<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/browse?collection=33&amp;output=omeka-xml&amp;page=3" accessDate="2026-05-11T02:12:03+02:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>3</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>54</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="1286" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1286">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/33\1286\SKRIPSI_FAUZIA_HERDILA.1.pdf</src>
        <authentication>08df54e6650d5d4f6620d5cde879615e</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="33">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5343">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5799">
                <text>HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN KUALITAS HIDUP &#13;
(QUALITY OF LIFE) PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA &#13;
WERDHA SABAI NAN ALUIH SICINCIN TAHUN 2023 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5800">
                <text>Lansia yang sering mengalami perubahan peran sosial, penurunan kapasitas mental, depresi, dan demensia, serta kurangnya dukungan baik dari keluarga ataupun lingkungan akan berdampak terhadap kesehatan psikis lansia. Lansia akan mudah stress dan akan berdampak terhadap penurunan kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan kualitas hidup (quality of life) pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia yang berada di panti, dengan jumlah sampel sebanyak 86 orang ditentukan dengan Non Probability Sampling melalui teknik Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner SAQ dan WHOQOL-BREF. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir sebagian responden sebanyak 46 orang (53,3%) memiliki tingkat stress sedang dan sebagian responden sebanyak 48 orang (55,8%) memiliki kualitas hidup yang baik. Berdasarkan analisa uji Chi-Square didapatkan nilai p value = 0,000 &amp;lt; 0,05 yang artinya terdapat atau adanya hubungan antara tingkat stress dengan kualitas hidup lansia. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan lansia dapat melakukan screening dan konseling stress seperti mengikuti kegiatan penyuluhan agar bisa mendeteksi kejadian stress secara dini dan dapat dilakukan tatalaksana yang tepat, agar lansia sehat dan bahagia di usia tuanya dengan kualitas hidup yang lebih baik.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5801">
                <text>FAUZIA HERDILA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5802">
                <text>universitas prima nusantara bukittingi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5803">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1281" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1281">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/33\1281\[[skripsi_fick_yuva_Audini]].pdf</src>
        <authentication>c49a93f1adfb5445d0dfc99182a57d96</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="33">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5343">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5774">
                <text>HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN &#13;
PELAKSANAAN SENAM KAKI DIABETIK DI WILAYAH KERJA &#13;
PUSKESMAS GUGUAK PANJANG &#13;
TAHUN 2023 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5775">
                <text>Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan gula darah seseorang yang melebihi batas normal. Pengetahuan masyarakat mengenai penyakit diabetes melitus sangat dibutuhkan sebagai pondasi masyarakat dalam menunjukan perilaku pencegahan diabetes melitus. Salah satu pengetahuan bagi penderita diabetes adalah senam kaki diabetik. Pasien diabetes perlu mendapat informasi yang baik, Sehingga pasien mampu melakukan latihan senam kaki untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasien diabetes melitus dengan pelaksanaan senam kaki diabetik diwilayah kerja Puskesmas Guguak Panjang tahun 2023. Desain penelitian ini adalah penelitian korelasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes di Puskesmas Guguak Panjang tahun 2023. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 72 responden dari 259 populasi dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuesioner kemudian analisis dengan uji chi-square. Intrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner, waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni 2023 s/d Agustus 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pasien diabetes melitus berkategori baik sebanyak 50 responden (69,4%). Pelaksanaan senam kaki diabetik mayoritas baik sebanyak 47 responden (65,3%). Pada uji chi-square diperoleh nilai p sebesar 0,019 dimana, p≤0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien diabetes melitus dan pelaksanaan senam kaki diabetik di wilayah kerja Puskesmas Guguak Panjang. Dengan penelitian ini diharapkan Perawat sebagai garda terdepan bagi pasien dalam menerima pelayanan pengobatan untuk selalu mengoptimalkan penyampaian informasi kepada pasien agar lebih aware tentang penyakit yang diderita dan kegiatan yang dapat dilakukan pasien dirumah guna membantu pengobatan dan memiliki dukungan untuk sembuh.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5776">
                <text>YUVA AUDINI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5777">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5778">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1279" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1279">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/33\1279\SKRIPSI_Full_tdd.1.pdf</src>
        <authentication>b67b73ffda28e7cb6906c95c5c7f4dcb</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="33">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5343">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5764">
                <text>PERBANDINGAN EFEKTIFITAS SLOW DEEP BREATHING EXERCISE &#13;
DENGAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP    &#13;
TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI  &#13;
WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN  &#13;
TAHUN 2023 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5765">
                <text>Hipertensi di Indonesia merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi yaitu sebesar 34,1%. Hipertensi sebagai salah satu penyakit tidak menular (PTM), telah menjadi masalah kesehatan penting di seluruh dunia karena penyebarannya yang luas dan terus meningkat. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien hipertensi yaitu dengan dua cara yakni secara farmakologi dan non farmakologis. Salah satu pengobatan non farmakologis yang dapat digunakan untuk mengontrol tekanan darah dengan latihan Slow deep breathing dan Terapi Rendam kaki air hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Efektifitas Terapi Slow Deep Breathing Exercise dengan Terapi Rendam Kaki Air Hangat terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasy Eksperimen menggunakan pendekatan Two Group Pretest Posttest. Sampel dalam penelitian ini 20 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Non Probability Sampling (Purposive sampling). Hasil uji statistik analisis bivariat menggunakan uji unpaired sample T test diperoleh p-value sistolik setelah SDB dan rendam kaki air hangat sebesar p value 0.493( &amp;gt;0,05) dan p-value diastolik setelah terapi SDB dan rendam kaki air hangat menggunakan uji Mann-Whitney sebesar 0.247 ( &amp;gt;0,05) dan diketahui bahwa nilai t hitung terapi Slow Deep Breathing Exercise sebesar 9.576 sedangkan terapi Rendam kaki air hangat sebesar 10.064. Disimpulkan bahwa terapi Rendam kaki air hangat lebih efektif dibandingkan terapi Slow Deep Breathing dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin tahun 2023. Disarankan kepada penderita hipertensi untuk dapat melakukan terapi Rendam kaki air hangat sebagai salah satu upaya pengendalikan tekanan darah.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5766">
                <text>PUTRI DEWI NAILA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5767">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5768">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1277" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1277">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/33\1277\SKRIPSI_Final_MELSY-1.1.pdf</src>
        <authentication>f6383ac014c62debe8fac97ee23d9b71</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="33">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5343">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5755">
                <text> &#13;
HUBUNGAN  INTENSITAS  PENGGUNAAN   GADGET   DAN   PERAN   ORANG  TUA DENGAN &#13;
PERILAKU AGRESIF PADA ANAK USIA SEKOLAH &#13;
DI SD NEGERI 01 MANINJAU TAHUN 2023   &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5756">
                <text>Perilaku Agresif pada anak usia sekolah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor  salah &#13;
satunya intensitas penggunaan gadget, yang mana di zaman modern saat ini gadget sudah &#13;
tidak asing lagi bagi kehidupan seharai-hari di berbagai kalangan, dan saat ini anak usia &#13;
sekolah  tidak terlepas dalam pengunaan gadget yang mudah digunakan.  Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk mengetahui  hubungan Intensitas Penggunaan Gadget dengan Perilaku &#13;
Agresif di SD Negeri 01 Maninjau Tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah &#13;
kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional menggunakan pendekatan  cross &#13;
sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa dari kelas 4 sampai 6 di SD negeri 01 &#13;
Maninjau Tahun 2023 yaitu sebanyak 73 siswa. Pengambilan sampel pada penelitian ini &#13;
adalah adalah menggunakan teknik purposive sampling sehingga di dapatkan sampel &#13;
sebanyak 62 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner &#13;
dilakukan secara komputerisasi meliputi Analisa univariat dan Analisa bivariat &#13;
menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil univariat didapatkan dari 62 siswa terdapat &#13;
43 (69,4%) siswa yang intensitas penggunaan gadget nya cukup, 56 (90,3%) orang tua &#13;
yang perang orang tua sangat baik dan 39 (62,9%) siswa yang agresifitas sedang. Dari &#13;
hasil analisa bivariat didapatkan hasil uji statistic intensitas penggunaan gadget dengan &#13;
perilaku agresif diperoleh P value = 0,004 &lt; 0,05 sehingga disimpulkan ada hubungan &#13;
intensitas penggunaan gadget dengan perilaku agresif pada siswa, Hasil uji statist ic peran &#13;
orang tua dengan perilaku agresif diperoleh P value = 0,491 ≥ 0,05 sehingga disimpulkan &#13;
tidak ada hubungan peran orang tua dengan perilaku agresif. Diharapkan kepada semua &#13;
pihak khususnya keluarga dan guru untuk selalu memberikan dukungan dan motivasi &#13;
kepada siswa agar terhindar dari perilaku agresif tinggi. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5757">
                <text>MELSY NUR SAVITRI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5758">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5759">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1275" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1275">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/33\1275\SKRIPSI_SYAHDILA_WIDYA_[191012114201026].pdf</src>
        <authentication>b37febd7b70f654813bb64fa4905e88f</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="33">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5343">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5745">
                <text>HUBUNGAN DEPRESI IBU NIFAS TERHADAP KECUKUPAN &#13;
PEMENUHAN ASI (AIR SUSU IBU) PADA BAYI USIA 10-28  &#13;
HARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NILAM SARI &#13;
 KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2023 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5746">
                <text>Rendahnya pemberian ASI eksklusif pada bayi membuat tidak terpenuhinya kecukupan pemenuhan ASI bagi bayi dan berdampak pada kualitas serta kuantitas kehidupan selanjutnya. Rendahnya pemberian ASI pada bayi dapat dikarenakan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu depresi ibu pasca melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan depresi ibu nifas terhadap kecukupan pemenuhan ASI (Air Susu Ibu) di wilayah kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi tahun 2023. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 57 responden dari 66 populasi dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner EPDS (Edinburgh Post-natal Depression Scale) untuk pengukuran depresi ibu nifas dan kuisioner BAT (Breastfeeding Assessment Tools) untuk melihat kecukupan ASI pada bayi yang dilakukan secara langsung ke rumah (door to door) responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa 40,4% responden mengalami depresi ibu nifas dan 52,6% responden tidak memberikan kecukupan ASI untuk bayinya. Dari hasil uji chi-square, terdapat hubungan yang signifikan antara depresi ibu nifas terhadap kecukupan pemenuhan ASI (Air Susu Ibu) pada bayi (p = 0,000). Saran dari penelitian ini adalah diharapkan bagi puskesmas dapat melakukan pendeteksian dini terhadap gejala-gejala depresi pada setiap ibu nifas.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5747">
                <text> &#13;
SYAHDILA WIDYA MARDANI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5748">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5749">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1272" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1272">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/33\1272\Skripsi_Nurhayati_[fix].pdf</src>
        <authentication>4cc09ffd3bbb0e28e9bdda976133a98f</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="33">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5343">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5730">
                <text>PENGARUH PEMBERIAN BUAH NAGA MERAH  (HYLOCEREUS &#13;
POLYRHIZUS)TERHADAP KADAR GLUKOSA PADA PENDERITA &#13;
DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGANG &#13;
KABUPATEN PASAMAN TIMUR TAHUN 2023 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5731">
                <text>Kurangnya pengetahuan masyarakat menjadi salah satu alasan kenapa mereka tidak mengetahui manfaat dari mengkonsumsi buah naga secara rutin bisa menjadi salah satu terapi alternatif dalam pengontrolan kadar gula darah, dimana responden menyatakan tidak mengetahui mengetahui kalau buah naga merah (hylocereus polyrhizus) dapat berfungsi sebagai pengobatan non farmakologis terhadap kejadian diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buah naga merah (hylocereus polyrhus) terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Pegang Kabupaten Pasaman Timur. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan pendekatan non equivalent control group design. Populasi seluruh penderita diabetes mellitus yaitu sebanyak 111 pasien. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak 30 orang. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji t-independent test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata kadar glukosa darah responden sebelum intervensi pada kelompok eksperimen adalah 249,466 mg/dl dan setelah intervensi 179 mg/dl. Sedangkan rata-rata kadar glukosa darah pada kelompok kontrol pada pengukuran pre test adalah 247 mg/ dl dan post test kontrol 195,66 mg/dl. Terdapat perbedaan rata-rata penurunan kadar glukosa darah antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan beda rata- rata 19,06 mg/dl dan nilai p = 0,006, penurunan kadar glukosa darah lebih besar pada kelompok intervensi. Disimpulkan bahwa pemberian buah naga merah berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM. Diharapkan kepada pasien diabetes mellitus untuk melakukan upaya pengendalian kadar glukosa darah secara non farmakologis disamping farmakologis, salah satunya dengan memanfaatkan buah naga merah yang terbuktif efektif terhadap penurunan kadar glukosa darah.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5732">
                <text>NURHAYATI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5733">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5734">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1269" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1269">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/33\1269\SKRIPSI_ANISA_NOVERIANDA[_91012114201002].pdf</src>
        <authentication>9012602471363dac2e41db67ae05944e</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="33">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5343">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5717">
                <text>HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN &#13;
KEJADIAN ISPA PADA BALITA UMUR 1-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA &#13;
PUSKESMAS MANDIANGIN KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2023 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5718">
                <text>Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah kesehatan balita dengan angka kematian balita 15% - 20% pertahun pada balita. Banyak faktor resiko yang menyebabkan ISPA yaitu salah satunya perilaku merokok anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita umur 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi Tahun 2023. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Mandiangin pada tanggal 25 juli – 22 agustus 2023. Sampel penelitian ini berjumlah 91 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner perilaku merokok anggota keluarga menurut Martin dan Pear. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square dengan batas kemaknaan p&amp;lt;0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 54,9% balita mengalami ISPA dan sebanyak 88,6% anggota keluarga memiliki perilaku merokok tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita dengan nilai p=0,000. Diharapkan bagi pelayanan kesehatan khususnya perawat agar dapat lebih meningkatkan pemahaman dan kesadaran orang tua mengenai dampak buruk dari perilaku merokok anggota keluarga dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ISPA pada balita.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5719">
                <text>ANISA NOVERIANDA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5720">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1268" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1268">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/33\1268\Skripsi_hafifatul_Khairiyah_acc_[3].pdf</src>
        <authentication>e42ef53504e0a5bff20252536f54d775</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="33">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5343">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5712">
                <text>EFEKTIVITAS LATIHAN ISOMETRIK TERHADAP TEKANAN DARAH &#13;
PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUKESMAS &#13;
KECAMATAN GUNUNG TALANG KABUPATEN SOLOK &#13;
TAHUN 2023 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5713">
                <text>Prevelensi pasien hipertensi mengalami peningkatan setiap tahunnya. Salah satu terapi komplementer yang dapat mengurangi tekanan darah adalah latihan isometrik. Tujuan penelitian mengetahui efektivitas latihan isometrik terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian yang digunakan pra eksperiment pretest dan posttest menggunakan rancangan one group pretest posttest design. Sampel penelitian sebanyak 19 responden dari 1.621 populasi yang diambil dengan teknik purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi tekanan darah yang diukur menggunakan sphygmanometer, selama bulan Agustus hingga September 2023. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil uji analisis univariat rata-rata tekanan darah pretest adalah 152/93 mmHg dan rata-rata tekanan darah postest adalah 135/83 mmHg. Dimana terjadi penurunan tekanan darah yang cukup signifikan setelah intervensi, selama 3 minggu dalam 6 kali intervensi. Hasil analisis bivariat menggunakan paired t-test didapatkan hasil bahwa p=0,000, dimana p&amp;lt; 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya efektivitas Latihan isometrik terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Pukesmas Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Tahun 2023. Terapi Latihan isometrik dapat menjadi salah satu terapi alternatif yang dapat digunakan untuk mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5714">
                <text>HAFIFATUL KHAIRIYAH </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5715">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5716">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1265" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1266">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/33\1265\skripsi_hafizah_rahmi_dan_ttd_kertas_wangii.1.pdf</src>
        <authentication>5da45d136e2ecca5b8e6ca4dfc2de953</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="33">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5343">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5697">
                <text>FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN &lt;br /&gt;HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS &lt;br /&gt;GUGUK PANJANG TAHUN 2023</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5698">
                <text>Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan &#13;
komplikasi mencapai 9,4 juta kematian seluruh dunia. Pada tahun 2022,angka tertinggi &#13;
yang terdiagnosa penyakit hipertensi berada di Puskesmas Guguk Panjang dengan &#13;
jumlah pasien hipertensi sebanyak 1633. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui &#13;
faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja puskesmas &#13;
Guguk Panjang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan &#13;
metode analitik observasional dengan desain  cross-sectional. Populasi dalam &#13;
penelitian ini adalah penderita hipertensi dengan 1633 dan sampel 94 responden. &#13;
Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang 2023. Teknik &#13;
pengambilan sampel mengunakan  Purposive Sampling. Instrumen penelitian yang &#13;
digunakan adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis &#13;
univariat,bivariat dengan uji  chi-square  hubungan antara tingkat stress ( p  value &#13;
0,153), status gizi ( p  value  0,046) dan gaya hidup ( p  value  0,002). Kesimpulan &#13;
penelitian ini tidak ada hubungan tingkat stress dengan kejadian hipertensi. Ada &#13;
hubungan status gizi dan gaya hidup dengan kejadian hipertesi. Faktor paling dominan &#13;
yang berhubungan dengan kejadian hipertensi yaitu status gizi ( OR 0,276 ). &#13;
diharapkan instansi kesehatan dan tenaga kesehatan dapat meningkatkan upaya &#13;
pencegahan dan pengobatan mengenai penyakit hipertensi kepada pasien, sehingga &#13;
angka kejadian hipertensi dapat mengalami penurunan. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5699">
                <text>HAFIZAH RAHMI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5700">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5701">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1260" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1261">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/33\1260\KIAN_INTAN_REVISI_[1]_[1].docx_PDF.pdf</src>
        <authentication>0652c4a55e262e38b68391aeb6975cab</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="33">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5343">
                  <text>Tahun 2023</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5672">
                <text> &#13;
 &#13;
PENERAPAN TERAPI HIPNOSIS 5 JARI PADA  &#13;
PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA TN. N DENGAN &#13;
HIPERTENSI DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSOMH &#13;
BUKITTINGGI TAHUN 2023 &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5673">
                <text>Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik diatas batas normal yaitu lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolic lebih dari 90 mmHg. Prevalensi penyakit hipertensi di Indonesia terjadi peningkatan dari 7,6% tahun 2017 menjadi 9,5%. Prevalensi hipertensi di Sumatera Barat yakni 25.16% dengan jumlah 176.169 kasus yang terdeteksi melalui pengukuran tekanan darah. Terapi nonfarmakologi yang dapat diberikan adalah dengan membangun hubungan saling percaya, kesadaran diri, melindungi klien, modifikasi lingkungan, serta memotivasi kegiatan. Hipnotis lima jari merupakan salah satu bentuk self hypnosis yang dapat menimbulkan efek relaksasi yang tinggi, sehingga akan mengurangi ketegangan dan stress dari pikiran seseorang. Hipnosis dapat mengontrol beberapa fungsi organ seperti perdarahan, denyut jantung, tekanan darah. Tn. N masuk ke IGD RSOMH Bukittinggi pada tanggal 19 Desember 2023 jam 12. 35 Wib dengan Riwayat Hipertensi tidak terkontrol, Kuduk terasa berat, kepala terasa sakit sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit dengan skala nyeri 3-4, sakit kepala dirasakan seperti tertusuk benda tajam, sakit kepala dirasakan selama lebih kurang 5 menit, pada area belakang dan raut muka tampak lelah, perut terasa mual, Tn. N sudah memiliki riwayat hipertensi selama 10 tahun. Namun tn. N tidak rutin kontrol dan minum obat. Diagnosa yang muncul pada kasus tn. N adalah , risiko penurunan curah jantung berhubungan dengan afterload, nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis dan defisit pengetahuan berhubungan dengan Kurang Terpapar Informasi. Setelah dilakukan intervensi hipnosis 5 jari dan pemberian amlodipine 10 mg, bisa dilihat dari hasil evaluasi pada Tn. N intervensi tersebut berhasil menurunkan tekanan darah menjadi 165/80 mmhg. Diharapkan perawat memberikan edukasiteknik hipnosis 5 jari sebagai pendamping pengobatan hipertensi.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5674">
                <text> &#13;
INTAN DWI WULANDARI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5675">
                <text>universitas prima nusantara bukittinggi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5676">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
