<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://digilib.upnb.ac.id/index.php/items/browse?collection=106&amp;output=omeka-xml&amp;sort_field=added" accessDate="2026-05-11T00:40:24+02:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>1</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>10</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="2508" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2493">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/106\2508\Cover_1_merged.1.pdf</src>
        <authentication>a2e1c04deff79de6caad19bbde0d941f</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="106">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11463">
                  <text>Tahun 2016</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11608">
                <text>ANALISIS PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA DI KOTA SOLOK TAHUN 2016</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11609">
                <text>Narkoba merupakan suatu zat apapun kecuali makanan, air, dan oksigen yang apabila dimasukkan ke dalam tubuh akan mempengaruhi fungsi fisik dan psikologi. Prevalensi kasus narkoba di Indonesia pada tahun 2014 sebesar 2,18% sebanyak 4,1 juta kasus. Kasus narkoba di Kota Solok pada tahun 2015 sebanyak 27 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab penggunaan narkoba pada remaja di Kota Solok tahun 2016, meliputi keagamaan, lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan, faktor ekonomi, ketersediaan narkoba, dan alasan internal. Desain penelitian menggunakan case studies. Penelitian dilakaksanakan di Kota Solok pada bulan Agustus. Informan penelitian sebanyak 3 segmen yaitu Badan Narkotika Kota (BNK), remaja, dan orang tua. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan analisis data menggunakan Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan penyebab penyalahgunaan narkoba pada remaja di Kota Solok adalah disebabkan oleh lingkungan pergaulan dan rasa ingin tahu serta ingin mencoba. Hal ini didasarkan dari hasil wawancara langsung yang menyatakan bahwa lingkungan pergaulan dengan teman sebaya yang terlalu bebas dan tidak terkontrol menyebabkan remaja ikut terjerumus melakukan penyalahgunaan narkoba serta keingintahuan untuk mencoba narkoba merupakan penyebab remaja dalam penyalahgunaan narkoba. Dapat disimpulkan bahwa dalam penyebab penyalahgunaan narkoba pada remaja peran serta orang tua sangat dibutuhkan dengan lebih meningkatkan pengawasan terhadap perilaku anggota keluarganya. Disarankan agar perlu adanya kerjasama yang baik oleh semua elemen baik pemerintah maupun masyarakat sehingga penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja dapat dicegah sedini mungkin.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11610">
                <text>YESI AMELIA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11611">
                <text>STIKes PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11612">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2509" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2494">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/106\2509\COVER_ella1_merged.1.pdf</src>
        <authentication>7425ae6b52adccec597567afa5c821eb</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="106">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11463">
                  <text>Tahun 2016</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11613">
                <text>EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM POSYANDU LANSIA DI PUSKESMAS KUMANIS KECAMATAN SUMPUR KUDUS KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2016</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11614">
                <text>Cakupan pelayanan kesehatan lansia di Puskesmas Kumanis adalah yang terendah di Kabupaten Sijunjung adalah sebanyak 16,7% dan masih jauh dari capaian target 70%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program posyandu lansia di Puskesmas Kumanis tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif dengan desain studi evaluatif. Penelitian dilakukan bulan Agustus 2016 di Puskesmas Kumanis, pengambilan sampel yang digunakan bersifat purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap kepala puskesmas, pengelola program, kader posyandu lansia dan lansia, observasi pelaksanaan posyandu lansia, dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini dari komponen input, belum adanya regulasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung untuk mendukung pelaksanaan program posyandu lansia. Tenaga pelaksana belum ada mengikuti pelatihan, keaktifan petugas dan kader masih kurang. Sarana prasarana posyandu lansia tidak ada tempat khusus. Pada komponen process, secara umum kegiatan posyandu lansia di Puskesmas Kumanis tidak terlaksana secara maksimal karena kendala keaktifan pengelola program maupun petugas kesehatan yang tidak konsisten dengan rencana kerja sehingga ada kegiatan yang tidak terlaksana pada saat posyandu, kegiatan yang dilaksanakan lebih kepada pemeriksaan fisik saja, monitoring dan evaluasi belum berjalan optimal serta masih kurangnya kesadaran dan partisipasi lansia untuk mengunjungi posyandu lansia. Pada komponen output, pelaksanaan program posyandu lansia belum terlaksana dengan baik dan belum mampu meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan lansia setiap tahunnya. Kesimpulan dari penelitian di atas masih adanya kendala dalam pelaksanaan posyandu lansia di Puskesmas Kumanis pada komponen input dan process dari pelaksanaan kegiatan posyandu lansia. Perlu adanya dukungan dari managemen puskesmas dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga pelaksana posyandu lansia.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11615">
                <text>ELLA ROSANTRI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11616">
                <text>STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11617">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2510" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2495">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/106\2510\BAB_II_merged.1.pdf</src>
        <authentication>4976fa7b5fb949fdfa5a509e065daef8</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="106">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11463">
                  <text>Tahun 2016</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11618">
                <text>HUBUNGAN RESPONSIVENESS DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI RUANGAN KEBIDANAN RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI TAHUN 2016</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11619">
                <text>Indikator keberhasilan pelayanan kesehatan di rumah sakit di era globalisasi ini adalah kepuasan pasien. RSUD Dr. Achmad Moctar Bukittinggi Memiliki 19, ruangan rawat inap, dimana rawat inap yang sering dikunjungi terdapat rawat inap di ruangan kebidanan sebanyak 2.125. Wawancara dilakukan pada 7 orang pasien mengatakan kunjungan dokter yang kurang teratur mengakibatkan pasien harus menunggu lama, ruang inap yang tidak nyaman, Perawat kurang ramah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan daya tanggap petugas kesehatan dan kepuasan pasien JKN. Desain penelitian mengunakan Cross-Sectional Study dilaksanakan di RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi pada bulan Maret-September 2016. Populasi seluruhnya berjumlah 2.125 pasien dengan jumlah sampel sebanyak 95 pasien diambil secara teknik Accidental Sampling dianalisis mengunakan uji Chi-Square (CI 95%, α = 0,05). Hasil univariat didapatkan daya tanggap petugas kesehatan yang tidak tanggap 57,9% responden, kepuasan pasien JKN yang tidak puas 54,7% responden dan analisis bivariat diperoleh adanya hubungan bermakna antara daya tanggap petugas kesehatan dengan kepuasan pasien JKN (p=0,0001,). Dapat disimpulkan, bahwa daya tanggap petugas kesehatan berhubungan dengan kepuasan pasien JKN. Untuk itu diharapkan bagi institusi kesehatan untuk lebih mengutamakan pelayanan yang baik dan bermutu terhadap pasien yang datang.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11620">
                <text>NURFARIDAH </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11621">
                <text>STIKes PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11622">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2511" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2496">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/106\2511\ilovepdf_merged.1.pdf</src>
        <authentication>ed8949b248dd604fe0cc925fa8c8940c</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="106">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11463">
                  <text>Tahun 2016</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11623">
                <text>FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PEGAWAI PUSKESMAS MUNGKA KECAMATAN MUNGKA KABUPATEN LIMA PULUH KOTA TAHUN 2016</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11624">
                <text>Perkembangan pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia tidak terlepas &#13;
dari sejarah kehidupan bangsa. Pelayanan kesehatan masyarakat  dikembangkan &#13;
sejalan dengan tanggung jawab pemerintah melindungi masyarakat Indonesia dari &#13;
gangguan kesehatan.Untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan pembangunan &#13;
kesehatan pemerintah daerah wajib mengembangkan  kebijakan-kebijakan untuk &#13;
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan tersebut.  Upaya peningkatan mutu &#13;
pelayanan tersebut tidak terlepas dari upaya peningkatan kualitas sumber daya &#13;
manusianya.  Tujuan penelitian ini adalah  Untuk mengetahui faktor faktor yang &#13;
berhubungan dengan  kinerja pegawai di Puskesmas Mungka Kecamatan Mungka &#13;
Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016. &#13;
Metode penelitian ini menggunakan metode  deskriptif analitik dengan desaincross &#13;
sectional, kemudian data diolah dengan menggunakan uji  Chi Square.Sampel  dalam &#13;
penelitian ini  sebanyak 30 orang responden. Hasil uji statistik didapatkan nilai p 0,028 &#13;
(p&lt;0,05) yang artinya adanya hubungan antara pendidikan dengan kinerja pegawai di &#13;
Puskesmas Mungka Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016. &#13;
Hasil uji statistik didapatkan nilai p 0,047  (p&lt;0,05) yang artinya adanya hubungan &#13;
antara pelatihan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Mungka Kecamatan Mungka &#13;
Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016. &#13;
 Hasil uji statistik didapatkan nilai p 0,000  (p&lt;0,05) yang artinya adanya &#13;
hubungan antara  lingkungan kerja  dengan kinerja pegawai di Puskesmas Mungka &#13;
Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016.  Saran dalam &#13;
penelitian ini adalah  mengingat bahwa  faktor faktor yangberhubungan,  terhadap &#13;
kinerja pegawai Puskesmas Mungka di Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh &#13;
Kota, maka untuk  setiap institusi agar terus berupaya untuk  melakukanpelatihan, &#13;
meningkatkan  pendidikan  dan  lingkungan kerjayang nyaman  dikalangan  petugas &#13;
Puskesmasagar kinerja pegawai dapat lebih efisien dan efektif secara keseluruhan. &#13;
 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11625">
                <text>RONAL AMRIKO </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11626">
                <text>STIKes PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11627">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2512" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2497">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/106\2512\1.1.pdf</src>
        <authentication>ee54dc192166005f6e53b3eec4badfe4</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="106">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11463">
                  <text>Tahun 2016</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11628">
                <text>EVALUASI PROGRAM SURVEILANS EPIDEMIOLOGI PENYAKIT TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS PEKAN KAMIS KECAMATAN TILATANG KAMANG KABUPATEN AGAM TAHUN 2016</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11629">
                <text>Evaluasi program surveilans epidemiologi penyakit tuberkulosis merupakan sebuah program dalam pengendalian penyakit tuberkulosis dan harus sesuai dengan Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia No.45 tahun 2014 tentang penyelenggaraan Surveilans. Program ini dilaksanakan oleh Puskesmas Pekan Kamis dan diharapkan dapat melakukan penjaringan terhadap kasus penyakit tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Pekan Kamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program surveilans penyakit tuberkulosis di Puskesmas Pekan Kamis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan informanya adalah Kepala Puskesmas dan Petugas Pemegang Program Surveilans penyakit. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan observasi. Variabel penelitian ini mencakup komponen input, process, dan output. Hasil penelitian menunjukan pada komponen input yang menjadi permasalahan adalah dalam hal tenaga yang tidak sesuai dengan bidang keahlianya selanjutnya sarana prasarana seperti mikroskop yang sudah dimakan usia dan mengalami kerusakan. Pada komponen process untuk pengumpulan data Puskesmas masih mengalami kendala dikarenakan masyarakat yang tidak mau memeriksakan diri karena masih berkembangnya stigma tentang penyakit tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas, masih ada keterbatasan perangkat lunak dalam analisis dan interpretasi data , dan pada komponen Output semua pelaksanaan program surveilans sudah memenuhi atribut dari sistem tersebut yaitu adanya Simplicity, Flexibility, Acceptability, Positive Predictive Value, Representativeness, dan Timeliness. Kesimpulan dari penelitian diatas dapat masih adanya permasalahan dalam pelaksanaan surveilans epidemiologi penyakit tuberkulosis di Puskesmas Pekan Kamis terdapat pada komponen input dan process dari pelaksanaan kegiatan surveilans tersebut.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11630">
                <text>LUTHFI KURNIA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11631">
                <text>STIKes PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11632">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2513" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2498">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/106\2513\BAB_I_2_3_merged-1.1.pdf</src>
        <authentication>50209f685ea636e79b2732323229fd2a</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="106">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11463">
                  <text>Tahun 2016</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11633">
                <text>EVALUASI PELAKSANAAN PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI PUSKESMAS KEBUN SIKOLOS PADANG PANJANG TAHUN 2016</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11634">
                <text>Program Prolanis merupakan pengelolaan penyakit kronis termasuk Diabetes Melitus dan Hipertensi pada penderita yang merupakan peserta BPJS kesehatan untuk mencegah komplikasi, peningkatan kualitas hidup dan pembiayaan jaminan kesehatan yang efektif dan efisien.. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif dengan desain penelitian studi evaluatif. Tujuan penelitian evaluatif untuk mengetahui keterlaksanaan kebijakan, bukan hanya pada kesimpulan sudah terlaksana dengan baik atau tidaknya, tetapi ingin mengetahui kalau belum baik implementasinya, apa yang telah menyebabkan, dimana letak kelemahannya dan kalau lemah apa sebabnya. Hasil dari penelitian ini dari komponen input, program prolanis di tetapkan berdasarkan SK (Surat Keputusan) kepala Puskesmas Kebun Sikolos Padang. Tenaga berdasarkan SK kepala Puskesmas yang di tunjuk oleh kepala yaitu dokter. Metode yang di gunakan dalam program prolanis yaitu dengan menggunakan analisa fishbone. Sarana dan prasarana di dapatkan dari puskesmas, akan tetapi masih belum mendukung semua. Pengalokasian dana di dapatkan dari BPJS, Puskesmas dan Masyarakat. Pada komponen Process, Implementasi program untuk target 75% akan tetapi program ini baru mencapai 50%. Pada komponen Output, hasil dari pelaksanaan program prolanis positif bagi masyarakat. Kesimpulan dari penelitian di atas menyatakan bahwa Program prolanis di Puskesmas Kebun Sikolos sudah berjalan namun belum maksimal. Karna program ini masih belum mencapai target, akan tetapi jika dilihat dari segi komponen input dan process program tersebut tidak ada ditemukannya masalah atau kendala. Perlu adanya pengawasan dan evaluasi terhadap pemberian pelayanan program prolanis agar dapat mengetahui sejauh mana keberhasilannya dalam memenuhi harapan dan kebutuhan program</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11635">
                <text>Rahmawati Rizalia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11636">
                <text>STIKes PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11637">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2514" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2499">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/106\2514\BAB_IV_merged.1.pdf</src>
        <authentication>c0c9e4112c0b77c2c2d262506047101a</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="106">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11463">
                  <text>Tahun 2016</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11638">
                <text>PERSEPSI PEROKOK AKTIF DALAM MENANGGAPI LABEL PERINGATAN BAHAYA MEROKOK DI KELURAHAN TAROK DIPO KECAMATAN GUGUK PANJANG KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2016</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11639">
                <text>Merokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia masih dianggap sebagai perilaku yang wajar, bagian dari kehidupan sosial dan gaya hidup, tanpa memahami risiko dan bahaya kesehatan terhadap dirinya dan orang serta masyarakat di sekitarnya. Menurut hasil survey Global Adults Tobacco Survey (GATS) 2011, prevalensi perokok di Indonesia rankingnya naik menjadi nomor 2 terbesar di dunia. Untuk itu pemerintah mengeluarkan peraturan pada tanggal 24 Desember 2012, Pemerintah mengeluarkan PP No.109/2012 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan yang didalamnya tercantum peraturan- peraturan yang harus dipatuhi oleh produsen rokok. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui bagaimana persepsi perokok aktif dalam mempersepsikan label peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan metode kualitatif, dari bulan agustus - september 2016. Data primer diperoleh melalui wawancara focus group discussion sedangkan data sekunder diperoleh dengan telaah dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah perokok aktif di Kelurahan Tarok Dipo Kecamatan Guguk Panjang Kota Bukittinggi. Hasil penelitian ini adalah Konsumsi rokok oleh mayoritas masyarakat menjadi fenomena tersendiri yang sulit untuk dihentikan, usaha pemerintah untuk mengurangi konsumsi rokok masyarakat dengan mewajibkan perusahaan rokok mencantumkan label peringatan bahaya merokok dikemasan rokok memang telah dilakukan, namun para perokok tetap saja membandel untuk tetap melakukan kebiasaannya merokok. maka diketahui pengertian akan makna yang konsumen letakkan pada stimulus dari label peringatan bahaya merokok yang mereka lihat dan pengalaman masa lalu menjadi faktor penting dalam pembentukan persepsi seseorang. masing-masing individu melakukan interpretasi berdasarkan pengalaman masa lalu dan kepentingannya. Persepsi merupakan suatu proses kognitif psikologis yang mencerminkan sikap, kepercayaan, nilai dan harapan persepsi bersifat pribadi.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11640">
                <text>TRIFITA RIA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11641">
                <text> STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11642">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2516" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2501">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/106\2516\Cover_merged.1.pdf</src>
        <authentication>2a87c0d5235b66d5f6d9245bc20d4e19</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="106">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11463">
                  <text>Tahun 2016</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11648">
                <text>EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM IMUNISASI BCG DI PUSKESMAS KUAMANG KECAMATAN PANTI KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2016</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11649">
                <text>Cakupan pelayanan kesehatan Imunisasi BCG di Puskesmas Kuamang adalah sebanyak 81,2% dan masih jauh dari capaian target 95%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program Imunisasi di Puskesmas Kuamang tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif dengan desain studi evaluatif. Penelitian dilakukan bulan Agustus 2016 di Puskesmas Kuamang, pengambilan sampel yang digunakan bersifat purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap kepala puskesmas, pengelola program, masyarakat dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini dari komponen input, Kebijakan atau regulasi dari dinas kesehatan Kabupaten pasaman untuk mendukung pelaksanaan program Imunisasi sudah ada bahkan dari Mentri Kesehatan RI No. 42 tahun 2013 tentang penyelenggaraan Imunisasi. Keaktifan petugas dan kader masih kurang. Sarana prasarana Imunisasi tidak ada tempat khusus. Pada komponen process, secara umum kegiatan Imunisasi di Puskesmas Kuamang tidak terlaksana secara maksimal karena kendala keaktifan pengelola program maupun petugas kesehatan yang tidak konsisten dengan rencana kerja sehingga ada kegiatan yang tidak terlaksana, monitoring dan evaluasi belum berjalan optimal serta masih kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk berpartisipasi. Pada komponen output, pelaksanaan program Imunisasi belum terlaksana dengan baik dan belum mampu meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan setiap tahunnya. Kesimpulan dari penelitian di atas masih adanya kendala dalam pelaksanaan Imunisasi di Puskesmas Kuamang pada komponen input dan process dari pelaksanaan kegiatan pelaksanaan Imunisasi. Perlu adanya dukungan dari manajemen puskesmas dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga pelaksana Imunisasi.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11650">
                <text>YUDA AFRI SUSANTO</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11651">
                <text>STIKes PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11652">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2518" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2502">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/106\2518\COVER_awal_merged.1.pdf</src>
        <authentication>c2976da6c8df30e656f98db196ba3cd9</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="106">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11463">
                  <text>Tahun 2016</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11657">
                <text>FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 5 KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2016</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11658">
                <text>Kejadian Anemia merupakan penurunan jumlah hemoglobin atau sel darah merah yang masih menjadi masalah kesehatan di dunia. berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 kejadian anemia umur 5-14 tahun sebanyak 26,4%. Data dari pukesmas Mandingan, anemia remaja di SMPN 5 Bukittinggi 2014 ada 24,6% meningkat menjadi 31,8% pada tahun 2015. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 5 Bukittinggi tahun 2016 meliputi aktivitas fisik, siklus menstruasi dan lama menstruasi. Penelitian dilakukan di SMPN 5 Bukittinggi dari bulan Maret-September. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross-sectional dengan populasi adalah semua remaja putri sebanyak 308 orang. Rumus yang digunakan untuk mengambil sampel adalah two tail sebanyak 60 orang dari kelas VII, VIII dan IX dengan teknik stratified random sampling, untuk mengambil sampel tiap kelasnya menggunakan simple random sampling. Kriteria inklusi yaitu remaja yang sudah menstruasi dan tidak dalam masa mentruasi pada saat penelitian. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data di analisis dengan menggunakan uji chi square dengan derajat kepercayaan 95% (α= 0,05). Hasil analisis univariat dari 60 orang 46,7% anemia, 55% kurang aktif dalam aktivitas fisik, 61,7% siklus menstruasi tidak normal, dan 53,3% dengan lama menstruasi tidak normal. Analisis bivariat aktivitas fisik dengan anemia didapatkan nilai p= 0,080, siklus menstruasi dengan anemia nilai p= 0,683 dan lama menstruasi dengan anemia didapatkan nilai p= 0,011. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik dan siklus menstruasi tidak berhubungan dengan kejadian anemia sedangkan lama menstruasi mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian anemia. Disarankan kepada dinas kesehatan Kota Bukittinggi untuk melakukan deteksi dini kejadian anemia.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11659">
                <text>YULIA WULANDARI </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11660">
                <text>STIKes PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11661">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2519" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="2503">
        <src>http://digilib.upnb.ac.id/files/original/106\2519\Skripsi_RoniPrima_merged.1.pdf</src>
        <authentication>e721bfd1c69f60b104ff726f481f9675</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="106">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="11463">
                  <text>Tahun 2016</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11662">
                <text>HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PORNOGRAFI PADA REMAJA DENGAN PAPARAN PORNOGRAFI DI SMAN 5 KOTABUKITTINGGI TAHUN 2016</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11663">
                <text>Pornografi di Indonesia memangtelahtumbuhpesatterutamasetelahmasareformasi.Kendatiproduk media komunikasidanataupertunjukanmengadungmuatanmateripornografistelah lama hadirdinegaraini, namuntidakpernahdalamskalabegituluasseperti yang terjadidalambeberapatahunterakhirini.Remajaadalahkelompok yang sedangbertumbuhdanberkembang, terhadapmasakinidanmasadepan. Remaja di satusisimerupakangenerasiharapanbangsa, namundisisi lain merekaharusmenghadapibanyakpermasalahan yang bukantidakmungkinakanmenggangguperkembanganfisikmaupunpsikologimerekas elanjutnya.Penelitian ini bertujuan untuk melihat Hubungan PengetahuandanSikaptentangpornografipadaRemajadenganPaparanpornografidi SMAN 5 Kota Bukittinggi Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan Disain Kuantitatif dengan pendekatan Croscektional Studi, dilaksanakan pada bulan Agustus sampai september 2016 yang berlokasi di SMAN 5 Kota Bukittinggi . Penelitian ini menggunakan Kuesioner penelitian dengan sampel sebanyak 68 orang siswa SMAN menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan pendekatan Purposif sampling. Hasil penelitian ini menginformasikan bahwa Lebih dari separroh responden memiliki pengetahuan yang rendah ( 64,7%) tentang pornografi pada remaja di SMAN 5 Kota Bukittinggi tahun 2016. Lebih dari separroh responden memiliki sikap yang positif ( 66,2 %) tentang pornografi pada remaja di SMAN 5 Kota Bukittinggitahun 2016, Lebih dari separroh responden memiliki paparan yang positif ( 58,8%) tentang pornografi pada remaja di SMAN 5 Kota Bukittinggitahun 2016., Terdapat hubungann antara pengetahuan dengan paparan pornografi remaja di SMAN5 kota bukittinggi dengan p=value 0.048&amp;lt; 0,05, Terdapat hubungann antara sikap dengan paparan pornografi remaja di SMAN5 kota bukittinggi dengan p=value 0.030&amp;lt; 0,05 Disarankan kepada siswa dan juga guru di SMAN.5 Bukittinggi untuk lebih meniingkatkan pemahaman yang benar , pengetahuan, sikap tentang pornografi.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11664">
                <text>RONI SYAH PUTRA </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11665">
                <text>STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI,</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="11666">
                <text>pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
