<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/browse?collection=29&amp;output=omeka-xml&amp;page=8" accessDate="2026-05-11T05:49:17+02:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>8</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>73</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="1201" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1203">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\1201\revisi_skripsi_yusmaidar_ok_kasett.1.pdf</src>
        <authentication>d513b971310313f8f2950a130b713100</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="29">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5260">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5379">
                <text>PENGARUH KONSUMSI LABU SIAM TERHADAP FREKUENSI BAB &#13;
PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DIPRAKTEK MANDIRI BIDAN &#13;
WILAYAH KERJA PUSKESMAS RIMBO BUJANG IX  &#13;
 KABUPATEN TEBO TAHUN 2022 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5380">
                <text>Konstipasi adalah gangguan pada kehamilan yang menyerang system pencernaan. &#13;
Wanita  yang  mengalami  konstipasi  sebelum  kehamilan  dapat  merasa  bahwa &#13;
kondisi  ini  menjadi  lebih  bermasalah  saat mereka  hamil.  Ini  juga  merupakan &#13;
masalah nutrisi yang umum terjadi pada kehamilan .Konstipasi menyebabkan rasa &#13;
begah dan penuh seta hilang  nafsu  makan.Sechium  Edule  atau  lebih  dikenal &#13;
dengan  labu  siam merupakan  salah  satu  jenis  sayur  yang  umum  dimakan  masyarakat &#13;
Indonesia.  Sayuran  ini  bisa  langsung  dinikmati  dengan  cara  direbus  bersama  kulitnya &#13;
ataupun  diolah  menjadi  berbagai  masakan  dengan  mengupas  kulitnya  terlebih  dahulu. &#13;
Penelitian ini dilakukan  untuk melihat pengaruh Konsumsi Labu Siam Terhadap &#13;
Frekuensi BAB Pada Ibu Hamil Trimester III di Praktek Mandiri Bidan Wilayah &#13;
Puskesmas Rimbo Bujang IX Kabupaten Tebo Tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini &#13;
adalah Ibu Hamil Trimester III Yang Frekuensi BAB nya Kurang Dari Normal.di Praktek &#13;
Mandiri Bidan Wilayah Puskesmas Rimbo Bujang IX Kabupaten Tebo g. Penelitian ini &#13;
berupa Quasi Exsperiment  dengan menggunakan One Group Pretest  – Posttest design. &#13;
Cara menghitung sample menggunakan rumus  Issac dan Michael ( purposive sampling), &#13;
dan di dapat sample penelitian berjumlah 8 orang Ibu Hamil Trimester III yang &#13;
mengalami Konstipasi. Pengumpulan  data menggunakan lembar observasi kemudian di &#13;
analisi dengan Uji  Paired T  –  test.  Waktu penelitian di  lakukan pada tanggal 19 &#13;
September 2022 s/d 27 September 2022. Hasil uji statistic menggunakan paired T –  test &#13;
diperoleh p = 0.000 &lt; α 0,05 sehingga dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh Konsumsi &#13;
Labu Siam Terhadap Frekuensi BAB Pada Ibu Hamil Trimester III di pRaktek Mandiri &#13;
Bidan Wilayah Puskesmas Rimbo Bujang IX Kabupaten Tebo Tahun 2022. Pemberian &#13;
rebusan Labu Siam  merupakan  salah  satu  upaya  non  farmakologi  untuk memperlancar &#13;
BAB, dengan demikian disarankan bagi ibu hamil Trimester III untuk dapat melanjutkan &#13;
konsumsi  rebusan labu siam saat  BAB tidak lancar  untuk  mengurangi  konstipasi dan &#13;
tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5381">
                <text>Yusmaidar </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5382">
                <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5383">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1199" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1201">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\1199\ZS_gabungan_OKT_final_[2].docx_CD.pdf</src>
        <authentication>64edaba392854c0015aeaa45de4fe813</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="29">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5260">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5369">
                <text>GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG &#13;
STUNTING DI KELURAHAN AUR KUNING PADA WILAYAH &#13;
KERJA PUSKESMAS TIGO BALEH BUKITTINGI &#13;
TAHUN 2022 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5370">
                <text>Balita pendek dan sangat pendek adalah balita dengan panjang badanatau tinggi badan &#13;
menurut umurnya di bandingkan dengan standar baku WHO-MGRS (Multicentre Growth &#13;
Reference Study). Sedangkan definisi stunting menurut Kementerian Kesehatan adalah anak &#13;
balita dengan nilai z-scorenya kurang dari  -2 SD (stunted) dan kurang dari  -3SD (severely &#13;
stunted). Berdasarkan data angka balita stunting di Indonesia masuk ke dalam kategori &#13;
prevalensi tertinggi di wilayah Asia Tenggaraterdapat 29,6% dari total balita nasional &#13;
mengalami  stunting.  Rata-rata  balita  yang  mengalami  stunting  di  Indonesia  sejak  tahun &#13;
2005 hingga 2017 yaitu  36,4%4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran &#13;
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Stunting. Desain  penelitian ini adalah penelitian &#13;
kuantitatif  dengan  desain  penelitian  deskriptif  dengan  tujuan  utama  untuk  membuat &#13;
gambaran keadaan secara populasi. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 50 &#13;
responden dengan menggunakan random sampling dengan rumus dari Lemeshow. &#13;
Pengumpulan  data  dengan  menggunakan  kuesioner,  waktu  penelitian  dilakukan  pada &#13;
tanggal 05  sampai dengan  30  Oktober  2022.  Hasil penelitian  menunjukkan  Gambaran &#13;
Tingkat  Pengetahuan  masyarakat  60%  (30  responden)  tentang  Pengertian/Definisi &#13;
Stunting,  dan  56  %  (28  responden)  tentang  Penyebab  Stunting  dengan  kategori &#13;
pengetahuan kurang sedangkan tingkat pengetahuan Baik 40% (20 responden) tentang &#13;
Pencegahan Stunting serta pengetahuan yang cukup50% (25 responden) tentang1000 hari &#13;
pertama kehidupan  bayi. Maka disimpulkan perlu adanya sosialisasi dor to dor pada &#13;
masyarakat tentang masalah-masalah kesehatan pada anak dan kehidupan seorang anak sangat &#13;
bergantung kepada orang tua. </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5371">
                <text>ZULFA SAVITRI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5372">
                <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5373">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="1197" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1199">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/29\1197\Skrips_[Nanik_Oktamalinda].pdf</src>
        <authentication>0503c1dbb03d22d3c88dc50218bfd6d1</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="29">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="5260">
                  <text>Tahun 2022</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5359">
                <text>HUBUNGAN PERILAKU CARING BIDAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN POLI KEBIDANAN DI WILAYAH KERJA&#13;
PUSKESMAS TANJUNG TAHUN 2022&#13;
</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5360">
                <text>Kepuasan pasien akan terpenuhi bila pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan harapan pasien. Studi pendahuluan yang dilakukan pada pasien di puskesmas Tanjung di Poli Kebidanan pada tanggal 10 Mei 2022 melalui wawancara 10 pasien, 6 pasien menyatakan belum merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, pasien masih mengeluh bahwa pelayanan masih lama atau tenaga kesehatan, khususnya bidan kurang tanggap dan kurangnya perhatian terhadap keluhan pasien. Kurangnya komunikasi bidan pada pasien dan bidan tidak memperkenalkan diri pada pasien Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan perilaku caring bidan terhadap kepuasan pasien poli kebidanan di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Tahun 2022. Penelitian ini menggunankan jenis penelitian kuantitatif korelasional. Dengan analisis univariat dan bivariat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien poli kebidanan Puskesmas Tanjung pada bulan April-Mei 2022 yang berjumlah 80 orang pasien, sampel sebanyak 45 orang pasien poli kebidanan dengan menggunakan rumus slovin. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner perilaku caring dan kepuasan pasien poli kebidanan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sebagian besar bidan sudah caring baik yaitu sebesar 80%, sedangkan 20% sisanya menunjukkan bidan cukup caring, dari 45 responden juga menunjukkan bahwa sebagian besar pasien merasa sangat puas (93,33%) dan sisanya 6,67 merasa puas. Dari hasil uji chi square p value = 0.0001 berarti p &lt; 0,05 hal ini menujukkan adanya hubungan yang signifikan antara caring bidan dengan tingkat kepuasan pasien poli kebidanan di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Tahun 2022. Penelitian lebih lanjut untuk memberikan informasi faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5361">
                <text>Nanik Oktamalinda</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5362">
                <text>UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="5363">
                <text>PDF</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
