediaan sarana cuci tangan di lingkungan sekolah.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12571">
                <text>Mentari Fajriani </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12572">
                <text>intitut kesehatan prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12573">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
