<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/browse?collection=96&amp;output=omeka-xml" accessDate="2026-05-10T23:55:20+02:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>1</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>218</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="2729" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2717">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2729\Skripsi_Susi_Oktavia.2.pdf</src>
        <authentication>453382401a579953c2c4575bfeb50054</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12613">
                <text>PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG K1 TERHADAP PENGETAHUAN CALON IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALAI SELASA KABUPATEN PESISIR SELATAN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12614">
                <text>Ibu hamil harus mendapatkan asuhan yang dapat membantu ibu &#13;
beradaptasi dengan perubahan selama hamil. Oleh sebab itu ibu harus &#13;
memeriksakan kehamilan sedini mungkin (K1). Rendahnya cakupan K1 juga &#13;
berdampak pada rendahnya pelayanan kesehatan ibu hamil.  guna melahirkan &#13;
perilaku pemeriksaan kehamilan K1 perlu peningkatan pengetahuan calon ibu &#13;
tentang K1 tersebut. Diantara upaya yang dapat dilakukan sejak dini adalah &#13;
melalui pemberian pendidikan kesehatan pada calon ibu. Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang K1 terhadap &#13;
pengetahuan calon ibu. Desain quasi-eksperimen dengan desain one group pretest &#13;
posttest. Populasi adalah  seluruh  calon ibu yang terdapat di wilayah kerja &#13;
Puskesmas Balai Selasa, berjumlah 10 orang pada bulan Agustus 2019, dengan &#13;
pengambilan  sampel secara  total sampling. Penelitian dilakukan  di Puskesmas &#13;
Balai Selasa Kabupaten Pesisir Selatan, pada bulan September 2019. Pengolahan &#13;
dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil univariat diketahui  rata-&#13;
rata pengetahuan  calon ibu sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang K1 &#13;
adalah 17,2.  Rata-rata pengetahuan  calon ibu sesudah diberikan pendidikan &#13;
kesehatan tentang K1 adalah 20,8.  Dapat disimpulkan bahwa ada  pengaruh &#13;
pendidikan kesehatan tentang K1 terhadap pengetahuan calon ibu di Wilayah &#13;
Kerja Puskesmas Balai Selasa Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2019 (p = 0,001). &#13;
Disarankan pada instansi kesehatan  agar  dapat memberikan penyuluhan tentang &#13;
pemeriksaan kehamilan  secara berkesinambungan dan terjadwal pada calon ibu, &#13;
agar kehamilan yang sehat dapat dicapai. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12615">
                <text>SUSI OKTAVIA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12616">
                <text> &#13;
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN &#13;
FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN  &#13;
PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI &#13;
TAHUN 2019 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12617">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2723" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2711">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2723\SKRIPSI_YENRIZA12.1.pdf</src>
        <authentication>39d331bc39e088a6d874025b5182ea98</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12584">
                <text>PENGARUH TINDAKAN MARSIDUDU TERHADAP PENGELUARAN LOCHEA PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CUBADAK KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12585">
                <text>Masalah kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan, diperkirakan 60 % kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan dan 50 % kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Di Pasaman masih banyak ibu melakukan perawatan nifas berdasarkan budaya dan adat istiadat khususnya di nagari Cubadak kecamatan Dua Koto yang dikenal dengan marsidudu. Marsidudu merupakan budaya masyarakat di Nagari Cubadak Kabupaten Pasaman pada perawatan ibu nifas, Ibu dan bayi diletakkan didekat api tungku kayu dengan posisi ibu membelakangi api tersebut, Memanaskan pakaian bayi sebelum dipakai, meletakkan besi dibawah tempat tidur ibu.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah Pengaruh tindakan Marsidudu terhadap pengeluaran lochea pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Cubadak Kabupaten Pasaman. Metode penelitian Rancangan Pretest – Posttest with kelompok kontrol Populasi adalah ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Cubadak Kabupaten Pasaman bulan Maret 2019. Dengan pengambilan sampel 5 orang kelompok kontrol dan 5 orang kelompok marsidudu. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil analisa univariat Pengeluaran lochea pada ibu nifas kelompok kontrol dan kelompok marsidudu sebelum ( Pretest ) diberikan intervensi memiliki rata – rata 1,20 ( kelompok kontrol = kelompok marsidudu ) dan hasil setelah dilakukan ( Posttest) tindakan marsidudu ada perbedaan yaitu kelompok kontrol dengan rata – rata 1,40 dan kelompok marsidudu 2,00. Hasil analisa bivariat diketahui ada hubungan antara marsidudu dengan pengeluaran lochea yaitu (P value = 0,016 ). Dapat disimpulkan bahwa Pengaruh tindakan marsidudu terhadap pengeluaran lochea pada ibu nifas diwilayah kerja Puskesmas Cubadak Kabupaten Pasaman Tahun 2019 mempunyai pengaruh yang signifikan. Dan disarankan kepada peneliti selanjutnya agar meneliti pengaruh budaya marsidudu terhadap bayi baru lahir..</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12586">
                <text>YENRIZA                         </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12587">
                <text>PROGRAM STUDI NERS STIKes PRIMA NUSANTARA BUKIT TINGGI APRIL 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12588">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2722" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2710">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2722\ega_sharifa_s_lppm_benar.1.pdf</src>
        <authentication>b6d0891bb85a575c6782ce139e4ba03e</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12579">
                <text>PENGARUH TERAPI RENDAM AIR HANGAT TERHADAP EDEMA PADA TUNGKAI BAWAH IBU HAMIL DI RUANG KEBIDANAN RSUD CHATIB QUSWAIN SAROLANGUN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12580">
                <text>Edema tungkai bawah merupakan salah satu ketidak nyamanan kehamilan yang sering dikeluhkan ibu hamil. Edema tungkai bawah ditemukan sekitar 80% pada ibu hamil trimester III. Data Kabupaten Sarolangun tahun 2016 menyebutkan sebanyak 271 orang (10%)dengan berbagai keluhan seperti edema tungkai. Fenomena yang terjadi di Ruang Kebidanan RSUD Dr H Chatib Quzwaen Sarolangun berdasarkan observasi, bahwa sebanyak 4 dari 19 orang ibu hamil mengalami edema pada tungkai kaki dan tidak tahu bagaimana mengatasinya. Terapi rendam kaki dapat digunakan sebagai alternatif non-farmakologis dengan menggunakan metode yang lebih murah dan mudah.Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat terhadap edema pada tungkai bawah ibu hamil di RSUD Dr H Chatib Quzwaen Sarolangun Tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi experiment dengan rancangan one grup pretest-posttest design pada subjek yang sama untuk megetahui-mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat terhadap edema pada tungkai bawah ibu hamil. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Maret 2019, dengan sampel ibu hamil yang mengalami edema Tungkai bawah di Ruangan Kebidanan RSUD Chatib Quswain Sarolangun, yaitu sebanyak15 orang dan pengolahan data menggunakan uji t-test dependent (paired sample t-test).Hasil analisis univariat pada penelitian ini di dapatkan bahwarata-rata tingkat edema pada ibu hamil sebelum dilakukan tindakan rendam air hangat adalah 2,53. Kemudian rata-rata tingkat edema pada ibu hamil setelah dilakukan tindakan rendam air hangat adalah 1,07. Hasil analisis bivariat diperoleh adanya pengaruh terapi rendam air hangat terhadap edema pada tungkai bawah ibu hamil di RSUD Dr H Chatib Quzwaen Sarolangun Tahun 2018 (p-value=0,000, (p&amp;lt; 0,05)).Diharapkan kepada setiap tenaga kesehatan agar menerapkan terapi rendam air hangat untuk mengurangi edema pada tungkai bawah pada ibu hamil.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12581">
                <text>EGA SHARIFA.S </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12582">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12583">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2721" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2709">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2721\Skripsi_Betti_Gustiarezki_[Sarjana_Terapan_Kebidanan_Progsus.pdf</src>
        <authentication>95be4d5ee7a9249923a115ef73bdbaad</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12574">
                <text>HUBUNGAN KONSUMSI MIKRONUTRIEN IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD PROF. DR. H. M. HUBUNGAN KONSUMSI MIKRONUTRIEN IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD PROF. DR. H. M. CHATIB QUZWAIN KABUPATEN SAROLANGUN TAHUN 2019 HUBUNGAN KONSUMSI MIKRONUTRIEN IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD QUZWAIN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12575">
                <text>Preeklamsia merupakan penyebab kematian ibu kedua terbesar pada kehamilan di dunia. Hal ini terlihat dengan tingginya angka morbiditas dan mortalitas preeklampsia. Salah satu upaya untuk menurunkannya adalah dengan mengetahui faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia diantaranya adalah kurangnya asupan nutrisi mikronutrien yang dikonsumsi oleh ibu hamil selama kehamilannya. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui adanya Hubungan Konsumsi Mikronutrien terhadap kejadian Preeklampsia di RSUD Prof. Dr. H. M. Chatib Quzwain. Desain yang digunakan adalah cross sectional dengan 27 sampel. Pendekatan yang digunakan adalah retrospektif dimana pengumpulan data berdasarkan data sekunder yaitu rekam medis. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan nilai proporsi penelitian terdahulu. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan kuisioner, food count, ukuran rumah tangga, serta aplikasi nutrisurvey sebagai media perhitungan kadar asupan nutrisi setiap sampel. Data diolah menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikronutrient (dalam penelitian ini diwakili oleh kalsium, zinc, dan magnesium) berperan terhadap kejadian preeclampsia dengan nilai p value masing-masing sebesar 0,004, 0,033, dan 0,013. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa asupan mikronutrient berpengaruh terhadap kejadian preeclampsia di RSUD Prof. Dr. H. M. Chatib Quzwain Sarolangun.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12576">
                <text>BETTI GUSTIAREZKI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12577">
                <text>PROGRAM STUDI S1 TERAPAN KEBIDANAN STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI PROGRAM STUDI S1 TERAPAN KEBIDANAN STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI MARET 2019 PROGRAM STUDI S1 TERAPAN KEBIDANAN STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12578">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2720" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2708">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2720\Skripsi_Mentari_Fajriani_Lengkap.1.pdf</src>
        <authentication>4e28e248f27a53c04de2ef0e657a3b06</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12569">
                <text>Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa tentang Cuci Tangan Pakai Sabun di SD Negeri 18 Koto Alam Nagari Tabek Patah Kec. Salimpaung Kb. Tanah Datar Tahun 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12570">
                <text>Cuci tangan pakai sabun merupakan tindakan yang dapat menghindarkan dari berbagai penyakit akibat tangan yang tidak bersih, seperti diare, ISPA dan penyakit infeksi lainnya. Provinsi Sumatera Barat menempati urutan 11 tertinggi kasus diare di sarana kesehatan dan diare merupakan salah satu dampak dari kurang personal hygiene pada tangan. Begitu pun di SD Negeri 18 Koto Alam dimana adanya fenomena seringnya siswa tidak hadir karena sakit dan diare merupakan salah satu penyakit yang sering menyebabkan siswa tidak hadir ke sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang cuci tangan pakai sabun yang telah dilaksanakan pada bulan Maret terhadap 31 siswa di SD Negeri 18 Koto Alam dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lember kuisioner dan analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang cuci tangan pakai sabun, dimana terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 1,225 dan p-value = 0,000, sedangkan pada faktor sikap terjadi peningkatan rata-rata sebesar 4,74 dan p-value = 0,000. Disimpulkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa SD Negeri 18 Koto Alam tentang tindakan cuci tangan pakai sabun. Maka dari itu, diharapkan kepada semua pihak terutama pihak sekolah untuk selalu memberikan bimbingan dan pendidikan kesehatan tentang cuci tangan pakai sabun serta memfasilitasi tindakan dengan penyediaan sarana cuci tangan di lingkungan sekolah.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12571">
                <text>Mentari Fajriani </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12572">
                <text>intitut kesehatan prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12573">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2718" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2706">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2718\Asma_Yetti_171012115301062_Terpan_Kebidanan.1.pdf</src>
        <authentication>cee58c1789abb84b239299b15d28cf1e</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12559">
                <text>PENGARUH PENATALAKSANAAN PIJAT BAYI TERHADAP BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUMPULAN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12560">
                <text>Gizi kurang pada balita menyumbang 54% kematian balita. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, bahwa 6 (37,5 %) dari 16 Puskesmas memiliki balita dengan status gizi kurang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan status gizi bayi adalah dengan melakukan pijat Bayi. Pijat Bayi merupakan alternative dalam meningkatkan nafsu makan pada sikecil. Pijat Bayi memerlukan media dalam proses pemijatannya, salah satunya adalah minyak. Minyak baby oil sering digunakan oleh tenaga kesehatan dalam melakukan pemijatan karena baby oil sangat mudah ditemukan dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penatalaksaan pijat bayi terhadap berat badan balita gizi kurang. Desain penelitian Quasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest postest design. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kumpulan, pada bulan Januari 2019. Populasi adalah seluruh balita gizi kurang yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Kumpulan Kabupaten Pasaman pada bulan Desember 2018, sebanyak 71 orang. Sampel berjumlah 15 orang, yang diambil secara (multi stage random sampling). Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil univariat diketahui Rata-rata berat badan balita sebelum dilakukan pijat bayi pada 10.267 gram, Rata-rata berat badan balita sesudah dilakukan pijat bayi pada 10.907 gram. Hasil bivariat ada pengaruh penatalaksaan pijat Bayi menggunakan baby oil terhadap berat badan balita gizi kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Kumpulan Tahun 2019 (p = 0,000). Pada petugas Puskesmas agar pijat bayi dijadikan suatu program rutin pada balita supaya tumbuh kembang balita menjadi lebih optimal.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12561">
                <text>asma yetti</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12562">
                <text>intitut kesehatan prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12563">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2708" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2695">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2708\SKRIPSI_SILVIA_PDF.1.pdf</src>
        <authentication>24d0046071ddde5d7b1d226dc9215c5d</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12512">
                <text>EFEKTIFITAS PIJAT BAYI TERHADAP FREKUENSI MAKAN BAYI USIA 9 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONJOL KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12513">
                <text>Menurut WHO, masalah gizi bayi masih menjadi masalah kesehatan utama diseluruh dunia. Frekuensi makan bayi yang tidak sesuai dengan usia bayi akan mengalami gangguan pemenuhan gizi pada bayi tersebut, sehingga bayi akan mengalami gangguan tumbuh kembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Frekuensi Makan Bayi Usia 9 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonjol Kabupaten Pasaman Tahun 2019. Pijat bayi akan meningkatkan aktivitas nervus vagus, serotonin, dan gelombang otak yang diduga sangat bermanfaat untuk meningkatkan motilitas usus, penyerapan zat makanan dan peningkatan frekuensi makan bayi. Penelitian ini mengunakan Desain eksperimental dengan jenis penelitian eksperimental semu (Quasi eksperimen) dengan pendekatan pre and post-test with control group design. Sampel dalam penelitian adalah bayi yang berusia 9 bulan yang berjumlah 10 orang yang terdiri dari 5 orang kelompok intervensi dan 5 orang kelompok kontrol, cara pengambilan sampel dengan mengunakan teknik purposive sample. Frekuensi makan diukur dengan kuesioner yang dilakukan sebelum dan sesudah pijat bayi. Pijat dilakukan pada bayi sekali 2 hari selama 7 hari lama pemijatan 15 menit. Data dianalisis dengan mengunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian pada kelompok intervensi rata-rata frekuensi makan bayi usia 9 bulan meningkat menjadi 2,60 dan pada kelompok kontrol rata-rata frekuensi makan bayi usia 9 bulan tidak ada peningkatan yaitu 1,60, Perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol nilai p 0,020 (p &amp;lt; 0,05). Kesimpulannya Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Frekuensi Makan Bayi Usia 9 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonjol Kabupaten Pasaman Tahun 2019.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12514">
                <text>SILVIA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12515">
                <text>PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12516">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2707" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2694">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2707\skripsi_mega.1.pdf</src>
        <authentication>5d1dfd2f7533e51f67e26f4fc1588c9e</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12507">
                <text>EFEKTIFITAS TEKNIK AKUPRESURE LI 4 DAN SP6 TERHADAP KEMAJUAN PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IV KOTO KAB. AGAM TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12508">
                <text>Partus lama merupakan salah satu penyebab kematian ibu di Indonesia dengan persentae 1,2%. Partus lama dapat dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu yang meliputi persepsi ibu pada rasa nyeri pada saat persalinan. Nyeri persalinan dapat menimbulkan stres yang menyebabkan pelepasan hormon yang berlebihan seperti katekolamin dan steroid. Hormon ini dapat menyebabkan terjadinya ketegangan otot polos dan vasokonstriksi pembuluh darah sehingga terjadi penurunan kontraksi. Akupresure dapat mengurangi Nyeri persalinan dengan merangsang pengeluaran hormon endorphin yang membuat ibu menjadi rileks dan santai, merangsang hipofise mensekresi oksitosin sehingga kontraksi meningkat dan mendorong bayi ke jalan lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akupresur terhadap lama persalinan kala I ibu primigravida. Desain penelitian yang digunakan adalah two group postest only. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 10 orang. Analisa data menggunakan T-Test, Berdasarkan hasil uji statistik didapat nilai Sig.(2- tailed) 0,000. Dimana apabila nilai Sig &amp;lt; 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh akupresure terhadap lama persalinan kala 1 fase aktif. Diharapkan dapat menjadi alternatif pengobatan non- farmakologi dalam mengurangi nyeri persalinan dan induksi persalinan alami yang bisa dilakukan oleh bidan maupun ibu bersalin.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12509">
                <text>MEGA SRI NUGRAHI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12510">
                <text>INSTITUT KESEHATAN PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12511">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2706" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2693">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2706\skripsi_evi.1.pdf</src>
        <authentication>18f84a832fc9b2f13b5418046be6dcf7</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12502">
                <text>PERBEDAAN PEMBERIAN JUS TOMAT DAN JUS TERONG PIRUS TERHADAP KADAR HB PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS INDERAPURA KABUPATEN PESISIR SELATAN TAHUN 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12503">
                <text>Menurut WHO (2018), secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41,8%. Prevalensi anemia pada ibu hamil diperkirakan di Asia sebesar 48,2%, Afrika 57,1%, Amerika 24,1%, dan Eropa 25,1%. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menyebutkan prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 37,1% dan naik pada tahun 2018 menjadi 48,9%. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh Jus Terong Pirus dan Jus Tomat Terhadap Kadar Hb Ibu hamil Trimester III. Jenis penelitian ini adalah jenis analisis korelatif dengan menggunakan rancangan pra- eksperimen dengan desain Two grup pretest posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 14 responden setiap group dengan Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis uji statistic paired sample t-test (uji T) dan uji Independen t-test. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh kadar Hb setelah diberikan Jus Terong Pirus (p value 0,000), dan ada pengaruh terhadap kadar Hb setelah diberikan Jus tomat (P value = 0,000), sedangkan untuk perbedaan dapat dilihat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap kdar Hb baik diberikan Jus Terong Pirus dengan Jus Tomat (P value = 0,289). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terhadap kadar Hb baik diberikan jus terong pirus dan jus tomat, tetapi tidak ada perbedaan terhadap kedua intervensi tersebut. Diharapkan jus terong pirus dan jus tomat sebagai alternative dalam peningkatan kadar Hb.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12504">
                <text>ELVI DAGUSTI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12505">
                <text>institut kesehatan prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12506">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2705" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2692">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/96\2705\SKRIPSI_FULL_TEKS_ERIYANTI.1.pdf</src>
        <authentication>daea4d6036d140c2126e134d040e5ac2</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="96">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="9776">
                  <text>Tahun 2019</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12497">
                <text>Perbedaan Peningkatan Produksi ASI yang diberikan Daun Kelor (Moringa oleifera L) dan Jantung Pisang (Musa acuminata) di Wilayah Kerja Puskesmas Inderapura Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2019</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12498">
                <text>Berdasarkan data Indonesia bayi yang telah mendapatkan ASI eksklusif sampai usia enam bulan adalah sebesar 29,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan produksi asi yang diberikan daun kelor dan jantung pisang di Wilayah Kerja Puskesmas Inderapura Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasi Eksperiment pre dan post test yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Puskesmas Inderapura Kabupaten Pesisir Selatan bulan September-Oktober 2019. Dengan jumlah sampel sebanyak 18 orang . Data yang digunakan primer dan sekunder. Data dianalisa secara univariat dan bivariat. Berdasarkan analisa univariat didapatkan dari 14 orang responden terdapat Rerata volume ASI sebelum diberikan daun kelor adalah 85,56 ± 33,11 dan sesudah 195,56 ± 38,84, rerata volume ASI sebelum diberikan jantung pisang adalah 102,22 ± 46,57 dan sesudah 251,11 ± 30,185. Hasil bivariat didapatkan terdapat pengaruh jantung pisang dan daun kelor terhadap peningkatan volume ASI dengan nilai p value=0,000 (p &amp;lt; 0,05) sesuai dengan uji paired t-test dan terdapat perbedaan volume ASI pada kelompok yang diberikan jantung pisang dan daun kelor dengan nilai p value=0,004 (p &amp;lt; 0,05) sesuai dengan uji independent t-test. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan volume ASI pada kelompok yang diberikan Jantung Pisang dan Daun Kelor. Disarankan agar ibu mengkonsumsi sayur jantung pisang dan sayur daun kelor untuk membantu meningkatkan volume ASI ibu.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12499">
                <text>Eriyanti</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12500">
                <text>institut kesehatan prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="12501">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
