<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=106" accessDate="2026-05-13T07:20:05+02:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>106</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>3519</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="2499" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2484">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/104\2499\SKRIPSI.1.pdf</src>
        <authentication>0dfc758e1bbf81eeeb97a413f34a4405</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="104">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11461">
                  <text>Tahun 2018</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11564">
                <text>ANALISIS KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DAN FAKTOR PENYEBABNYA DI TINJAU DARI PERSPEKTIF KELUARGA DI KOTA DUMAI TAHUN 2018</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11565">
                <text>Kekerasan seksual pada anak adalah pemaksaan, ancaman atau ketidak berdayaan seorang anak dalam aktivitas seksual. Aktivitas seksual tersebut melihat, meraba, pencabulan, persetubuhan dan pemerkosaan. Data KPAI menyebutkan bahwa tahun 2011-2016 ada sebanyak 7.967 kasus kekerasan pada anak, dan sebanyak 2.001 kasus merupakan kasus kekerasan seksual. Data P2TP2A Kota Dumai menyebutkan bahwa kekerasan seksual pada anak tercatata dari 2015-2017 sebanyak 83 kasus kekerasan seksual terhadap anak. Tujuan peneliti yaitu mengetahui analisis mendalam kekerasan seksual pada anak dan faktor penyebabnya di tinjau dari perspektif keluarga di Kota Dumai tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan desain Studi Kasus. Penelitian dilaksanakan di Kota Dumai bulan April-Mei 2018. Informan penelitian ada 5 segmen yaitu P2TP2A, orang tua korban, korban, orang tua pelaku, dan pelaku. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Pengolahan data mulai dari pembuatan transkip wawancara, reduksi informasi, data display, conclusion. Dan data dianalisis secara Triangulasi sumber dan Triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan penyebab terjadinya kekerasan seksual pada anak di Kota Dumai adalah keterkaitan antara pola asuh orang tua yang kurang baik, belum diterapkan pendidikan seksualitas pada anak, serta lingkungan pergaulan dan akses internet. Dapat disimpulkan bahwa penyebab kekerasan seksual pada anak yaitu keterkaitan pola asuh orang tua yang kurang baik, belum diterapkan pendidikan seksualitas dalam keluarga juga pengaruh lingkungan pergaulan dan akses internet. Disarankan agar orang tua selalu melakukan pengontrolan dan pengawasan kepada anak dalam lingkungan pergaulan serta orang tua harus meluangkan waktu dalam mengajari dan mendidik anak tentang penerapan pendidikan seksualitas agar anak bisa melindungi diri dan terhindar.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11566">
                <text>SARIFAH AINI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11567">
                <text>STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11568">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2498" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2483">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/103\2498\COVER_DAN_HALAMAN_PENGESAHAN-dikonversi.1.pdf</src>
        <authentication>e31d62ba8817cf25a077823e25e3c79c</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="103">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11460">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11559">
                <text>ANALISIS PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA ERA MILENIAL DI KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11560">
                <text>Provinsi Sumbar menduduki posisi ke13 dari seluruh provinsi di Indonesia dalam hal penyalahgunaan narkoba. Kota Payakumbuh menempati posisi ke dua terbanyak penyalahgunaan narkoba di Sumbar. Penyalahgunaan narkoba di Sumbar dilakukan oleh masyarakat dengan kategori umur 10 hingga 59 tahun dengan pengguna terbanyak berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab penyalahgunaan narkoba pada remaja era milenial di Kota Payakumbuh tahun 2019. Penelitian ini dilakukan di Klinik Pratama Badan Narkotika Nasional Kota Payakumbuh pada bulan Agustus-September 2019 menggunakan metode kualitatif dengan desain case studies. Informan penelitian terdiri dari 6 orang, yaitu 3 orang dari segmen remaja penyalahguna narkoba, 2 orang dari segmen keluarga penyalahguna narkoba dan 1 orang dari segmen Konselor Klinik Pratama BNNK Payakumbuh. Pengolahan data dimulai dari pembuatan transkip wawancara, reduksi informasi, data display, conclusion kemudian data dianalisis secara triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor individu/keinginan, faktor kelompok teman sebaya, faktor keluarga dan faktor kesempatan (jenis dan ketersediaan zat) masing-masingnya ada pengaruh dalam penyalahgunaan narkoba pada seseorang. Pada penelitian ini, jika dilihat dari segmen remaja maka faktor keluarga tidak menjadi alasan atau penyebab baginya dalam penyalahgunaan narkoba dan faktor yang paling dominan dalam penyebab penyalahgunaan narkoba pada remaja era milenial di Kota Payakumbuh adalah faktor kelompok teman sebaya karena remaja mengatakan mereka menggunkan narkoba ketika adanya ajakan, dan ejekan jika menolak menggunakan narkoba bersama kelompok teman sebaya tersebut. Disini penulis mengambil sebuah kesimpulan bahwa dari keempat faktor tersebut, masing-masingnya berpengaruh dalam penyalahgunaan narkoba pada seseorang tergantung kepada siindividu nantinya faktor apa yang mendominasi penyebab penyalahgunaan narkoba dalam dirinya.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11561">
                <text>FEMI RAHAYU </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11562">
                <text>FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT &#13;
INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11563">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2497" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2482">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/104\2497\skripsi.1.pdf</src>
        <authentication>d9a024a5cbccb134081df34ca91a0e4c</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="104">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11461">
                  <text>Tahun 2018</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11554">
                <text>FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGANPERILAKU SEKS BEBAS BERESIKO PADA REMAJA SMAN “X” KOTA PADANG TAHUN 2018</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11555">
                <text>Remaja merupakan individu baik perempuan maupun laki-laki yang berada pada masa atau usia antara anak-anak dan dewasa. Menurut klasifikasi World Health Organization (WHO) batasan remaja usia 10 – 19 tahun dan United Nation (UN) mengatakan remaja adalah yang berusia 15 – 24 tahun, Insiden perilaku seksual di Dunia tahun 2016 sekitar 3,4% remaja telah melakukan hubungan seksual, sedangkan di Indonesia 8% remaja pria dan 1% remaja wanita melaporkan pernah melakukan hubungan seksual. Sumatra Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang juga turut menyumbang angka perilaku seksual remaja yang peringkat pertama Kota Bukittinggi 20%, kedua Payakumbuh13%, dan ketiga Kota Padang 10,5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan perilaku Seks bebas pada remaja SMAN “X” Padang tahun 2018. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain pendekatan Cross Sectional, penelitian dimulai pada bulam maret-juli 2018 di SMA X Padang. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 332 orang responden. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 77 orang responden dengan tehnik Proporsional random sampling. Hasil uji statistik pengetahuan diperoleh nilai p 0.049 (p &amp;lt;; 0.05), sumber informasi diperoleh nilai p 0.002 (p &amp;lt;; 0.05), peran teman sebaya diperoleh nilai p 0.000 (p &amp;lt;; 0.05) , keharmonisan orang tua diperoleh nilai p 0.039 (p &amp;lt;; 0.05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yangsignifikan antara perilaku seksual dengan pengetahuan, sumber informasi, peran teman sebaya dan keharmonisan keluarga. Saran dalam penelitian ini. Dari penelitian ini diharapkan sekolah dapat mempertahankan kegiatan program ekstrakulikuler yang bersifat religi dan olahraga serta memberikan pendidikan keagamaan dan kesehatan reproduksi sehingga siswa mempunyai kesempatan yang besar untuk mengetahui tentang perilaku seksual.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11556">
                <text>Nisa Aprila </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11557">
                <text>STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11558">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2496" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2481">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/102\2496\SKRIPSI_RENI_revisi.1.pdf</src>
        <authentication>6628f7471317657b2314362e5dc0899f</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="102">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11459">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11549">
                <text>FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR (PSBB) PADA MASYARAKAT DI KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11550">
                <text>Covid-19  merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi &#13;
saluran pernafasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Sejak pertama&#13;
kali menyebar di  Wuhan, China, pada Desember 2019 kasus tersebut &#13;
menunjukkan kenaikkan yang signifikan, sehingga  Covid-19  menjadi pandemi &#13;
global pada saat ini. Indonesia merupakan salah satu negara yang terjangkit, juga&#13;
mengalami kenaikan yang signifikan terkonfirmasi  Covid-19.  Melihat kondisi &#13;
tersebut pemerintah Indonesia mengambil kebijakan untuk menerapkan Penerapan&#13;
Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam melakukan pencegahan terhadap perluasan &#13;
pandemi  Covid-19. Bukittinggi merupakan salah satu kota wisata di Indonesia &#13;
yang juga menerapkan Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tujuan &#13;
penelitian ini untuk mengetahui Faktor  –  Faktor Yang Berhubungan Dengan &#13;
Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bukitinggi tahun 2020.  &#13;
Metode penelitian ini menggunakan metode  analitik  dengan pendekatan &#13;
cross sectional. Penelitian ini di mulai 22  –  29 Mei 2020 di Kota Bukittinggi. &#13;
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 130.773 orang responden. Sample dalam &#13;
penelitian ini sebanyak 36 orang responden dengan Teknik Accidental Sampling. &#13;
Hasil  uji statistik nilai pendidikan diperoleh nilai p 0,424 (p&gt;0,05), &#13;
pekerjaan diperoleh nilai p 0,953 (p&gt;0,05), pengethauan diperoleh nilai p 0,372 &#13;
(p&gt;0,05), sikap diperoleh nilai p 0,614 (p&gt;0,05). &#13;
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang &#13;
signifikan antara pendidikan dengan penerapan PSBB, Pekerjaan, pengetahuan, &#13;
sikap. Saran dalam penelitian ini. Agar masyarakat lebih memperhatikan lagi &#13;
protokol kesehatan dalam menhadapi Covid-19 yang menjadi Pandemi pada saat&#13;
sekarang ini. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11551">
                <text>RENI GUSPITA SARI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11552">
                <text>FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT  &#13;
INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI    </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11553">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2495" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2480">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/104\2495\skripsi_ok.1.pdf</src>
        <authentication>ddc8f16eafe3ab911a5788accbe7db6a</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="104">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11461">
                  <text>Tahun 2018</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11544">
                <text>HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DI KELURAHAN TALANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAYOLANSEK KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2018</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11545">
                <text>Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan menyatakan bahwa derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dicapai melalui penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Sementara itu, derajat kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pelayanan kesehatan, tetapi yang lebih dominan justru adalah kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat. Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh telah memantau PHBS pada 27.860 rumah tangga dan pencapaiannya baru mencapai 17.619 (63,2%) rumah tangga. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di kelurahan Talang wilayah kerja Puskesmas Payolansek kota Payakumbuh dari bulan Maret 2018 – Mei 2018 dengan populasi sebanyak 637 orang. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu Simple random sampling dengan jumlah sampel 86 orang. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji statistik Chi Square dengan derajat kepercayaan 95% CI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,515) dan peran petugas kesehatan (p=0,526) tidak berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Pengetahuan dan Peran petugas kesehatan tidak berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Disarankan kepada pihak Puskesmas untuk dapat melakukan pemberian informasi melalui penyuluhan, poster dan leaflet tentang PHBS pada tatanan rumah tangga serta untuk dapat melakukan pemantauan, identifikasi, dan memberikan motivasi terhadap perubahan masyarakat.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11546">
                <text>Intan Suri </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11547">
                <text>STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11548">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2494" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2479">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/102\2494\SKRIPSI_ORA_WORD_OKEE.EE.1.pdf</src>
        <authentication>23fc6a9fb3d78dfbd9ac0e937341fd6f</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="102">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11459">
                  <text>Tahun 2020</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11539">
                <text>ANALISIS PENYEBAB DAN DAMPAK PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA USIA PRODUKTIF DI KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11540">
                <text>Data dari BNN Kota Payakumbuh pada tahun 2019 ada sebanyak 31 orang &#13;
menggunakan narkoba, dan kelompok umur yang paling banyak menggunakan &#13;
narkoba berusia 18-25 tahun dengan berjumlah 18 orang. Peneltian ini bertujuan &#13;
untuk mengetahui penyebab dan dampak penyalahgunaan narkoba pada usia &#13;
produktif di kota payakumbuh tahun 2020. &#13;
Penelitian ini dilakukan di Klinik Pratama Badan Narkotika Nasional Kota &#13;
Payakumbuh pada bulan September 2020 menggunakan metode  penelitian &#13;
kualitatif dengan desain  case study. Penentuan  Informan penelitian  dilakukan &#13;
dengan cara  purposive  terdiri dari 5 orang, yaitu 3 orang dari segmen &#13;
penyalahguna narkoba, 1 orang dari segmen keluarga penyalahguna narkoba dan &#13;
kepala seksi Klinik Pratama Badan Narkortika Nasional Kota Payakumbuh. &#13;
Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor individu, faktor lingkungan, &#13;
faktor keluarga, faktor ketersediaan dan faktor gaya hidup masing-masingnya ada &#13;
pengaruh dalam penyalahgunaan narkoba pada usia produktif. Dan faktor yang &#13;
paling dominan dalam penyalahgunaan narkoba pada usia produktif ini adalah &#13;
lingkungan teman sebaya karena mereka mengatakan mereka menggunakan &#13;
narkoba karna adanya ajakan dari temanya. Sedangkan dilihat dari dampaknya &#13;
yaitu dampak fsik nya sakit kepala, sakit perut. Dampak psikisnya sulit &#13;
berkonsentrasi, tidak percaya diri. Dilihat dari dampak lingkunganya  mereka &#13;
tinggal di lingkungan yang terpapar narkoba. Kesimpulanya bahwa setiap faktor &#13;
penyebab mempengaruhi usia produktif menggunakan narkoba.Disarankan &#13;
kepada pihak BNN Kota payakumbuh hendaknya agar lebih giat dalam &#13;
memberantas narkoba yang barkaitan dengan masalah penyalahgunaan narkoba. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11541">
                <text>ORA RONIA SENDILA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11542">
                <text>FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11543">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2493" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2478">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/104\2493\SKRIPSI.1.pdf</src>
        <authentication>97a19a14af64eb8a9249a57a35491ead</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="104">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11461">
                  <text>Tahun 2018</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11534">
                <text>FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERCULOSIS DI KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2018</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11535">
                <text>Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit kronik menular yang &lt;br /&gt;disebabkan oleh bakteri Mycrobacterium Tuberculosis. Angka kejadian TB pada &lt;br /&gt;tahun 2017 di seluruh dunia adalah sebesar 9,6 juta orang. Prevalensi TB di &lt;br /&gt;Indonesia sebesar 1.600.000 dengan estimasi insiden 1.000.000 kasus pertahun. &lt;br /&gt;Survey awal yang dilakukan di Kota Bukittinggi tahun 2016-2017 jumlah &lt;br /&gt;penderita TB adalah sebanyak 174 orang. Penelitian ini bertujuan untuk &lt;br /&gt;membuktikan hubungan pengetahuan, umur, merokok dan kepadatan hunian &lt;br /&gt;dengan Faktor Risiko Kejadian Tuberculosis di Kota Bukittinggi Tahun 2018. &lt;br /&gt;Metode penelitian kuantitatif dengan desain case control study. Tempat &lt;br /&gt;penelitian ini dilakukan di Kota Bukittinggi pada bulan April-Juni tahun 2018. &lt;br /&gt;Populasi kasus adalah semua penderita TB yang berada di Kota Bukittinggi tahun &lt;br /&gt;2017 yaitu sebanyak 74 orang. Sampel berjumlah 38 orang (19 kasus+19 kontrol). &lt;br /&gt;Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah pada &lt;br /&gt;kelompok kasus yaitu Proportional Sampling dan kelompok kontrol Purporsive &lt;br /&gt;Sampling kemudian diolah secara komputerisasi. &lt;br /&gt;Hasil penelitian dapat diketahui bahwa nilai signifikasi pengetahuan p &lt;br /&gt;value 0,021, umur p value 0,040, merokok p value 0,046 dan kepadatan hunian p &lt;br /&gt;value 0,032. Hasil analisis bivariat faktor risiko kejadian tuberculosis adalah &lt;br /&gt;pengetahuan (OR=6,429), umur (OR=5,926), merokok (OR=5,156) dan &lt;br /&gt;kepadatan hunian (OR=7,560). &lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah Pengetahuan, umur, merokok dan kepadatan &lt;br /&gt;hunian merupakan faktor risiko Kejadian Tuberculosis dan secara statistic &lt;br /&gt;terdapat hubungan yang bermakna. Disarankan kepada penderita TB selalu &lt;br /&gt;minum obat selama 6 bulan tanpa putus dan bagi yang tidak menderita TB selalu &lt;br /&gt;menjaga kesehatan seperti pola hidup sehat, memakan makanan yang bergizi serta &lt;br /&gt;berolahraga dan bagi pihak puskesmas untuk memberikan penyuluhan satu kali &lt;br /&gt;dalam sebulan.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11536">
                <text>EYIS HARTATI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11537">
                <text>STIKes PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11538">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2492" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2477">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/101\2492\SKRIPSI_AHDIKA_SYARPAN_1.1.pdf</src>
        <authentication>3567818f83da828ad879b71f52f9f57e</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="101">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11458">
                  <text>Tahun 2021</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11529">
                <text>ANALISIS FAKTOR PENYEBAB STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA MADRAS PROVINSI JAMBI TAHUN 2021</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11530">
                <text>Stunting  (bertubuh pendek) adalah keadaan gagal untuk mencapai potensi &#13;
pertumbuhan seseorang di sebabkan oleh malnutrisi kronis dan penyakit berulang &#13;
selama masa kanak-kanak, pada tahun 2017 22,2 % atau sekitar 150 juta balikta di &#13;
dunia mengalami stunting.Penelitian ini  akan dilaksanakan di Puskesmas Muara &#13;
MadrasKabupaten Marangin Provinsi Jambi  terhitung dari  bulan Juli  -  Agustus &#13;
Tahun 2021. Metode penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif yang &#13;
berbentuk study kasus.Tujuan penelitia untuk  menganalisis faktor penyebab &#13;
terjadinya  stunting  di Puskesmas Muara Madras Provinsi Jambi 2021.Hasil &#13;
penelitian, Informan1 mengalami stunting di karenakan saat baru lahir anak ibu ini &#13;
sudah mengalami masalah gizi yang menyebabkan dirinya stunting.  Informan2 &#13;
kurang pengetahuan ibu mengenai stunting dikarenakan ibu ini hanya tamatan SD, &#13;
kurang bagusnya sanitasi di  rumah tempat tinggal, tidak baiknya pola asuh kepada &#13;
anak, kumuhnya tempat tinggal keluarga dan ketika diberikan makanan gizi &#13;
seimbang dari pihak puskesmas tidak diberikan untuk kebutuhan anaknya melainkan &#13;
untuk hal yang lain, Informan3 menikah di bawah umur dan memiliki pendidikan &#13;
yang rendah yang otomatis ibu ini memiliki pengetahuan yang rendah dan pola asuh &#13;
pada anak yang kurang baik.  Informan  4 dan 5 mengatakan yang menyebabkan &#13;
stunting di wilayah kerja puskesmas yaitu pola asuh, pola pemberian makan, Asi &#13;
ekslusif dan pengetahuan ibu.  Terdapat  4  faktor yang  menyebabkan stunting &#13;
yaitupengetahuan ibu, pola asuh,  pola pemberian makan,  asi ekslusif  di Wilayah &#13;
Kerja Puskesmas Muara Madras Provinsi Jambi 2021.  Disarankan ke pihak &#13;
Puskesmas Muara MadrasAgar bisa   menurunkan angka stunting di wilayah tempat &#13;
kerjadan mampu melakukan upaya pencegahan stunting pada balita. &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11531">
                <text>AHDIKA SYARPAN </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11532">
                <text>FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT  &#13;
INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI  </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11533">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2491" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2476">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/104\2491\SKRIPSI.1.pdf</src>
        <authentication>15246a61667ab272fb1bb01e2caaa9f5</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="104">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11461">
                  <text>Tahun 2018</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11524">
                <text>FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENDERITA TB PARU DALAM MENJALANI PENGOBATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAO KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2018</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11525">
                <text>Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular langsung yang disebabkan oleh Mycrobacterium Tuberculosis. Insiden TB di Dunia bervariasi antara 275 kasus/100.000 penduduk/tahun. Angka kejadian TB di Indonesia sebanyak 102 per 100.000 penduduk. Angka insidensi kasus TB paru yakni 100,7 per 100.000 penduduk. Survei awal yang dilakukan oleh peneliti di Wilayah Kerja Puskesmas Rao Kabupaten Pasaman pada tahun 2017, didapatkan terdapat 109 penderita yang sedang menjalani pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penderita TB paru dalam menjalani pengobatan di Wilayah Kerja PuskesmasRao Kabupaten Pasaman Tahun 2018. Metode penelitian menggunakan metode Deskriptif Analitik dengan desain pendekatan Cross Sectional, Penelitian dimulai pada bulan Maret- Juli 2018 di wilayah kerja Puskesmas Rao Kabupaten Pasaman. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 109 responden. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 52 respondendengan tehnik Proporsional Random Sampling,kemudian data diolah menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuandiperoleh nilai p 0,002 (p &amp;lt; 0,05), peran petugas kesehatan diperoleh nilai p 0,469 (p &amp;gt; 0,05),dukungan keluarga diperoleh nilai p 0,021 (p &amp;lt; 0,05), peran PMO diperoleh nilai p 0,002 (p &amp;lt; 0,05) Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan,dukungan keluarga,Dukungan PMO,Peran petugas kesehatan secara statistik tidak terdapat hubungan yang bermakna diwilayah kerja Puskesmas Rao Kabupaten Pasaman pada tahun 2018. Saran dari penelitian ini tertuju kepada pihak puskesmas, agar lebih mendukung,mengingatkan dan memberikan pengetahuan tentang manfaat dari kepatuhan mengkonsumsi OAT kepada seluruh penderita TB yang tercatat berobat di Puskesmas Rao Kabupaten Pasaman.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11526">
                <text>Ainun Fadhila </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11527">
                <text>STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11528">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2490" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2475">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/101\2490\skripsi_DEWI_FITRIANI..1.pdf</src>
        <authentication>28fa21f1d4e4f081a9e0bf1d9faa5dd6</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="101">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11458">
                  <text>Tahun 2021</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11519">
                <text>FAKTOR RESIKO KEJADIAN TUBERCULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIAKAR KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2020</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11520">
                <text>Penyakit Tuberculosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan penyakit TB Paru masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu diwaspadai.Jumlah kasus baru TB di Indonesia sebanyak 845.000 kasusu dan di Sumatera Barat Kota Payakumbuh urutan nomor lima teratas sebanyak 180 kasus dan Puskesmas Tiakar masuk urutan ketiga tertinggi kasus TB di Kota Payakumbuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko kejadian Tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas tiakar kota payakumbuh. Metode penelitaian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian case control study. Sampel pada penelitian berjumlah 62 yang terdiri dari 31 sampel kasus dan 31 sampel kontrol. Variabel dependen adalah kejadian TB Paru dan variabel independen kebiasaan buang dahak sembarangan , kebiasaan merokok, kebiasaan tidak membuka jendela dan kepadatan hunian. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square, dengan tingkat kepercayaan 95%, p 1. Hasil uji statistik dengan chi-square menunjukkan bahwa faktor resiko yang berhubungan dengan penyakit TB paru adalah kebiasaan buang dahak sembarangan (p-value 0,002 dan OR 3,870), Kebiasaan meroko (nilai p- value 0,001 dan OR 0,139), Kebiasaan Membuka Jendela (p-value 0,000 dan OR 14,950), dan kepadatan hunian (p-value 0,000 dan OR 11,979). Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa kebiasaan buang dahak sembarangan, kebiasaan merokok, kebiasaan membuka jendela, dan kepadatan hunian merupakan faktor resiko yang berhubungan dengan penyakit tuberculosis. Disarankan kepada masyarakat untuk lebih menerapkan prilaku hidup sehat dan lebih meningkatkan kewaspadaan dengan meperhatikan faktor-faktor penyebab TB paru.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11521">
                <text> &#13;
DEWI FITRIANI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11522">
                <text>INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI &#13;
TAHUN 2021 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11523">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
